Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Kekaguman Genara?!


__ADS_3

Selesai dengan segala acara, Gevin segera membawa istrinya ke dalam kamar. Dia harus memperhatikan kesehatan Zaina. Karena Zaina masih harus memperhatikan kesehatannya. Gevin tidak mau kalau sampai Zaina sampai kecapean.


"Mas, terima kasih ya karena sudah banyak memberikan kebahagiaan untuk aku. Kamu masih mau bersama denganku disaat semua ini terjadi" ucap Zaina sambil menatap suaminya dengan tersenyum.


"Sayang, seharusnya aku yang harus banyak berterima kasih padamu. Karena kamu sudah memberikan banyak kesabaran kami untuk aku. Atas semua yang aku lakukan padamu. Menyakitimu dan melukai hatimu" ucap Gevin, sambil mengelus kepala istrinya.


Setidaknya, mereka masih di beri kesempatan untuk bisa bersama. Setelah banyaknya rintangan yang terlewati.


Saat pemilik acara yang sudah kembali ke dalam kamar. Di ruang tengah ini masih ramai dengan beberapa orang. Genara menatap seorang pria yang baru saja datang. Dia adalah pria yang pernah dia temui saat bersama dengan Kakak iparnya waktu itu. Ketika dia yang mengundurkan diri ke pihak sekolah tempat dirinya belajar.


"Selamat malam semuanya, maaf jika saya datang terlmbat" ucap Aldo dengan sopan.


Sejenak Genara merasa terpesona dengan ketampanan Aldo dan sikap ramahnya itu. Genara tersenyum sendiri, merasakan ada sebuah debaran aneh dalam dirinya ketika dia melihat Aldo saat ini.


"Ah, selamat malam juga. Tidak papa, maaf ini dengan siapa ya?" tanya Vania dengan lembut.


"Aldo Tante, saya adalah teman kerja Zaina waktu dulu" ucapnya dengan sopan.


"Ah iya, saya ingat kalau Zaina memang pernah bercerita tentang kamu. Tapi sekarang Zainanya sudah beristirahat" ucap Vania.


"Tidak papa Tante, saya kesini hanya ingin mengucapkan duka cita saja atas meninggalnya bayi Zaina dan Tuan Gevin"


Aldo memang sangat terkejut saat dia mendapat kabar tentang bayi Zaina dan Gevin yang meninggal dunia. Terakhir kali dia bertemu adalah ketika di kedai mie waktu itu. Bertemu dengan Zaina yang dalam keadaan hamil juga bersama dengan suaminya. Dan tidak menyangka jika bayi dalam kandungannya itu meninggal dunia.


"Iya terima kasih, kalau begitu duduklah dulu dan ayo makan dulu" ucap Jenny

__ADS_1


Aldo duduk di antara mereka, dia sebenarnya cukup malu untuk masuk ke dalam rumah keluarga kaya ini. Namun dia memberanikan diri saja karena memang dia ingin bertemu dengan Zaina. Meski pada akhirnya mereka tetap tidak bertemu juga.


"Tidak perlu Tante, saya tidak lama kok" ucap Aldo


Ya ampun, kenapa dia tampan sekali. Sopan juga. Rasanya Genara benar-benar sangat senang karena bisa melihat lagi Aldo saat ini. Merasa senang sekali karena akhirnya dia bisa kembali bertemu dengan pria yang sempat membuatnya terpesona saat pertama kali bertemu.


"Gen, kamu ambilkan minum untuk Nak Aldo ini" ucap Vania.


Genara mengerjap, sedikit kaget karena sejak tadi dirinya terus menatap Aldo tanpa memperdulikan di sekitarnya. Benar-benar ya Genara ini.


"Eh, iya Bu"


Genara segera berlalu dan mengambilkan minum dan juga beberapa cemilan untuk Aldo. Sebenarnya bisa saja dia menyuruh pelayan saja, tapi kali ini memang Genara ingin dia sendiri yang membawakannya.


Aaa.. Aku ini kenapa si? Pria taman seperti itu juga banyak diluaran sana. Bahkan lebih tampan, tapi dia ini benar-benar terlihat menarik. Genara sendiri merasa bingung dengan dirinya. Namun benar, jika dia merasa jika Aldo memang lebih menarik dari banyaknya pria yang mencoba untuk mendekatinya.


"Silahkan di minum, Nak Aldo" ucap Vania.


Aldo mengangguk dengan sungkan, sejujurnya dia tidak pernah menyangka jika keluarga Zaina ternyata adalah dari keluarga kaya dan terpandang. Selama ini sikap Zaina yang ramah dan bisa bergaul dengan siapapun, membuat dirinya terlihat seperti sosok wanita sederhana dan biasa. Namun ternyata dirinya adalah dari keluarga kaya.


"Kalau begitu saya, langsung pulang saja ya. Nanti saja kalau ada kesempatan bisa bertemu dengan Zaina" ucap Aldo.


"Kalau begitu besok lagi saya datang kesini" ucap Jenny.


"Iya, besok saja lagi"

__ADS_1


Semua orang langsung menatap ke arah Genara, ketika mendengar suaranya yang begitu keras karena begitu bersemangat ketika mendengar ucapan Jenny yang meminta Aldo untuk datang kembali besk hari. Karena memang Genara juga sangat ingin kembali bertemu dengannya. 


Genara memejamkan matanya, malu sekali dengan apa yang dia lakukan barusan. Genara benar-benar tidak menyangka jika dirinya akan berteriak sekencang itu. Kaget sendiri dengan suaranya itu. Aduh, kenapa kamu malu-maluin diri kamu sendiri, Gen. Terlihat banget kalau kamu itu tertarik padanya.


"Baiklah Tante, dan semuanya kalau begitu saya pergi dulu. Jika ada waktu senggang, mungkin saya akan kembali besok untuk bertemu dengan Zaina" ucap Aldo.


Akhirnya setelah berpamitan, Aldo langsung keluar dari rumah. Dia menghembuskan nafas lega setelah dia keluar dari dalam rumah mewah itu. Benar-benar bisa kembali bernafas normal ketika dia bisa keluar dari rumah mewah keluarga kaya ini.


Ya ampun, aku benar-benar seperti masuk ke sebuah istana. Apalah aku yang hanya dari kalangan orang biasa ini. Malu sekali rasanya berhadapan dengan keluarga mereka.


#######


Genara masuk ke dalam kamarnya saat ini, dia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan tangan di rentangkan. Tidur terlentang dengan kaki yang masih menggantung ke atas lantai. Genara menatap langit-langit kamar dengan senyum-senyum sendiri.


"Ya ampun, ternyata masih ada ya pria yang begitu sopan seperti Aldo. Aaa.. Kenapa aku jadi malu sendiri saat membayangkan dia. Ya ampun, kenapa dia begitu tampan"


Genara yang merasa pipinya panas ketika dia membayangkan wajah Aldo yang menyejukan hati. Genara yang baru pertama kali merasakan ketertarikan pada seorang pria di saat banyaknya pria yang mendekatinya. Namun diantara mereka sama sekali tidak ada yang menarik perhatian Genara.


Apa mungkin aku sudah jatuh cinta ya? Genara langsung menggelengkan kepalanya cepat. Merasa heran juga dengan persepsi yang dia pikirkan. Mana mungkin jatuh cinta secepat ini. Selama ini banyak yang mendekatiku saja, aku tidak merasakan hal apa-apa. Masa sekarang bisa langsung jatuh cinta.


Semalaman ini Genara benar-benar tidak bisa tidur, dia memikirkan tentang Aldo dan perasaannya ini. Merasa bingung kenapa sekarang ini Genara bisa merasa begitu tertarik pada Aldo. Padahal dirinya baru kedua kalinya melihat Aldo. 


Saat mengantarkan Kakak iparnya untuk menyerahkan surat pengunduran diri ke sekolah, saat itu dan tadi malam. Namun entah kenapa ada perasaan aneh yang tidak bisa dia tahan ketika mengingat pria itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2