
Key yang mendapat sebuah kotak Tampa nama pengirim. Dia melihat isi kota itu dan alhasil membuatnya khawatir.
Key takut musuh mereka akan menyerang keluarganya lagi dan membuat dia kehilangan. Sudah cukup orang tuanya yang mereka habisi. Key tidak akan membiarkan istrinya habis di tangan mereka. Apalagi mengingat sang istri saat ini tengah mengandung.
Key tengah mempersiapkan segalanya untuk melawan pembunuh yang membuatnya kehilangan kedua orangtuanya dan para pekerja yang ada di manssion.
Kali ini Key memberitahu pada kedua sahabatnya, di mana Bagas yang lebih dulu dia beritahu, karena berdekatan dengannya.
" Jaga istrimu baik-baik, sebelum dia hilang dari pandanganmu" isi dari gulungan kertas itu.
Setelah membacanya, Tama menoleh ke arah Key.
" Lo ingin membawa para anggota ke manssion untuk berjaga-jaga di sana, karena lo takut mereka akan kembali menyerang manssion ?" tanya Tama.
" Yahh..gue gak mau kehilangan untuk kedua kalinya " jawab Key.
" Lo berpikiran ini dari borxta ?" tanya Tama.
" Tidak juga, karena kita tidak tahu sebenarnya borxta itu siapa. Apakah benar dia adalah pembunuh yang kita cari atau bukan " jawab Key.
" Lo benar. Sampai sekarang, data tentang pria itu tidak pernah gue temukan sedikitpun " ucap Tama.
" Apa kalian yakin, borxta adalah musuh ? bagaimana kalau ternyata pesan yang dikirimkan pada Tama adalah palsu. Dan musuh sesungguhnya adalah orang yang mengirim pesan itu " ucap Bagas, menyela pembicaraan mereka.
" Bagas ada benarnya juga, tapi borxta bukanlah orang biasa. Dia memiliki tempat persembunyian dan juga para anak buah" ucap Tama yang juga membenarkan ucapan Bagas.
" Dan yang membuat gue heran, kenapa kita harus menyerangnya? kita tidak punya bukti bawah dia bersalah dan mengganggu kita " ucap Bagas.
" Lo benar. Kenapa kita harus sadar akan hal itu. Kita dengan mudahnya percaya dengan isi dari pesan itu " ucap Tama.
Bagas dan Tama baru tersadar dengan kecerobohan mereka, tapi berbeda dengan Key. Dia hanya diam dan mencerna semuanya. Dia mulai berfikir dengan teka-teki ini.
" Tam, apa lo punya gambar tentang keadaan saat lo mencari tahu tentang borxta ?" tanya Key.
" Gambar? gue gak punya. Mana sempat gue lakukan itu " jawab Tama.
__ADS_1
" Bagaimana dengan ciri-ciri mereka? maksud gue, apakah ada tato di lengannya? " tanya Key.
Tama mulai berfikir dan mengingat-ingat tentang tato yang di masud oleh Key.
" Gue tidak tahu tentang tato itu, karena mereka memakai pakaian dengan lengan panjang. Satu hal yang gue lihat waktu itu hanya bendera yang tertancap di atas atap rumah yang mereka tempati " jawab Tama.
" Apa itu bendera negara atau lambang mereka ?" tanya Bagas lebih dulu sebelum Key berbicara.
" Gue yakin itu lambang mereka, karena gambar dari bendera itu adalah sebuah tengkorak " jawab Tama.
Key terbelalak mendengar jawaban Tama. Ingatannya kembali berputar saat ia berusia 5 tahun. Di mana ia melihat dengan matanya sendiri, orang tuanya di bunuh. Ia melihat sebuah lambang tengkorak di lengan salah satu dari mereka .
" Gambar tengkorak itu dikelilingi warnah merah di sekitarnya? "tanya Key memastikan perkiraannya.
" Benar. Itu benar. Warnah merah di sekelilingnya seperti darah yang mengalir ke bawa. Di mana lo bisa tahu ?" Jawab Tama. Ia kembali bertanya saat Key bisa tahu bagaimana gambar dari bendera itu.
Key belum menjawab pertanyaan Tama. Ia malah diam dan menerawang. Key mendongak dengan dada yang bergemuruh.
" Kita tidak salah mempersiapkan diri kita untuk tiga minggu ini. Gue ingin, kalau bisa lebih cepat dari itu " ucap Key. Ia tidak menjawab pertanyaan Tama dan malam berkata lain.
" Kenapa lo bisa seyakin itu ?" tanya Bagas.
" Karena gue sangat yakin itu mereka. Filing gue gak pernah salah " jawab Key. Ia tidak mau memberitahu pada kedua sahabatnya, kalau ia pernah melihat tato seperti itu pada saat pembunuhan terjadi.
" Tapi kita tidak punya bukti tentang mereka " ucap Tama.
" Kita memang tidak punya bukti, tapi gue punya bukti di ingat gue tentang bendera itu " ucap Key dengan yakin.
" Bagaimana kalau itu hanya sama saja ?" ucap Bagas.
" Nggak. Gak ada yang sama dengan gambar itu. Ada yang menggunakan gambar tengkorak, tapi itu hanya gambar kecil untuk melengkapi lambang mereka " jawab Key dengan sangat yakin.
Walaupun ia tidak pernah melihat bendera yang Tama maksud, tapi dengan Tama menyebut warna sekitar dari tengkorak yang seperti darah membuat ia semakin yakin.
" Baiklah, jika lo seyakin itu " ucap Tama. Sebenarnya ia masih sangat ragu dengan hal itu, tapi ia juga tidak bisa apa-apa selain berusaha mencari bukti lainnya.
__ADS_1
Setelah Tama mengatakan hal itu, mereka diam dan tidak ada suara di sana. Mereka berfikir dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan. Hanya mereka yang tahu.
Tinggg....
Suara pesan muncul dari layar komputer milik Tama yang berada dalam ruangan itu. Membuat mereka tersadar dan menoleh bersamaan ke arah komputer.
Tama mendekat ke arah komputer dan membuka pesan itu. Bagas dan Key saling pandang melihatnya. Sampai akhirnya mereka mendekat juga.
Alis Tama mengkerut melihat nama pengirimnya.
" Nama yang sama " batin Tama
Tama membuka isi pesannya dan membacanya.
" Perhatikan langkah kalain. Mereka sudah mulai bergerak. Jangan mudah berbicara di luar dan percaya pada setiap orang yang klaim temui. Orang yang kalian kenal bisa saja menjadi musuh untuk kalian, walaupun kalian sudah menjauhkannya dari istri Key " isi pesan.
Kemudian muncul pesan berikutnya, tapi bukan berisi tulisan. Melainkan beberapa foto.
Foto pertama menampilkan beberapa pria dengan berbagai umur. Pria dalam foto itu tampak berdiri di sebuah halaman dan menatap lurus kedepan. Foto itu di ambil dari samping sehingga, pria dalam foto itu menatap ke arah depan.
Foto kedua memperlihatkan sebuah keadaan rumah dari luar. Rumah itu terbuat dari batu bata yang sudah di tumbuhi lumut. Banyak juga tumbuhan yang menjalar naik ke dinding rumah itu. Rumah itu juga cukup besar dan foto yang di ambil dari atas rumah.
Foto ketiga menampilkan sebuah bendera. Bendera itu sangat persis dengan yang di jelaskan oleh Tama sebelumnya.
Setelah melihat semuanya. Bagas, Tama dan Key saling pandang. Isi pesan itu sangat mengejutkan mereka.
" Apa maksud dari pesan itu? kenapa dia menyebut istri gue. Apa hubungannya dengan Maya ?" tanya Key yang tidak mengerti dengan isi pesan itu.
"Gue gak tahu. Ini sebuah teka-teki untuk kita pecahkan. Pengirim dari pesan ini adalah orang yang sama memberitahu gue tentang borxta " jawab Tama.
.
.
LANJUT...
__ADS_1