Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda

Saat Bangun Tiba Tiba Menjadi Istri Tuan Muda
Tertembak


__ADS_3

Sebelumnya.....


Maya yang berada didalam mobil hanya menundukkan kepalanya.Dia benar-benar takut, ini pertama kalinya dia menghadapi situasi


seperti ini.


Tiba-tiba pintu mobil terbuka dari arah belakang.Maya menoleh,dia sangat kaget melihat siapa yang membuka pintu mobil.Maya ingin berlari keluar dari mobil tapi tangannya ditahan oleh orang itu.


"Tolong,lepaskan"Maya memberontak ingin melepaskan cengkeraman orang itu.


"Diamlah nona.Jika kau tidak mau diam pisau ini akan akan menyapamu."orang itu menyeringai.


Maya menggelengkan kepalanya.Dia benar-benar takut pisau itu mengenainya.Maya masih berusaha melawan dan mencari sesuatu yang bisa ia gunakan, dan akhirnya dia menemukan sebuah botol minum yang selalu ia bawa.


Maya memukul wajah orang itu hingga meringis .Maya yang melihat itu mengambil kesempatan untuk berlari keluar dari mobil.Saat dia berhasil keluar dia ingin pergi bersembunyi, dia tidak bisa meminta bantuan kepada atasannya, karena dia juga sibuk melwan penjahat itu.


Tapi rencana Maya gagal,orang itu berhasi mendapatkan Maya kembali.


"Kau tidak akan bisa lari nona"


Maya berusaha memberontak dan membuat orang itu marah.Dia langsung menancapkan pisau itu dibahu Maya.


"Arkkkhhh.."Maya berteriak,darah bercucuran dari bahunya.Itu benar-benar sangat sakit.


Maya mengeluarkan air matanya.Sementara orang yang melukai Maya hanya tertawa melihat itu.Kemudia orang itu membawa Maya pergi.


Kembali untuk saat ini..


"Lepaskan gadis itu". Key mengarahkan pistol miliknya kearah Jacob.


"Kau mau aku melepaskanny.Lepaskan pistol itu jauh dari jangkauanmu".


"cihhh..kau kira aku akan tertipu olehmu"


"ohhh..Berarti kau ingin melihat gadis ini terluka" Jacob kembali menekan pistol itu kearah pelispis Maya.


Sementara Maya dia hanya pasrah.Rasa sakit dibahunya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.


Key yang melihat itu mulai geram.Bagaimana tidak ia melihat bahu Maya yang penuh dengan darah dan wajah Maya mulai memucat.


Dia tidak memiliki pilihan lain selain melepas pistol itu.


"Lihat, aku sudah melepasnya.Jadi lepaskan dia"


"hahahha....Sudah kuduga kau memang sangat bodoh"


"Tahan dia" lanjut Jacob.


Jacob memerintahkan bawahannya untuk menahan key.


"Apapaan ini..."


"Bukankan aku sudah mengikuti kemauan mu"lanjut key..


"Tentu aku akan melepasnya, tapi setelah kau kubawa ke orang yang telah memerintahkanku untuk membawamu".ujar jacob


Sementara Bagas dia juga dikepung.Bagas dan key bukan tidak mampu melawan tapi mereka khawatir dengan keadaan Maya jika mereka memberontak.


"Bawa dia" perintah Jacob kepada bawahannya.


Tapi sebelum mereka membawa key, tiba-tiba

__ADS_1


Dor


Key dan Bagas kaget melihat itu.Mereka menoleh siapa yang menembakkan peluru itu.


"Arkkkhh"Teriak Jacob.


Peluru itu tepat mengenai tangannya dan membuat pistol yang ia penggang terlepas.Jacob mengasuh kesakitan memegang tangannya dan Maya lepas dari genggamannya. Para bawahan jacob yang melihat itu bergegas mencari asal peruluru itu.


Sementara Maya yang terlepas dari jeratan Jacob berusaha untuk bangkit.Dia berusaha menahan rasa sakit pada bahunnya.


Key yang melihat ada cela menendang mereka yang menahannya.Key melakukan tendangan memutar dan tepat mengenai uluhati mereka. Mereka terpental akibat tendangan yang sangat keras itu.


Nafas key mulai ngos-ngosan.Dia berbali dan melihat Maya yang berusaha untuk berdiri.Key berlari menghampirinya.


"Bertahanlah Maya" key membantu Maya untuk berdiri.


"ckk..dasar lemah"


"si..siapa kau"Tanya Jacob dengan terbata-bata karena rasa sakit dilengannya.


"Kau tak perlu tahu siapa aku.Yang perlu kau tahu.Kau melawan orang yang salah"orang itu tersenyum remeh.


"Woii..".Merasa dipanggil orang itu menoleh.


"heyy..brooo" Dia menyapa kembali.


"Cek.cek..kau terlalu lama" Bagas berdecak.


"cekk.kau ini..Kau kira tidak ada musuh disekitar sini selain mereka"Ujar Tama dengan kesal.


"Hehe.."Bagas menggaruk tengkuknya yang tidak kenal.


"Tapi gue datang tepat waktu bukan"Tama menaik turunkan alisnya.


"Kita bereskan mereka terlebih dahulu".Bagas dan Tama mulai melawan musuh, dengan bertambahnya pasukan dari pihak key semua dapat dengan mudah mereka atasi.


"Dimana key?tanya Tama.


"Dia tadi pergi membantu sekertaris yang kami bawa"


"Lalu dimana dia sekarang"Tama mulai mencari-cari keberadaan key.


"Gawat"


"Ada apa?" kata Bagas bingung.


"Lihat itu"Bagas mengikuti arah pandang Tama.


Bagas terbelalak melihat itu.Jacob mengarahkan tembakan kearah key dan maya yang berjalan menuju mobil yang dibawa oleh Tama.


Bagas berlari untuk mengentikan Jacob, sementara Tama dia mulai membidik lengan Jacob yang memegang pistol.


Saat Bagas sudah sangat dekat dengan Jacob dia ingin meraih pistol itu dan..


Dor...


Dor


Terlambat peluru itu melesat kearah mereka dan (arkkkhhh...)


peluru itu ternyata melesat.Jacob berencana menembak key, tapi peluru itu meleset mengenai kaki kanan Tepat saat itu juga peluru Tama tepat mengenai lengan Jacob.

__ADS_1


"Siall..."umpat Bagas.


Bagas langsung merebut pistol itu dari tangan Jabob.


"Tama...urus pria b*deb*h ini"


Tama berlari menghampiri Bagas dan menyeret Jacob kearah mobil untuk dibawa kemarkas.


"Gue akan membawa dia kemarkas"Bagas menggangguk.


Disisi Maya


"Maya...."teriak key.


Key kaget saat Maya tiba-tiba jatuh dari genggamannya.


"Apa yang terjadi?"key kebingungan.


"Sa..sa..kit " Maya mengaduh kesakitan.


"Kakinya tertembak.cepat kita bawa dia kemarkas"Kata Bagas dari arah belakang.


Key kaget melihat kaki Maya yang penuh dengan darah.Key langsung mengangkat Maya kedalam mobil.


"Cepat bas"


Mobil itu mulai melesat dijalan yang sepi itu.Bagas membawa mobil dengan kecepatan penuh.


"Bertahanlah may.." ucap key dengan khawatir.


"Key..tekan darahnya, agar Maya tidak kehabisan darah" key melakukannya.key benar-benar ngeblank saat ini.


Setelah menempu Waktu selama lima belas menit, akhirnya mereka sampai dimarkas..


Bagas bergegas membuka pintu mobil dan keluarlah key menggendong Maya dalam keadaan pingsan.


Para bawahan key yang diinformasikan oleh Tama sejak tadi bahwa akan ada seseorang yang akan datang dimarkas untuk diobati.


"Letakkan disini tuan"Ucap mereka.


Key meletakkan Maya diatas brangkar.


Mereka mendorong Maya masuk kedalam ruangan operasa yang memang khusus disiapakan didalam markas jika ada para anggota key yang terluka.


Saat Maya sudah berada didalam ruangan operasi,key juga ingin tetap masuk.


"Maaf king.Anda harus tunggu disini.percayakan semuanya pada kami"


"Tapi.."


"Sabarlah key.dia pasti baik-baik saja"


"Bagaimana gue bisa diam bas.Dia hanya orang baru.Dia hanya ingin mencari kerja tapi dia terlibat dengan kita"Kata key frustasi.


"Sabarlah"ucap Bagas sekali lagi..


Sementara Maya yang memperhatikan interaksi mereka sejak tadi kebingungan.


"Ada apa dengan mereka kenapa mereka begitu khawatir dan key barusan sekali dia seperti itu.biasanya diabhanya cuek-cuek saja" ujar Tama dalam hati...


.

__ADS_1


.


Lanjut......


__ADS_2