Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Hilang


__ADS_3

Maya berlari sekencang mungkin saat dia telah keluar dari lift. Para karyawan yang melihatnya sangat heran, mereka bertanya-tanya apa yang terjadi.


Maya berlari tanpa arah. Menyusuri jalan raya yang sangat padat. Maya menemukan sebuah taman dan duduk disalah satu bangku itu.


Hikss...


Maya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Rasa sesak di dadanya membuat dia kesulitan bernafas.


"Ini semua salah. Sejak awal seharusnya, aku tidak mencintainya, tapi kenapa rasa itu tumbuh" Batin Maya.


"Tapi apa aku salah jika aku cemburu dengannya. Aku adalah istrinya, tapi apa dia mencintai'ku seperti aku mencintainya" Maya menatap langi dengan air mata yang masih mengalir deras.


Maya terdiam disana sampai matahari sudah tepat berada diatasnya.


Kruk....


Perut Maya berbunyi, "Akh.., aku belum makan sejak pagi"


Maya menoleh dan mencari tempat makan, tapi dia tidak melihatnya. Dia hanya melihatnya sebuah toko sembako disana.


Maya berdiri dari duduknya berjalan menyusuri jalan untuk mencari tempat makan, namun baru beberapa langkah Maya terjatuh dan pingsan.


Dubrakk....


Maya terjatuh disebalah bangku itu. Pekerja ditoko sembako yang melihat Maya pingsan diseberang jalan buru-buru keluar dan memeriksa keadaannya.


"AMEL...,ada yang pingsan, bantuin" Panggil Jihan.


Ya, yang melihat Maya pingsan itu Jihan. Jihan sedang berada dikasur memeriksa uang yang masuk, namun disaat ia tidak sengaja menoleh kesebrang jalan, Jihan melihat Maya sudah tergeletak disebelah bangku taman.


Amel yang mendengar Jihan memanggil buru-buru meminta bantuan pada teman lelakinya untuk membantu Maya.


"Dia siapa, ji?" tanya Amel .


"Aku juga tidak mengenalnya, tapi sepertinya dia pingsan!"


"Kita harus membawanya kerumah sakit" usul Jihan.


Amel menganguk dan pergi mencari taxi.


"Aku akan mencari taxi"


Tak berselang lama Amel mendapatkan taxi nya. Para lelaki membantu mengangkat Maya ke dalam mobil.


"Mel..aku akan menemani nona ini! Kamu disini saja menjaga kasir!" ucap Jihan.


"Oke oke"


Taxi itupun melaju dengan cepat kerumah sakit. Jihan yang berada didalam mob dengan Maya merasa khawatir dengan kondisi gadis yang dia temui.


Rumah sakit


Maya sudah berada diruang IGD. Jihan hanya menunggu dikursi tunggu dengan perasaan khawatir.


Ceklekkk..


Dokter membuka pintu IGD. Jihan berdiri dan menghampirinya.


"Bagaimana keadaannya,Dok?" Tanya Jihan pada dokter


" Dia mengalami dehidrasi dan juga perut kosong tidak ada makanan yang masuk kedalam perutnya. Itu sangat berbahaya bagi janinnya. Apalagi kehamilan baru memasuki usia satu Minggu" Jelas dokter.


"Dia hamil?" batin Jihan.


"Bagaimana keadaannya sekarang?"


"Semuanya baik, untung anda cepat membawanya kemari, jika tidak kami tidak yakin janin itu akan selamat"


"Anda harus mengurus biaya administrasinya terlebih dahulu baru kami akan memindahkan keruang perawatan!" ucap dokter itu kembali.

__ADS_1


"Baik, saya akan mengurusnya" ucap Jihan.


Jihan bergegas ke tempat pembayaran administrasi dan membayar tagihannya disana.


"Untung saja biayanya gak mahal" batin Jihan


Jihan kembali dan melaporkan jika dia sudah membayarnya. Maya akhirnya dipindahkan keruang perawatan. Jihan duduk disana dan menunggu Maya untuk bangun.


Disisi key saat ini.


Key dan Bagas buru-buru turun dari lantai tiga puluh menggunakan lift, setelah dia menunggu satu menit untuk menunggu lift khusus karyawan.


"Gue akan mengambil mobil" ucap Bagas.


Key hanya mengangguk dan berlari keluar dari gerbang perusahaan. Dia akan melihat kondisi jalanan, apakah dia masih dapat melihat Maya disana.


"MAYA" teriak key dipinggir jalan.


"MAYA"


"KAMU DIMANA?" key berteriak dengan frustasi. Dia tidak melihat keberadaan Maya disana.


"Naiklah, gue yakin Maya masih belum jauh" ucap Bagas.


Key naik ke mobil dan memperhatikan jalanan dengan intens. Mereka sudah menyusuri jalanan hampir tiga puluh menit, namun nihil mereka tidak menemukan Maya sama sekali.


"Kemana dia? Kenapa dia cepat sekali menghilang?" ucap key dengan khawatir, perasaan campur aduk.


"Mungkin Maya sudah kembali ke manssion" tebak Bagas.


"Semoga"


Mereka akhirnya memutar arah dan kembali ke manssion.


"Semoga kau ada disana" batin key. Key menyandarkan punggungnya dikursi mobil.


Key berlari masuk ke manssion dengan buru-buru.


"MAYA.."


"MAYA"


Key mencari Maya ditamab belakang, namun dia tidak menemukannya.


"Ada apa tuan?" tanya bik nur.


"Bik, apakah Maya sudah pulang kesini?"


"Tidak tuan, nyonya Maya belum kembali setelah mengantarkan makanan untuk anda"


Key kalang kabut mendengarnya, dia bingung harus mencari Maya kemana lagi. Dia sudah menyusuri jalanan, tapi tidak menemukannya.


"Kemana kamu pergi, May!"


Key barjalan lesu, dia tidak tahu harus mencarinya kemana, apalagi Maya tidak memiliki tempat diluar sana yang sering dia kunjungi. Dia hanya didalam rumah seharian dan tempat favoritnya adalah taman belakang.


"Bagaimana? apa Maya ada?" tanya Bagas.


Key menggeleng sebagai jawaban. Key terdiam, dalam hatinya berkata, "Tidak, tidak bisa seperti ini, aku harus mencarinya. Dia pasti tersesat, dia belum tahu kota ini" Key berlari keluar dari manssion.


"MAU KE MANA, LO" teriak Bagas.


"GUE AKAN MENCARINYA"


Bagas kaget, dia buru-buru mengejar key, tapi sayang mobil key sudah keluar dan menjauh dari manssion.


"Sial, ini bisa bahaya" umpat Bagas.


Bagas mencari kendaraan lain dibahas mobil. Dia mengendarai mobil lainnya dan mengejar key.

__ADS_1


Bagas tahu, disaat key dalam keadaan kalut dan dia pergi mengendarai mobilnya, itu akan sangat berbahaya baginya. Key bisa saja membuat masalah baru dijalan nantinya.


"Ke mana anak itu? cepat sekali dia mengemudi!" Bagas tidak dapat menemukan key.


Bagas mengingat sesuatu, "Ah.. Tama, Iya Tama" Bagas mengingat Tama. Dia dapat melacak keberadaan key saat ini. Bagas menghubunginya.


"Dimana, lo?" Tanya bagas lewat sambungan telepon.


"Gue dimarkas, Ada apa?" balas Tama.


"Lo, lacak keberadaan key saat ini! dia pergi mengendarai mobil!"


"Apa terjadi sesuatu?"


"Yah.., cepatlah!"


"Oke"


Bagas masih mengemudikan mobilnya mencari keberadaan sahabatnya.


Sementara key, dia benar-benar mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mencari sang istri yang entah dimana keberadaan.


Mengelilingi kota Y sepanjang hari,sampai mobilnya kehabisan bahan bakar.


"Akh...sial, bensinnya habis" Key memukul stir mobilnya.


Key keluar dari mobil dan melihat keadaan sekitar. Dia berada di jalan yang sepi, sangat jauh dari jalan raya.


Key ingin menghubungi sahabatnya dan sialnya handphone kehabisan baterai. Key sangat kesal dan melemparkan handphone sampai hancur.


"Tidak berguna"


Disaat key sedang kebingungan, ada sebuah mobil mengarah kearahnya. Ternyata mobil itu milik Bagas.


"Key" Panggil Bagas.


"Astaga, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Bagas. Bagas langsung meluncur, saat Tama sudah menemukan titik keberadaan key saat ini.


"Mobilnya kehabisan bensin"


"Huh... Baiklah, ayo kita pulang! Hari sudah mau malam" ajak Bagas.


"Tapi Maya belum ketemu" ucap key sedih.


"Kita pulang dulu, nanti kita akan memikirkan bagaimana selanjutnya"


"Gak bisa, bagaimana kalau Maya ketakutan diluar sana" Key tidak ingin pulang sebelum ia menemukan keberadaan istrinya.


"Key..., kita bisa meminta Tama untuk mencari jejaknya"


Key mulai berfikir, "Bagaimana dengan mobil ini?" tanyanya.


"Nanti akan ada anak-anak yang akan membawanya ke markas"


Key akhirnya mau untuk pulang, "Kita ke markas saja" pintanya.


"Baiklah" balas Bagas.


Mereka akhirnya kembali ke markas bukan ke manssion.


.


.


.


.


Lanjut

__ADS_1


__ADS_2