Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Mengungkapkan Perasaan Tidak Salah!


__ADS_3

Bukan tentang hal yang sama lagi, kali ini Aldo sengaja menghubungi Genara. Padahal biasanya jika Genara tidak menghubunginya duluan, maka dia juga tidak akan pernah menghubunginya.


Hanya saja saat ini Aldo sudah bisa lebih tenang dan bisa menunjukan perasaannya lebih detail lagi pada Genara. Karena waktu sebelumnya memang Aldo yang tidak pernah mau untuk memberikan harapan ada Genara karena saat itu dirinya yang masih merasa tidak percaya diri akan hal ini.Tentang apa yang dia rasakan.


Genara yang sedang bekerja sampai melongo ketika melihat pesan masuk dari Aldo. Selama mereka kenal selama beberapa bulan ini, memang hanya Genara saja yang memberikan perhatian lebih pada Aldo. Hanya Genara yang mengirim pesan lebih dulu padanya. Bukan apa-apa, tapi memang hanya dia yang merasa terlalu berharap sementara Aldo yang begitu cuek padanya. Jadi, melihat pesan dari Aldo membuatnya terkejut sekali.


"Tumben sekali dia mengirim pesan duluan padaku" gumamnya yang tidak sengaja terdengar oleh Gevin. Namun Kakak laki-lakinya itu hanya tersenyum tipis saja.


"Siapa Gen?" tanya Gevin.


Genara langsung menggeleng pelan, tidak berani menjelaskan juga. Karena Kakaknya itu tidak tahu tentang kisah cintanya ini. Genara kembali memasukan ponselnya ke dalam tas dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"Kalau memang jodoh pasti akan bersama kok. Kamu lihat saja bagaimana Kakak dan istri Kakak yang banyak sekali melewati rintangan. Tapi bisa kembali bersama" ucap Gevin.


Genara menatap Kakaknya, dia tidak tahu jika Kakaknya ternyata sudah tahu tentang perasaan dirinya pada Aldo. Padahal selama ini Genara hanya berbicara pada Ibu dan Zaina saja. Ah, pastinya Kak Zaina yang memberi tahu.


"Kak sudah tahu ya?"


Gevin mendongak, dia menatap Genara yang sedang duduk di meja kerjanya yang memang berada di ruangan yang sama. "Memangnya apa yang aku tidak tahu tentang kamu. Adik Kakak satu ini memang sudah seharusnya menjadi perhatian Kakak"


Genara tersenyum tipis mendengar ucapan Kakaknya itu. Tentu saja melihat perhatian Kakaknya membuat dia bahagia dan merasa sangat beruntung karena bisa mendapatkan Kakak seperti Gevin.


"Kak, aku salah gak si sebagai perempuan tapi mengungkapkan perasaan duluan pada Aldo" ucap Genara.


"Kenapa salah? Tentu saja sebuah perasaan itu harus di ungkapkan. Jangan seperti Kakak ipar kamu yang tidak mau mengungkapkan hingga akhirnya sekarang Kakak tidak tahu tentang dia yang mempunyai perasaan pada Kakak" ucap Gvein mengingat kebodohan istrinya yang memendam perasaan hingga bertahun-tahun.

__ADS_1


Genara terkekeh mendengar itu, memang benar juga apa yang Kakaknya katakan. Lebih baik diungkapkan saja dulu agar lebih tenang. Daripada terus menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan dan malah jadi tertekan sendiri.


#######


Zaina menyambut suaminya yang sudah kembali dari bekerja. Dia langsung memeluk suaminya, rasanya sangat merindukan dia meski hanya ditinggal beberapa jam saja. 


"Tumben sekali, apa kamu sedang membuat kesalahan. Kok tiba-tiba memeluk dan manja begini"


Zaina tersenyum, dia menatap suaminya itu sambil mengelus kepalanya. "Memangnya tidak boleh kalau aku bermanja pada suamiku sendiri"


Gevin mengelus kepala istrinya dan memberikan kecupan di kening Zaina dengan lembut. "Tentu saja boleh, aku senang kalau kamu bisa bermanja seperti ini setiap hari"


Senyum Zaina langsung memudar ketika dia mendengar ucapan suaminya itu. Tentu saja bermanja maksud suaminya pasti lebih dari sekedar pelukan seperti ini. Bermanja yang diinginkannya adalah sebuah olah raga malam.


"Ah sudahlah, sekarang kamu mandi dulu ya. Biar aku bantu kamu siapkan airnya" ucap Zaina yang langsung melepaskan pelukannya, bisa kacau jika dia terus memeluk seperti ini karena pastinya suaminya menginginkan lebih dari sebuah pelukan saja.


Zaina langsung memukul tangan suaminya itu dengan wajah kesal dan malu yang bercampur. "Mas ini masih sore loh, jangan aneh-aneh ah"


Zaina yang berbalik dan ingin segera pergi ke kamarnya, langsung terhenti saat suaminya yang malah memeluknya dari belakang. "Jadi kalau nanti malam sudah boleh dong ya, siap-siap ya"


Tubuh Zaina langsung membeku, pastinya suaminya tidak akan membiarkan dia lepas begitu saja nanti. Salah dia sendiri pake ingin bermanja pada suaminya yang mesum itu.  Tentu saja tidak akan mungkin Gevin membiarkannya lepas begitu saja.


#######


Genara masuk ke dalam kamarnya, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rasanya baru beberapa hai saja bekerja membuat dia lelah bisa merasakan dunia kerja yang sebenarnya.

__ADS_1


Ah, mencari uang memang susah ya. Aku tidak akan lagi memberi tas yang mahal mulai saat ini.


Genara ingat tentang pesan yang dikirimkan oleh Aldo tadi siang, membuat dia langsung bangun dan mengambil ponselnya di atas nakas. Segera Genara membuka pesan dari Aldo yang belum sempat dia balas.


Iya Al, ada apa?


Begitulah balasan yang dikirim Genara pada Aldo. Dia menunggu beberapa saat untuk mendapatkan balasan kembali dari Aldo. Merasa bingung dan aneh juga karena tiba-tiba Aldo mengirimnya pesan duluan. Suara notifikasi pesan dari ponselnya langsung membuat Genara mengambilnya. Pesan balasan dari Aldo adalah dirinya yang mengajak Genara untuk bertemu.


"Mau apa dia ngajak aku bertemu besok pagi ya. Bukannya tidak ada lagi yang membuat kita harus dibicarakan lagi ya"


Genara malah bingung sendiri harus menjawab seperti apa. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak membalas pesan dari Aldo itu. Karena dia juga bingung harus membalas seperti apa. 


Memangnya mau bertemu denganku untuk apa ya. Gumam Genara yang berjalan ke arah ruang ganti. Dirinya belum mandi selepas pulang dari Kantor.


Ditempat yang berbeda, Aldo terus menatap layar ponselnya yang tidak mendapatkan balasan pesan dari Genara. Dirinya menghela nafas pelan karena menganggap Genara sedang tidak mau berbicara lagi dengannya karena memang dia sudah sangat kecewa padanya. Sekarang ini Aldo hanya merasa harus segera menjelaskan tentang perasaannya yang sebenarnya.


"Tidak akan aku menunda-nunda lagi untuk bisa segera bilang pada Genara jika aku juga sangat mencintainya"


Aldo sudah yakin untuk mengungkapkan perasaannya pada Genara. Dia sudah mendapatkan sinyal yang baik dari Gevin, Kakak kandung Genara itu. Jadi tidak ada yang perlu dia ragukan lagi. Meski dia tidak tahu bagaimana reaksi orang tua Genara nantinya jika tahu Aldo menjalin hubungan dengan anak mereka.


Aldo kembali mengetik pesan untuk di kirim pada Genara. Meski pesan yang tadi dia kirim saja tidak mendapatkan balasan dari Genara. Namun dia tetap tidak akan menyerah, karena sekarang ini mungkin gadis itu sedang sangat kecewa padanya.


Besok aku tunggu jam 7 pagi di taman dekat Kantor kamu. Jangan lupa untuk datang ya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sangat penting.


Send.. pesan terkirim meski tidak mendapat balasan. Namun Aldo sudah memastikan jika pesan yang dia kirim sudah terbaca oleh Genara.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2