Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Old spitalfields market


__ADS_3

Keesokan harinya


Key tengah mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa jalan-jalan. Sesuai kata dokter kemarin, Key membawa bantal, selimut dan juga pakaian ganti untuknya serta sang istri.


Key berencana menginap di sana. Ia sudah memesan salah satu hotel terdekat dari tempat yang di inginkan istrinya. Walaupun penginapan tersebut bukanlah penginapan yang mahal, tapi biasa di bilang penginapan itu merupakan penginapan yang paling bagus di daerah itu.


Maya tengah berada di kamar mandi dan Key sudah mandi lebih dulu. Ia yang menggantikan istrinya untuk mempersiapkan barang-barang mereka.


Ceklekkk..


Maya tampak keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi.


" Pakaianmu ada di atas kasur, boo " ucap Key saat melihat istrinya yang ingin mengambil baju.


" Terimakasih, Gorge "


***


Sepasang suami istri itu tengah berjalan turun dari tangga. Key memeluk pinggang istrinya dengan satu tangannya lagi memegang tas mereka. Di bawah terlihat bik Nur yang mengemasi kotak bekal ke dalam tas khusus.


Kotak bekal itu akan di bawa Key sebagai makanan mereka di jalan nanti.


" Semua sudah ada, bik?" tanya Key.


" Sudah lengkap semua "


" Buahnya juga ?"


" Iyah. Bibik memetong beberapa buah dan juga ada yang masih utuh "


" Barikan padaku, bik. Aku akan membawanya ke mobil "Key meminta tas berisi bekal itu dari bik Nur.


" Biar bibik saja yang bawa " bik Nur berlenggang begitu saja dari hadapan Key. Ia berjalan keluar dan menyimpan bekalnya di mobil.


Key menggeleng. Ia manarik tangan istrinya dan berjalan keluar.


***


" Kami pergi dulu ya, bik ?". ucap Key


" Kalian hati-hati "


" Dadah, bik " Maya melambai pada bik Nur. Bik Nur membalas lambaian itu dan tersenyum.


Mobil Key dan Maya sudah meninggalkan manssion. Perjalanan jauh mereka akan di mulai.


" Boo, kamu nyaman kan ?" tanya Key.


" Aku nyaman kok " jawab Maya.


Maya merasa sangat senang. Akhirnya bisa menghabiskan waktu dengan suaminya. Maya selelah menatap jalanan di sekitarnya yang mereka lewati. Ia selalu takjub melihat pemandangan kota.


***

__ADS_1


Tak terasa perjalanan mereka sudah satu jam lamanya. Maya mulai mengantuk. Ia merubah kursinya untuk sedikit berbaring agar ia merasa nyaman.


Maya Memeluk bantal yang ia bawa tadi. Key merasa kasihan melihat istrinya. Ia tadi ingin berhenti untuk istirahat, tapi istrinya tidak mau.


Beberapa menit kemudian, tampak ucapan selamat datang sudah nampak di depan. Itu tandanya mereka sudah memasuki daerah tersebut.


" Tidak lama lagi kita sampai, boo" gumam Key. Ia melihat istrinya yang masih begitu pulas tertidur. Ia juga mengusap kepala istrinya yang tengah memakai jilbab langsung berwarna hitam senada dengan bajunya.


Key yang kurang fokus, tidak menyadari ada lubang sehingga membuat mobil sedikit berguncang.


Grukk...


Terdengar suara ban mobil yang masuk lubang. Maya sampai kaget dan terbangun.


" Apa itu ?" tanya Maya kaget.


" Maaf, boo. Aku menginjak lubang " Key merasa bersalah, Karena membuat istrinya kaget.


" Ahh..aku kira ada apa " Maya ingin melanjutkan tidurnya, tapi ia mulai sadar dengan sakitarnya.


" Ini di mana, Gorge ?"


" Kita sudah memasuki daerahnya, boo. Tidak lama lagi kita sampai "


" Benarkah ? aku tidak sabar "


Melihat istrinya yang tidak sabar, Key hanya tersenyum. Ia bersyukur istrinya tidak mengalami apapun selama perjalanan.


***


" Di mana Old spitalfields marketnya ?" tanya Maya, karena tidak melihat tempat itu.


" Kita istirahat di penginapan dulu yah, setelah itu baru kita pergi ke sana " jawab Key.


Key keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya.


" Tapi, aku maunya sekarang " Maya cemberut.


" Kita istirahat dulu, boo. Nanti malam kita baru pergi ke sana. Malam hari lebih indah dan lebih seru dari pada siang hari "


" Kamu seirus, gorget? nggak bohong kan ?"


" Nggak,booo. aku nggak bohong "


" Baiklah " Maya menerima uluran tangan suaminya dan turun dari mobil.


Key mengambil barang-barang mereka terlebih dahulu, barulah masuk kedalam hotel.


" Penginapannya cantik sekali yah, Gorge " Maya memandang hotel di depannya.


" Kamu benar, boo. penginapan ini sangat indah. Kalau di kota kebanyakan yang terbuat dari batu bata atau bahan-bahan modern lainnya " Key juga ikut melihat penginapan di depannya.


" Ayok kita masuk. Melihat pemandangan dari kamar kita pasti lebih indah " Key merangkul bahu istrinya dan membawanya masuk.

__ADS_1


penginapan itu terbuat dari kayu yang masih mempertahankan warna asli dari kayunnya. Sekitarnya masih banyak di tumbuhi pepohonan yang lebat dan rumput-rumpu yang terpotong rapih di bawahnya. penginapan itu hanya terdiri dari 3 lantai saja, tapi itu sudah cukup tinggi untuk bangun di sekitarnya.


Kamar


" Wahh...ini indah sekali " mata Maya berbinar melihat pemandangan dari jendela kamarnya.


Kamar mereka berada di lantai 3 .


" Gorge, bukankah itu Old spitalfields marketnya ?" tunjuk Maya di bawah sana yang sudah banyak masyarakat yang berjualan atau sekedar jalan-jalan saja.


" Kamu benar, boo. Itu Old spitalfields market. Aku sengaja mencari penginapan yang sangat dekat dari tempat ini " Key memeluk sang istri dari belakang. Menaruh dagunya di bahu sang istri.


" Terimakasih " Maya memegang tangan suaminya yang berada di perutnya.


" Apapun untukmu, boo " Key membalik tubuh istrinya dan manatap matanya intens.


Maya terhipnotis dengan tatapan itu dan tanpa ia sadar, Key semakin mendekatkan bibirnya.


Key meraup bibir kecil istrinya dan bermain-main di dalam mulutnya. Key menahan tengik sang istri agar ciuaman itu semakin dalam.


Key mengangkat tubuh Maya kedalam gendongannya seperti Kuala. Membawanya ke kasur dan menindihnya di sana.


" Kita bermain sebentar " ucap Key serak.


Maya mengangguk pasrah. Ia ingin menolak, tapi merasakan benda keras menusuk perutnya.


Key kembali bermain di atas tubuh istrinya. Membuat sang istri mengeluarkan suara-suara aneh, tapi membuat gairahnya semakin menjadi.


Key membuat kamar yang baru mereka masuk beberapa menit yang lalu bergoyang. Seiring dengan tubuhnya yang memompa tubuh istrinya.


***


Hari sudah malam. Setelah permainan mereka siang tadi, hingga mereka tertidur sore hari. Key dan Maya tengah memakan makanan yang mereka bawa dari rumah. Untung saja makanan itu belum basi.


Seharusnya mereka memakannya setelah mereka sampai siang tadi, tapi mereka lupa akibat permainannya.


"Ayok kita ke sana sekarang, Gorge. ini sudah malam " Maya sungguh tidak sabar.


" Iyah, boo. Kamu pakai jaket ini dulu, diuar sangat dingin " Key memakaikan jaket pada istrinya.


" Ayok cepetan " Maya yang sangat tidak sabar, langsung menarik tangan suaminya begitu saja.


" Santai saja, boo. Para penjualnya tidak akan pergi dan tempat itu tidak akan tutup hingga jam 12:00 nanti "


Maya akhirnya berjalan santai. Mereka berjalan dengan saling berpegangan tangan. Terlihat sangat romantis. Menikmati suasana malam yang terang, karena banyaknya lampu-lampu yang menyinari jalanan dan juga lampu rumah warga yang membuat malam ini menjadi lebih terang.


Hingga mereka memasuki old spitalfields market. Pintu masuknya yang sudah di hiasi lampu kerlap-kerlip. Suara bising terdengar di tempat itu. Suara tawa dan raut bahagia yang terpancar dari orang-orang yang ada di tempat itu.


Maya yang juga sangat senang dan bahagia, menarik suaminya untuk mendatangi salah satu stand makanan di tempat itu. Padahal ia baru saja makan sebelum ketempat ini.


.


.

__ADS_1


.


LANJUT..


__ADS_2