Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Menikah


__ADS_3

"Apa maksud ibu?" Tanya Bagas yang masih sangat kaget dengan jawaban Bu Sri.


"Apa perlu aku ulangi lagi?"


"Tapi kami tak mengerti dengan ucapan,ibu". Ucapa Bagas kembali.


"Bukankah kalian yang membawanya pergi untuk melakukan pertemuan dan juga saya meyalahkannya,karena dia yang memiliki musuh tapi mayalah yang menjadi sasarannya" Ujar Bu Sri.


Hiks hiks..


Bu Sri menangis setelah mangatakan itu.Ia tertunduk dengan air mata yang masih mengalir deras.


Mereka bertiga yang melihat itu merasa bersalah terutama key.


"Tapi tidak bisa seperti itu Bu. Kami tidak tahu kejadian ini akan terjadi" Ucapa Bagas pelan.Ia masih menatap Bu Sri yang menunduk didepannya.


"Benar yang dikatakan Bagas bu.Semua ini terjadi begitu cepat" Tama membenarkan ucapan Bagas dan mulai menimpali.


Bu Sri mulai mengangkat kepalanya dan menatap Bagas dan Tama dengan sisa-sisa air mata di pipinya.


"Apa kalian tidak kasihan padanya"Bu Sri menunjuk kearah Maya yang masih terbaring.


"Dia tidak memiliki keluarga sama sekali selain ibu..."Lanjut bu Sri memegang dadanya sendiri dengan segugukan.


"Ibu meminta key untuk menikahinya, karena ibu tidak bisa merawatnya.Ibu juga punya keluarga disana yang menunggu ibu untuk pulang"


"Tapi tidak bisa seperti ini Bu. Ibu seakan menyalahkan semuanya kepada key" Ucapa tama yang masih tidak setuju dengan usulan Bu Sri.


"Jika kalian tidak bisa merawatnya bawa saja dia kerumah sakit yang ada di Indo.Biarkan perawat disana yang merawatnya.Ibu akan sesekali mengunjunginya" Setelah mengatakan itu Bu Sr, berdiri dari duduknya dan melangkah kearah tempat tidur Maya.


"Aku akan menikahinya" langkah Bu Sri berhenti saat mendengar suara itu.Ia menoleh kearah key.


"Aku bersedia menikahinya.Aku yang akan merawatnya sampai sembuh.Ibu benar, ini semua salahku"Key menunduk mangatakan itu.Saat mendengar ucapan Bu Sri yang mengatakan Maya tidak memiliki keluarga sama sekali hatinya terasa sakit.


Ia tahu bagaimana rasa hidup diduni yang tidak memiliki siapa-siapa.Kesepian, sendiri. Walau setidaknya ia masih memiliki sahabat yang selalu setia disisinya. Berbeda dengan Maya yang benar-benar tidak memiliki siapa-siapa disini.


"Apa maksud mu"Bagas sangat kaget mendengar perkataan key.


"Benar,ini bukan sepenuhnya salah mu" Ucap Tama pada key yang juga menatapnya.


"Tidak.Ibu benar ini semua salahku.Aku akan menikahinya" Key tetap pada pendiriannya.


"Bagus jika kau mau.Itulah yang namanya laki-laki jantan.Berani mengakui kesalahannya" Bu Sri mengatakan itu sambil menatap key dengan tersenyum.


"Tapi key..."Ucapan Bagas terhenti saat key mengangkat tangannya,tanda agar Bagas tidak melanjutkan perkataannya.


"Tam, pergilah panggil penghulu.Aku akan menikahinya hari ini" Mereka berdua sangat kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Hari ini?"Tanya Tama.


"Yahh...hari ini"


"Pergilah" Perintah key kembali.


Tama menoleh kearah Bagas untuk memintai persetujuan.Bagas menghela nafas dan mengangguk. Tama yang melihat itu hanya pasrah dan pergi dari sana.


Bagas memperhatikan key dan maya secara bergantian.Dalam hatinya ia yakin apa yang dipilih oleh key itu yang terbaik baginya.Key pasti sudah mempertimbangkan semua secara matang terlebih dahulu.


"Baiklah itu pilihanmu. ibu mau keluar dan beristirahat sebentar.Setelah itu pannggil ibu jika penghulunya sudah datang" Ucap Bu Sri.


"Baik Bu.Bagas akan menunjukkan kamar ibu"


Bu Sri dan Bagas melangkah keluar dari kamar itu.Saat Bagas melewati key, ia menepuk pelan pundak key. key yang diperlakukan seperti itu mengangguk dan tersenyum.


Setelah semuanya keluar tinggallah mereka berdua.Key menoleh kearah Maya dan melangkah mendekat dengan pasti.


"Semoga ini pilihan yang terbaik" Key mengucapkannya dengan lesuh.


"Aku akan menikahimu. Buka matamu dan berikan pendapatmu sekarang.Jika kamu tidak bangun jangan salahkan aku jika kau tidak setuju dengan pernikahan ini" Ingin rasanya key berteriak didepan Maya.Inj benar pilihan yang sangat sulit baginya.


Menikahi seorang perempuan tanpa rasa cinta sama sekali itu sangat berat untuknya. Apa ia bisa menjalani pernikahan ini tanpa ada cinta didalamnya.Key menelungkup kan kepalnya diatas kasur.Hingga tak terasa key tertidur disana.


Tanpa dia sadari tangan Maya kembali bergerak seperti beberapa hari yang lalu, tapi kali ini berbeda gerakan tangan itu sangat terlihat.


Disisi lain


Tama mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ada rasa kecewa yang ia rasakan saat key mengambil keputusan seperti itu. Karena ia tahu, key belum ingin menikah. Dia masih ingin membalaskan dendam keluarganya terlebih dahulu,barulah dia menikah.


Dia tidak ingin jika orang yang membunuh keluarganya masih berkeliaran diluar sana dan melukai orang yang dia cintai nantinya.


Arkhhh...


Tama berteriak didalam mobil dengan kecepatan maksimum.Saat ia akan memfokuskan kembali matanya kearah jalan raya, tiba-tiba ada seorang bersepeda yang ingin menyebrang jalan.


Tama mengerem mobilnya dan suara decitan ban yang bergesek diaspal terdengar nyaring.


Seseorang yang ada diatas sepeda sangat kaget saat melihat mobil dengan kecepatan maksimum melaju kearah.Dia berusaha mengayuh sepedanya dengan cepat agar cepat sampai diseberang jalan.


Tapi usahanya sia-sia mobil itu sudah sangat dekat dengan dirinya dan..


Brakkk..


Suara mobil yang terbanting dijalan. Masyarakat yang ada disana berteriak histeris saat mobil itu berhenti tepat didepan pesepeda itu.


Mereka semua akhirnya menghela nafas lega. Ternyata mobil itu dapat berhenti tanpa menabrak pesepeda itu.

__ADS_1


Tama keluar dari mobilnya.Ia bernafas lega karena tidak menabrak orang lain.Ia melihat mobilya yang hanya beberapa senti saja dapat mengenai pesepeda itu.


"Maaf nona" Tama mengucapkan permintaan maaf kepada seorang perempuan yang mengendarai sepeda.


"Emmm.Tidak apa-apa tuan" ucap gadis itu dengan sopan.


"Benarkah kau tidak apa-apa?" tanya kembali dengan memastikan.


"Benar tuan" ucap gadis itu kembali


"Baiklah.jika kau tidak apa-apa. Saya permisi" Ucap Bagas pada gadis itu dan pergi dari sana.


Gadis itu mendorong sepedanya ketepi jalan. Agar mobil Tama dapat lewat.


Tama menjalankan mobilnya dan tersenyum kepada gadis itu dari balik kaca mobil.


"Oh ya ampun.Tampan sekali pria itu" Ucap gadis itu. Dia terpana akan ketampanan Tama.


"Pasti pacarnya sangat cantik" gadis itu kembali memuji. Dia mulai mengayuh sepedanya pergi dari sana.


**


"Jabat tangan saya pak" Kata penghulu itu.


Saat ini mereka sedang duduk bersama-sama menyaksikan key untuk mengucapkan janji suci.


Bu Sri sebagai wali Maya sedangkan key walinya adalah Bagas.Para anggota key juga ada disana menyaksikan king mereka mengucapkan ijab qobul. Beberapa dari mereka ada didalam kamar termasuk para banaltra dan dochtuir. Ada juga diluar kamar tapi tetap mendengar ucapan mereka dari dalam.


"Saya nikahkan dan kaminkan engkau dengan saudari Maya ulandari alwa dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai" Ucap penghulu itu saat sudah memegang tangan key.


"Saya terima nikah dan kawinya Maya ulandari alwa dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap key dengan lantang.


Sah


Sah


Alhamdulillah


Mereka menjawabnya dengan serentak.


.


Lanjut..


Jangan bosan-bosan baca cerita author yah.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak. Like, komen,vote .....

__ADS_1


__ADS_2