
"Terimakasih kak bas, sudah membawakan makananku" ucap Maya.
"Sama-sama. Gue akan keruanganku sekarang!" ucap Bagas. Ia juga pamit pada Key untuk kembali keruangannya mempersiapkan berkas yang akan mereka bahas saat meeting nanti.
Key mengagguk sebagai jawaban dari ucapan Bagas.
"Ya sudah, kamu makan makanannya, aku akan bekerja dulu" ucap Key.
"Iyah. Bekerja saja, aku akan menghabiskan makanannya" jawab Maya.
Key tersenyum dan meninggalkan Maya di sofa. Ia pergi ke meja kerjanya dan memeriksa beberapa berkas yang masih ada menumpuk di mejanya.
Maya membuka makanannya dan memakannya dengan diam, sekali-kali memperhatikan suaminya yang sangat fokus pada kertas yang dia pegang.
Setelah beberapa menit, Maya sudah menghabiskan semua makanan. Ia memperhatikan sang suami yang matanya tidak terlepas dari benda putih di depannya.
Maya mendekat kearah Key. Key sama sekali tidak menyadari pergerakan istrinya. Saat sudah berada di sebelahnya, Maya langsung naik ke pangkuan Key. Key tersentak kaget melihat itu.
"Boo-boo, ada apa?" tanya Key, saat Maya membenamkan wajahnya di dadanya. kedua tangan key yang masih di berada di atas meja menurunkan tangan kanannya dan memeluk istrinya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin memelukmu" jawab Maya. Ia menjawab dengan wajah menempel pada dada bidang suaminya. Maya menghirup bau parfum yang melekat pada baju milik Key.
"Apa tidak boleh?" tanya Maya. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Key.
"Tentu saja boleh. Apapun yang kamu inginkan aku akan menurutnya jika itu hal yang masih masuk akal" jawab Key.
"Benarkah? apapun itu?" tanya Maya.
"Hmmm..."
"Heheh.. sebenarnya aku ingin membeli buah, tapi..." Maya menjeda ucapannya. Ia merasa ragu untuk mengatakannya.
"Tapi kenapa?" tanya Key.
"Aku ingin membeli yang banyak sampai kulkasnya penuh. Aku ingin membeli berbagai macam buah" Maya membuat sebuah lingkaran di udara menandakan ia ingin membeli buah yang sangat banyak.
Key yang mendengar ucapan istrinya tertawa kecil, apalagi gerakan tangan Maya yang membuat lingkaran dengan raut wajah sangat serius.
"Hihihi...kamu ingin membeli buah yang banyak sampai kulkasnya penuh?" tanya Key.
"Yahh, apa kau sanggup?" ucap Maya. Ia mengira key tidak akan sanggup menuruti ucapannya, sehingga ia menatap key dengan serius.
"Tentu saja aku sanggup. pulang dari sini kita akan membelinya" jawab Key, senyuman di wajahnya belum serut.
"Apa kamu yakin? itu perlu yang yang sangat banyak?" tanya Maya. Ia masih belum percaya pada suaminya.
"Yakin boo-boo ku"
Maya yang mendengar itu terdiam. Ia menoleh ke belakang, tepat di meja kerja suaminya. Maya mencari sesuatu di atas meja, namun ia belum menemukannya. Maya kembali mencari di laci meja dan akhirnya ia menemukannya.
Ternyata yang di cari Maya sejak tadi adalah dompet milik key. Maya membuka dompet itu dan memeriksa isinya.
__ADS_1
" Lihat, bahkan isi dompetnya hanya dua ratus ribu saja" ucap Maya. Ia menunjukkan isi dompet itu pada key.
Hahahha...
Key tertawa terbahak-bahak melihat tingkah isterinya.
" Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Maya.
" Hahah.. boo-boo, aku memang hanya punya uang 200 ribu cash du dompetku, tapi aku punya banyak uang di dalam kartu ini" Jawab key. Key mengeluarkan kartu atmnya dan menunjukkannya pada Maya.
" Ohh..Iyah, kamu benar. Aku lupa tentang itu. heheh" Maya cengengesan, kerena melupakan jika ada kartu di dalam dompet itu.
" Kamj ini" Key mengusap pipi Maya.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Key diketuk. Key belum mengizinkan orang itu masuk, tapi orang itu langsung membuka pintu itu.
"OH astaga..." Bagas memekik. Ternyata Bagas yang mengetuk pintunya dan main nyelonong saja.
"Makanya jangan langsung masuk jika gue belum mengizinkannya" ucap key.
" Heheh.. gue lupa kalau ada Maya di sini" ucap Bagas.
Maya yang mendengar suara Bagas, mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Bagas. " Ehh.. kak Bagas ada disini ternyata" ucap Maya.
" Tidak" jawab Maya. Maya turun dari pangkuan Key dan melangkah menuju sofa. Ia akan membiarkan kedua pria itu berbicara.
Key yang sudah tidak ada maya di pangkuannya langsung berdiri.
" Apa meetingnya akan dimulai?" tanya Key.
"Iyah. sudah ada beberapa pemegang saham di sana" jawab Bagas.
" Baiklah, tunggu sebentar!" Ucap Key. Key mendekat kearah Maya yang sedang duduk santai di sofa sambil memainkan handphonenya.
" Boo" panggil key.
" Kenapa?" Maya mematikan handphone nya dan menatap Key.
" Aku meeting dulu ya. Kamu tunggu aku di sini, kalau kamu ingin tidur, tidur di ruangan itu. Di dalam sana ada kasur agar kamu lebih nyaman" ucap key.
" Iyah. pergilah!" ucap Maya.
Key mengangguk dan meninggalkan istrinya. Setelah Key pergi, Maya mengecek ruangan yang Key maksud tadi.
"Woahh... hebat banget. Ada tempat tidur dan TV di dalam sini" Maya terpukau melihat ruang istirahat yang ada di dalam kantor Key.
__ADS_1
Maya melangkah masuk dan menyalakan TV. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur yang hanya cukup dua orang saja. Lama-kelamaan menonton TV membuat Maya mengantuk. Ia memejamkan matanya dan tertidur.
***
Berbeda halnya dengan di luar ruang Key. Seorang perempuan tengah sibuk mengerjakan tugas yang diberikan untuk nya.
"Hah..ini sangat menyebalkan. Kenapa tumpukan kertas ini tidak pernah habis? gue ingin cepat pulang, pergi shoping, pergi ke salon" Gerutu gadis itu.
Gadis itu berdiri dari duduknya dan melangkah ke pintu ruangan milik key. Senyum licik tampak terlihat dari bibir tebalnya.
"Hmm..kebetulan pak Key dan Bagas sedang meeting. Mending gue menikmati hawa dingin di dalam ruang ini" ucapnya.
Ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam sana. Ia berputar-putar menikmati hawa dingin di dalam ruang itu akibat AC yang masih menyala.
"Di sini sangat menyenangkan. Kalau gue yang menjadi CEO di sini gue pasti betah" ucapnya. Ia melihat ke jendela besar dibelakang meja kerja milik Key.
"Tidak-tidak. Buat apa gue harus menjadi CEO, menjadi istrinya lebih menyenangkan. Hahahha..." Tawanya menggelegar di seisi ruangan.
"Gue bisa beli barang-barang branded yang terbaru di pasaran. Hahaha..."
"Tunggu aku. Aku akan menjadi nyonya Syam. Hahah..." Dia masih berdiri di jendela besar itu dan mengucapkan semua kata yang ia inginkan. Ia benar-benar terobsesi menjadi seorang nyonya Syam.
****
Maya yang sedang tertidur di dalam sana, menjadi terbangun, karena mendengar suara tawa yang sangat keras.
"Suara siapa itu? apa Gorge sudah selesai meeting? tapi dia tidak mungkin tertawa sekeras itu" ucap Maya. Ia bangun dan berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Ckkk...orang itu mengganggu sekali. Aku masih ingin tidur" ucap Maya kesal. Ia pergi mencuci wajahnya terlibih dahulu di dalam ruangan itu.
Maya membuka pintu dan mencari seseorang yang sangat berisik tadi. Matanya dapat melihat seorang perempuan sedang berdiri di depan jendela besar di sana.
Pakaiannya sangat sexsi, baju yang dia kenakan memiliki kera yang sangat rendah, sehingga menampilkan belahan dadanya.
"Siapa kau?"
.
.
.
.
.
.
NEXT...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACANYA.
__ADS_1
LIKE, COMMENT, AND VOTE...
SAMPA JUMPA UP BERIKUTNYA....