Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Borxta tertangkap


__ADS_3

Key yang tengah berada di sebuah lorong dengan anggota tim 4 dan berhasil menemukan sebuah pintu rahasia menuju ruang bawah tanah.


Dengan langkah kelas key dan anggota tim 4 berjalan menuruni tangga dengan hati-hati dan waspada. Pencahayaan yang sangat minim membuat mereka sedikit kesulitan untuk mengetahui bagaimana keadaan di bawah tangga.


Saat mereka sudah lumayan jauh menuruni tangga, Key dengar suara orang tengah berbicara. Key mengangkat satu tangannya untuk memberi kode kepada anggotanya untuk berhenti.


Key sedikit mengintip untuk mengetahui siapa yang tengah berbicara tersebut. saat ia mengintip, ia melihat dua pria yang memiliki bentuk tubuh berbeda. Key bisa melihat salah satu wajah dari kedua pria tersebut. Jika dilihat dari wajahnya diperkirakan usia pria itu sekitar 60 tahun.


Pria yang satunya lagi Key tidak dapat melihat wajahnya, karena dia membelakangi nya, tapi dari postur tubuh pria tersebut Key merasa tidak asing. dias akan pernah bertemu dengan salah saru pria tersebut.


" Menyerah lah, Borxta. kau tidak akan menang melawan Keylbert dan para anggotanya " kata pria yang membelakangi Key.


Mendengar perkataan pria itu Key jadi tahu, kalau pria tua itu ternyata adalah Borxta. Tapi, Key dibuat bingung dengan perkataan pihak itu. Bagaimana dia bisa tahu namanya?.


" Cihh.. anak cecunguk itu. Aku tidak akan takut padanya. Aku yang lebih dulu terjun ke dunia yang kejam ini, sebelum dirinya " Borxta berdecih.


" Apa kau tidak lihat, sudah banyak anak buah mu yang tumbang di luar sana, sedangkan para anggota Keylbert belum cukup satu persen yang tumbang "


" Itu bukan urusanku. Yang terpenting anak bodoh itu habis di tanganku "


" Langkah dulu mayat ku jika kau berani yang menyentuhnya " pria itu mengeluarkan senjata di balik jaket yang dia kenalkan dan dan mengarahkan nya ke arah Borxta.


Borxta tersenyum sinis. Dia juga mengeluarkan pistol dibalik celananya. Pistol itu sama-sama mengarah ke dahi mereka. Mereka berjalan berputar dengan pistol yang masih mengarah ke dari mereka. Mereka sedang mencari celah untuk lebih dulu mengeluarkan timah panas tersebut.


Key yang sejak tadi mendengar pembicaraan keduanya, dengan sembunyi-sembunyi mengarahkan pistol nya ke arah Borxta. belum sempat Key menekan pistol nya, sudah lebih dulu Borxta menembaknya. Ternyata Borxta sudah menyadari kehadiran Key sejak tadi.


Arkhhh...


Key yang kurang hati-hati sehingga ia kecolongan dan peluru itu mengenai tangannya. Tim 4 yang bersamanya dengan sikap mengarahkan pistol mereka ke arah Borxta.


" Kau ingin membunuhku dengan diam-diam bocah bodoh, tapi sayangnya kau gagal. kau sama saja dengan papamu yang bodoh itu " Borxta tertawa kecil.


Key menatap Borxta dengan tajam. Ia melangkah mendekati Borxta. Key tidak memperhatikan wajah salah satu pria tadi. Ia lebih fokus ke arah Borxta.


" Jangan pernah menyebut papaku dengan mulut kotormu itu. Aku tidak sebodoh dirimu yang hanya menyerang kelemahan ku dan tidak berani berhadapan langsung denganku "


Borxta merasa marah. Urat-urat wajahnya sangat jelas. Dia melayangkan tinjuan ke arah Key, tapi Key berhasil menghindar. Alhasil, adu jotos terjadi.

__ADS_1


Beberapa dari anggota tim 4 mengarahkan pistol mereka ke arah pria yang bersama Borxta. Pria itu mengangkat kedua tangannya dan berkata,


" Aku berada di pihak kalian " Tim 4 tidak percaya begitu saja.


...****************...


Di luar rumah sudah tampak kacau. Anak buah Borxta sudah habis di tangan para anggota key danTama. Mayat berserakan dimana-mana, memenuhi halaman rumah tersebut.


Sudah banyak juga para anggota Key yang tumbang di tangan para musuh. 95% para anggota Key yang ikut bertempur, kini hanya tersisa 88%.


Bagas dan Tama yang mendengar teriakan Key di alat komunikasi mereka, dengan cepat memberi perintah kepada para anggota yang tersisa untuk mencari keberadaan Key saat ini. Mereka juga memberi perintah jika menemukan sesuatu yang janggal dalam rumah tersebut untuk mengambilnya dan menginformasikan.


" Tim 4 yang ikut dengan key, informasikan di mana posisi kalian saat ini" suara Tama.


Tim 4 yang mendengar itu, menyampaikan informasi, tapi kondisi sinyal yang kurang mendukung. Sehingga Tama dan yang lainnya kurang jelas mendengar suara mereka.


" Suara mereka kurang jelas " ucap Tama.


" Key terakhir kali menanyakan keberadaan ruang bawah tanah. Bisa jadi saat ini yang dia masih di sana " kata Bagas.


Key nampak ngos-ngosan, karena perkelahian dengan Borxta. Wajah Borxta terlihat penuh darah. Mulai dari hidung, bibir dan dahinya, sedangkan key hanya bibir saja yang tampak lebam.


" Kau salah meremehkan ku. Kekutanmu sudah menurun. Sekarang, ikut bersamaku dengan cara baik atau paksa, itu pilihanmu "


" Baiklah, aku menyerah " Borxta menyerah dan mengangkat kedua tangannya.


Key tersenyum sinis dan memberi kode pada anggotanya untuk membawa Borxta. Key berbalik dan ingin keluar dari ruang bawah tanah.


Dor...


KEY...


Mereka berteriak memanggil nama Key, karena terkena tembakan di punggung kepalanya.


Ternyata Borxta memiliki rencana licik. Dia mengaku menyerah, tapi dia diam-diam mengeluarkan mengambil pistol yang tergeletak di lantai tidak jauh darinya.


Sebenarnya, pria yang bersama Borxta tadi melihat pergerakan Borxta dan ingin merebut pistol itu, tapi sayang gerakannya kalah cepat dengan Borxta.

__ADS_1


Pria itu seketika melumpuhkan Borxta dengan menendang tengkuknya sehingga Borxta pingsan. Anggota Tim 4 membawa Borxta keluar dari sana. Pemimpin mereka yang akan memberikan pelajaran padanya nanti.


" Key, bertahanlah " ucap Tama.


Tama dan Bagas bersama-sama membawa Key keluar dari sana. Key yang kesadarannya sudah menipis.


" Gue harus pulang. Maya menungguku di rumah " ucap Key lirih di tengah kesadaran yang menipis.


Hingga mereka sudah berhasil keluar dari lorong-lorong rumah Borxta.


" Helikopter mendarat sekarang " perintah Bagas.


Wusshh..wusshhh..


Suara baling-baling helikopter mendarat di halaman yang luas milik Borxta. Tama dan Bagas buru-buru membawa Key masuk. Sudah ada anggota medis yang mereka sediakan sejak awal untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.


" Tunggu..aku ikut " seorang pria tiba-tiba loncat naik ke atas helikopter.


" Uncle Jang " ucap Tama dan Bagas kaget.


Ternyata uncle Jang yang berdebat dengan Borxta sebelum Key datang.


Mereka tidak ingin bertanya lebih dan dengan cepat helikopter terbang di udara dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


" Belokkan ke kiri. Ada rumah sakit dengan fasilitas lengkap terdekat di sana" kata uncle Jang.


Helikopter akhirnya berbelok ke daerah lain. Mereka tidak kembali ke kota.


" Lebih cepat ! King sudah kehabisan darah " ucap anggota medis.


Mereka yang ada di sana merasa khawatir. Mereka berharap Key tidak memiliki cedera yang sangat serius.


.


.


LANJUT..

__ADS_1


__ADS_2