Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Perbatasan kota M


__ADS_3

" Tapi alamat yang tertulis di sini benar adalah alamat rumah ini " Tama menunjukkan kertas yang di berikan oleh perawat pagi tadi.


" Ini benar adalah alamat rumah ini, tapi tidak ada yang memiliki nama dokter Mikael di sini. Ini adalah rumah saya sejak dulu bersama almarhum suami saya " kata wanita tua tersebut seraya menoleh ke arah Tama.


Tama terdiam. Dia menatap kedua anggota yang ikut bersamanya yang juga ikut menatapnya tanpa ekspresi.


" Baiklah. Terimakasih, nyonya. Maaf mengganggu waktu anda " Tama menyimpan kertas bertuliskan alamat itu kembali ke kantong celananya.


Sebelum pergi Tama meminta maaf, kemuadian membungku sedikit untuk pamait Kepada wanita tua itu. Tama berbalik dan kedua anggotanya mengikuti yang dilakukan Tama tadi.


" Sekarang kita mah ke mana, tuan ?" tanya Hud saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Entahlah. Alamat yang di berikan oleh perawat tadi adalah palsu " Tama menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dan kepala mendongak menatap langit-langit mobil.


Kedua anggotanya juga menjadi bingung. Mobil mereka masih terparkir di depan rumah wanitu tadi, karena tidak tahu akan mengemudikan ke mana mobilnya.


Beberapa menit mereka hanya diam, salah satu anggota yang bersamanya angkat bicara.


" Tuan.." panggilnya.


" What ?" tanya Tama. Ia menoleh ke arah anggotanya yang berada di depan dan bersebelahan dengan Hud.


" Maaf kelancangan kami. Saat anda meminta semua anggota untuk kembali setelah King terkena tembakan, ada 2 anggota yang tidak pulang dan tetap mengikuti anda dengan yang lainnya secara diam-diam " kata anggota itu menunduk.


" Maksudmu? ada 2 anggota kita yang mengikuti kami sampai di kota ini saat Key di bawah ke rumah sakit ini ?"


" Benar, tuan. Mereka sangat khawatir dengan King, sehingga mereka rela untuk membantah perintah anda "


" Terus kenapa sekarang kamu memberitahu ku ?" raut wajah tamu sudah menjadi datar.


Bagaimanapun alasan mereka, mereka tetap harus mengikuti perintah. Jika tidak dia akan mendapatkan hukuman. Dan itu sudah menjadi perjanjian sejak awal saat mereka sudah masuk ke kelompok mereka pertama kali.


" Saya mewakili mereka untuk meminta maaf dan saya juga minta maaf, karena menyembunyikan hal ini. Tapi saya mengatakannya, karena saat anda dan tuan Bagas sudah kembali, mereka tetap tinggal di rumah sakit untuk menjaga King. Saya berfikir mereka tahu ke mana tuan Jang membawa King saat ini "


Tama menjadi kaget. Dia memajukan tubuhnya sehingga lebih dekat dengan anggota yang berada di depannya.


" Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? hubungi mereka dan beritahu keberadaannya saat ini !" Tama sedikit kesal pada anggotanya, karena baru memberitahunya.

__ADS_1


" Itulah yang menjadi masalahnya, tuan. Saat mereka pergi pada saat itu, mereka juga kehilangan kontak dan saya tidak bisa menghubungi mereka. Terakhir mereka mengatakan berada di perbatasan kota M. Sepertinya tuan Jang membawa King keluar dari kota ini dan pergi ke tempat lain "


Mendengar itu, Tama memijit pelipisnya. Dia merasa pusing memikirkannya. Ia berfikir, kenapa harus ada teka-teki lagi yang harus dia pecahkan setelah kasus borxta. Sekarang Key yang menghilang. Sebenarnya dia tidak terlalu khawatir, karena dia tahu Key saat ini pasti bersama dengan uncle jang, tapi yang menjadi masalahnya adalah Key meninggal istrinya dan calon anaknya.


Ada istri Key yang menunggunya pulang. Dia tidak mungkin membiarkan Maya terpuruk, karena suaminya tidak kembali.


Lama Tama terdiam, deringan handphone berbunyi. Itu telpon dari Bagas.


" Hmm.." sahut Tama setelah mengangkat telponnya.


Nomor uncle tidak tersambung. Gue sempat melacak nomornya dan terakhir dia aktif saat berada di perbatasan kota M. Pergilah ke sana untuk mengecek ke mana uncle Jang pergi ! perintah Bagas.


" Kirim lokasinya !"


" Oke..gue ke sana sekarang " Tama mematikan sambungan telponnya.


" Kita ke perbatasan kota M. Apa kamu tahu di mana tempatnya ?" tanya Tama pada anggotanya.


Walaupun sudah ada titik lokasi yang di kirim Bagas, lebih bagus jika sudah ada yang tahu di mana tempatnya.


" Saya tahu, tuan "


Anggota itu menganguk. Dia bertukar posisi seperti Hud. Dia yang akan mengemudi ke perbatasan kota M.


" Berapa jam kita sampai di sana ?"


" Kurang lebih 10 jam, tuan "


Tama mengangguk tanda mengerti. Dia kembali mengambil handphonenya dan menghubungi Rud.


" Besok pagi kembalilah ke mansion. Ajak nyonya kalian pulang dan katakan padanya jika saya sedang pergi mencari Key. Usahakan selama perjalanan nyonya kalian merasa nyaman dan selalu tanyakan padanya jika dia merasa lelah ataupun lapar. Kamu mengerti ?"


Tama memberikan perintah pada Rud untuk membawa Maya kembali ke mansion. Pencariannya akan memakan waktu yang lama. Dia tidak bisa memastikan berapa hari dia akan mencari keberadaan Key.


Setidaknya jika Maya berada di mansion, ada bik nur yang menemaninya dari pada dia hanya tinggal sendirian di pemgenipan.


Setelah Tama mendengar sahutan dari Rud, Tama mematikan sambungan telponnya dan menatap lurus ke depan. Kali ini dia hanya sendirian mencari Key, karena Bagas sangat sibuk di perusahaan dan tidak mungkin untuk meninggalkannya. Yang ada perusahaan akan bangkrut nantinya.

__ADS_1


Keesokan harinya


Di salah satu penginapan kota M, tapak Seorang wanita hamil tengah menggeliat di tempat tidurnya.


Maya membuka matanya perlahan dan mengecek jam pada Hp nya. Ternyata sudah hampir pukul 6 pagi. Maya buru-buru ke kamar mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah subuh.


Setelah itu, Maya menggelar sebuah sejadah dan melaksanakan ibadahnya. Setelah 5 menit, Maya sudah tampak selesai. Sebelum meninggal sejadahnya, Maya menyempatkan untuk berdoa agar suaminya cepat kembali.


Dia hanya bisa berdoa Key baik-baik saja di sana dan semoga dia bisa cepat sadar dari komanya dan kembali lagi ke pelukannya.


Setelah selesai, Maya keluar untuk membuat sarapan. Dia mengira Tama sudah kembali, sehingga dia membuat makanan yang lebih dari satu porsi.


Saat dia sudah selesai dengan masakannya, Rud datang menghampiri sang nyonya.


" Selamat pagi, nyonya " Rud membungkuk di hadapan Maya yang sibuk menata makanan.


" Pagi.." Maya menjawab sapaan Rud.


" Perkenalkan saya Rud. Saya ingin menyampaikan bahwa saat ini tuan Tama belum kembali. Tuan Tama sedang pergi mencari tuan Key. Dia hanya berpesan pada saya untuk membawa anda kembali ke mansion hari ini "


" Kak Tama belum kembali sejak semalam dia pergi ?"


" Benar nyonya "


" Kalau begitu, kamu bergabung dengan saya untuk sarapan. Saya membuat banyak makanan pagi ini dan panggil juga teman-tema mu yang lain !"


" Jangan membantah !" Maya berkata lagi, karena melihat Rud yang ingin menolak.


" Baik nyonya " Rud meninggalkan Maya dan memanggil teman-temannya yang berjaga di luar.


Maya hanya bisa menghela nafas. Dia tidak menampilkan rasa ke khawatirannya pada Rud. Dia tahu, mencari keberadaan Key pasti sangat sulit. Maya hanya bisa patuh saja dengan perintah Tama untuk menyuruhnya kembali.


Walaupun sebenarnya ia sangat ingin di sini dan mencari suaminya, tapi mengingat dirinya tengah hamil, Maya memilih untuk kembali. Demi keselamatan dirinya dan sang bayi.


.


.

__ADS_1


LANJUT..


Semoga ada titik terang, sehingga Key dapat kembali...


__ADS_2