Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Sup mangga


__ADS_3

Drama tadi sore membuat key masih bingung dengan istrinya. Dia mengejar Maya kekamarnya, saat dia masuk ia melihat Maya yang sedang merapikan pakaian.


"May..."panggil key. Namun Maya tidak menyahut


"Maya.." Sekalilagi key memanggilnya, tapi Maya tetap tidak menggubrisnya.


"Astaga Maya.." Maya mendekat kearah maya. dan menyentuh bahunya.


"Apaan sih.. jangan pegang-pegang" Maya menghempaskan bahunya agar key melepaskan pegangannya.


"Kok ngambek?"


"Enggak tuh.." Maya mengelak.


"Masa..?" Tanya key jahil.


"Udah ih, jangan disini. Udah magrib tu.. sholat sana"


"Iya deh.. Iyah" key berdiri dan melangkah kekamar mandi. Maya menoleh saat mendengar langkah key mulai menjauh.


Key berbalik dengan senyum jahil yang masih belum hilang.


"Enggak mau ikut?"


"Enggak" Jawab Maya ketus.


"Yakin..? biar hemat air. Kita wudhu sama-sama aja"


"Enggak"


Key yang sudah menutup pintu kamar mandi membukanya kembali dan mengintip Maya, yang ternyata masih menatap kearahnya.


Maya yang terdidik, kelabakan. Dia buru-buru membuang muka.


"Yakin gak mau?" Tanya key kembali.


"GORGe..."


Hahahaha..


Key tertawa puas melihat wajah Maya yang malu-malu.


***


Saat ini mereka sedang melakukan sholat magrib bersama-sama. Key yang sebagai imam dan Maya sebagai makmum. Walaupun Maya masih merasa kesal dengan suaminya,tapi dia tetap ikut dengan suaminya sholat.


Assalamualaikum warahmatullah


Ucapan salam di akhir sholat. Monoleh kekanan dan kemiri.


Alhamdulillah


Key menoleh kebelakang, rapat dimana Maya berada. Maya yang juga menatapnya, key melihat Maya dengan mata kagum. Bagaimana tidak melihat wajah istrinya yang sangat cantik, apalagi habis sholat seperti ini.


wajahnya begitu berseri, cerah membuat dia tersenyum. Senyumnya sangat kecil tidak dapat dilihat oleh siapa pun termasuk Maya.


Maya yang ditatap seperti itu mengkerutkan alisnya. Adapa denganya? .. Maya mengangkat tangannya dan meminta tangan key. Key menerima itu dan maha mencimunya. Key langsung meraih kepala Maya dan mencium keningnya.


Dibalik itu Maya tersenyum malu. Dia merasa dicintai oleh suaminya sendiri.


"Ayo turun kebawah, kita makan" Ajak key.


"Iyah, aku rapihin ini dulu" key mengangguk.


Maya membereskan alat sholat mereka. Ia melepaskan mukenah yang dia pakai.


"Ayo.." Ajak Maya.

__ADS_1


Mereka turun bersama, tidak ada gandengan tangan seperti pasangan suami istri pada umumnya. Mereka masih canggung untuk melakukan itu, walaupun key selalu menggodanya.


Saat mereka sampai dimeja makan. Sudah ada Tama dan Bagas disana. Maya dan key duduk bersebelahan dan mulai makan dengan hikmat. Saat dipertengahan makan terdengar suara orang ingin muntah.


Huek...


Mereka semua menoleh bersamaan. Ternyata yang ingin muntah adalah Tama.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Bagas.


Tama tidak menjawab dan berlari kekamar mandi. Dia memuntahkan semua makan yang baru-baru saja masuk kedalam mulutnya.


Bagas mengejar Tama kekamar mandi. Sementara sepasang suami istri itu saling pandang dan bingung bersama-sama. Key acuh dengan hal itu. Sedangkan Maya dia mulai ikut khawatir mendengar Tama yang tidak berhenti muntah.


Maya ingin menyusulnya dan ditahan oleh key.


"Mau kemana?"


"Aku ingin menyusul kak Tama. Kasihan dia"


"Gak usah. ada Bagas disana"


"Tapi..."


"Aku bilang gak usah ya gak usah" Key menatap Maya dingin.


Maya menurut dan duduk kembali memakan makanannya.


Setelah makanan mereka habis Maya dan key keruang tv. Mereka melihat Bagas yang memapah Tama. Dia terlihat tak berdaya, sangat pucat.


"Ada apa dengannya?"


"Entahlah gue juga gak tahu"


Tama menyandarkan tubuhnya disofa. tenaga terkuras habis akibat terlalu banyak muntah.


"Saat gue makan daging tadi baunya sangat menyengat. Itu membuatku mual"


"Daging?" tanya key.


"Dagingnya gak amis. Malahan enak" Jawab Bagas.


"Gue gak tahu. pokoknya daging itu sangat membuatku mual"


Mereka semua bingung dengan perkataan Tama. Jelas-jelas daging itu dioleh sangat baik agar baunya tidak tertinggal, tapi Tama tidak menyukai baunya.


Maya yang sejak tadi hanya menyimak berinisiatif naik kekamar.


"Aku keatas dulu" Maya memberi tahu key.


"Baiklah"


Maya melangkah kekamar dan meninggalkan 3 pria itu.


"Perutku rasanya diaduk-aduk" keluh Tama.


"Bik..." Panggil key.


"Iya tuan" Jawab bik nur saat sudah berada dihadapan mereka.


"Bik..bikinin Tama sup mangga dong" Pinta Tama.


bibik yang mendengar itu melongo. Dia tidak pernah mendengar ada sup mangga. Bagaimana bentuknya? .


"Itu bagaimana tuan?"


"Mangganya dikupas lah bik. Terus berikan air, tapi airnya harus terasa jeruk nipisnya yah"

__ADS_1


Bik nur masih terdiam disana, dia masih bingung bagaimana cara membuatnya.


Key dan bagas yang mendengar itu juga heran karena mereka tidak pernah mendengar sup seperti itu atau mereka yang ketinggalan. Entahlah mereka berdu juga bingung.


"Bik.. kenapa hanya diam saja. Bikinin Tama cepat, Tama udah ngiler nih" Ucap Tama sedikit manja.


"Akh.. iya tuan" Bik nur tersadar dari lamunannya dan bergegas kedapur.


Bagas dan key mendengar nada Tama seperti saling pandang tatapan mereka seakan berkata


Kenapa dia?


Mereka menggeleng bersamaan.


Tak berselang lama bik nur benar-benar membawa sup mangga itu. Tama yang melihat itu air liur hampir jatuh. Bik pasrah jika Tama akan membuang makanan itu. Karena dia membuat dengan seadanya.


Suapan pertama masuk kedalam mulutnya membuat Tama terdiam. Matanya melotot, membuat bik nur harap-harap cemas.


"woahh... ini enak sekali bik" Tama takjub dengan masakan bik nur.


"Syukurlah kalau tuan suka" Bik nur bergegas berlari dari sana saat mendengar perkataan tama. Dia takut Tama meminta hal-hal aneh lagi nantinya.


Key yang melihat itu bergidik. Sungguh aneh sahabatnya yang satu itu. Dia ingin pergi dari sana.


"Mau kemana lo" tanya Bagas.


"Kekamar gue. Gue takut liat tu bocah makin aneh" Kay berjalan cepat meninggalkan Bagas dan Tama disana.


***


Key membuka pintu perlahan dia takut Maya tertidur dan membuat dia terbangun.


Saat pintu itu terbuka dan key dapat melihat Maya disan ternyata dia tidak tertidur, melainkan membuat key kaget. Nafasnya naik turun melihat Maya.


Bagaimana tidak dia melihat Maya yang ternyata sedang berganti pakaian. Rasanya ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya. Dia melangkah pelan dan membuat Maya tidak mendengar apapun.


Hap...


Key memeluk Maya dari belakang, hal itu membuat Maya tersentak kaget. Dia melihat tangan itu menempel diperutnya yang tidak memakai apapun. Saat ini dia hanya menggunakan CD dan br* saja saat ini.


Arkhhh....


Maya berteriak. Bagaimana tidak dia tidak mengenakan apapun. Dia sangat malu."Gor... gorge" ucap Maya gugup.


"Ap..apa yang kau lakukan? Dasar mesum" tanya Maya dengan umpatan.


"Mesum dengan istri sendiri tidak apa apa" Suara key mulai memberat.


Key memutar tubuh Maya dan menghimpitnya Kedinding. Maya panik saat key melakukan itu.


"Ja...Jang..jangan macam-macam yah" Maya semakin gugup. Dia berusaha terlihat garang dihadapan key. Tapi hal itu malah membuat key tersenyum gemas.


"Aku tidak macam-macam. Hanya satu macam saja" Ucap key tersenyum licik.


Maya semakin waspada...


.


.


.


.


Lanjut ....


Jangan lupa tinggalkan jejak yah.

__ADS_1


LIKE, KOMEN, AND VOTE....


__ADS_2