
Gevin masih merasa bingung kemana sebenarnya Lolyta pergi. Dan kenapa juga dia harus pergi dalam kondisinya yang seperti itu. Gevin yang benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, dia juga bingung harus mencari Lolyta kemana. Tidak ada informasi yang dapat menjadi petunjuk untuk dirinya menemukan Lolyta.
Anehnya saat ini ketika Lolyta pergi, Gevin masih bisa mengendalikan dirinya. Dia tidak sehancur ketika waktu pertama kali Lolyta menghilang dari hidupnya.
Gevin berdiri dari duduknya, dia mengancingkan jasnya dan menyambar kunci mobil yang dia letakan di atas meja. Gevin berniat untuk menjemput Zaina sore ini. Setidaknya masih ada Zaina yang menjadi penyemangat dalam hidupnya saat ini.
Namun, ketika Gevin hampir sampai di sekolah tempat Zaina mengajar, dia melihat Zaina yang sudah pergi duluan dengan ojek online. Terlihat dari jaket dan helm yang di pakai oleh pengendara motor itu.
"Mau kemana dia? Apa mungkin memang Zaina mau pulang ya, aku memang tidak bilang kalau aku akan menjemputnya"
Akhirnya Gevin mengikuti motor yang di tumpangi Zaina. Bermaksud jika dia akan meminta Zaina turun dan pindah ke mobilnya. Namun semakin di buat aneh, ketika dia melihat motor itu yang berbelok ke jalur yang berbeda dari jalan menuju rumahnya. Gevin semakin penasaran kemana Zaina pergi.
Sampai motor itu berhenti di depan sebuah gang kecil di pinggiran kota membuat Gevin semakin di buat penasaran kemana istrinya itu akan pergi. Gevin memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, dia turun dari mobil dan mnegikuti Zaina dalam jarak aman. Zaina masuk ke dalam gang kecil itu, sampai dia berhenti di depan sebuah rumah sederhana dan mengetuk pintu rumah itu.
Dan Gevin langsung terdiam seketika melihat Lolyta yang keluar dari dalam rumah itu. Gevin benar-benar tidak menyangka jika Zaina yang telah membuat Lolyta pergi dan menyembunyikannya di tempat terpencil seperti ini.
"Jadi, kamu yang menyembunyikan Lolyta?"
Deg..
Zaina yang bermaksud menemui Lolyta karena memang dia yang ingin meminta Lolyta untuk kembali ke Apartemen mereka karena memang Gevin yang terlihat sedih sejak kepergian Lolyta itu. Malah harus di kejutkan dengan kehadiran Gevin disana.
__ADS_1
"Mas, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Zaina dengan gugup dan terkejut.
Gevin berjalan ke arah mereka, dia menatap Zaina dengan kekecewaan. Tidak pernah menyangka jika Zaina akan melakukan hal seperti ini yang membuatnya kecewa.
"Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan melakukan ini, Za. Kamu berbohong hanya untuk apa? Untuk kamu bisa memiliki aku seutuhnya? Padahal kamu memang sudah memiliki aku, tidak perlu dengan cara menyingkirkan Lolyta seperti ini"
Zaina menggeleng pelan dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. "Enggak Mas, bukan seperti itu. Aku tidak bermaksud untuk mneyingkirkan Lolyta dari kehidupan kamu. Tapi memang Lolyta sendiri yang ingin pergi"
"Cuku Za!" bentak Gevin keras, memubuat Zaina langsung menundukan kepalanya takut. "...Di saat seperti ini masih bisa-bisanya kamu menyalahkan orang lain, sudah jelas kamu yang salah dan kamu yang munafik. Bersikap baik dan seolah benar-benar tulus pada Lolyta, bahkan kamu sendiri yang meminta aku untuk menikahinya. Tapi sekarang, malah kamu juga yang meminta Lolyta untuk pergi. Kamu sendiri yang membuat Lolyta pergi dari kehidupan aku"
"Gevin cuku! Ini bukan salahnya Zaina, aku yang salah Gevin, aku" bantah Lolyta atas apa yang Gevin ucapkan pada Zaina.
Tidak kuat lagi mendengar ucapan Gevin yang benar-benar melukai hatinya, membuat Zaina langsung pergi dari sana dan meninggalkan Gevin dan juga Lolyta dengan tangisan yang pecah.
"Gevin! Kamu salah faham, kamu harus tahu yang sebenarnya sebelum kamu menyalahkan Zaina seperti itu" ucap Lolyta, dia menatap kepergian Zaina dengan rasa bersalah yang sangat besar.
Gevin menatap Lolyta yang duduk di kursi rodanya itu. "Apa maksud kamu? Jelas dia yang bilang sendiri padaku kalau dia tidak tahu dimana keberadaan kamu. Padahal dia jelas tahu dimana kamu berada"
"Semua itu karena aku yang memintanya, aku yang meminta bantuan Zaina untuk pergi dari kehidupan kamu. Semuanya karena memang aku yang sudah ingin terlepas dari pernikahan ini. Gevin, aku tidak mau terus berada diantara kalian dan menjadi duri pernikahan diantara kalian. Saat ini, aku minta kamu lepaskan aku, Vin"
Gevin terdiam mendengar ucapan Lolyta itu, pikirannya menjadi kalut seketika. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih saat dia mendengar penjelasan dari Lolyta sementara dia sudah membuat Zaina pergi dengan ucapannya yang begitu menyakitkan.
__ADS_1
"Ly, apa kamu yakin dengan keputusan kamu itu?" tanya Gevin memastikan
Lolyta mengangguk dengan yakin, dia tidak merasa ragu sedikit pun. Karena memang dia sudah mengalami sendiri pernikahan ini, dan nyatanya bukan hal ini yang dia inginkan. Memiliki Gevin, namun hati pria itu sudah bukan untuknya membuat Lolyta sadar jika bukan ini yang dia inginkan.
Lolyta hanya masih penasaran dengan perasaan Gevin yang sebenarnya padanya, hingga dia mau menikah dengan Gevin meski menjadi yang kedua. Tapi sekarng dia menyesal karena sudah memilih jalan hidup ini. Karena secara tidak langsung dia telah menyakiti, Zaina dan juga dirinya sendiri dengan pernikahan ini.
"Aku yakin Gevin, segera kau urus perceraian kita. Karena aku tidak mau terus terjebak dengan pernikahan ini. Terima kasih untuk kamu. karena selama ini sudah memberikan yang terbaik untuk aku. Kamu yang sudah banyak membantu aku. Terima kasih banyak Gevin" ucap Lolyta
Akhirnya Gevin meninggalkan Lolyta setelah dia menyetujui apa yang di inginkan oleh istri keduanya itu. Saat ini Gevin hanya harus segera menemui Zaina dan meminta maaf padanya karena dia sudah salah faham pada Zaina dan sudah mengatakan kata-kata yang menyakitkan pada istrinya itu.
Masuk ke dalam Apartemen, dia langsung mencari keberadaan Zaina di dalam kamarnya. Namun, tidak menemukan keberadaan istrinya. Gevin tidak menyerah, dia mencari Zaina ke ruang ganti dan kamar mandi. Bahkan dia sempat mencari ke kamar satunya lagi, tempat Lolyta dulu, mencari ke dapur. Namun, Zaina benar-benar tidak ada.
Gevin duduk di sofa ruang tengah dengan tangan mengusap wajahnya dengan kasar. Sampai dia melihat sebuah kertas yang terlipat di sana. Gevin segera mengambil kertas itu dan membukanya. Dia membaca tulisan yang rapi di kertas itu.
Aku pergi Mas, mungkin memang kepergianku yang kamu inginkan agar aku tidak selalu menjadi penghalang bersatunya kamu dengan Lolyta. Kalau kamu mau ceraikan aku, silahkan Mas. Karena aku sudah tidak tahan lagi dengan sandiwara pernikahan ini.
Jangan cari aku, Mas.
Zaina
Bersambung
__ADS_1