
" Gue juga ingin kalian sisihkan 10 anggota kalian untuk tetap di sini " kata Key lagi.
" Untuk apa ?" tanya Tama bingung.
"Untuk berjaga-jaga di sini selama kita pergi. Kita tidak tahu rencana mereka, bagaimana kalau mereka berniat menyerang manssion saat kita tengah di sana "
" Bagaimana mereka bisa menyerang ke manssion jika kita membuat mereka sibuk untuk melawan kita ?" tanya Bagas.
" Kita tidak bisa menganggap semunya sepele, Bas. Bagaimana kalau mereka sudah menyiapkan pasukan mereka tanpa kita tahu ?"
" Yang di bilang Key memang benar. Kita harus tetap waspada. Kita tidak boleh kecolongan " kata Tama.
" Baiklah. Mari lakukan !" ajak Bagas.
Tama, Bagas, dan Key pergi menemui para anggotanya masing-masing. Mereka membagi anggota mereka masing-masing dua tim dengan mensyisahkan 10 orang. Kemudian mereka mengajak para anggotanya untuk berkumpul bersama di lapangan belakang markas.
" Kita berkumpul lagi di sini. Kita sudah berlatih selama satu Minggu belakangan ini. Kalian sudah di bagi menjadi beberapa tim dari pemimpin kalain dan kalain sudah mengerti dengan peran kalian masing-masing" kata Key di depan semua anggotanya.
" Persiapkan diri kalain, kita akan berangkat 1 jam lagi. Kalain mengerti ?"
" KAMI MENGERTI, KING " mereka bubar dari lapangan dan mempersiapkan diri mereka.
Key, Bagas, dan Tama juga melakukan hal yang sama. Mereka harus butuh persiapan yang matang untuk mengalahkan musuh. 20 anggota sudah meninggalkan markas menuju mansion. Mereka berjaga sebagai bodyguard bayangan.
Puluhan mobil besar yang menampung 35 anggota tampak mulai berjalan meninggalkan mansion. Setiap anggota terpasang alat komunikasi untuk saling berhubungan. Puluhan mobil yang berukuran kecil berwarna hitam juga tampak mulai berjalan.
Di barisan paling depan tampak mobil yang berisi Key di dalamnya dengan Pura yang menyetir. Bagas juga mengikuti mobil Key dari belakang. Tama tampak sangat jauh dari kedua sahabatnya, karena mereka sengaja berjaga jarak agar menghindari sesuatu yang tidak mereka sangka nantinya.
Key sudah tahu ke mana jalan yang mereka tuju, karena Tama sudah memberikan lokasinya padanya. Key menugaskan Tama barisan belakang, karena dia sangat lihai dalam menghabisi musuh.
Satu helikopter sudah lebih dulu terbang untuk memantau situasi di depan. Jika ada yang janggal, anggota yang ada di dalam helikopter akan menginformasikannya dengan mereka.
Perjalanan mereka menghabiskan waktu berjam-jam. Di pertengahan perjalanan di daerah yang sangat sepi. Hanya pohon yang berjulang tinggi di sisi kanan dan kiri mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari.
Key yang tidak pernah tidur memperhatikan di sisi kanan merasa ada pergerakan di antara pepohonan itu. Walaupun mobil malaju dengan kecepatan tinggi, Key dapat melihatnya. Key juga merasa ada yang aneh di sekitarnya.
" Waspadalah. Di sisi kanan tampak ada sebuah pergerakan. Perhatikan setiap tempat yang kalian lewati, jangan lengah " Key memberi peringatan kepada semua anggotanya untuk berhati-hati.
Mereka mendengar suara King mereka, memperhatikan sekitar. Mempersiapkan tembakan mereka.
__ADS_1
" Bersiap Dua puluh mil di depan. Sekitar 30 orang bersembunyi di sekitar pohon. Mereka terbagi dua, di sisi kanan dan kiri " informasi dari anggota yang berada di atas helikopter.
Mereka yang mendengar itu mulai siaga. Key yang berada di barisan paling depan mempersiapkan dirinya dengan anggota bersamanya.
Dor..dor..dor..dor...
Puluhan peluru mengarah ke mobil Key. Pura berusaha mengendalikan mobil untuk menghindar berbagai peluru ke arah mereka.
Key dan anggota yang bersamanya tampak mulai memuntahkan pelurunya juga. Para anggota yang berada di belakang mobil key, juga ikut melakukan hal yang sama.
Melihat pemimpinnya di kepung berusaha melindunginya dengan memepetkan mobil mereka di sisi kanan dan kiri mobil Key.
Mobil yang di kendarai Pura sudah tampak lecet akibat serangan peluru.
Terdengar suara teriakan dari pihak musuh yang terkena tembakan para anggota Key.
Arkhh**...
Arkhh...
Setelah beberapa menit melewati daerah pepohonan, sudah tidak ada lagi pihak musuh yang menyerang mereka.
" Benar. Sepertinya ada informasi yang terdengar sampai ke telinga mereka " suara Key.
" Mereka juga sudah mempersiapkan diri mereka, karena mereka sudah memberitahu di mana keberadaan kita sekarang " suara Tama.
" Untuk para anggota, siapkan fisik kalian karena untuk malam ini kita sepertinya tidak akan tidur. Musuh di depan menunggu kita " suara Key untuk semua anggotanya.
" Bagas, tukar posisi " Key ingin Bagas berada di barisan depan, karena sepertinya mereka mengincarnya dan mereka tahu mobil yang mana dia berada.
" Sipp.." Bagas menambah kecepatan untuk bertukar posisi dengan Key.
...****************...
Di tempat berbeda lebih tepatnya di mansion. Penghuni mansion sudah tampak tertidur tapi tidak dengan para penjaga. Mereka akan terus waspada untuk menjaga keamanan mansion terutama sang nyonya.
Maya yang kali ini merasakan malam yang berbeda. Tidur seorang diri di atas kasur yang besar tanpa ditemani sang suami. Suara detik jam terdengar lebih keras di kamar Maya, itu tandanya sang pemilik kamar sudah tertidur.
Namun Maya merasa tidak tenang dalam tidurnya. Dia merasa gelisah. Maya membuka matanya dan dibuat kaget dengan beberapa orang yang memakai topeng berada di kamarnya.
__ADS_1
Arkhhh.. Tolong..
Maya berteriak dan meminta tolong. beberapa orang yang memakai topeng itu salah satunya menyumpal mulut Maya dengan kain yang sudah terkena obat bius.
Maya akhirnya pingsan dan orang-orang yang memakai topeng membawa Maya keluar melalui balkon. Tampak sebuah benda seperti jaring bergelantungan di atas balkon. Itu adalah cari yang akan mengangkat Maya ke helikopter yang tengah terbang di atas mansion.
Para penjaga bayangan melihat itu, memasang senjata laras panjang dan membidik ke arah helikopter yang tengah terbang di atas mansion. Para penjaga yang menjaga di bawah sudah tampak terkapar. Mereka melumpuhkan para penjaga mesin dengan menembakkan sebuah jarum yang berisi obat bius.
Beberapa orang bertopeng itu tidak tahu jika ada penjaga bayangan. Jadi mereka merasa lebih leluasa untuk beraksi.
Dor...
Satu tembakan mengenai si pengemudi helikopter. Helikopter itu oleng dan menabrak pepohonan yang berdekatan dengan kamar Maya.
Orang-orang bertopeng itu menjadi panik. Salah satu dari mereka yang masih memegang Maya, menjadikannya sebagai pelindung.
Mereka perhatikan sekitar tapi tidak melihat para penjaga bayangan itu.
" Keluar dan tampakkan diri kalian. Jika tidak, nyonya kalian akan terluka atau mati. Sekali lagi kalian menembakkan peluru ke arah kami, peluru kami juga akan mengenai perutnya " pria bertopeng yang memegang Maya memberi ancaman kepada para penjaga bayangan.
Pria itu menjadikan tubuh Maya sebagai tameng. salah satu dari mereka mengarahkan tembakan ke perut Maya dan beberapa pria bertopeng lainnya mengarahkan pistol mereka ke sembarang arah untuk mewaspadai jika ada peluru lain yang mengarah ke arah mereka.
Para penjaga bayangan menjadi bingung. jika mereka mengarahkan peluru kepada pria yang tengah memegang sang nyonya, peluru lainnya juga akan mengenai perut sang nyonya.
" Bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nyonya ? " tanya salah satu penjaga bayangan di gelapnya malam.
Hanya para penjaga bayangan yang mendengar pertanyaan itu. Beberapa pria bertopeng itu tidak akan mendengar suara mereka.
.
.
LANJUT..
Maaff.. author sedikit kecewa, dari yang author lihat banyak yang subscriber cerita ini dan banyak juga yang membaca, tapi hanya satu persen yang mendukung karya author.
Author berharap kalian memberi dukungan terhadap cerita ini. author akan selalu menunggu dukungan kalian.
author juga selalu menunggu masukkan masukan dari para pembaca dan komentar kalian jika merasa kurang puas dengan cerita author.
__ADS_1