Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Keluar kota


__ADS_3

Key sudah berada dirumah saat ini, setelah dia setuju untuk pergi dengan Kia keluar kota esok hari.


Hari sudah malam, key dan Maya tengah berada diruang tv. Key belum membicarakan dengan istrinya mengenal keberangkatannya besok.


Maya yang kini tengah menyandarkan kepalanya didada sang suami.


"Gorge.." panggil Maya.


"Kenapa? hmm.." Key menunduk dan tersenyum hangat pada Maya.


"Boleh aku pinjam ponselnya?"Pinta Maya.


"Buat apa?"


"Emmm...aku ingin menghubungi Bu Sri"


"Tentu, ambillah" Key memberikan ponselnya yang ada disaku celananya.


"Terimakasih" ucap Maya tersenyum bahagia.


Dia menghubungi Bu Sri, setelah bunyi ke tiga, akhirnya Bu Sri mengangkat telponnya.


"Halo, assalamualaikum,bu" Sapa Maya.


"Waalaikumsalam, nak"


"Bagaimana kabar ibu, sehat?"


"Alhamdulillah, ibu, sehat" Jawab Bu Sri, kemudian ia kembali bertanya, "Bagaimana dengan,mu?"


"Maya juga sehat, bu"


Key hanya menjadi pendengar pembicaraan di antara keduanya. Key yang sedang asik nonton tv, tiba-tiba ide licik muncul dalam pikirannya.


key menoleh ke arah Maya yang tengah berbicara,


"Semua baik-baik saja, dia selalu menjagaku dengan baik" ucap Maya, sambil menatap suaminya.


Maya kembali fokus dengan pembicaraan dengan Bu Sri, namun ia merasakan ada pergerakan dibalik baju kaosnya.


Maya merasa geli, tiba-tiba,


Hap...


Maya kaget, ia menoleh kearah suaminya. Key yang melihat itu tersenyum senang, seakan tidak memiliki dosa.


Ekhhh...


Maya mend*** h, membuat Bu Sri diseberang telfon bertanya, "Ada apa,nak? apa terjadi sesuatu dengan,mu?" Bu Sri khawatir dengan Maya.


"Ti.. tidak apa-apa,Bu. Maya baik-baik saja"


Maya menepis tangan key dari balik kaosnya. Ternyata, key memasukkan tangannya dan meremas kuat benda kenyal itu.


Bukannya berhenti, key lebih menggenjarkan aksinya. Kedua tangannya bergerak bersamaan, yang satu berada di bukit kenyal dan yang satunya dibalik celana segitiga milik sang istri.


Maya benar-benar tak habis fikir dengan suaminya. Bagaimana bisa, ia yang tengah menelfon, malah melakukan hal gila ini.


Key menggerakkan tangannya didalam sana, membuat sang empunya kelabakan. Maya berusaha menahan suaranya agar tidak keluar, sementara Bu Sri masih berbincang-bincang dengan Maya.

__ADS_1


"Kalau begitu, maha tutup telponny...aah, bu" Maya malah mengeluarkan suara la*na* itu.


"Ya sudah kalau begitu, selmat malam" Ucap Bu Sri.


"Malam, bu" balas Maya.


Maya terburu-buru mematikan sambungan telponnya, tapi ia kembali mengeluarkan suara itu, bahkan sangat jelas.


Bu Sri yang sempat mendengar suaranya, tersenyum. Dia tahu jika saat ini Maya pasti melakukan hubungan in**m dengan key. Dia ikut bahagia, jika hubungan keduanya berkembang dengan baik.


Sementara di sisi Maya, ia sangat malu.


"Kamu apa-apaan sih" Maya memukul paha sang suami, saat dia sudah berhenti melakukan aksinya.


"Aku hanya bermain" balas key enteng. Dia tersenyum sangat manis kearah Maya.


"Bermain? yang benar saja" Maya kesal dan meninggalkan key disana.


Key yang melihat itu mengejarnya dan langsung menggendong Maya seperti karung beras.


Arkhhh...


"Turunkan, aku!" Maya memukul-mukul, punggung, key.


Key tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan langkahnya kekamar mereka.


Saat sudah tiba disana, key membantingnya diatas kasur, membuat Maya marah.


"HEI...Kenapa membantingku?"


Maya ingin bangun, tapi key menindihnya.


"Lepaskan, aku tidak mau di sentuh," Emmmm.


Key mulai bergelora, hasrat menggebu-gebu. Setiap sentuhan yang diberikan olehnya, membuat sang istri menggeliat dan suara-suara de***han yang keluar dari mulutnya membuat dia semakin bersemangat.


****


"Kamu selalu membuatku puas" ucap key.


Dia menatap istrinya yang juga menatapnya, suara nafas yang masih berantakan akibat perbuatannya.


Maya hanya diam, dia benar-benar kelelahan menghadapi permainan suaminya. Dia memeluknya erat dan membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.


"Boo-boo" Panggilan manis itu keluar dari mulutnya, membuat Maya tersenyum bahagia.


"Hmmm" Maya hanya berdehem.


"Ada yang ingin aku sampaikan" Key mulai mengutarakan niatnya.


Maya bingung, "Apa itu?"


"Besok, aku akan keluar kota beberapa hari"


"Besok?" Maya mendongak dan menatapnya.


"Iyah, tidak apa-apa kan, aku meninggalkanmu disini?"


"Dengan siapa kamu pergi?"

__ADS_1


"Sekertarisku"


"Tidak apa-apa, ada bik nur dan yang lainnya disini" ucap Maya tersenyum.


"Sungguh, kamu tidak keberatan?"


"Tidak, buat apa aku keberatan? kamu keluar kota pasti ada pekerjaan kan?"


"Kau benar"


"Jadi buat apa aku harus keberatan, itu adalah pekerjaanmu"


"Terimakasih,sudah mengerti" Key tersenyum dan memeluk erat istrinya. Dia bangga mendapatkan istri yang begitu pengertian.


"Ayo kita tidur, ini sudah sangat larut malam!" Maya menggangguk dan mulai menutup matanya, key juga demikian, mengikuti sang istri ke alam mimpi.


Keesokan harinya


Maya tengah membantu sang suami merapikan barang-barang yang akan dia bawa, sementara Key tengah mengenakan pakaiannya.


"Sini, aku bantu kenakan dasinya!" pinta Maya.


Key tersenyum dan memberikan dasi itu pada istrinya.


"Selesai, bagus,kan?"


"Bagus"


"Nah, semuanya sudah selesai, saat kamu berangkat!" key menganguk.


Mereka berjalan keluar, key yang menarik kopernya, sedangkan tangan yang satunya menggandeng sang istri.


Mereka kini telah sampai didepan mobil, sebelum pergi key mengucapkan kata-kata indah untuk istrinya.


"Aku pergi dulu yah, jaga dirimu baik-baik! aku hanya pergi selama tiga hari"


"Iyah, aku akan menjaga diri disini, lagipula banyak orang dimanssion ini, jadi aku tidak akan sendirian" ujar Maya.


Key tersenyum dan mengecup kening, kemudian bibir Maya.


"Oh ya, kak bagas mana?" Maya heran saat tidak melihat Bagas disana.


"Dia sedang bersama dengan tama"


"Ohhh.." Maya manggut-manggut. Dia berfikir, Mungkin kak Bagas pergi dengan Tama duluan ke luar kota.


"Baiklah aku pergi, yah" Maya menggangguk.


"Dadah, Boo-boo, ku" Key melambaikan tangannya.


Maya tersenyum malu mendengar kata Boo-boo, ku. Dia membalas lambaian tangan suaminya hingga menghilang dari balik pagar.


Maya membuang nafasnya kasar, dia akan tidur sendiri malam nanti. Dia sudah terbiasa memeluk suaminya saat tidur, apalagi ciuman dan ucapan sebelum tidur, dia pasti akan merindukannya selama tiga hari ini.


.


.


.

__ADS_1


.


Lanjut?..


__ADS_2