Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Mempersiapkan diri


__ADS_3

" Oh yah, aku berencana ingin membantumu mencari ayah dari bayimu. aku akan meminta bantuan pada kak Tama yang baru saya datang kemarin" ucap Maya.


Mendengar itu Jihan pun kaget. Ia menggeleng cepat meminta Maya untuk tidak melakukannya.


" Jangan kak, kakak tidak perlu mencarinya" larang Jihan.


" Memang kenapa? kan bagus kalau dia tahu, supaya dia bisa bertanggung jawab pada bayimu"


" Tidak. kakak tidak perlu melakukannya" Jihan tetap pada pendiriannya untuk melarang Maya mencari tahu. Jihan tidak ingin Maya tahu siapa sebenarnya ayah dari bayi yang dia kandung.


"Tapi, ji..."


"Aku mohon kak, kakak nggak usah cari tahu. Aku tidak ingin bertemu dengannya, aku sudah nyaman dengan kehidupanku yang sekarang" Jihan langsung menyela perkataan Maya. Jihan sampai memohon dan berlutut pada Maya.


"Ehh.. jangan seperti ini, Ji. oke-oke aku tidak akan mencari tahu, tapi jangan seperti ini" ucap Maya. Ia membantu Jihan untuk berdiri.


" Kakak jangan melakukannya, ya?" tanya Jihan.


" Iyah. Aku tidak akan melakukannya. Aku janji" jawab Maya.


"Terima kasih, kak" ucap Jihan. Maya mengganggu seraya tersenyum. Dia kemudian pamit dari sana.


"Kalau begitu kamu istirahatlah" ucap Maya. Ia meninggalkan Jihan untuk beristirahat.


" Kenapa Jihan begitu takut aku mencari tahu siapa ayah dari bayi?" batin Maya


"Akhh..entahlah" Maya tidak ingin ambil pusing. Itu adalah hak Jihan jika dia tidak ingin mencari tahu. Maya bergabung dengan Bu Farah dan Bu Sri di ruang TV untuk saling berbincang-bincang.


...****************...


Sedangkan di KPS company, Key, Bagas dan Tama sedang berkumpul di dalam ruangan Key.


" Ke mana perginya sekretaris bo**hmu itu?" tanyaTama saat dia tidak lagi melihat Kia berada di meja kerjanya.


" Oh Iyah, gue melupakan tentang perempuan itu. kau kemanakan dia?" tanya Key.


Ia melupakan sekretarisnya setelah insiden satu minggu yang lalu dan membuatnya tidak dapat bekerja di tempat manapun selain tempat diskotik.


Hahaha...


Bagas tertawa mendengar pertanyaan kedua sahabatnya.


"Seperti keinginanmu, Key. Kia tidak dapat bekerja di tempat manapun selain diskotik dan saat ini dia sedang bekerja di tempat itu, karena jika dia tidak bekerja dia tidak akan bisa membeli barang-barang mewah" ucap Bagas.


" Hahah... itu hal yang bagus" ucap Key.


" Lo melakukan tugasmu dengan benar kali ini" puji Tama.


" Oh tentu saja, gue selalu melakukan tugas dengan benar" Bagas menyombongkan diri.


"Cithhh.." Tama berdecih.

__ADS_1


" Apa Lo tau Tam, Kia bekerja di diskotik mana?" Bagas memberikan pertanyaan pada Tama.


" Mana gue tahu, orang lu belum kasih tahu gue" jawab Tama ketus.


"Dia kerja di tempat lo. Hahah..." ucap Bagas.


" Lo serius?" tanya Tama memastikan.


" Tentu saja gue serius. Sejak kapan gue bohong sama kalian?" ucap Bagas.


Prokk prokk..


Tama bertepuk tangan bahagia. Dia sangat senang mendengar berita ini.


" Wahh.. ini adalah hal yang bagus" ucap Tama tersenyum licik. Key yang melihat itu mengerti dengan isi pikiran Tama.


" Ckckck.. gue tahu isi pikiran lo, Tam" ucap Key.


" Haha... bukankah itu hal yang bagus?" ucap Tama menaik turunkan alisnya.


" Bukan hal yang bagus, tapi sangat bagus" jawab Key tersenyum devil.


Hahahha...


Tama dan Key tertawa bersama-sama, sedangkan Bagas Dia tidak mengerti Apa yang dibicarakan kedua sahabatnya. Dia menatap keduanya heran.


" Kalian membicarakan apa sih? Hah..?" tanya Bagas.


" Yaa.. mana gue ngerti, orang kalian saling membaca pikiran. Gue bukan cenayang kali bisa baca pikiran kalian" ucap Bagas.


" Makanya jadi cenayang sana" ucap Tama kesal. Bagas diam mendengar perkataan Tama dan hanya menatapnya pasrah.


" Oh yah, sepulang dari kantor nanti gue ingin membahas masalah tentang borxta itu" ucap Key. Ia ingin mencari lebih dalam tentang borxta dan para antik-anteknya


" Oke. Gue setuju, lebih cepat lebih baik" ucap Tama.


"Gue juga setuju. Gue sangat penasaran bagaimana wajah borxta. Kenapa dia ingin mencari gara-gara dengan kita" ucap Bagas.


" gue juga belum tahu apa motif dari pria itu" ucap Tama.


Markas..


Tiga sekawan itu sudah berada di markas untuk membahas tentang pria bernama borxta lebih lanjut.


" Ini adalah lokasi tempat di mana borxta dan antek-anteknya berkumpul" ucap Tama. Ia menunjuk ke arah layar komputer yang menunjukkan titik lokasi borxta.


" Itu sangat jauh dari sini " ucap Key.


" Saat gue akan mau berangkat ke sana, gue berangkat dari sini pukul 10 pagi dan sampai pada pukul 01.00 dini hari" ucap Tama.


" Bagaimana keadaan di sana? Apakah ada penjagaan yang terbuat dari teknologi buatan?" tanya Key.

__ADS_1


" Dari yang gue lihat, semua aman-aman saja, tapi gue kurang yakin dengan kondisi di bawah tanah. bisa jadi dia menanam sebuah ranjau di sana"


" Gue rasa itu adalah formasi pertama untuk melumpuhkan lawan agar lawan Mereka berkurang" ucap Bagas.


"Benar" jawab Tama.


" Kita harus mempersiapkan diri kita dengan matang baru kita hadapi mereka" ucap Key.


" Berapa lama lo akan mempersiapkan semuanya?" tanya Tama.


"Tiga minggu. kita akan mempersiapkan dengan baik pada waktu itu" jawab Key.


"Bagus. Itu adalah waktu yang tepat. Gue yakin para anggota kita mampu untuk menaklukkan borxta dan antik-antiknya" ucap Tama.


" Tentu saja, kita punya tim yang hebat" ucap Key.


" Kalau begitu mari kita memberitahu mereka. mereka pasti senang mendengar berita ini. apalagi sudah lama mereka tidak pernah meregangkan otot-otot Mereka lagi" ucap Bagas penuh semangat.


" let's go" ucap Tama.


Mereka keluar dari ruangan Tama dan pergi ke taman belakang untuk mengumpulkan para anggota mereka.


Tuuuuuuuutt.....


Pembesar suara markas berbunyi itu tandanya para anggota disuruh untuk berkumpul di halaman belakang.


Suara langkah kaki terdengar sangat berirama. langkah kaki mereka bergerak secara bersamaan membuat tiga kawan itu tersenyum senang.


" KAMI SIAP MENERIMA PERINTAH" teriak mereka.


" Saya selalu suka dengan semangat kalian" ucap Tama. Dia memberikan sebuah plus untuk para anggotanya.


" Kami mengumpulkan kalian di sini, karena kalian akan melakukan sesuatu yang sangat menarik dan sangat seru, tapi juga mengancam nyawa kalian" kata Key dengan lantang.


" KAMI SIAP MELAKUKANNYA, KING" jawab mereka. Tama,Bagas dan Key manggut-manggut mendengar jawaban para anggota mereka.


"Saya sebenarnya ingin meminta bantuan kalian, karena ini adalah masala saya. Ada yang ingin mencari masalah dengan saya, tapi saya sangat khawatir mereka akan berbalik arah menyerang orang-orang yang ada di manssion"


" Apalagi istriku saat ini sedang mengandung, saya takut mereka akan menjadikan istriku sebagai kelemahanku. Apa kalian mau mempersiapkan diri kalian selama tiga minggu ini sebelum kita menyerang mereka?" tanya Key


"KAMI SIAP, KING" jawab mereka.


.


.


.


.


LANJUT...

__ADS_1


__ADS_2