Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Shock


__ADS_3

"Jihan engga bau tuh" Ia mencium baunya sendiri dan tidak merasakan apapun.


"Jihan bau ih...pergi mandi sana. Mau makan kan? Ucap ibu Jihan.


"Iyah..Jihan laper banget nihhh..." Jihan mengusap perutnya. Dia benar-benar merasa lapar.


"Makanya. Ayo cepat mandi"


"Iya-iya.Jihan mandi"


Cup


Jihan mengecup pipi ibunya dan segera berlari kocar-kacir kekamar miliknya.


.


***


Keesokan harinya


Maya membuka matanya, dia menoleh mencari seseorang. Tapi yang dia dapatkan hanya seorang laki-laki yang terbaring disofa.


Buku mata lentik dengan alis tebal itu sangat tampan Dimata Maya. Dia tersenyum sangat tipis bahkan tidak dapat dilihat oleh siapa pun.


Cahaya matahari sudah mulai masuk melalui celah-celah jendela dan mengenai wajah key. Pukul 8:00 pagi matahari sudah mulai meninggi. Key merasa sangat silau dengan cahaya itu. Ia bangun dan menetralisir penglihatannya.


Maya yang melihat key sudah bangun menoleh kearah lain agar key tidak dapat melihatnya. Key bangun dan melangkah kekamar mandi.


**


"Permisi" Ucap seorang dochtuir.


Maya menoleh kearah pintu. Ia tersenyum melihat dochtuir.


"Apa yang anda rasakan nona?" Dochtuir mengeluarkan tetoskop miliknya.


"Aku merasa lebih baik dari sebelumnya"


Banaltra memeriksa tetesan infusnya. Memastikan cairannya mengalir.


Cekklek..


Suara pintu kamar mandi terbuka. Key keluar dengan pakaian yang lengkap. Ia menoleh dan mendapatkan Maya, dochtuir dan banaltra ada di sana.


"Kamu sudah bangun?" Key melangkah mendekat kearah Maya


"Iya pak" Jawab Maya.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya key pada dochtuir.


"Semuanya baik-baik saja tuan" Dochtuir mengganti panggilan key dengan tuan, karena atas perintah key sendiri. Jika didepan Maya dia tidak boleh memanggilnya king.


Key mengangguk.


"Bagaimana kakimu. Apa kau sudah dapat menggerakkannya?" Tanya key pada Maya. Yang hanya dian sejak tadi.


Maya mencoba menggerakkan estssh... Maya meringis saat menggerakkannya. Ia menggeleng kearah key.


"Kita menunggu luka itu kering sempurna terlebih dahulu dan juga karena terlalu lama tidak digerakkan. Otot-otot yang ada dikakinya melemah" Dochtuir menjelaskannya.


"Assalamualaikum" Suara Bu Sri dari arah pintu masuk.


Mereka yang ada disana menoleh kearah Bu Sri. Termasuk Maya, dia kaget saat melihat seseorang yang ada didepannya.

__ADS_1


"Bu...." Panggila Maya dengan pelan akibat sangat kaget melihat Bu Sri ada disini.


"Halo nak" Sapa Bu Sri kembali dan mendekat kearah Maya.


"Kenapa ibu bisa ada disini?" Tanya Maya heran.


"Tentu saja untuk melihatmu" Jawab Bu Sri tersenyum.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Bu Sri kembali.


"Aku baik-baik saja Bu. Cuman kaki dan tangunku masih susah untuk digerakkan" Ujar Maya.


"Kamu pasti sembuh nanti" Ucap Bu Sri menyemangati.


Maya tersenyum "Semoga".


"Bu...Maya ingin duduk. Punggung Maya rasanya panas berbaring terus" Pinta Maya. Dia merasa punggungnya panas dan mulai merasa pegal.


"Sini ibu bantu" Bu Sri mendekat kearah Maya dan membantu Maya untuk duduk.


Bu Sri mulai mengangat punggung Maya.


"Key. Tahan punggung Maya sebentar. Ibu akan mengambil bantal dan menyimpannya dipunggung maya" Pinta Bu Sri.


Key mendekat dan ingin menggantikan Bu Sri memegang punggungnya. Belum key menyentuhnhya Maya langsung mengangkat tangan kirinya yang terpasang infus untuk menghentikan gerakan key.


"Eh..Jangan pak" elak Maya.


"Loh kenapa?" Tanya Bu Sri heran.


"Bukan muhrim Bu.. " Ucap Maya.


Bu Sri melihat kearah key. Key yang ditatap seperti itu mengerti.


"Tidak apa-apa jika aku menyentuhmu. Kau mahromku saat ini" Ucap key dan ia mendekat kearah Maya dan membantunya duduk.


"Maksud bapa apa. Kenapa bapak bisa menjadi mahrom saya?"


Key menghela nafas "Karena....kamu istri ku"


Jedarrrr...


Bagai disambar petir. Maya sangat kaget mendengarnya.


" Ap...Apa. Ba...bag.. bagaimana bisa?" Maya tergagap mendengar berita ini.


Key menoleh kearah Bu Sri.


"Key benar nak. Kamu sudah menjadi istrinya saat ini. Jadi perlakukan suamimu dengan baik. Dia tanggung jawabku sekarang. Begitupun dengan key"


Maya masih terdiam mencerna semuanya. Dia masih sangat shock mendengar kenyataan bahwa dia sudah menjadi seorang istri.


"Baiklah ibu. Ingin keluar.Kalian berbicaralah"


Bu Sri pergi dari sana meninggalkan sepasang suami istri baru.


Tinggallah mereka berdua. Mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Maya menoleh kearah key yang hanya diam menatap kearahnya. Maya mulai angkat bicara


"Ba.. bagaimana semua ini terjadi pak?"


"Tak perlu membahasnya. Pulihkan saja kesehatanmu" Bukannya menjawab key malah menyuruh Maya untuk istirahat kembali.


"Tap..taapi pak"

__ADS_1


"Diam lah...." key langsung menyela.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu diketuk dari luar.


"Masuk" Sahut key.


Bagas mendorong kursi roda masuk kedalam kamar. yahh yang mengetuk pintu tadi adalah Bagas yang diperintahkan oleh key sebelum untuk mencari kursi roda.


"Hay Maya"Sapa Bagas.


"Hallo pak" Balas maya dengan tersenyum.


"Bagaimana keadaanmu. Apakah kakimu masih sangat sakit?" Tanya Bagas kepada Maya dan melihat keadaan kaki maya yang masih dililit oleh diperban.


"Sedikit" Bagas mengangguk saja.


"Mau keluar jalan-jalan?" Tanya key.


"Emmmm" Maya merasa ragu untuk berkata iya. Dia masih sangat canggung pada key. Apalagi mengingat saat ini key Sudah menjadi suaminya secara hukum dan agama.


Key yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak apa-apa. Dochtuir sudah mengizinkanmu jalan-jalan" Bagas menyela. Dia tahu Maya malu untuk mengatakannya. Sementara key hanya diam saja.


"Baiklah" ucap Maya.


Key mendekat kearah Maya dan bersiap untuk mengangkat Maya kekursi roda. Saat key sudah ada didekatnya, Maya masih merasa risih.


Dah Dig Dug


Jantung Maya berdetak sangat cepat. Bagaimana tidak wajah key sangat dekat dengan wajah dan hap Maya berada dalam gendongan key. Ia menatap wajah key saat mengendong nya. Tampan kata itu keluar dari dalam hatinya. Key menoleh saat ia merasa Maya memperhatikannya sejak tadi.


Tatapan mereka bertemu, Saat menyadari itu Maya langsung menepisnya dan menatap kearah lain.


Bagas menahan kursi roda itu agar tidak lari dari tempatnya. Key meletakkan Maya diatas kursi roda dan mulai mendorongnya keluar.


Key dan maya berjalan kearah belakang markas. Mereka melewati jalur khusus, tempat dimana tidak terdapat para anggota berlalu lalang. Jadi Maya tidak dapat melihat siapapun selain pekerja taman belakang dan koki.


Mereka yang melihat king dan istrinya menunduk hormat. Maya tersenyum melihat mereka, sementara key, ia hanya fokus menatap kedepan dan mengabaikan mereka.


Mereka telah sampai disana dan key membawanya dibawah pohon.


Maya menghirup udara segar itu. Rasanya sudah sangat lama ia tidak menghirup udara seperti ini.


Maya menoleh kearah key yang hanya duduk disebelahnya.


"Pak" Panggil Maya. Key menoleh kearahnya.


"Ada apa. Apa kamu butuh sesuatu?"


"Tidak..saya hanya ingin bertanya saja"


"Apa yang ingin kamu katakan?"


"Kenapa bapak bisa menikahi saya?" Tanya Maya kembali.Dia masih sangat penasaran dengan hal itu.


"Itu karena....."

__ADS_1


Lanjut....


.


__ADS_2