Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Dukungan Dari Gevin!


__ADS_3

Sebuah bujuk rayu yang begitu panjang demi bisa mendapatkan bantuan dari suaminya akibat agar bis amneyatukan dua insan yang saling mencintai, namun terhalang status dan kepercayaan diri.


"Kenapa kau begitu antusias untuk menjodohkan mereka?" tanya Gevin yang saat ini sedang memeluk istrinya, keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa busana.


Zaina mendongak dan menatap suaminya dengan tersenyum. "Karena aku yakin jika Aldo yang terbaik untuk Genara, lagian Gen juga sangat mencintainya"


Gevin mengecup kening istrinya dengan lembut. "Jadi menurutmu Aldo baik? Kenapa begitu menyukai pria itu? Membuat aku tidak suka saja"


"Ayolah Mas, jangan terus menganggap Aldo sebagai musuh kamu. Lagian dia itu bukan siapa-siapa aku. Dari dulu memang kami ini hanya berteman" ucap Zaina sambil mengelus pipi suaminya agar tidak lagi cemburu karena dirinya memuji Aldo. Tahu sendiri bagaimana Gevin yang mempunyai tingkat kecemburuan yang tinggi.


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan kalau memang dianya sendiri tidak mau bersama dengan Genara. Dia sendiri yang tidak mau mencoba dengan Genara" ucap Gevin santai.


Zaina hanya mencebikan bibirnya mendengar hal itu, tentu saja dia juga bingung bagaimana caranya. Dipikir suaminya akan bisa membantu, eh ternyata malah sama saja.


"Yaudah ah, kita tidur saja kalau begitu. Aku minta bantuan kamu, eh ternyata kamu malah tidak bisa membantu apapun" kesal Zaina.


"Ya memangnya apa yang bisa aku bantu kalau orangnya sendiri tidak pernah mau mencoba untuk bersama" ucap Gevin.


Zaina langsung memejamkan matanya tanpa berbicara lagi. Mengeratkan pelukannya pada Gevin. Dirinya memang tidak tahu harus melakukan apa dan suaminya juga sama. Jadi memang dirinya tidak mempunyai waktu apapun lagi jika memang seperti ini. Lebih baik segera terlelap saja.


Gevin tersenyum melihat sang istri yang sudah terlelap begitu saja. Dia meraih ponselnya dan juga ponsel istrinya, mencari kontak seseorang disana dan segera memasukannya pada ponsel miliknya. Gevin mengirim pesan pada nomor ponsel itu. Setelahnya dia menyimpan kembali ponsel di atas nakas dan dirinya langsung ikut terlelap bersama istrinya.


Pagi ini setelah sarapan, Gevin langsung berarangkat kerja lebih pagi. Karena memang ada urusan yang harus dia selesaikan lebih dulu sebelum ke Kantor.

__ADS_1


"Padahal masih pagi Mas, tumben sudah mau berangkat" ucap Zaina sambil mengancingkan jas suaminya.


"Ada urusan sebentar, kamu baik-baik ya di rumah. Nanti aku kabari kalau sudah sampai ke Kantor" ucap Gevin dengan memberikan kecupan di kening dan kedua pipi istrinya itu.


Zaina mengangguk, dia meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya dengan penuh rasa hormat.


######


Mobil yang melaju itu berhenti di sebuah cafe, Gevin segera turun dan masuk ke dalam Cafe itu. Dia melihat seseorang yangs udah menunggunya di sebuah meja di pojok ruangan ini. Segera Gevin menghampirinya. Menarik kursi dan duduk di depannya.


Gevin menatap pria di depannya dari atas sampai bawah. Merasa jika penampilan dan wajah pria itu memang lumayan, jadi pantas saja jika adiknya sampai jatuh cinta padanya.


"Begini, aku sengaja mengajakmu untuk bertemu karena memang ada hal yang perlu di bahas. Aldo, aku tahu apa membuat kamu sampai tidak memilih untuk berusaha bisa bersama dengan Genara saat ini. Tapi menurutku alasan status sosial bukan yang tepat untuk sampai kamu menyerah memperjuangkan apa yang sedang kamu rasakan saat ini" ucap Gevin yang tidak bertele-tele lagi.


"PIkiran bodoh!"


Aldo langsung menatap Gevin dengan lekat ketika mendengar ucapan Gevin itu. Dia yang dikatai bodoh, tentu saja tidak akan pernah terima.


"Apa?" Gevin menatap Aldo dengan menaikan alisnya, seolah ingin memberitahukan jika apa yang dia katakan memang sebuah fakta dan kebenaran. "...Cinta itu harus diperjuangkan, jangan karena sebuah status kau malah menginginkan wanita yang kau cintai menemukan pria lain yang lebih baik darimu. Memangnya kau akan ikhlas? Melihat Genara yang menikah dengan pria lain yang katamu itu akan lebih baik darimu"


Aldo terdiam, rasanya memang dia tidak akan ikhlas jika melihat Genara harus bersama dengan pria lain. Mau bagaimana pun dirinya dan hatinya sudah mulai terpikat oleh Genara. Jadi rasanya tidak mungkin juga jika dia bisa langsung ikhlas begitu saja untuk melihat Genara bersanding dengan pria lain nantinya.


"Nah kan, kau tidak mungkin ikhlas melihat dia bersama pria lain. Jadi untuk apa kau melakukan hal bodoh seperti ini sampai harus mengorbankan perasaan kamu sendiri hanya karena merasa tidak percaya diri" ucap Gevin, begitu tajam dan menusuk hati.

__ADS_1


"Tapi apa anda akan setuju jika saya bersama dengan Genara?" tanya Aldo pelan.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu?! Aku akan setuju saja dengan siapa Genara nantinya bersama, asalkan pria itu baik dan bisa membuatnya bahagia. Apalagi jika Genara yang mencintai pria itu" ucap Gevin.


Aldo mengangguk mengerti mendengar ucapan Gevin barusan. Sepertinya dia mulai mendapatkan pencerahan sekarang, setelah beberapa hari ini dia harus terus kepikiran tentang Genara. Namun tidak bisa melakukan apa-apa karena memang dirinya yang sudah terlanjur menolaknya.


"Baiklah, aku akan mencoba untuk memperjuangkan perasaanku ini" ucap Aldo pada akhirnya, ada semangat yang baru saja terlihat dalam dirinya ini untuk bisa mendapatkan cintanya.


"Bagus! Dan kau ingat ya, kalau hari ini aku menemuimu juga karena istriku yang terus merengek meminta bantuanku untuk membuat kamu sadar dan bisa mulai memikirkan hidupmu dan kisah percintaanmu itu" ucap Gevin yang tidak mau sampai harga dirinya jatuh di depan laki-laki yang pernah dia cemburui karena dekat dengan istrinya.


Aldo mengangguk mengerti, dia mengucapkan banyak terima kasih pada Zaina di dalam hatinya. Bersyukur karena ada teman seperti Zaina yang begitu peduli padanya dalam hal seperti itu pun.


Aku akan mengirimnya pesan dan mengucapkan terima kasih karena sudah meminta suaminya untuk berbicara denganku.


"Kau lakukan yang terbaik untuk hubungan kalian dan Genara itu. Aku ada urusan lagi" ucap Gevin yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Aldo.


Gevin masuk ke dalam mobil dan tersenyum tipis. Dirinya cukup senang karena bisa membantu adiknya yang sekarang sedang galau karena ditolak cinta itu.


"Bisa-bisanya ada pria seperti dia, menahan perasaannya sendiri hanya karena tidakĀ  percaya diri dengan status sosial yang berbeda. Di saat pria diluaran sana akan sangat senang dan ingin sekali mendapatkan wanita dari keluarga yang kaya"


Hal ini yang membuat Gevin cukup berpikir jika Aldo memang pria baik-baik. Bahkan tidak ada niat sedikit pun dari pria itu untuk memanfaatkan Genara. Malah dia merasa canggung dan tidak pantas untuk Genara. Dari hal inilah yang membuat Gevin merasa setuju juga jika Genara bersama dengan Aldo.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2