Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Apa Aku Tidak Menarik Lagi?!


__ADS_3

Gevin merasa aneh ketika istrinya itu terlihat kesal padanya. Padahal Gevin juga tidak merasa telah melakukan kesalahan padanya. Tapi entah kenapa Zaina terlihat sangat kesal padanya. Bahkan saat Gevin bertanya pun, dia menjawab dengan kesal.


Zaina yang baru keluar dari ruang ganti langsung Gevin tahan tangannya agar dia tidak langsung pergi keluar dari kamar. Zaina mencoba untuk melepaskan cekalan tangan Gevin di lengannya, namun dia tidak bisa menandingin tenaga pria itu juga.


"Mas, apasi? Aku mau keluar siapin sarapan"


Gevin menatap istrinya dengan lekat, dia tidak mengerti kenapa istrinya tiba-tiba bersikap seperti ini padanya. "Sayang, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu bersikap seperti ini? Apa aku ada salah sama kamu, tolong bicara kalau memang aku ada salah padamu"


Zaina memalingkan wajah kesal, malas melihat suaminya yang sama sekali tidak peka. "Memangnya aku tidak menarik lagi ya, sampai kamu tidak lagi mau menyentuh aku sebagai istrimu"


Zaina memejamkan matanya sendiri karena malu dengan ucapannya itu. Tidak menyangka jika akhirnya dia bisa mengucapkan hal itu juga. Padahal sebelumnya dia sangat malu untuk bertanya langsung tentang hal ini.


Gevin sedikit terkejut dengan ucapan Zaina barusan. Namun beberapa detik kemudian, dia tersenyum sendiri. Merasa jika istrinya sudah mulai membuka hatinya untuk dirinya lagi.


Gevin menangkup wajah istrinya dan menatapnya dengan lembut. Memberikan satu kecupan di bibirnya yang selalu saja membuat Gevin merasa candu. "Sayangku, bukan seperti itu. Aku tidak mungkin tidak tertarik padamu, bahkan setiap malam aku hanya mencoba menahan diri untuk tidak menyerangmu. Yang aku khawatirkan adalah ini..."


Gevin mengelus perut istrinya yang membuncit. Selain karena dia tidak terlalu percaya diri jika Zaina memang sudah benar-benar menerimanya kembali dengan sepenuh hatinya. Gevin juga takut akan melukai bayi dalam kandungan istrinya itu.


Zaina terdiam, karena dia merasa kandungannya baik-baik saja dan tidak akan kenapa-napa. Tapi entah kenapa suaminya malah terlihat sangat khawatir dan cemas dengan keadaannya itu.


"Begini saja, sekarang kita datang ke Dokter untuk konsultasi" ucap Gevin sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut


"Jangan ih, malu. Masa kita tanya soal begituan"


"Ya, gak papa dong Sayang. Daripada nantinya kita malah salah dan mengakibatkan hal fatal pada kamu dan bayi kamu" ucap Gevin

__ADS_1


Zaina terdiam, sebenarnya benar juga apa yang dikatakan oleh suaminya ini. Apalagi keadaannya dengan hemoglobyn rendah.


Jadilah hari ini mereka berangkat ke Dokter kandungan, meski belum jadwal untuk periksa. Namun Gevin tetap harus memastikan jika istrinya akan baik-baik saja jika dia melakukannya di saat dia sedang hamil besar.


"Sebenarnya aman-aman saja untuk melakukan hal suami istri. Asalkan dengan posisi Ibu yang aman dan tidak menekan bagian perut. Juga dengan kurung waktu yang tidak terlalu lama dan tidak terlalu sering"


Penjelasan Dokter itu benar-benar membuat hati Gevin merasa lebih plong. Karena dirinya sudah mendapat sinyal baik dari istrinya dan sekarang penjelasan Dokter juga sudah jelas jika dirinya bisa melakukannya pada sang istri.


"Baik Dok, terima kasih banyak"


Zaina hanya menunduk dan tidak berbicara apapun. Jujur dia sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Bertanya langsung pada Dokter dengan tanpa rasa malu sedikit pun.


"Sayang, nanti malam kamu siap-siap ya" bisik Gevin pada istrinya ketika mereka sedang berjalan melewati koridor rumah sakit.


Zaina hanya menundukan kepalanya dengan wajah yang memerah. Sangat malu sekali, karena memang dirinya yang memulai pembahasan ini. Jadi Zaina tidak bisa menghindar dari suaminya ini lagi. Malam nanti pastinya dia akan di serang habis-habisan oleh Gevin.


Ah, rasanya Zaina sangat menyesali perbuatannya itu karena sudah bertanya pada Gevin tentang hal ini. Sementara dirinya malu sendiri dengan hal yang dia pertanyakan.


Masuk ke dalam mobil, Zaina hanya diam saja karena memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti malam. Salahnya sendiri telah membangunkan singa yang sedang tidur. Jadi sekarang suaminya sudah terlihat tidak sabar untuk menyerangnya nanti malam.


"Pakai gaun tidur yang tinggal tarik ya, jangan pakai yang susah. Kalau kamu tidak punya, aku bisa belikan nanti pas pulang kerja" ucap Gevin


Zaina semakin malu saja dengan ucapan suaminya itu. Memakai gaun tidur yang tinggal tarik? Tentu Zaina mengerti model gaun tidur seperti apa yang memang sudah di sukai Gevin sejak dulu. Namun sekarang dirinya pasti akan sangat malu jika memakai lagi gaun tidur seperti itu.


"Yaudah kalau begitu, Sayang kamu baik-baik di rumah dan siapkan dirimu untuk nanti malam"

__ADS_1


Saking sibuknya dengan pikiran sendiri untuk nanti malam. Zaina sampai tidak sadar jika dirinya sudah sampai di halaman rumahnya. Zaina menoleh pada Gevin, dia cemberut dengan wajahnya yang kesal.


"Mas, udah dong jangan terus bahas tentang itu. Aku malu"


Gevin terkekeh mendengar ucapan istrinya itu setelah dia hanya diam saja sejak pulang dari rumah sakit. Ternyata Zaina sedang menetralkan rasa malu. Namun justru wajah malunya ini malah terlihat sangat menggemaskan di mata Gevin.


Gevin meraih belakang kepala Zaina dan mengecup bibirnya dengan kembut. Dia memberikan efek tenang pada istrinya dengan memberikannya ciuman yang lembut. Zaina juga menikmati ciuman yang diberikan oleh suaminya itu. Setelah tautan bibir mereka terlepas, Gevin menyatukan keningnya dan kening Zaina. Hembusan nafas keduanya masih terdengar cepat.


"Pokoknya kamu hanya perlu menyiapkan diri kamu saja. Tidak perlu memikirkan hal yang lain. Sekarang aku berangkat kerja dulu"


Zaina mengangguk, mungkin memang dirinya harus menyiapkan dirinya saja untuk nanti malam. Agar tidak malu dan gugup seperti sekarang. Zaina turun dari mobil dan menatap mobil Gevin yang melaju keluar dari gerbang rumah ini.


Zaina kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil suaminya tak terlihat lagi oleh pandangan. Masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ruang ganti. Membuka lemari bajunya yang besar, lalu melihat deretan pakaiannya di dalam lemari.


Tentu saja gaun tidur sekali tarik yang di ucapkan suaminya juga ada. Gaun ini adalah yang pernah di pakai Zaina saat dulu, dan dia memang membawanya saat pergi meninggalkan Gevin.


Zaina mengambil satu yang berwarna hitam, mengukurkan di tubuhnya dengan berkaca di depan cermin besar disana.


"Ya ampun, aku akan malu sekali jika nanti malam memakai gaun ini lagi. Aku benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa nanti"


Zaina malah bingung sendiri sekarang, menyesal juga karena dia yang telah memulai untuk menanyakan tentang hal itu pada Gevin. Sekarang malah suaminya yang awalnya dia kira tidak tertarik lagi padanya, malah sekarang terlihat sangat ganas setelah Zaina memulai topik pembicaraan tentang hal itu.


Zaina, Zaina, kenapa kamu berani sekali untuk menanyakan tentang hal itu pada Gevin.


Zaina menyimpan gaun berwarna hitam dengan bahan transparan itu di atas kursi. Lalu dia kembali keluar dari ruang ganti untuk menyiapkan dirinya, nanti malam akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2