
Sebuah rekaman dari kamera yang di temukan dasboard mobil Gevin, kini sedang di cek ada kejadian apa saja yang terekam. Rekaman-rekaman awal hanya tentang keseharian Gevin yang mengendarai mobilnya. Hingga pada rekaman terakhir, terlihat seseorang yang datang menggunakan motor dan berhenti tepat di depan mobil Gevin berhenti.
Seseorang memakai jaket hitam dan topi itu turun dari atas motor dan berjalan ke depa mobil Gevin, lalu dia masuk ke bawah mobil Gevin dengan tangan memegang sesutu. Sebuah tang untuk memotong kabel rem di mobil Gevin. Sudah dapat di pastikan jika dia adalah orangnya.
"Apa kalian kenal dengan orang itu?" tanya Pak polisi pada Hildan dan Gara.
Keduanya menggeleng bersamaan, mereka memang tidak melihat jelas wajah orang yang melakukan hal itu. Tapi dari postur tubuhnya saja, memang mereka tidak mengenalinya.
"Baiklah, jika begitu kita akan cari dari plat motor yang digunakannya itu. Pihak kami akan segera mencari tahu" ucap Pak polisi.
Mereka berdua mengangguk, saling bersalaman sebelum akhirnya segera pergi dari kantor polisi tersebut. Berharap akan segera mendapatkan hal baik setelah ini.
"Semoga saja polisi bisa segera menemukan pelaku sebenarnya" ucap Hildan sambil menepuk bahu Gara.
"Aku juga berharap begitu"
Setelah dari Kantor Polisi, keduanya kembali ke rumah sakit untuk memberikan kabar dari semua ini. Hildan yang memasukan rekaman video ke ponselnya juga langsung menunjukannya pada mereka yang berada di ruangan Gevin.
Zaina juga ikut memperhatikan dengan serius postur tubuh pria yang ada di rekaman itu. Sampai dia seperti mengingat seseorang dari postur tubuh yang terlihat, karena memang wajah pria itu tidak terlihat jelas, belum lagi dia yang menggunakan topi.
"Bukankah itu..." Zaina terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya, dia seolah tidak percaya dengan apa yang dia pikirkan saat ini. Karena tidak mungkin jika orang itu adalah orang yang sama yang sekarang berada dalam pikiran Zaina.
Semua orang langsung menatap ke arah Zaina, apalagi Gevin yang terlihat sangat penasaran dengan apa yang ingin diucapkan oleh istrinya itu.
"Sayang, kamu kenal sama orang itu?" tanya Gevin.
__ADS_1
Zaina menggeleng pelan, dia menatap Gevin dengan helaan nafas pelan. "Coba putar ulang Dad, aku masih belum jelas melihatnya"
Dan Hildan langsung memutar ulang rekaman video itu. Zaina yang terlihat fokus memperhatikan. Bahkan ponsel Hildan dia kuasai sendiri hanya ingin yakin dengan dugaannya. Jangan sampai Zaina salah menduga dan malah mengakibatkan orang lain rugi.
"Tidak, ini tidak mungkin" gumam Zaina yang terdengar jelas oleh semua orang.
"Kak, kamu tahu siapa orang itu?" tanya Jenny yang juga penasaran dengan anaknya itu.
Zaina langsung menghela nafas pelan, dia menatap semua orang dengan wajah yang tegang dan bingung sekaligus. "Aku tidak tahu ya, karena aku juga tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria di rekaman ini. Tapi entah kenapa postur tubuhnya seperti mengingatkan aku sama seseorang"
"Siapa? Siapa yang kamu maksud Sayang?" tanya Gevin sudah tidak sabaran ingin mendengarnya.
Zaina menatap semua orang yang ada disana dengan ragu. Masih belum sepenuhnya yakin dengan apa yang dia lihat dan orang yang dia pikirkan saat ini.
"Aldo"
Semua orang terdiam mendengar ucapan Zaina, bahkan Ibu langsung mengambil ponsel milik Hildan yang berada di tangan Zaina. Memutar ulang rekaman video, sampai dia juga baru tersadar jika postur tubuhnya memang sangat mirip dengan Aldo.
"Ya ampun, memang sangat mirip jika melihat dari samping seperti ini. Tapi kenapa Aldo melakukan hal ini, selama ini yang kita tahu dia adalah sosok pria yang baik dan begitu sopan. Kenapa bisa seperti ini" ucap Vania dengan bingung dan juga terkejut.
Semua orang terdiam, memikirkan apa yang menjadi motif Aldo melakukan hal ini pada Gevin kalau memang benar dia yang ada di video itu. Seolah tidak pernah ada hal yang mnegganjal menurut mereka tentang sikap Aldo selama ini. Dia dikenal sebagai sosok yang baik dan begitu sopan bagi mereka semua.
"Mungkinkah jika Aldo menyukai Zaina dan dia tidak suka melihat Zaina dan Gevin bersama. Seolah ingin melihat Gevin celaka dan meninggal, lalu dia akan mendapatkan Zaina" ucap Papa Gara dengan praduganya sendiri.
Semua orang terdiam, apa yang baru saja di ucapkan oleh Papa Gara memang ada kemungkinan juga. Gevin langsung menatap istrinya, sepertinya memang bisa saja terjadi cinta segitiga seperti itu dan membuat Aldo tidak terima karena merasa telah kalah oleh Gevin.
__ADS_1
Zaina langsung meraih tangan Gevin dan menggenggamnya, tentu saja dia tidak tahu soal ini jika memang benar kenyataannya seperti itu. "Aku benar-benar tidak tahu kalau dia memang mempunyai perasaan lebih padaku. Karena selama kami berteman, semuanya terasa baik-baik saja dan Aldo juga tidak pernah menunjukan hal yang aneh-aneh seperti seorang pria yang suka pada wanita"
"Mungkin saja dia sengaja bersikap seperti itu, karena tahu kamu sudah menikah dan dia tidak mau kamu anggap sebagai pria tidak baik karena menyukai wanita yang sudah menikah. Jadi dia ingin tetap dekat denganmu meski hanya sebagai teman. Tapi sekarang dia seolah sedang berada di puncak kesabarannya, makanya dia sampai melakukan hal ini" ucap Gevin dengan pemikirannya itu.
"Pokoknya, untuk saat ini kita belum tahu siapa pelaku sebenarnya. Jadi tolong jangan bicara apapun dulu pada Genara. Dan Bu, tolong jaga Gen agar tidak terlalu dekat dengan Aldo saat ini" ucap Papa Gara.
Vania mengangguk, bahkan dia masih terkejut dan seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi ini. Tentang Aldo yang menjadi tersangka utama dalam kecelakaan Gevin ini.
#######
Saat ini semua anggota keluarga yang lain pulang dulu, jadi di ruangan ini hanya tinggal Gevin dan Zaina. Sejak tadi Zaina tidak melepaskan genggaman tangannya pada Gevin, seolah dia takut jika suaminya ini akan kenapa-napa. Apalagi setelah tahu bagaimana kecelakaan yang menimpanya adalah perbuatan orang yang sengaja ingin membuatnya celaka.
"Mas, kalau memang itu Aldo, bagaimana dengan Genara nanti ya? Dia pasti akan shock banget kalau tahu semuanya"
Gevin mengangguk pelan sambil menatap lurus ke depan. Memang itu yang saat ini dia pikirkan. Pastinya Genara yang akan sangat kecewa jika tahu pria yang dia cintai itu adalah dalang di balik kecelakaan yang menimpa Kakaknya sendiri. Entah akan bagaimana dia jika mengetahui semuanya.
"Untuk sekarang ini, lebih baik kita diam saja dulu dan jangan ada yang membocorkan pada Genara. Karena semuanya juga belum jelas terbukti. Kita semua masih menduga, belum ada bukti yang pasti jika memang itu adalah dia" ucap Gevin.
Zaina mengangguk mendengar itu, memang untuk saat ini harus lebih memastikan dulu, apa benar dugaan mereka ini atau salah. Karena postur tubuh seperti itu mungkin saja ada yang mirip. Jadi masih belum bisa yakin jika itu adalah Aldo yang telah menyebabkan Gevin celaka.
"Yaudah, sekarang kamu istirahat saja Mas. Sebelum Dokter datang kesini dan memeriksa keadaan kamu, sekarang kamu harus istirahat dulu"
Zaina membantu Gevin untuk membaringkan tubuhnya. Menekan tombol sisi ranjang agar ranjang yang ditempati Gevin sedikit turun untuk membuatnya nyaman.
"Terima kasih ya Sayang"
__ADS_1
Zaina tersenyum sambil mengelus kepala Gevin dengan lembut, dia memberikan kecupan di kening suaminya itu. "Iya Mas, cepat sembuh ya"
Bersambung