
Malam ini Zaina terbangun, dia juga tidak menyangka akan tidur cukup lama sejak sore tadi. Ketika melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 7 malam, dia benar-benar kaget karena tidur yang cukup lama. Mungkin juga karena dia yang sedang sangat kelelahan. Zaina turun dari atas tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Mencari keberadaan suaminya.
Berjalan gontai menuju ruang kerja suaminya dengan wajah yang khas baru bangun tidur. Ketika masuk dan dia melihat Gevin yang masih berkutat dengan layar laptop yang menyala di depannya itu. Dia menghampirinya dan langsung duduk begitu saja di atas pangkuan suaminya.
"Sayang, kamu sudah bangun. Nyenyak banget ya tidurnya" ucap Gevin sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.
Zaina memeluk leher Gevin, menyembunyikan wajahnya di balik leher suaminya itu. "Mas, belum selesai juga kerjanya?"
Gevin menatap layar laptop di depannya, sebenarnya dia memang belum selesai dengan pekerjaannya ini. Namun pasti saat ini istrinya sedang ingin terus bersama dengannya, membuat dia langsung menutup layar laptop itu.
"Sudah selesai kok, ayo mau kemana sekarang? Kamu juga belum makan malam 'kan?"
Zaina mengangkat kepalanya dari bahu Gevin, menatap suaminya dengan lekat. "Aku mau makan di luar ya, ada yang ingin aku beli. Bosan dengan makanan di rumah"
Gevin mengangguk, baru kali ini Zaina meminta sesuatu padanya sejak mereka di pertemukan kembali dengan keadaan Zaina yang sedang hamil. Tentu saja Gevin akan menurutinya, karena dia tidak mau sampai istrinya merasa tidak di perhatikan olehnya.
"Yaudah, sekarang kamu ganti baju dulu ya. Pake jaket juga biar gak dingin" ucap Gevin dengan mengelus perut istrinya
Zaina mengangguk, dia turun dari pangkuan suaminya. Gevin juga segera beranjak dari duduknya dan menggandeng istrinya untuk keluar dari ruang kerja dan segera menuju kamar mereka.
Setelah membantu Zaina berganti baju dan juga dirinya yang mengambil jaket, Gevin langsung mengajak istrinya keluar kamar. Zaina terlihat sangat senang sekali di ajak jalan-jalan di malam hari seperti ini. Lampu-lampu di jalan dan juga dari beberapa ruko di pinggir jalan menerangi gelapnya malam. Masih banyak kendaraan yang berlalu lalang, karena hari yang juga belum larut.
"Jadi kita mau makan dimana?" tanya Gevin
Zaina menoleh, lalu dia sedikit berpikir untuk makan dimana malam ini. Membayangkan benar-benar makanan yang memang ingin dia makan saat ini.
"Di kedai mie goreng dekat sekolah yang dulu aku mengajar, bagaimana?"
Gevin mengangguk, dia mengelus perut istrinya sekilas sebelum kembali fokus pada kemudinya. "Yaudah, kita makan saja disana"
__ADS_1
Zaina tersenyum senang ketika suaminya mendengarkan dirinya. Gevin yang sekarang terlihat lebih lembut dan begitu perhatian padanya hingga tidak pernah membantah keinginannya.
Setelah sampai di tempat yang mereka tuju, Gevin langsung membawa Zaina untuk masuk ke dalam kedai mie goreng itu. Sebenarnya Gevin merasa tidak nyaman karena banyakny orang-orang yang sedang makan di kedai ini dan sebagian besar dari mereka semua menatap ke arahnya. Seolah merasa heran ada seorang pria tampan yang menggunakan mobil mewah, namun makan di kedai mie sederhana seperti ini.
"Kamu duduk dulu saja ya, aku mau pesan dulu" ucap Zaina yang sudah lebih tahu tentang menu yang enak di kedai ini.
Gevin hanya menurut saja, dia duduk di salah satu meja yang kosong disana. Dia mencoba untuk mengabaikan tatapan orang-orang yang terlihat heran dan aneh padanya. Sampai istrinya kembali menghampirinya setelah dia memesan makanan untuk mereka.
Zaina duduk di samping Gevin dengan menatap sekelilingnya. Dia merasa senang ketika bisa kembali makan di kedai ini setelah cukup lama tidak mampir ke tempat ini. Kedan mie ini buka dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Pengunjungnya juga sangat ramai, mungkin selain makanannya yang enak, harganya juga terjangkau oleh semu kalangan.
"Dulu kalau lagi ngajar di sekolah, aku sering makan disini. Ibu guru lain yang memberi tahu aku kalau makanan di sini enak"
Gevin hanya tersenyum sambil menatap wajah istrinya yang sedang bercerita. Dia menoleh ke belakangnya, di sebrang sana sekolah tempat Zaina mengajar dulu. Hingga dia berhenti dan pergi dari kehidupan Gevin karena sebuah kesalah fahaman yang terjadi.
"Ini pesanannya, selamat menikmati"
"Iya Bu, terima kasih" ucap Zaina dengan senyuman ramahnya.
"Mas, aku dulu tambahin sambalnya"
Gevin menggeleng tegas, dia menatap Zaina dari atas sampai ke perut buncitnya. "Kamu sedang hamil dan jangan dulu makan pedas"
Zaina berdecak kesal mendengar itu, padahal jelas sekali jika dirinya sangat menyukai makanan pedas sejak dulu. Tapi suaminya itu malah melarangnya sekarang.
"Dikit aja boleh 'kan? Biar enak Mas, kalau makan mie tapi tidak pakai sambal tidak akan enak" ucap Zaina mencoba merayu suaminya itu.
Gevin menghela nafas pelan, dia memberikan sambal itu pada mangkuk mie milik Zaina. Benar-benar hanya sedikit yang Gevin berikan karena dia tidak mau kalau sampai istrinya sakit perut karena terlalu banyak makan pedas. Apalagi sekarang Zaina sedang hamil.
"Udah, sekarang makan dan habiskan" ucap Gevin
__ADS_1
Zaina cemberut, Gevin benar-benar hanya memberinya satu tetes saja sambal di mangkuk mie nya. Benar-benar hanya sedikit. "Tapi 'kan tidak akan terasa kalau pedasnya cuma sedikit kayak gini, Mas. Tambahin lagi dikit aja"
Gevin menggeleng cepat, dia tidak akan memberikan lagi karena memang Zaina tidak boleh sampai banyak memakan pedas di saat kondisinya yang sedang hamil.
"Makan dan habiskan!"
Zaina hanya berdecak kesal dengan sikap suaminya ini. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun, jadi lebih baik memilih untuk makan saja dan tidak banyak bicara. Gevin tersenyum melihat istrinya yang menurut padanya. Lagian semua yang dia lakukan juga untuk kebaikan Zaina juga.
"Zaina?"
Baru saja selesai makan, Zaina langsung di kejutkan dengan kehadiran Aldo disana. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria itu.
"Ya ampun, beneran Zaina ya? Aku kira salah lihat barusan"
Zaina tersenyum, dia melirik suaminya yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Aldo saat ini. Memang sejak dulu Gevin tidak pernah menunjukan rasa suka ketika bertemu dengan Aldo.
"Hai, iya Al. Kamu lagi apa disini?"
"Aku mau beli mie, kamu juga sengaja datang kesini?" tanya Aldo
Zaina mengangguk sambil tersenyum, dan deheman keras dari suaminya membuat dia terkejut. Menoleh pada Gevin yang langsung memalingkan wajahnya, tidak suka ketika Zaina tersenyum seperti itu pada pria lain.
"Iya Al, aku juga baru saja selesai makan. Kamu apa kabar?"
Seolah tidak menghiraukan suaminya, Zaina malah bertanya kabar pada Aldo. Tidak tahu saja jika yang duduk di sampingnya sudah mulai terbakar api cemburu.
"Baik, kamu bagaimana? Wah, ternyata kamu berhenti mengajar karena sedang hamil ya sekarang"
"Iya, dia sedang mengandung anakku!"
__ADS_1
"Mas...."
Bersambung