Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Membuat kue


__ADS_3

JIHAN......


Ameliah berteriak saat melihat Jihan ambruk. Para karyawan yang mendengar teriakan Amel berlari kearahnya.


"Bantu gue bawa Jihan ke rumah sakit" perintah Amel dengan khawatir.


mereka membawa Jihan masuk kemobil milik Amel. Satu temannya menemani Amel untuk membawa Jihan ke rumah sakit.


****


"Sus.. tolong" teriak Amel.


Para suster terburu-buru Mambawa brankar


Mereka memindah Jihan ke brankar mendorongnya masuk ke UGD. Amelia menunggu dengan sangat khawatir. Dia mengingat, ia belum memberitahu ibu Jihan jika anaknya masuk rumah sakit.


"Hallo, Assalamualaikum Bu..." Ucap Amel lewat telfon.Ia menelpon ibunya Jihan.


"Waalaikumsalam nak Amel. Ada apa nak Amel menelpon?"


"Begini Bu.. emmm.. Jihan masuk rumah sakit"


"Ap..apa.. bagaimana bisa Jihan masuk rumah sakit?" Ibu Jihan sangat panik.


"Amel juga enggak tahu Bu... Tiba-tiba aja Jihan pingsan saat bekerja"


"Oh ya ampun..Di rumah sakit mana Jihan dirawat?"


"Rumah sakit xjx Bu.."


"Tunggu ibu disana"


"Iya Bu.." sambungan telfon terputus.


Amel masih menunggu dengan harap-harap cemas.


Ceklekkk..


Pintu ruang UGD terbuka, dokter keluar dari sana.


"Keluarga pasian"panggil suster.


"Saya temannya dok" jawab Amel.


"Teman anda pingsan karena kelelahan, dan kurang menjaga pola makannya. Tapi anda tenang saja janinnya tidak apa-apa" dokter menjelaskan.


"Ap..apa janin?" Amel sangat shock, karena setahunya Jihan belum menikah dan bagaimana caranya dia tiba-tiba hamil.


"Benar nona, teman anda sudah hamil 3 Minggu"


"Apa kami boleh masuk?"


"Tentu"


"Terimakasih dokter"


"Sama-sama nona. Saya permisi" Amel menganguk.


Amel membuka pintu, sebelum ia masuk, dia menoleh kebelakang.


"Kela, ayo masuk" Ajak Amel.


Mereka masuk kedalam memperhatikan Jihan. Amel masih tak habis fikir bagaimana ceritanya Jihan tiba-tiba hamil dan usia kehamilannya sudah memasuki Minggu ketiga.


Tidak berselang lama, Jihan membuka matanya. Dia melihat sekelilingnya.


"Di mana aku?" Tanya Jihan pada dirinya saat dia tidak mengetahui diman dia sekarang.


"Kau dirumah sakit" Amel langsung menjawab pertanyaan Jihan.


Jihan menoleh. "Amel.." Panggil Jihan saat dia melihat Amel ada disana.


"Kepalaku sangat pusing, apa yang terjadi?" Jihan memegang kepalanya.

__ADS_1


"Ji...Apa kamu sudah menikah?" Jihan bingung dengan pertanyaan Amel.


"Kau ini bagaimana, kau pun tahu jika aku belum menikah?"


"Tapi kenapa kau bisa hamil dan kehamilanmu sudah 3 minggu" Amel memberitahu apa yang dia dengar dari dokter tadi.


"Ap..apa" pekik Jihan.


Otaknya mulai berputar tentang kejadian 1 Minggu yang lalu. Dia memang belum mendapatkan tanggal merahnya kali ini.


"Aku hamil, bagaimana mungkin?, aku hanya melakukanya sekali dan itu langsung jadi" ujar Jihan dalam hati.


Dia meraba-raba perutnya. "apa kau benar-benar ada di dalam sini?"


"Ji..."Panggil Amel.


"Apa yang terjadi?. Bagaimana ceritanya kau bisa hamil?"


Brakkk..


Pintu ruangan Maya terbuka secara kasar. Ibu Jihan kaget mendengar anaknya hamil.


"Ap..apa Jihan hamil?" ucap Fahira (ibu jihan)


"Siapa yang menghamilimu?" Tanya Fahira dengan sedikit keras.


Jihan yang ditanya seperti itu terdiam. Dia bingung harus mengatakan apa pada ibunya. Apa lagi laki-laki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab padanya.


*****


Pagi hari yang berbeda, di daerah yang berbeda dan rumah yang berbeda.


Key tengah bersiap-siap untuk berangkat kekantor. Maya sudah menyiapkan semua pakaian key saat dia mandi tadi.


"Apa kau yakin. aku tidak perlu bekerja?" Tanya Maya kembali.


"Kita sudah membahasnya semalam" jawab key.


"Baiklah" Maya pasrah dengan perintah key.


Maya dan key tengah berada didalam kamar mereka. Key yang sedang sibuk dengan leptonya, sedangkan Maya yang hanya diam memperhatikan key bekerja.


"Gorge" Panggil Maya pada key.


Akhirnya Maya menemukan nama panggil untuk key dan key setuju.


"Kan aku udah lama gak kerja jadi sekertaris kamu. Besok aku tetap kerja jadi sekertaris kamu gam?" Tanya Maya.


Key menoleh kearah Maya yang sedang duduk diatas kasur.


"Kemari" panggil key dengan menepuk-nepuk sofa yang ada disebelahnya.


Maya mendekat dan duduk disana.


Maya sudah tidak menggunakan apapun saat ini. Kakinya sudah dapat ia gunakan untuk berjalan tanpa bantuan tongkat. Walaupun masih sedikit pelan dan kaku saat dia melangkah.


"Kau ingin bekerja kembali?" Maya mengangguk tanda Ia ingin bekerja kembali.


"Sebenarnya, setelah kau di nyatakan koma waktu itu. Bagas langsung mencari penggantimu"


"Jadi, sudah ada yang menggantikan ku?"


"Iyah..Kerena pekerjaan waktu itu sangat banyak dan aku belum bisa menghendelnya waktu itu, karena aku menjagamu" Key menatapa Maya yang juga menatapnya.


"Terimakasih sudah menjagaku" ucap Maya dengan tersenyum.


"Dan besok kerjaku apa dong kalau sudah ada yang ganti?"


"Enggak usah bekerja" ucap key enteng.


"Aku hanya tinggal dirumah sendiri?"


"Banyak orang disini May..ada bik nur juga"

__ADS_1


"Tapikan dia sibuk"


"Pokoknya kamu tidak boleh bekerja tanpa seizin ku. Mengerti?" Key menekan kata mengerti. Agar Maya tidak kembali membantah.


Uhhhuffft.....


Maya menghela nafas kasar. Dia pasti merasa bosan jika hanya tinggal dirumah tanpa melakukan apapun.


Flashback off


Perkembangan pernikahan mereka hanya memiliki kemajuan 1 persen saja. Key yang selalu mencuri-curi ciuman Maya. Apalagi saat Maya tertidur dia sangat suka mengganggu Maya dengan mencium bibirnya bahkan sampai melu**tnya.


***


"Aku pergi" Pamit key.


Maya mengantar key sampai didepan pintu. Dia mengambil tangan key untuk salim. Key tersenyum saat Maya mencium tangannya. Sekarang giliran key yang mencium kening Maya.


Wajah Maya bersemu merah, dia malu key memperlakukannya seperti itu.


"Hati-hati" ucap Maya sambil tersenyum.


Key mengagguk dan mobil itu pun pergi meninggalkan halaman manssion.


Maya menutup pintu dan menatap ruangan disana.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan. semuanya pergi" Maya berkacak pinggang. dia mulai berfikir untuk melakukan apa.


"Aha..." Sebuh ide muncul di otaknya.


"Aku buat kue ah.. saat Gorge pulang. Dia bisa mencicipinya"


Maya mulai melangkah kedapur untuk membuat kue.


"Ehh..nyonya.." Ucap bik nur saat melihat Maya ada didapur.


"Emmm..aku ingin buat kue, apa boleh aku meminjam dapurnya sebentar?" Tanya Maya dengan ragu.


"Biar saya saja nyonya yang membuatnya" tawar bik nur.


"Akhh.. tidak perlu bik. biar Maya saja yang buat. Ini juga buat key nanti saat dia pulang kerja. Boleh yah..?" Tolak Maya halus.


"Baiklah nyonya"


"Nyonya mau membuat kue apa?" Tanya bik nur kembali.


"Maya ingin buat kue muffin"


"owhh.. kue itu. itu sangat enak nyonya . Tuan pasti sangat suka"


"Benarkah, dia akan suka?"


"Pasti nyonya.Apa lagi yang membuatnya adalah istrinya. pasti tuan sangat senang"


"Akh.. bibik bisa saja" ucap Maya malu-malu. bik nur tersenyum melihat tingkah Maya.


" Bahan-bahannya ada disebelah sana nyonya" bik nur menunjuk kemari khusus bahan-bahan untuk membuat kue.


"Terimakasih bik.."


"Sama-sama nyonya. Saya kebelakang dulu"


"Iyah bik.."


bik nur pergi meninggalkan dapur dan meninggalkan Maya sendirian.


"Baiklah ayo mulai" ucap Maya untuk dirinya.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut


Note: Gorge ( gorgeous) Author menyingkatnya. Gorgeous: Bermakna “Menawan”, panggilan ini bisa dipakai suami untuk menyebut istri maupun sebaliknya.


__ADS_2