
" Setelah sarapan aku ingin bicara denganmu!" Tama berbicar di sela makannya sambil menoleh ke arah Maya.
Maya hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Ia pun sebenarnya tahu apa yang akan Tama bicarakan dengannya. Mengingat kemarin dirinya sempat kesal dengan pertanyaan Tama yang menurutnya tidak perlu ia jawab.
Bagas yang mendengar perkataan Tama hanya melirik Maya sekilas, karena ia pun tahu apa yang akan Tama bicarakan dengan Maya. Tama sudah memberitahnya semalam dan sebenarnya ia sangat ini ikut berbicara dengan mereka, tapi ia tidak bisa meninggalkan perusahaan begitu saja.
Setelah selesai sarapan, Bagas pergi ke perusahaan dan Jihan kembali ke kamarnya. Jihan tidak ingin mengnggu suaminya dan Maya yang terlihat akan membicarakan sesuatu yang penting.
Dan di sinilah Maya dan Tama berada. Mereka saling berhadapan dengan meja sebagai pemisah mereka. Mereka sedang berada di ruang kerja milik Key.
Tama menatap Maya tanpa ekspresi apapun, sedangkan Maya hanya menunduk. Hingga akhirnya suara helaan nafas Tama terdengar membuat Maya mengangat kepalanya.
" Kenapa kamu menyembunyikan tentang foto itu dari kami?" Tama pun memulai pembicaraan lebih dulu.
" Karena aku tahu kalian tetap tidak akan menemukan keberadaan Key"
" Kenapa kamu berkata seperti itu? kita bisa berusaha dengan melacak melalui pengirim foto itu"
" Tapi buktinya kak Tama tidak bisa. Aku tahu ponsel kak Tama rusak saat mencoba menelpon uncle Jang" jawab Maya santai.
Berbeda dengan respon Tama yang kaget Maya bisa mengetahuinya. " Dari mana kamu tahu, kalau ponselku rusak?"
" Aku melihatnya di CCTV semalam"
" Semalam? tapi aku dan Bagas ada di ruangan ini hingga tengah malam" Tama bingung kapan Maya masuk ke ruangan tersebut, karena ia dan Bagas berada di ruangan itu melewati tengah malam. Dan baru kembali ke kamar mereka saat pulang dua pagi.
" Aku masuk ke sini saat kak Tama dan Jihan berada di kamar"
Ingatan Tama pun berputar, di mana ia memberikan Jihan hukuman pada saat itu. Tama akhirnya mengangguk mengerti.
" Tapi seharusnya kamu memberitahu kami, siapa tahu di situ ada petunjuk"
" Aku akan memberitahu kak atau kak Bagas jika memang petunjuk itu ada, tapi sayangnya petunjuk itu tidak ada kak. Lagi pula Key sudah siuman dari komanya dan kalau memang Key mengingat kami, dia pasti akan pulang" jawab Maya dengan datar.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Maya beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruang kerja milik suaminya. Berbeda dengan Tama yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tama tidak percaya melihat perubahan raut wajah Maya yang berubah datar. Tama mengerti perasaan Maya yang menanti kepulangan Key hingga berbulan-bulan lamanya. Apalagi Maya sebentar lagi akan melahirkan dan dia pasti sangat membutuhkan Key berada di sampingnya.
Tama juga tahu, Maya pasti sedang kecewa dengan Key, sehingga sikapnya berubah setiap membahas tentang Key.
" Gue juga heran, kenapa bocah itu tidak kembali jika dia memang sudah siuman" gumam Tama sambil menyatukan kedua tangannya dan menopang dagunya.
Tama yang sudah tahu alasan Maya tidak memberitahu dirinya tentang foto itu, Tama memilih keluar dari ruangan itu dan menemui istrinya di kamar.
***
Siang harinya, Maya bersiap menemui Albert di cafe. Entah apa yang ingin dia bicarakan sehingga memintanya untuk bertemu.
Saat Maya tengah berjalan keluar menuju pintu utama, ia mendengar suara Tama dari belakang. " Kamu mau ke mana, Maya?" Tama mendekat ke arah Maya.
" Aku ada janji di luar"
" Kau ingin bertemu dengan siapa?" wajar Tama bertanya seperti itu, karena selama ini Maya tidak pernah keluar mansion untuk menemui seseorang. Maya hanya keluar jika ingin ke mall atau sekedar jalan-jalan di taman.
Sikapnya benar-benar berubah _batin Tama_
Tama ingin mengambil ponselnya di kamar dan ingin mengirim pesan pada Rud. Tama sudah meminta salah satu anggotanya untuk membelikan ia ponsel baru semalam. Jadi ia tidak perlu susah payah untuk keluar lagi.
*
Berbeda dengan Tama yang merasa aneh dengan perubahan sikap Maya, Maya yang saat ini tengah berada di cafe dekat dengan perusahaan sang suami untuk menemui Albert. Dan saat ini Maya sudah duduk berhadapan dengan Albert.
" Pesan makanan lah dulu! kita berbicara sambil makan siang " ucap Albert sambil menyodorkan buku menu.
" Tentu " Maya mengangguk dan menerima buku menu tersebut.
Setelah memesan Maya tahu apa yang ia ingin pesan, Albert pun memanggil waiters untuk membutakan pesanan mereka.
__ADS_1
" Maaf menganggu waktumu siang ini" ucap Albert.
" Tidak apa-apa. Aku juga tidak ada kegiatan lain hari ini. Jadi sebenarnya apa yang Ingin anda katakan?" tanya Maya seraya melihat-lihat sekitarnya.
" Begini aku ingin...." perkataan Albert terhenti, karena Maya tiba-tiba berdiri dari duduknya.
" Maya, ada apa?" tanya Albert saat melihat raut wajah Maya yang berubah menjadi kaget.
Maya tidak menjawab dan langsung meninggalkan Albert begitu saja. Maya keluar dari cafe dan berjalan cepat ke arah jalanan. Albert mengikuti Maya dan memanggil-manggil namanya, sedang para pengawal yang selalu mengikuti Maya langsung menoleh bersamaan ke arah Albert saat mendengarnya memanggil nama nyonya mereka.
para pengawal mengikuti arah pandang Albert. Mereka bisa melihat nyonya mereka tengah berjalan terburu-buru di pinggir jalan raya yang sangat ramain itu. Mereka pun langsung berlari mengikuti nyonya mereka yang sudah jauh di sana.
" Nyonya Maya" teriak Rud. Maya tidak memperdulikan panggilan Rud dan tetap melanjutkan langkahnya.
Maya sempat melihat seseorang yang sangat dia kenal di seberang jalan. Maka dari itu Maya buru-buru keluar dan mengikuti orang itu yang sudah sangat jauh di sana. Maya ingin memastikan apakah benar itu adalah orang yang ia kenal.
" Nyonya Maya, anda ingin ke mana?" Kimi giliran Hud ga berteriak.
Mereka masih belum bisa mencapai nyonya mereka, karena Maya menyebrang jalan yang sangat padat dan ramai itu. Mereka juga terhalang oleh kendaraan-kendaraan yang tidak memberikan mereka cela untuk lewat.
Gorge....
Gudubrakkk...
Suara teriakan Maya dan suara hantaman terdengar bersamaan, membuat para pengawal termasuk Albert menoleh bersamaan ke sumber suara.
" NYONYA MAYA.../ MAYA" Rud dan Hud serta Albert berteriak sangat keras saat melihat Maya sudah tergeletak di jalanan.
Para pengawal yang melihat itu, tanpa memikirkan kendaraan yang melintas di depannya, mereka menerobos begitu saja. Mereka tidak memperdulikan duri mereka akan di tabrak oleh kendaraan. Pikiran mereka hanya tertuju pada nyonya mereka yang sudah di kerumuni banyak orang.
" Maaf permisi..."
.
__ADS_1
.
LANJUT