
" Apa maksud dari pesan itu? kenapa dia menyebut istri gue. Apa hubungannya dengan Maya ?" tanya Key yang tidak mengerti dengan isi pesan itu.
"Gue gak tahu. Ini sebuah teka-teki untuk kita pecahkan. Pengirim dari pesan ini adalah orang yang sama memberitahu gue tentang borxta " jawab Tama.
" Sepertinya orang ini memberi kita informasi lagi " ucap Bagas. Tama mengangguk membenarkan perkataan Bagas.
" Coba lo buka gambar pertama itu !" pinta Key.
Tama membuka gambar pertama yang berisi beberapa pria yang tampak sedang berjaga. Tama mengerutkan alisnya melihat gambar itu.
" Tunggu. Ini seperti anak buah borxta yang berjaga dekan pintu masuk " ucap Tama.
" Benarkah ?" ucap Key. Ia juga ikut memperhatikan foto itu.
" Gue gak salah. Ini anak buah borxta " jawab Tama.
" Coba cek foto kedua !" pinta Bagas. Foto kedua menampilkan keadaan rumah.
" Dan ini maskas mereka " ucap Tama. Ia menunjuk foto rumah yang ada di layar.
" Wow.. orang ini memberikan kita gambar keadaan borxta " ucap Bagas.
Tama membuka foto ketiga. Foto ke tiga itu berhasil membuat mata Key terbelalak.
" Key, ini bendera mereka" ucap Tama seraya menoleh ke samping di mana Key berada.
Key menoleh pada Tama dan kembali melihat gambar bendera itu.
" Sudah kuduga " ucap Key.
" Orang yang mengirim gambar ini seperti mendengar perkataan Key tadi. Key tadi meminta foto padamu tentang bagaimana kondisi di sana, tapi lo gak punya. Dan sekarang orang ini yang mengirimnya " ucap Bagas.
Ucapan Bagas berhasil membuat Key dan Tama saling pandang dengan kaget. Mereka menelisik ruangan Tama untuk mencari sesuatu.
" Kalian pada kenapa sih ?" tannya Bagas heran melihat keduanya.
" Apa pikiran kita sama Key?" tanya Tama.
Mereka tidak menjawab pertanyaan Bagas. Mereka tahu sahabatnya yang satu itu agak lalot orangnya.
"Yahh.." angguk Key.
" Ayo kita cari !" ucap Tama.
Key dan Tama berpencar dan mencari setiap sudut dan sisi ruangan yang merka tempati saat ini. Mencari sesuatu yang berhubungan dengan gambar yang di kirim secara misterius.
__ADS_1
Bagas yang masih tidak mengerti, hanya diam saja memperhatikan kedua sahabatnya. Ia ingin ikut membantu mereka, tapi ia tidak tahu apa yang mereka cari.
Bagas yang merasa pusing melihat kedua sahabatnya, berbalik dan duduk di depan komputer milik Tama. Ia kembali membuka foto kedua yang menampilkan rumah dari luar.
Bagas memperbesar rumah itu untuk memperhatikan sisinya. Ia mulai menelisik di berbagai arah. Hingga akhirnya ada sisi rumah yang sangat berbeda dari yang lainnya.
Salah satu sisi rumah terdapat sebuah jendela yang berbentuk persegi, namun bukan bentuk jendela itu yang membuat Bagas fokus, tapi ada seseorang yang duduk di balik jendela itu.
Bagas memperbesar di bagaian jendela untuk melihat wajah di baliknya, namun saat memperbesar gambarnya nampak buram dan tidak jelas.
" Gays, gue mendapat sesuatu di gambar ini " ucap Bagas. Ia memanggil kedua sahabatnya untuk mendekat.
Tama dan Key yang masih sibuk mencari menghentikan kegiatan mereka mendengar perkataan Bagas. Mereka berjalan mendekat untuk melihat apa yang di dapatkan Bagas.
" Lihat ini!" tunjuk Bagas pada gambar jendela.
Tama dan Key memperhatikan gambar itu, namun Tama tidak melihat apapun.
" Itu hanya sebuah jendela " ucap Tama.
" Itu memang hanya jendela, tapi lihat baik-baik di balik jendelanya " ucap Bagas sedikit kesal pada Tama.
Tama kembali memperhatikan gambar itu dengan teliti.
" Ada seseorang di balik jendela itu " ucap Key.
" Terus kenapa ?" tanya Tama.
" Ckk..kenapa lo jadi lalot juga " ucap Key. Ia berdecak mendengar pertanyaan Tama.
" Gue benar-benar gak paham" ucap Tama.
" Coba lo perhatikan. Foto orang di balik jendela ini seperti melihat ke arah kamera. Lihatlah.." ucap Bagas. Ia menyuruh Tama untuk meneliti lagi.
" Jadi kalian mengira, ini di kirim dengan sengaja oleh borxta. Seolah-olah kita mendapat bantuan " ucap Tama.
" Bisa dibilang seperti itu " ucap Bagas.
"Foto ini seperti di rencanakan oleh mereka. Mereka dengan sengaja mengirimnya pada kita, agar kita mengira mendapatkan bantuan dari orang lain. Bisa jadi, sebenarnya orang yang mengirim ini adalah musuh sesungguhnya dan dia mengkambing hitamkan orang lain " ucap Tama.
" Sudah ku bilang bukan. Kita tidak bisa percaya ini begitu saja. Kita juga harus mencari tahu yang sebenarnya " ucap Bagas.
" Tapi, gue yakin kita gak salah " ucap Key.
" Sebenarnya kenapa lo seyakin itu. Beritahu kami jika lo tahu sesuatu ?"ucap Tama.
__ADS_1
" Dulu, waktu kejadian itu terjadi. Gue sempat melihat tato yang sama pada bendera yang di kirim orang ini. Salah satu pembunuh itu mempunyai tato di lengannya dengan gambar ini " jawab Key seraya menunjuk bendera itu.
" Jadi, lo melihat kejadian itu?" tanya Tama.
" Yah.. gue melihatnya. Gue bersembunyi di gudang waktu itu. Gue menyaksikan dengan mata gue, orang tua gue di bunuh. Gue bersembunyi di gudang itu sampai bik Nur mendapat gue " jawab Key.
Kejadian kelam itu sangat membekas di ingatannya. Ia tidak bisa melupakan kejadian mengerikan itu. Anak berumur 5 tahun menyaksikan pembunuhan di depan matanya.
Bukannya takut, Key bertekat untuk membalas dendam pada mereka. Ia sudah begitu tidak sabar untuk dewasa dan melakukannya.
Saat itu sudah tiba. Di mana ia sudah dewasa, tapi tantangan sekarang harus mencari di mana pembunuh itu.
" Baiklah. Dengan adanya tato itu, gue akan berusaha mencari tahu gambar dari tato itu dan siapa pemiliknya " ucap Tama seraya menepuk bahu Key.
" Thanks.." ucap Key.
" Kita harus lebih semangat untuk membalas Mereka. SEMANGAT..."ucap Bagas dengan penuh semangat dan berteriak untuk sahabatnya.
" SEMANGAT..." teriak mereka.
****
Hari sudah larut malam. Ketiga pria itu sudah kembali ke manssion untuk beristirahat. Mengistirahatkan tubuh mereka untuk hari yang panjang ini. Mencari dalang dari pembunuhan sangat sulit mereka temukan.
Berbagai teka-teki mulai bermunculan. Membuat otak mereka harus extra untuk berfikir dan memecahkannya.
**
Key saat ini sudah berada di kamar miliknya dengan sang istri tercinta. Melihat Maya sudah tertidur saat dia pulang, dia tidak ingin mengganggu.
Key naik ke atas kasur dengan pelan agar tidak membangunkan istrinya, namun sayang usahanya gagal. Maya menyadari ada gerakan di tempat tidur membuat ia membuka mata.
" Gorge. Kamu sudah pulang ternyata " ucap Maya.
" Boo, aku mengganggu yah? " tanya Key.
" Tidak. Aku memang baru saja naik tempat tidur " jawab Maya.
" Maaf yah, meninggalkan mu lama " ucap Key. Ia menarik istrinya dan memeluknya. Membenamkan kepalanya di dada istrinya. Kedua gundukan kenyal itu sanagat terasa mengenai pipinya. Key menggoyang-goyangkan kepalanya di antar dua gundukan sang isteri.
" Tidak masalah " ucap Maya.
.
.
__ADS_1
.
LANJUT..