Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Terciduk


__ADS_3

Menjalani kehidupan sendiri tanpa keluarga merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. Tidak ada yang memberi semangat dan tidak ada yang dapat dijadikan sandaran saat dalam keadaan susah dan sedih.


Kali ini kehidupan tiba-tiba berubah. Dari sebuah tragedi dan berubah menjadi seorang suami. Sebuah tragedi yang membuat dirinya tak sadarkan diri dan saat dia sudah terbangun berubah menjadi seorang istri.


Perubahan yang tidak terpikirkan sama sekali oleh dirinya.


Hari baru telah muncul. Menjalani aktivitas-aktivitas lainnya. Maya membuka matanya perlahan, rasa berat pada tubuhnya membuat ia kesulitan bernafas. Saat ia melihat apa yang ada diatas perutnya, ia sangat kaget.


"Sebuah tangan" ucap Maya sangat pelan.


Dia menoleh dan mendapatkan seorang pria sedang tertidur sambil memeluknya.


Arkkkkkhh...


Maya berteriak membuat key terusik dari tidurnya.


"Ada apa?" Key bangun dengan kaget saat mendengar Maya berteriak.


"Bapak kenapa bisa ada disini?"


"Ckk. Tentu saja aku disini.ini kamarku" Key kembali merebahkan tubuhnya dan memutar posisi tidurnya.


"Tap..tapi kenapa bapak memelukku?"


"Aku juga tidak tahu. Mungkin aku bermimpi" ucap key berbohong. Dia tidak ingin Maya tahu jika dia sengaja memeluknya kemarin.


Key memutar tubuhnya kembali dan langsung menindih Maya.


"Ap..apa yang bapak lakukan?" Tanya Maya dengan gugup.Dia takut key melakukan sesuatu padanya.


"Memang kenapa jika aku memelukmu?" ucap key tepat didepan wajah Maya.


Hembusan nafas key membuat Maya merinding.


"It..itu..anu" Maya bingung harus mengatakan apa.


"Bukankah aku suamimu?. Jadi, aku bisa melakukan apapun padamu bukan!" key menatap Maya dengan intens.


Maya terdiam mendengarnya. Dia berpikir "Benar juga yang dikatakan pak key. Aku Saat ini sudah menjadi seorang istri. Dia bebas melakukan apapun padaku, tapi aku belum siap"


Lainhal yang dipikirkan oleh key. Dia malah memperhatikan bibir Maya yang menurutnya sangat sexsi. Jiwa kelakuannya rasanya bangun seketika.


Pelan tapi pasti. Key memiringkan wajahnya, bibirnya mulai mendekat kearah bibir Maya. Maya yang masih termenung tidak menyadari apa yang dilakukan key.


Cup


Bibir itu mendarat Sanga sempurna. Maya terbelalak saat merasakan benda kenya menyentuh bibirnya.


Ehmmmm


Maya berusaha melepas pangutan itu, tetapi key malah memperdalam ciumannya. Maya berusaha menahan badan key dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya belum sembuh total dan membuat dia kesusahan.


Key benar-benar menikmati bibir itu dengan rakus. Ini pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini.


Ehmmm


Maya berusaha kembali untuk melepas pangutan key. Dia merasa kehabisan nafas. Key yang menyadari itu, akhirnya melepas pangutannya.


Huh

__ADS_1


huh


huh


Maya mengambil nafas sangat banyak saat ciuman itu terlepas. Key memperhatikan wajah Maya yang sangat menggoda saat dia mengambil nafas. Maya menatap wajah key,


"Ap..huh..apa yang bapak lakukan?" Maya berbicara dengan sesekali mengambil nafas. key benar-benar menguras habis nafasnya.


Key yang ditanya seperti itu hanya tersenyum.


"Pak...Tolong hentikan" ucap Maya mengiba.


Key yang melihat itu hanya terdiam dan


Ehmmmm.


Sekali lagi key mencium Maya. Kali ini ciuamn itu begitu dalam dan sangat bergairah. Maya yang kesusahan mengimbanginya hanya pasrah. Mengelak ia juga tidak mampu.


Suara decapan itu mulai terdengar. Hasrat key mulai naik. Key berpindah menyesap leher Maya. Maya yang merasakan itu kembali menahan kepala key agar tidak melakukan lebih. Key yang merasa terganggu menahan tangannya.


Ekhh.


Suara keramat itu akhirnya lolos dari mulut Maya. Kay mendengar suara Maya yang sangat sexsi membuat hasratnya sampai ke ubun-ubun.


Key melancarkan aksinya. Tangannya mulai meraba-raba sesuatu yang menghalangi benda favorit sitiap lelaki. Maya kaget saat marasakan tangan key menyentu kulit punggungnya. Dia merasakan key yang sedang mencari pengait branya.


" ehmm.. pa..pak" "Maya kembali mendesah. Dia berusaha ingin menolak, tapi tidak dengan tubuhnya yang berkata lain.


Pengait bra itu berhasil key lepas. key tersenyum Saat dia berhasil. Tangannya mulai berjalan naik ingin menyentuh sebuah gunung kenyal itu. Saat tangannya hampir menyentuhnhya.


Cekklek..


Maya dan key yang mendengar itu langsung menghentikan aksinya.


Maya langsung menutup wajahnya dengan sekimat, dia sangat malu Bagas memergokinya.


"Kenapa?" Tanya key ketus.


"Hehhe.Maaf gue enggat tahu. Makanya pintunya dikunci" Bagas langsung keluar dari kamar setelah mengatakan itu.


"Ckk. mengganggu saja" Ucap key pelan.


Key yang melihat Maya masih menutup wajahnya dengan sekimat langsung membukanya.


"Jangan seperti itu. Nanti kami sesek nafas" Maya yang melihat wajah key merasa malu. wajahnya memerah mengingat hal yang baru saja mereka lakukan.


"Ayo bangun. Ini sudah pagi"


"Bapak duluan saja.Nantu saya menyusul" Maya menolak ajakan key.


"Jangan pernah panggil saya bapak"


"Lal..lalu saya harus memanggil anda siapa?"


"Terserah" Jawab key ketus.


Key beranjak kekamar mandi dan tinggallah Maya termenung sendirian.


"Apa aku melakukan kesalahan?" ucap Maya dalam hati.

__ADS_1


"Aku harus memanggilnya apa?"


"Mas..ihh jelek. key, masa panggil nama enggak sopan dong. Kakak.. Akhh aku rasa itu saja. dia lebih tua dariku" Maya benar-benar berpikir keras harus memanggil key dengan apa dan akhirnya dia menetapkan memanggil key dengan sebutan kakak.


.


☘️☘️


"shhh.. kepalaku pusing sekali" Tama mememegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


Dia menoleh "woh.. siapa dia?" tanya Tama pada dirinya sendiri.


Dia melihat seorang gadis disampingnya tampak tidak mengenakan apapun. Tama mulai mengingat-ingat apa yang terjadi.


"Siall..." Tama membuka selimut itu dan mendapatkan bercak darah disana.


"Dia masih perawan. Siapa gadis ini?"


Gadis itu membuka matanya. Rasa sakit di daerah *********** membuat dia meringis. Saat mengingat kejadian semalam Jihan menangis.


Tama melihat Jihan menangi hanya terdiam. "Siapa namamu?" Bukannya merasa bersalah Tama malah biasa saja dan menanyakan namanya.


Jihan menoleh saat mendengar suara dari samping. Menatap benci pada pri yang telah merenggut kehormatannya yang ia jaga selama ini.


Jihan tidak menjawab dan kembali menagis. "Bisa kau berhenti menangis kepala gue sakit mendengarnya"


"Anda benar-benar pria brengsek" Ucap Jihan berteriak.


"Kau sendiri yang datang kepadaku" Tama mengelak danerasa perempuan itulah yang datang sendiri padanya. Banyak perempuan diluar sana yang ingin tidur dengan nya.


"Apa...anda yang langsung menarikku" Jihan tidak terima dengan perkataan Tama.


"Ckkk. Berapa yang kamu mau?" Tama menawarkan cek kearah Jihan.


Jihan yang melihat itu semakin marah


"Saya bukan seorang pelacur"


"Haiisss.. kau ini sangat menyusahkan. Siapa yang dapat menolak uang" Ucap Tama remeh. Dia beranggapan perempuan semua sama saja banginya. Sama-sama mata duitan.


"Saya tidak butuh uang anda"


"Terserah" Tama langsung beranjak dan keluar dari sana.


Dia menyimpan cek itu diatas kasur meninggalkan Jihan yang masih terbalut selimut.


Jihan yang melihat itu menangis sejadi-jadinya. Dia semakin merasa bersalah pada ibunya. Dia bingung harus mengatakan apa pada ibunya nanti. Apa lagi semalam dia tidak pulang.


"Maafin Jihan Bu..... hikkss".


Jihan bangkit dan memungut pakainmya yang berserakan. Auuuhh.. rasa pering didaerah bawah membuatnya susah berjalan. Tapi dia harus bangkit dari semua ini. Saat Jihan akan keluar dia mengingat selembar cek itu. Diaengbilnya dan berfikir siapa tahu dia butuh suatu saat nanti. walaupun dia berpikir tidak akan menggunakan uang dari pemberian pria brengsek itu.


.


.


Lanjut...


Like, vote, komen and beri hadiah yah...

__ADS_1


__ADS_2