
Beberapa menit kemudian wanita itu muncul dengan pakaian yang sangat seksi. Bahkan belahan dadanya sudah terpampang dengan jelas. Hanya ujungnya saja yang tidak terlihat.
" Itu dia" ucap Jes. Tama menatap wanita itu dan tersenyum miring.
" Maaf tuan membuat anda menunggu. Saya baru saja selesai bekerja" ucap gadis itu dan duduk di pangkuan Jes.
" Menyingkirlah!" Jes mendorong wanita itu dari pangkuannya.
Wanita itu tidak tersinggung dan hanya tersenyum menggoda. Tama memperhatikan tingkah wanita itu sejak tadi dan memperhatikan tubuhnya dari atas sampai bawah.
" Boleh juga dia, tapi sayang kau akan bermain-main denganku sampai kau meminta tolong untuk berhenti" batin Tama
" Ada apa anda memanggilku, tuan?" tanya wanita itu pada Jes.
" Ada yang mencarimu" jawab Jes. Ia menunjuk Tama yang tengah menikmati minumannya.
" Oh..hai tuan, perkenalkan saya Kia" Kia berdiri dan ingin berjabat tangan dengan Tama dan ia juga ingin duduk bersebelahan dengan Tama.
" Cukup duduk di sana! tidak perlu ke sini" ucap Tama. Ia tidak meladeni perkenalan Kia.
" Ada apa anda mencari saya?" tanya Kia.
" Wuu..anda terlalu formal nona" ucap Tama.
" Ahh..maaf, tuan. Ada apa anda mencari saya? apa anda ingin bekerja sama dengan sata?" tanya Kia. Ia merasa siapapun yang mencarinya pasti menginginkan servisnya. Apalagi melihat tampangnya membuat Kia begitu tidak sabar.
" Anda sangat tidak sabar yah?" ucap Tama.
" Kita tidak perlu menunda hal yang sangat penting untuk di lakukan, tuan" jawab Kia. Ia berpindah duduk di sebelah Tama dan bergelayut manja di lengannya.
" Benarkah seperti itu? tapi, apa kamu yakin dapat memuskanku sampai tuntas?" pancing Tama. Ia berkata seperti itu, karena ia ingin tahu bagaimana reaksi Kia.
" Tentu saja, tuan. Anda bisa bertanya kepada tuan Jes, bagaimana saya di tempat ini" jawab Kia.
" Apakah yang nona ini bilang benar tuan Jes?" tanya Tama berpura-pura.
" Tentu saja, tuan. Anda bisa merasakannya sendiri sekarang" jawab Jes.
" Baiklah. Mari kita coba " ucap Tama. Kia seperti barang saja harus di coba.
Kia tersenyum senang. Ia sangat tidak sabar untuk bermain pria di dekatnya ini. Ia meraba-raba dada Tama untuk memancingnya.
" Ayo, tuan! Kita butuh ketenangan untuk merasakan yang lebih dalam " ajak Kia.
__ADS_1
" Ohh..tentu" jawab Tama. " Tuan Jes, bisa anda berikan kamar yang sangat istimewa untuk malam ini? saya ingin sebuah ruangan yang kedap suara agar hanya saya yang dopat mendengar suara nona cantik ini " tanya Tama.
" Tentu tuan, anggota saya akan menunjukkannya pada anda " Jawab Jes. Ia memanggil salah satu anggotanya untuk mengantarkan Tama dan Kia ke kamar yang dia inginkan.
" Silakan Anda mengikutinya " ucap Jes.
" Ayo tuan" ajak Kia.
" Anda Pergilah terlebih dahulu. Saya akan meminta sesuatu yang istimewa terlebih dahulu pada tuan Jes untuk saya berikan pada nona cantik ini " ucap Tama seraya mengedipkan matanya dengan sangat menggoda. Membuat Kia semakin bersemangat.
" Baik tuan, saya akan menunggu" ucap Kia. Ia pergi ke kamar yang akan mereka tempati.
" Apa yang ingin kau lakukan ?" tanya Jes, saat Kia sudah tidak ada di sana.
Tama tersenyum licik mendengar pertanyaan Jes. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Jes, membuat Jes kaget dengan rencana Tama.
" Woahh..Apa kau punya dendam tersendiri pada wanita itu ?" tanya Jes.
" Bisa dibilang seperti itu " jawab Tama.
" Rencanamu sangat ekstrem dan sangat licik ya?" ucap Jes.
" Apa lo lupa siapa gue?" tanya Tama.
" Persiapkan semuanya! gue akan bermain sebentar dengannya " ucap Tama. Kemudian ia meninggalkan Jes dan pergi menemui Kia.
Senyum licik tak pernah pudar dari bibirnya .Ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi di dalam sana.
" Halo nona cantik" ucap Tama saat ia sudah sampai di kamar yang ia pesan tadi.
" Oh, hai tuan. Kenapa Anda begitu lama ?saya sudah sangat tidak sabar menunggu Anda sejak tadi" ucap Kia. Ia langsung bergelayut pada Tama. Ia ingin meng***p bibir Tama, tapi Tama menahannya.
" Sabar nona , Saya ingin melakukan sesuatu yang beda dari para pria yang pernah anda temui" ucap Tama.
Ia malepaskan pegangan Kia pada pundaknya dan menjauh darinya. Sebenarnya Tama merasa jijik bersentuhan dengan Kia, tapi demi sebuah rencana liciknya ia harus melakukannya .
" Apa itu, tuan. Saya dengan senang hati akan melakukannya untuk anda " ucap Kia. Ia dengan sengaja melepas pengait branya, sehingga benda itu hanya tergantung saja pada tubuhnya.
" Saya ingin lampu dalam ruangan ini dimatikan dan Saya ingin kau memakai kain penutup mata ini dan jangan melepaskannya sampai Saya menyuruhmu melepaskannya " ucap Tama. Ia mengeluarkan sebuah kain dari saku jaketnya yang dia ambil dari pelayan pembawa minuman .
" Kenapa saya harus menutup mata? saya tidak bisa melihat tubuh anda dengan jelas dan membuat anda puas" tanya Kia.
" karena saya mau saya lah yang bermain dan memimpin permainan ini .Kau hanya perlu berbaring dan akan tinggal menikmatinya saja" jawab Tama.
__ADS_1
" Ahh..seperti itu rupanya. Baiklah" ucap Kia. Ia setuju, karena selama ini dialah yang memimpin permainan dan membuat mereka puas dengan permainan .Tidak ada pria yang pernah mau memimpin seperti Tama.
Ia berjalan ke arah Tama dan Tama memakaikan kain penutup itu pada Kia. Tama menarik tangan Kia ke kasur dan menyuruh Kia untuk berbaring.
" Berbaringlah dan angkat kedua tanganmu ke atas!" pinta Tama. Kia melakukannya sesuai perintah Tama.
Shuttss...
Terdengar suara dari balik pintu kamar. Tama menoleh, ternyata Jes yang membawa sesuatu yang ia minta sebelumnya. Tama mengambil benda itu dan mengikatnya pada tangan Kia.
" Kenapa anda mengikat tangan saya, tuan?" tanya Kia, saat ia merasa tangan di ikat.
" Kau tenang saja. Saya ingin bermain tanpa gangguan dan ingin menikmatimu lebih puas" jawab Tama.
" Ooh..baik tuan" ucap Kia.
Setelah Tama selesai mengikat tangan Kia, Tama membuka pintu kamar dan memberi kode kepada mereka yang ada di luar untuk masuk.
Tama meminta Jes untuk memanggil sepuluh pria dengan tubuh yang sangat besar untuk di bawa ke kamar itu. Para pria itu masuk dengan hening tanpa mengeluarkan suara apapun.
" Tuan, kenapa anda sangat lama?" tanya Kia, saat merasa sangat lama menunggu.
" Sabar nona, saya tengah melepaskan pakaian dan membuat diri saya wangi" jawab Tama.
" Saya sudah sangat tidak sabar, tuan" ucap Kia.
" Ohh, baiklah. Kau akan segera mendapatkannya" ucap Tama. Ia memberi kode kepada mereka untuk melakukan perintahnya yang sudah ia beri tahu pada Jes.
.
.
.
.
.
LANJUT..
Apa sebenarnya rencana Tama terhadap Kia?
Tunggu lanjutannya...
__ADS_1