
"Saya sebenarnya ingin meminta bantuan kalian, karena ini adalah masala saya. Ada yang ingin mencari masalah dengan saya, tapi saya sangat khawatir mereka akan berbalik arah menyerang orang-orang yang ada di manssion"
" Apalagi istriku saat ini sedang mengandung, saya takut mereka akan menjadikan istriku sebagai kelemahanku. Apa kalian mau mempersiapkan diri kalian selama tiga minggu ini sebelum kita menyerang mereka?" tanya Key
"KAMI SIAP, KING" jawab mereka.
" Saya suka jawaban kalian" ucap Key.
"Kalau begitu ayo kita mulai latihan kita hari ini" Ucap Tama.
"SIAP.." jawab mereka.
" Oke. go go go go..." ucap Bagas. Ia berteriak dengan penuh semangat sambil mengangkat tinjuannya ke udara dan berlari ke salah satu tempat latihan.
"GOO..." mereka juga ikut berteriak seperti Bagas dan berlari memecahkan diri untuk melatih diri mereka masing-masing.
Tama dan Key tersenyum melihat para anggotanya. Key mengajak Tama untuk latihan dengan memberi kode gerakan kepala. Tama mengangguk melihat itu.
Tiga sekawan itu berpisah ke tempat latihan. Tama menghampiri para anggotanya yang berada di tempat latihan pendeteksi teknologi. Di sana mereka akan mempelajari bagaimana mengetahui teknologi yang dipasang oleh pihak lawan tanpa harus mengorbankan salah satu dari mereka.
Seperti sinar laser, ranjau dan teknologi yang mendeteksi suhu tubuh manusia. Di sana Tama juga mengajarkan para anggotanya cara meretas data-data dan situs lawan yang akan mereka cari.
" Mendeteksi ranjau sebenarnya terbilang sangat sulit, karena secara fisik kita harus benar-benar masuk ke ladang bahan peledak yang tertanam itu"
" Sekarang saya akan mengajarkan kepada kalian cara mendeteksi ranjau tanpa harus turun ke lapangan yang dicurigai tertanam rancau di dalamnya" ucap Tama.
Para anggota yang ada di sana memperhatikan penjelasan Tama dengan serius.
"Kita bisa memanfaatkan adanya kebocoran zat kimia peledak ke tanah sekitar ranjau yang kemudian diserap oleh tumbuhan. Perubahan pada daun-daun pohon karena penyerapan zat kimia itu bisa dideteksi dengan drone pencitraan hiperspektral (melihat segala warna) sehingga bisa menjadi penanda tempat keberadaan ranjau di bawah permukaan" ucap Tama.
"Apa kalian mengerti dengan penjelasan saya?" tanya Tama.
"KAMI MENGERTI.." jawab mereka.
" Bagus. ayo kita coba di lapangan! kita akan menggunakan ranjau dengan daya ledak rendah" ucap Tama. Ia mengajak para anggotanya ke lapangan yang sangat luas yang di belakang ruang latihan.
Di sisi Key dia pergi menuju ruang pembuatan racun. Di sana dia akan membuat racun mematikan.
"Saya akan membuat racun dan saya butuh bantuan kalian" ucap Key.
" KAMI SIAP MEMBANTU, KING" ucap mereka.
" Racun seperti apa yang akan anda buat, king?" tanya pura ( salah satu anggotanya).
"Pertanyaan yang bagus" puji Key.
__ADS_1
" Saya akan membuat rasa racun yang tidak dapat terdeteksi. racun ini akan sangat mudah menyatu dalam air, makanan dan sejenisnya, karena terbuat dari zat dan racun ini tidak terlihat" ucap Key.
"Racun ini bahkan, bisa menyatu dengan udara dan apabila dihirup oleh rongga hidung itu akan berdampak pada tubuh" ucap Key
"Woahh.. itu terdengar sangat hebat, king" ucap pura. para anggota lainnya juga ikut terpukau mendengar ide dari kingnya.
"Apa nama racun ini king?" tanya pira ( salah satu anggotanya).
" Aku memberi nama racun ini Arksnik" jawab Key. Mereka mengganggu pendengarnya.
" Siapkan bahan-bahannya, kita akan membuatnya sekarang!" perintah Key.
Mereka mulai bergerak membuat racunnya sesuai instruksi king mereka.
Sedangkan di sisi Bagas, dia pergi ke ruang pelatihan menembak. para anggotanya sudah mahir menggunakan berbagai macam tembakan, tapi kali ini Bagas akan menganjarkan pada para anggotanya membidik musuh dari jarak jauh.
cara membidik musuh dari jarak jauh kali ini berbeda. Biasanya mereka akan diam di tempat mereka dan fokus pada sasaran, tapi kali ini mereka tidak akan diam di tempat, mereka akan bergerak.
" Kali ini saya akan memberikan kalian sebuah tantangan. kalian lihat benda besar di sana?" tanya Bagas
"KAMI MELIHATNYA, TUAN" jawab mereka.
" Itu adalah Treadmill, tapi versi jumbo. kalian akan berlari di sana dan membidik patung yang ada di ujung lapangan" ucap Bagas.
" Sangat jauh bukan?" tanya Bagas. Mereka mengganggu persamaan.
"Apa menurut kalian ini sulit?" tanya Bagas. mereka terdiam, mereka merasa ragu, tapi mereka tidak ingin membuat tuan mereka kecewa pada mereka.
" Kami belum pernah mencobanya tapi kami akan berlatih semaksimalkan sampai kami berhasil" Jawab ziraj ( salah satu anggota Bagas. Dia pemimpin kelompok itu setelah Bagas. Dia yang akan mengambil alih, kalau Bagas tidak ada.
"Bagus. ayo kita latihan!" ajak Bagas.
Mereka mengikuti Bagas ke tempat treadmill itu berada. Bagas akan memberikan contoh terlebih dahulu kepada para anggotanya. dia mengambil salah satu pistol laras panjang dan menyalakan Treadmill dengan kecepatan paling rendah terlebih dahulu.
game mulai berlari di atas treadmill dan fokus membidik ke arah patung.
Dor...
Peluru Bagas tepat sasaran mengenai patung itu. membuat para anggotanya bersorak.
" Sekarang giliran kalian! Ziraj kau terlebih dahulu. waktumu hanya 30 detik" Bagas memberikan pistol laras panjang itu kepada ziraj.
Ziraj menerimanya dan mulai mencoba berlari di atas treadmill.
Dor..
__ADS_1
Tembakan pertama meleset sangat jauh dari patung. Ziraj kembali mencobanya.
Dor....
Tembakannya masih meleset tapi sedikit saja peluru itu dapat mengenai patungnya.
" Waktumu habis, ziraj" ucap Bagas.
Ziraj turun dari atas treadmill dan kembali ke tempatnya semula.
" Siapa yang ingin mencobanya lagi?" tanya Bagas. Dia mengangkat pistol itu menunggu anggotanya untuk mengambilnya dari tangannya.
Salah satu anggotanya maju dan dia ingin mencoba juga. Bagas memberikan pistol itu.
" Zidan Waktumu sama dengan ziraj 30 detik di mulai dari sekarang" ucap Bagas.
Zidan fokus pada bidikannya. Percobaan pertama dan kedua Zidan gagal. Di detik 10 terakhir peluru Zidan melesat.
Dor....
Zidan berhasil mengenaik patungnya. Bagas bertepuk tangan dan yang lainnya pun melakukan juga.
"Bagus..." puji Bagas.
" Tambah kembali kecepatan treadmill mu zidan!" pinta Bagas.
"Baik" jawab Zidan. Ia menambah kembali kecepatan treadmillnya.
"Kali ini waktumu berkurang 10 detik" ucap Bagas.
Zidan kembali melakukannya dan dia berhasil lagi. Bagas bangga melihat Zidan yang semakin berkembang.
Bagas mulai memberikan sebuah trik kepada para anggotanya agar mereka dapat berhasil membidik patung itu.
.
.
.
.
.
LANJUT...
__ADS_1