
Setelah pertemuan mereka dengan perusahaan Jaya abadi dan menuju keperusahaan mereka masing-masing.
Saat ini Maya dan Key sudah berada di dalam perusahaan.
"Apa kau sudah menyalin semua materi yang dibawakan perusahaan Jaya Abadi tadi?"Tanya key pada Maya.
"Sudah pak.Saya menyalinya kembali dileptop saya"
"Bagus.Setelah selesai kirimkan pada saya dan Bagas"
"Baik pak"Maya menunduk hormat dan hendak meninggalkan ruangan.
"Oh ya..."Maya menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Kau boleh pulang setelah ini"Lanjut key.
Maya yang mendengar itu kaget sekaligus gembira,karena dapat pulang lebih awal.
"terimakasih pak."
"kalau begitu saya pamit undur diri"Key mengangguk.
Maya melangkah keluar ruangan dengan tidak sabaran.
"akkkhh.akhirnya bisa pulang lebih cepat.sungguh melelahkan untuk hari kedua bekerja" kata Maya berteriak dalam hati.
Setelah membereskan mejanya, Maya keluar dan munuju apartemennya.
Saat ini Maya sudah berada di apartemen nya dan melakukan rutinitas seperti biasanya dan tidak lupa pula ia mengirim semua materi yang ia salin tadi.
Dilain tempat
"Apa kau tidak ingin pulang?"
"Nanti saja"
"kau ini..Apa key tidak marah padamu meninggalkan pekerjaan begitu saja"
"Tentu saja tidak,karena gue sudah mengantisipasinya"Tama yang mendengar itu bingung.
"Maksud lo?"
"Gue sudah merekrut sekertaris baru kemarin"Tama kaget mendengarnya.
"Jadi kau sudah tidak menjadi sekertarisnya lagi?"
"Haisss...kau ini.Kenapa kau to*ol sekali".
Tama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terus bagaimana.Lo aja tidak menjelaskan dengan detail"
"Gue tetap menjadi sekertarisnya.sekertaris baru itu tugasnya hanya menggantikan gue jika gue bolos seperti ini"
"Luar biasa"Tama bersorak mendengar nya.
Bagas tidak menemani key melakukan pertemuan,karena dia sedang malas dan ingin bolos dari pekerjaannya.Dia hanya beralasan pada Maya jika ia punya urusan diluar.
"Tentu saja.Guekan memang pintar"Bagas menepuk dadanya dengan bangga.
pukkkk...
Bagas kaget saat ada sesuatu yang mengenainya.Dia menoleh dan melihat siapa yang melemparnya.
"Hebat yahh....punya urusan diluar taunya hanya duduk santai disini" Key melangkah masuk dengan wajah dinginnya.
Key lah yang melempar Bagas botol minum yang ia pegang tadi.
"Hehehe...sehari doang key"Bagas cengengesan melihat key.
Key duduk di sofa singgel itu.
"Sehari....?"
"Gue yang waktu itu lebih cepat 2 jam waktu pulang.Lo udah berkoar-koar diluan.sementara Lo.Masih pagi Lo sudah bolos duluan"
"kan sudah ada sekertaris yang baru"Bagas masih membela dirinya.
"Gaji Lo gue potong"Bagas yang mendengarnya kaget sementara Tama dia hanya tertawa.
__ADS_1
"Jangan dong kay"kata Bagas memelas.
Key Mengabaikannya dan melangkah ke kamarnya sendiri yang tersedia di markas itu.
Saat ini mereka memang berada di markas.Tempat mereka melakukan pertemuan jika ada hal penting atau hanya sekedar ingin mampir saja.
"hahahahah...Makanya jangan suka bolos,kalau kerja"Tama tertawa terbahak-bahak.
"Diam Lo"Bagas menatap tajam Tama.Tapi Tama tidak mempedulikannya dan masih terus tertawa.Bagas mulai kesal dan meninggalkan Tama sendirian.
"woii.mau kemana Lo" teriak Tama.
"Gue mau pergi.Gue malas liat wajah Lo"Tama hanya tertawa.
☘️
Tak terasa kini Maya sudah bekerja selama 1 Minggu di perusahaan KPS company.Dia menjalani hari-harinya hanya bekerja. selama dia sampai di London Maya belum pernah berjalan-jalan di kota itu walau hanya sekedar melihat-lihat saja.
Dan saat ini Maya berada diperusahaan.Seperti biasa dia hanya duduk didepan leptopnya.Maya mulai mengecek jadwal kembali dan ternyata mereka ada pertemuan dengan perusahaan Jaya Abadi untuk meninjau lokasi proyek hari ini.
Tok
Tok.
"masuk"Maya melangkah masuk.
"Maaf pak.kita ada pertemuan dengan perusahaan Jaya Abadi untuk meninjau lokasi proyek hari ini".
"Baiklah persiapkan semuanya.kita pergi 5 menit lagi"
"Apa saya harus ikut pak?"
"Tentu saja kau harus ikut.Bukankah itu tugasmu"
"enmm.. maksud saya.Bukankah ada pak bagas.kemarin saya hanya menggantikan beliau"
"Kau juga tetap harus pergi.kita bertiga akan pergi kesana"Maya mengangguk tanda mengerti.
"saya akan memanggil pak Bagas terlebih dahulu pak"Maya sudah akan pergi untuk memanggil Bagas tapi terhenti oleh kata key.
"Tidak perlu,dia sudah ada di bawah"Maya yang mendengar itu bingung Ia bertanya dalam hati.
Kapan pak Bagas berada dibawah.Tapi dia menepisnya dan mengikuti langkah key.
"Silahkan tuan,nona Maya"Maya yang melihat itu kebingungan.
"kenapa pak Bagas mengenakan pakaian seperti itu,apakah dia sudah berubah menjadi supir?" kata Maya dalam hati.sambil memperhatikan pakaian Bagas.
"Tapi itu tidak mungkin.Tapi..."
"Heyy..ayo cepat naik.kita sudah terlambat" Maya mulai tersadar.
"Maaf pak"Maya mulai masuk dan duduk di samping key..
Mobil itu mulai berjalan melewati bangunan bangunan tinggi dan banyaknya kendaraan yang lalu lalang.
Dor
Dor
Dor
suara tembakan peluru melesat mengenai mobil yang di tumpangi olah Maya.Mereka yang berada didalam sangat kaget.
"Apa yang terjadi pak?.Apa kita diserang?"tanya Maya dengan khawatir.
"Maya menunduklah.Jangan angkat kepala mu"perintah key.
Dor dor.
key mulai membalas tembakan mereka.Sementara Bagas berusaha menghindar tembakan yang mengarah ke mobil yang mereka tumpangi.
Saling tembak menembak pun terjadi.
"Ya Allah.lindungilah kami"Maya berdoa dalam hati.Maya saat ini hanya menunduk dan menutup kedua telinganya.
Key masih terus menembak kearah mobil lawan.
"Tuan, sepertinya mereka sangat banyak"
__ADS_1
"kau cepat berikan kode kepada Tama"
"saya sudah melakukanya tuan"
Tiba-tiba mobil oleng.Bagas berusaha menstabilkan keadaan mobil semntara Maya dan key mereka berpegang yang ada didekat mereka.
Brakkk..
Mobil itu menghantam pohon.Sementara dari pihak lawan mereka mulai mendekat kearah mobil key.
"Maya jangan pernah keluar dari mobil.Mengerti"perintah key. Maya hanya mengangguk.Dia Bena-benar takut saat ini.
Bagas dan key keluar dari mobil.
"siapa kalian"tanya Bagas.
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami" kata orang dengan badan besar itu.
"Cihh..Dasar pengecut mainnya keroyokan"
"Jangan banyak ba*cot lo.Jika kau tidak ingin terluka maka ikut saja dengan kami"
"percaya diri sekali kau.Yang ada kau yang akan kalah"Ejek Bagas.
"breng*ek.hajar mereka"
hiaakkkk..
Mereka mulai menyerang.Bagas melawan Sepulu orang sementara key melawan dua belas orang. Berbagai serangan mengarah kearah mereka berdua.
Key meninju perut pria berbadan besar itu hingga terpental jauh, bisa dilihat dia pemimpin dari orang-orang itu.
"siapa yang menyuruhmu menyerangku"
"kau tak perlu tahu siapa yang menyuruhku, yang perlu kau tahu.saya disuruh untuk membawamu kehadapannya"
"ciihh..jangan harap"
Buk..
key menendang tulang kering pri itu.
Dor
arkkhhh.
Key menoleh mendengar suara itu.Dia kaget teriakan itu beras dari dalam mobil.Key buru-buru mengalahkan pria itu hingga pingsan.
Key berlari kearah mobil.
"eitsss..mau kemana kau"Ada pria dengan luka bakar di telinganya menahan key dari belakang.
Key yang menyadari itu meraih tangan pria itu dan mebantingnya.
Pri ikut memekit kesakitan dan dor. key menembak pria itu tepat mengenai jantungnya.
"Oh oh oh.Siala yang aku temukan.seorang gadis"key menoleh.
"tuan Jacob"key kaget melihat pria itu.
"kenapa kau kaget melihatku"
"cihhh..Aku tebak.kau menyerangku karena aku menolak kerja sama denganmu"key berdecih.
"pede sekali kau.Aku bisa mendapatkan bantuan bukan hanya dari anda tuan key.saya hanya sangat menyayangkan sikap anda yang sangat sombong itu"kata Jacob.(Jacob adalah pemilik perusahaan kontrol group yang ingin mengajukan kerja sama dengan key waktu itu).
"Lepaskan gadis itu"perintah key.
"Jika aku tidak mau"Ejek Jacob.
"Gadis ini sangat cantik Sayang jika di sia-siakan"Jacob mengunci leher Maya daru belakang dan pisto menempel di pelipisnya.
Maya memejamkan matanya.Dia sangat takut peluru itu menembus kepalanya.
"Jangan berani kau"
"hahha.. Bagaimana kalau peluru ini mengenai kepalanya"
Dor..
__ADS_1
Key dan Bagas melihat itu....
lanjut...