Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Dokter Michael


__ADS_3

Matahari sudah terlihat di antara awan-awan. Key yang tengah membantu sang istri membersihkan dirinya. Setelah kajadian tadi malam dan Maya bangun di pagi harinya dalam keadaan tatapan yang kosong. Maya seperti melamun dan hanya menatap lurus ke depan.


Key berusaha memanggil istrinya agar sadar dan melihat ke arahnya. Memanggil namanya berulangkali, sampai akhirnya Maya menoleh ke arahnya dengan tatapan datar.


Key mencoba mengajaknya berbicara, apakah istrinya itu sadar atau terjebak dalam pikiran. Maya tetap menjawab pertanyaan Key seperti biasanya, tapi dengan sikap yang berbeda. Maya menjadi dingin dan tidak banyak bicara. Tidak ada senyuman yang selalu terlukis di bibirnya. Entah apa yang terjadi dalam pikirannya.


Key membantu istrinya mandi dan mengajaknya berbicara. Maya selalu menjawab pertanyaannya, tapi seperlunya saja. Key tidak ingin memaksakan istrinya untuk kembali bersikap seperti biasanya.


Key sudah bersyukur istrinya tidak histeris ataupun pingsan, karena mengingat kejadian semalam. Setelah mandi, Key juga membantu istrinya untuk berpakaian.


Mereka berjalan bersama, keluar dari kamar penginapan. Di depan penginapan sudah ada anggotanya yang menunggu mereka di samping mobil.


Setelah menyimpan perlengkapan mereka di bagasi, Key membantu Maya naik ke atas mobil dan menaruh bantal di pinggung Maya.


" Sudah nyaman, boo ?" tanya Key.


" Iyah "


" Jalan ! " perintah Key pada anggotanya.


Mobil mulai berjalan meninggalkan penginapan. Selama di dalam mobil, Maya tidak bersuara sama sekali. Biasanya dia akan bertanya banyak pada Key tentang sesuatu yang baru saja dia lihat.


" Kamu mau singgah beli sesuatu, boo ?" tanya Key pada Maya.


" Tidak "


Mendengar jawaban Maya yang sangat singkat, Key menghela nafas kasar. Ia sudah tidak tahu mau melakukan apa sekarang. Yang ia harapkan sekarang hanyalah cepat sampai dan memeriksa kondisi Maya.


****


Setelah dua jam lamanya mereka di perjalanan, akhirnya Key dan Maya telah sampai dengan selamat di manssion. Maya yang tengah tertidur di pangkuan sang suami tidak menyadari, kalau mereka telah sampai.


Key yang tidak ingin mengganggu tidur istrinya, menggendongnya masuk ke dalam manssion. Saat Key masuk, ternyata sudah ada Tama, Bagas dan bik Nur yang menunggu kedatangannya.


Key membawa istrinya ke kamar dan ketiga orang itu juga mengikuti dari belakang. Key metakkan istrinya di atas kasur dan menoleh ke belakang di mana kedua sahabatnya dan bik Nur tengah berdiri.


" Bagaimana keadaan Maya setelah dia bangun pagi tadi ?" tanya bik Nur.


Bik nur sudah tahu apa yang terjadi pada mereka, sehingga ia sangat khawatir. Apalagi mendengar Maya yang traumanya kembali.


" Sikapnya berubah. Saat Maya baru bangun pagi tadi, dia menatap kosong. Setiap Key juga bertanya padanya, Maya selalu menjawab singkat. Itu bukan dirinya, bik " Key menceritakan kejadian pagi tadi sebelum mereka berangkat pulang.


" Gue sudah menelpon seorang ahli dalam psikologis. Dia akan datang sebentar lagi " ucap Bagas.

__ADS_1


Tok..tok tok


" Biar bibik yang buka " bik nur berjalan membuka pintu kamar Key.


Ternyata itu adalah dokter yang di panggil Bagas datang ke mansion.


" silakan masuk dokter " bik Nur mempersilahkan.


" Halo tuan-tuan, saya dokter Michael " dokter Michael berjabat tangan dengan ketiga pria itu.


Tama, Bagas, dan Key menerima uluran tangan dokter Michael. Key memperkenalkan dirinya sebagai suami dari pasien yang akan dia tangani.


Ekhhh...


Terdengar suara lenguhan dari arah kasur. Ternyata Maya sudah bangun. Bik Nur menghampiri Maya.


" Nyonya " panggil bik Nur. Bik Nur belum merubah panggilannya pada Maya, karena Key belum bercerita tentang siapa dirinya.


" bik Nur " panggil Maya pelan. Ia langsung berhambur memeluk bik Nur. Tanpa di sadari Maya mengeluarkan air matanya.


Bik Nur merasakan bajunya basah. Ia tahu saat ini Maya tengah ketakutan. Maya yang sejak tadi hanya diam saja dengan tatapan kosongnya ternya memendam perasaannya.


Saat melihat wajah bik Nur seakan Maya melihat sosok ibunya. Berbeda memang seorang ibu yang memiliki kasih sayang yang sempurna pada anaknya. Bukan berarti Maya merasa tidak ada kasih sayang dari suaminya, tapi rasanya sungguh berbeda. Seakan bik Nur tahu kegelisahan dan perasaannya saat ini.


Setelah satu menit lamanya mereka semua terdiam dan hanya suara Isak tangis Maya yang terdengar. Akhirnya Maya berhenti menangis dan melepas pelukannya pada bik Nur.


Maya mengangguk seraya menghapus jejak air matanya.


" Ada dokter Michael yang ingin bertemu denganmu " bik Nur memberitahu seraya menunjuk ke arah dokter Michael.


" Dokter Michael ingin memeriksa kondisimu. Apa tidak apa-apa dia melakukannya ?" tanya bik Nur.


" Iyah " jawab Maya.


Bik Nur tersenyum dan ingin berpindah tempat, tapi Maya menahan tangannya.


" Bibik di sini saja " pinta Maya.


" Bibik akan tetap di sini, tapi bibik ingin duduk bersama dengan Tama dan Bagas. Suamimu akan menemanimu di sini "


" Aku juga ingin bibik ada di sini "


Bik Nur menoleh ke arah Key untuk meminta persetujuan dan Key mengangguk tanda dia setuju.

__ADS_1


Bik Nur akhirnya tidak jadi berpindah tempat dan menemani Maya di kasurnya. Key berjalan membuka lemari dan mengambil jilbab ganti untuk istrinya.


" Boo, Kamu ganti jilbabmu dulu yah ? jilbabnya pasti sudah bau keringat "


" Boleh "


Mendapat persetujuan dari istrinya, Key membantu Maya mengganti jilbabnya. Key sudah tahu cara mengganti jilbab Maya, karena sering melihat Maya melakukannya di tempat umum.


Key menarik sedikit ujung petnya dan mengangkat jilbab bagian bawahnya. Memasukkan jilbab baru itu dan jilbabnya berhasil terpasang di kepala istrinya.


" Terimakasih, Gorge " ucap Maya.


Key tersenyum dan duduk di sebelah kiri istrinya.


" Halo nyonya, perkenalkan saya dokter Michael "


" Maya " Maya juga memperkenalkan dirinya.


" Apa yang anda rasakan saat ini ?" tanya dokter Michael.


" Aku baik-baik saja"


" Apa ada kejadian yang sangat membekas dalam ingatan Anda ? dan apa yang anda rasakan saat kejadian itu melintas di pikiran Anda ?"


" Sebenarnya aku juga bingung. Tentang kejadian yang terjadi semalam dan mendengar suara tembakan itu, aku merasa kembali pada kejadian yang hampir sama situs pada beberapa bulan yang lalu. Hal itu membuat penglihatanku mulai menurun dan setelah itu aku tidak apa yang terjadi selanjutnya sampai aku bangun di pagi hari " jawab Maya.


" Apa yang Anda rasakan saat baru bangun pertama kali?"


" Tidak ada. Aku hanya berusaha menguasai diriku dan menyakinkan diriku sendiri bahwa aku sudah tidak berada di situasi itu dan selalu ada suamiku di sisiku "


" Baiklah, Terimakasih sudah menjawab pertanyaannya saya " dokter Michael menoleh ke arah Key dengan gerakan matanya meminta berbicara berdua di luar.


" Aku keluar duku yah, boo. Aku ingin mengantar dokter Michael kedepan " ucap Key.


Maya menganguk tanda setuju.


Bagas dan Tama mengikuti mereka keluar dari kamar. Memberi waktu pada Maya dan bik Nur untuk berbicara berdua saja sesama perempuan.


...****************...


Di rumah kerja milik Key, tampak para pria tengah berbicara serius tentang kondisi Maya saat ini. Dokter Michael memberikan solusi dan masukan pada Key.


.

__ADS_1


.


LANJUT..


__ADS_2