Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Pertemuan Key dengan Albert


__ADS_3

Malam hari nya di rumah sakit. Setelah Tama mengantar obat untuk Key dan Tama kembali pulang ke mansion. Tinggallah Key di sana bersama dengan istrinya, Maya.


 Key duduk di kursi dengan menggenggam salah satu tangan Maya. Maya masih terlihat memjamkan matanya dan belum juga sadar. Sesekali Key mencium telapak dan punggung tangan Maya.


Key tidak beranjak sedikitpun dari sisi Maya. Perasaan bersalah masih menyelimuti dirinya. Key mengajak Maya berbicar walaupun Key juga tidak tahu apakah Maya mendengar suaranya atau tidak, tapi dokter mengatakan Maya bisa mendengar suara yang dilontarkan padanya.


" Haii.. boo-boo ku, aku sudah pulang dan menepati janjiku. Maafkan aku terlambat pulang menemui mu. Aku sudah ada di sini. Aku sudah ada di sisimu, boo" Key mengucapkannya dengan perasaan yang bercampur-campur. Sedih, kecewa dan merasa tidak berguna.


" Aku mohon bukalah matamu. Kamu tahu boo, anak kita sudah lahir dengan selamat. Kamu hebat merawatnya di dalam perutmu, dia sangat cantik sepertimu. Apa kamu tidak ingin melihat putri kita? dia menantimu boo. Dia ingin melihat mama hebatnya" mata Key berkaca-kaca membayangkan kondisi putrinya yang berada di dalam incubator.


" Maafkan aku tidak bisa menamanimu di masa kehamilanmu. Aku memang suami yang tidak berguna. Aku terlalu bodoh bisa tidur selama itu dan melupakanmu. Bangunlah boo, beri aku hukuman, karena melupakanmu . Aku mohon bangunlah, buka matamu. Aku merindukan senyumanmu" air mata Key akhirnya lolos juga dari pelupuk matanya. Bahunya bergetar melihat Maya terluka.


Key juga tahu, Maya terluka karena dirinya. Maya melihatnya dan memanggilnya sampai ke tengah jalan. Key merasa bodoh, karena tidak mendengar saat Maya berungkali memanggil namanya. Key baru menyadari ketika dia mendengar suara hantaman. Padahal Key datang ke kota itu setelah mengingat semuanya dan berencana ingin menemui Maya, tapi takdir berkata lain. Ia malah bertemu dengan Maya di rumah sakit dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


Key menunduk dan membenamkan wajahnya di atas brangkar bertepatan di sebelah tangan Maya.


****Pagi hari****


Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya. Di sebuah rumah sakit terbesar di kota M. Terlihat di salah satu kamar VVIP di rumah sakit tersebut, nampak seorang pria tengah duduk di kursi sambil tertidur


Pria itu tidur dengan sangat nyenyak. Pria itu memeluk tangan istrinya yang masih belum juga siuman sejak kemarin.


Key mulai mengerjapkan matanya. Saat matanya terbuka, yang dia lihat pertamakali adalah wajah istrinya dari bawah. Key mengangkat kepalanya dan memegang lehernya, karena merasa pegal tidur dalam posisi seperti itu.


" Good morning My boo-boo" ucap Key seraya mengecup pipi, kening dan bibir Maya.


" Kamu belum bangun juga, boo. Padahal biasanya kamu selalu lebih dulu bangun dari pada aku" Key tersenyum hambar. Ia mengusap pipi Maya yang terlihat ada sedikit goresan akibat kecalakaan kemarin.


Key membuang nafas lesuh. Ia kemukakan berbalik dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Key kuman lama di dalam kamar mandi, karena ia sekalian membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket.


Entah berapa menit Key di dalam kamar mandi, namun saat Key membuka pintu kamar dan melihat ke arah brankar di mana Maya tengah berbaring, Key melihat seorang pria tengah berdiri di dekat brangkar istrinya.

__ADS_1


Kening Key mengkerut dan mempertanyakan dalam hatinya, siapakah pria tersebut. Key memperhatikan punggung pria itu dan Key merasa tidak asing, tapi ia juga tidak bisa memastikan siapa pri itu.


Key melangkah mendekat ke arah pria itu. Ia bisa mendengar pria itu tengah berbicara.


" Maafkan aku Maya, karena aku mengajakmu bertemu, kamu jadi seperti ini. Seandainya aku tidak mengajakmu siang itu, kamu pasti baik-baik saja saat ini"


Itulah yang Key dengar dari mulut pria itu. Key melangkah lebih dekat ke arah pria itu.


" Siapa kau?" tanya Key tepat di belakang pria tersebut.


Pria itupun berbalik dan menampilkan wajahnya. Key mengerutkan keningnya. Key merasa tidak asing dengan pria yang ada di depannya saat ini, tapi Key tidak tahu di mana dia pernah bertemu.


" Maaf tuan Keylbert, saya lancang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu pada anda" pria itu sedikit menunduk sebagai tanda hormatnya.


" Siapa kau?" Key mengulang kembali pertanyaan-nya.


" Apa anda lupa dengan sata?" tanya pria itu.


" Saya Albert tuan, Albert Einstein" Albert mengulurkan tangannya.


Mendengar nama itu Key akhirnya ingat di mana dia pernah bertemu dengan Albert. Key mengingat pernah bertemu di perusahaan dan membahas tentang produk yang akan mereka kerjakan.


" Yah..saya ingat. Di mana Anda mengenal istri saya?"


" Ahh...itu saya mengenal istri anda ketika hari pernikahan tuan Tama" ucap Albert seraya menoleh ke arah Maya sekilas.


" Apa maksud dari perkataanmu tadi?" Key mengingat perkataan Albert saat ia baru saja keluar dari kamar mandi.


" Yang mana taun?" Albert tidak mengingatnya.


" Perkataanmu yang mengatakan mengajak istriku bertemu kemarin siang"

__ADS_1


" Oh.. tentang hal itu, saya juga minta maaf tuan, karena sudah mengajak istri anda bertemu tanpa sepengetahuan anda"


" Untuk apa kau bertemu dengan istriku?" tanya Key dengan datar. Ia sangat tidak suka Maya bertemu dengan pria lain.


" Saya hanya mengajaknya makan siang" ucap Albert. Padahal ia punya tujuan tertentu pada saat itu, tapi ia tidak sempat mengatakannya pada Maya.


Mendengar itu wajah Key semakin tidak bersahabat.


" Seharusnya anda tidak mengajak istri orang lain untuk bertemu dengan anda. Apalagi tanpa tujuan yang sangat tidak jelas" ucap Key ketus.


" Ya..saya tahu tuan, tapi bukankah Anda tidak ada di rumah anda sendiri ketika istri anda ingin bertemu dengan saya? jadi bagaimana caranya saya ingin meminta izin pada anda?"


" Mau saya tidak ada atau pun ada, anda tetap tidak boleh mengajak istri saya bertemu"


" Baik tuan, saya minta maaf"


" Baguslah kalau anda mengerti. Sekarang anda bisa pergi dari sini!" Key menunjuk ke arah pintu dengan kelima jarinya.


" Baik, tuan .Saya permisi" Albert membungkuk dan meninggalkan ruang perawatan Maya.


Sepeninggalan Albert, Key melangkah mendekati brangkar Maya. Key menggenggam tangan itu dan menciumnya.


" Apa yang kamu lakukan selama aku tidak ada? aku lihat kamu sudah punya kenalan di sini. Aku tidak akan mempermasalahkan jika kamu berkenalan dengan seseorang, tapi tidak dengan seorang pria"


" Aku cemburu boo. Kamu berbicara dengan pria lain selain diriku sudah membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengurungmu di mansion. Aku benci dengan tatapan mereka yang mengangumimu. Hanya aku yang boleh melihat wajah ini, hanya aku" Key mengusap pipi Maya, kemudian mengecup setiap inci wajah Maya.


.


.


LANJUT

__ADS_1


__ADS_2