
Di laboratorium Key sangat fokus membuat racun, sampai-sampai dia lupa memberi kabar pada istrinya.
Tringggg....
Suara jaringan handphone Key berbunyi.
membuat fokus Key teralihkan dan para anggotanya juga berhenti dan menatapnya.
Tertulis nama my boo-boo di panggilan teleponnya.
" Halo Assalamualaikum, boo " ucap Key setelah menekan ikon berwarna hijau di layar teleponnya.
" Waalaikumsalam. Di mana , Gorge?" tanya Maya di seberang telepon. Ia menunggu suaminya sejak tadi, tapi hari sudah mulai malam suaminya belum pulang juga membuat Maya sangat khawatir.
" Aku di..." Key bingung untuk mengatakannya.
"Emm.. apa kamu ingat rumah saat kamu dirawat waktu itu?" tanya Key.
"Ya, aku mengingatnya. apa kamu berada di sana?" tanya Maya.
" Iyah, aku berada di sini. Makan malam nanti aku akan pulang " ucap Key.
" Baiklah. Aku menunggumu. Bu Farah sama Jihan sebenarnya ingin pulang sore ini tapi kamu tidak ada" ucap Maya.
" Apa mereka tetap ingin pulang hari ini?" tanya Key.
" Sepertinya begitu, karena besok Jihan akan pergi bekerja" jawab Maya.
" Baiklah aku akan pulang sekarang" ucap Key.
" Oke.." jawab Maya.
" Sampai ketemu di rumah, boo" ucap Key.
" Hmm, aku menunggu" jawab Maya.
Tut...
Maya memutuskan sambungan teleponnya. Key kembali menyimpan handphone yang di saku celana.
" Saya akan pulang dulu. kalian lanjutkan membuat racunnya. kalian masih ingat kan cara-cara dan bahan apa saja yang akan dicampurkan terlebih dahulu?" tanya Key pada anggotanya.
" KAMI MENGINGATNYA, KING" jawab mereka.
"Baiklah kalian lanjutkan. Saya akan datang lagi besok melihat perkembangannya" ucap Key.
" BAIK, KING" jawab mereka.
Key keluar dari laboratorium dan tidak lupa dia mengirim pesan pada kedua sahabatnya bahwa dia akan lebih dulu pulang ke manssion.
Manssion..
" Assalamualaikum, boo" teriak Key dari pintu masuk.
Maya yang sedang berada di dapur berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri suaminya.
" Gorge.." panggil Maya.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Key. Melihat istrinya yang sedang memakai celemek.
" Hehe.. Aku sedang memasak bersama mereka" jawab Maya tersenyum. Key juga ikut tersenyum dan mengusap ubun-ubun istrinya.
" Pasti seru yah?" tanya Key.
" Sangat" jawab Maya senang.
" Aku kembali ke dapur lagi ya" ucap Maya.
" kamu tidak ingin membantuku mandi?" tanya Key tersenyum mesum.
" Enak aja. Mandi sendiri sana!" ucap Maya.
" Temenin aku dong. kan di dapur Mereka banyak. Mereka juga pasti mengerti Kalau kamu sedang melayaniku di kamar." rengek
Key.
" Ihh.. jangan keras-keras" ucap Maya. Ia menutup mulut suaminya dengan tangannya.
" Ya udah Makanya temenin aku" ucap Key.
" Iya-iya. Aku temenin. Ayo!" ucap Maya. Ia mengajak Key naik ke kamar. Key tersenyum senang istrinya mau mengikuti kemauannya.
Key menggenggam tangan istrinya sampi di kamar mereka.
"Kamu pergi mandi sana! aku akan menyiapkan pakaianmu" ucap Maya.
" Bukain" ucap Key dalam mode manja. Ia ingin bermanja-manja dengan istrinya kali ini.
Key merentangkan tangannya, agar Maya membuka setelan jasnya.
" Ya.. nggak papa. Aku hanya ingin dimanja oleh istriku, itu saja" jawab Key dengan pura-pura sedih. Maya membuang nafas melihat tingkah suaminya.
Maya akhirnya mau membuka pakaian suaminya.
" Semuanya yah!" pinta Key.
" Hah, semunya? termasuk celana dan pakaian dalam?" tanya Maya yang ingin memastikan pendengarannya.
" Iyah, semuanya" jawab Key enteng.
Maya terdiam, ia mebuka ikat pinggang suaminya beserta celananya dan sekarang hanya tertinggal ****** ***** saja.
Maya malah menelan ludahnya kasar. Bagaimana tidak benjolan di balik celana suaminya sangat jelas.
" Kok diam, boo. ****** ******** belum dibuka loh. Nanti kita terlambat makan malam loh" ucap Key. ia ingin mengerjai istrinya.
" iya iya, sabar napa" ucap Maya kesal.
Maya mulai memegang kain berbentuk segitiga itu. Ia menutup matanya dan menarik celana itu turun. Maya membuka matanya sedikit untuk melihat apakah celananya sudah lepas sempurna, namun ia malah melihat benda panjang Mili suaminya.
" Betah banget, boo lihat punyaku. Apa kamu ingin merasakanna?" ledek Key.
Wajah Maya memerah mendengar ledekan suaminya. Ia buru buru berdiri dan memberikan handuk pada suaminya.
" Apaansih. Udah sana mandi!" Maya salah tingkah. Ia mendorong suaminya yang tidak memakai apapun dan dia hanya memgang handuk yang ia berikan.
__ADS_1
" Enggak mau mandi bareng?" goda Key.
" Enggak" jawab Maya cepat. Ia berbalik dan menuju lemari pakaian.
Key tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang malu-malu. Padahal dia sudah sering melihat miliknya, tapi kenapa istrinya itu masih salah tingkah.
" Huuh..dia itu suka sekali menggodaku" gumam Maya setelah Key menghilang di balik pintu kamar mandi.
" Aku heran kenapa punya yang sangat besar" gumam Maya . Ia membayangkan milik suaminya lagi.
" Ihh..apa yang aku pikirkan" ucap Maya seraya memukul-mukul kepalanya.
Ia menyalakan TV sambil menunggu suaminya selesai mandi.
Tak berselang lama suara pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah pria tinggi yang sudah sah menjadi suaminya. Key dampak habis sudah keramas terlihat rambutnya yang basah dan masih tersisa tetesan-tetesan air.
Maya begitu terpesona melihatnya. dia tidak pernah bosan melihat wajah suaminya, apalagi postur tubuhnya yang menjadi keinginan semua pria di luar sana dan digilai banyak wanita.
Maya merasa beruntung memilikinya tanpa harus bersusah payah mencarinya sendiri.
" Boo, Kenapa bengong?" tanya Key saat melihat istrinya yang hanya dia menatapnya.
" Kamu sangat tampan" ucap Maya.
" Benarkah?" tanya Key. Ia kemudian mendekat.
" Tentu saja. Semua orang pasti akan mengatakan hal yang sama" jawab Maya.
" Kamu ini ada-ada saja" ucap Key sok malu.Ia sengaja ingin memancing istrinya untuk memujinya lagi.
" Aku serius tau. Siapa yang akan mengataimu jelek, kalaupun ada pasti mata mereka sedang rabun" ucap Maya. Ia mengysao rahang suaminya yang masih basah.
" Tapi aku tak merasa seperti itu, istriku saja baru kali ini memujiku" jawab Key seraya memegang tangan istrinya yang masih berada di rahangnya.
" Heheh..Masa tiap hari harus di puji terus" ucap Maya. Ia mengambil handuk lainnya yang tergeletak di atas kasur dan mengeringkan rambut suaminya.
" Iya dong, harusnya kan gitu, biar aku makin senang" jawab Key.
" Kamu ini ada-ada saja. Ayo cepetan pakai bajunya!" pinta Maya seraya memberikan pakaian yang sudah sediakan sebelumnya.
" Pakein!" pinta Key.
" Yaudah cepetan" jawab Maya. Ia mulai memakaikan pakaian pada suai seperti anak kecil saja.
Setelah itu mereka ingin turun untuk makan malam bersama sebelum Jihan dan Bu Farah pulang.
" Boo, jilbabnya belum di pakai" ucap Key melihat istrinya yang lupa memaki jilbab.
"Oh iyah, aku lupa" ucap Maya. Ia mengambil jilbabnya yang tergeletak di atas sofa.
.
.
.
.
__ADS_1
LANJUT...