Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Dijatuhi Hukuman!


__ADS_3

Akhirnya hari ini tiba juga, dimana untuk pertama kalinya Zaina ikut masuk ke ruangan sidang hanya untuk menemani suaminya. Genara dan kedua orang tuanya juga ikut, entahlah, mereka hanya ingin menyaksikan bagaimana Aldo yang akan di jatuhi hukuman. Meski sebenarnya Genara sangat tidak ingin melihat wajah mantan kekasihnya itu yang sampai sekarang masih dia cintai.


Namun terpaksa dia lepaskan karena cintanya yang ternyata tidak pernah terbalas. Ketika Aldo di bawa ke ruangan sidang dengan di giring oleh dua polisi, dia hanya menundukan kepalanya. Malu? Tentu saja, apalagi dirinya sudah jelas membuat orang tuanya sangat kecewa dengan apa yang telah dia lakukan. Bahkan Ibu dan Ayahnya tidak pernah mengunjunginya selama dia berada di penjara. Terlihat jelas kekecewaan yang mereka alami saat ini.


Zaina merangkul tangan suaminya yang duduk di sampingnya ketika melihat Aldo yang masuk ke dalam ruangan sidang itu. Masih tidak menyangka jika ternyata pria yang dia anggap sebagai teman baik, ternyata malah yang mencelakai suaminya hanya karena alasan cinta tak terucap dan tak terbalas. Padahal kenyataannya dia hanya mempunyai obsesi yang tinggi untuk bisa mendapatkan Zaina. Hingga melakukan segala hal cara.


Susana sidang mulai menegang, ketika ketua hakim sudah mulai berbicara untuk  membuka sidang pagi ini. Semua bukti yang terkumpul sudah di tunjukan, termasuk rekaman video dan seorang saksi yang mengaku jika motornya memang di pinjam oleh Aldo pada hari itu. Hingga sekarang Aldo tidak bisa mendapatkan pembelaan apapun.Dirinya hanya perlu menyerah, karena sudah pasti tidak akan bisa mengelak lagi.


Dan penjatuhan hukuman untuk Aldo selama 10 tahun penjara, atas tuduhan pembunuhan berencana. Dan ketika ketukan palu ketua hakim itu terdengar, maka hidup Aldo sudah benar-benar hancur sejak saat itu.


Zaina dan Gevin menghela nafas lega saat sidang sudah selesai. Meski selama di dalam sana, Zaina cukup merasa tegang. Melihat bagaimana Aldo yang sekarang sudah berbeda dengan Aldo yang dia kenal sebelumnya.


Masuk ke dalam mobil, Zaina tersenyum sendiri. Merasa lega dan tenang pada dirinya sendiri yang sudah selesai melewati masalah yang menimpa suaminya itu. Zaina menatap keluar jendela, disana suaminya masih mengobrol dengan pihak pengacaranya. Barulah setelah itu dia langsung kembali ke mobi.


Gevin tersenyum melihat istrinya yang sudah berada di dalam mobil dan menyambutnya dengan senyuman.  Gevin mengelus kepala Zaina dan mengecup keningnya.


"Akhirnya semuanya terselesaikan ya, Mas" ucap Zaina, yang langsung memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


Gevin mengangguk, dia memberlikan kecupan di puncak kepala istrinya itu. "Aldo sudah mendapatkan hukuman yang setimpal untuk dirinya sendiri. Perlakuannya memang sangat tidak bis adi ampuni untuk saat ini"


Zaina mengangguk, memang sudah seharusnya Aldo mendapatkan hukuman yang setimpal untuk dirinya. Dia yang sudah melakukan kesalahan ini hingga membuat seseorang hampir kehilangan nyawa.


Mobil yang terus melaju meninggalkan kawasan kantor kepolisian, membuat Zaina bisa lebih tenang. "Sekarang kita ke rumah sakit dulu Pak"

__ADS_1


Hari ini adalah waktunya Gevin melepas gifs di tangannya. Mudah-mudahan perkembangan tangannya segera pulih dan cepat membaik. Jadi Gevin bisa segera beraktivitas dengan normal lagi.


"Sayang, sekalian kita periksa kandungan kamu juga ya" ucap Gevin sambil mengelus kepala istrinya.


"Tapi hari ini masih belum jadwal melakukan pemeriksaan, Mas" ucap Zaina, dia mendongak dan menatap suaminya.


"Ya, tidak papa, aku 'kan sedang ingin melihat perkembangan anak kita ini. Aku belum melihatnya loh" ucap Gevin  yang selalu antusias ketika membahas tentang calon anaknya yang masih berada di dalam kandungan istrinya.


"Yaudah iya, lagian anak kita juga masih dalam bentuk gumpalan darah. Belum terlihat jenis kelaminnya" ucap Zaina.


"Tidak papa, aku hanya ingin mengantar kamu untuk memeriksa kandungan kamu itu" ucap Gevin dengan semangat.


Zaina hanya tersenyum saja, dia menuruti saja keinginan suaminya itu. Karena wajar saja kalau sekarang suaminya itu sangat antusias dengan kehamilan dirinya. Karena mereka berdua sudah pernah gagal menjadi orang tua waktu itu. Kehilangan anak pertama mereka. membuat keduanya merasa sangat beruntung karena sekarang akan mempunyai anak kedua.


"Coba di gerakan tangannya" ucap Dokter dengan memberikan contoh gerakan yang harus dilakukan oleh Gevin.


Dengan perlahan Gevin mulai menggerakan tangannya, meski masih terasa kaku karena cukup lama memakai gifs. 


"Apa masih terasa sakit?" tanya Dokter.


Gevin menggeleng pelan.  "Tidak sakit, tapi hanya terasa sedikit kaku saja"


"Hal itu wajar, karena tangan anda di pasang gifs dan tidak bergerak selama beberapa minggu ini. Tapi setelah dibiasakan untuk bergerak, nanti akan normal kembali" jelas Dokter.

__ADS_1


Gevin mengangguk, rasanya cukup lega juga karena sekarang tangannya sudah mulai bisa bergerak bebas.  Meski sebenarnya masih terasa kaku, tapi setidaknya sudah tidak terpasang gifs di tangannya itu.


"Tapi tolong untuk jangan menggerakan tangan anda terlalu kasar dan jangan mengangkat barang yang berat dulu"


Gevin mengangguk mendengar penjelasan Dokter itu, begitupun dengan istrinya yang sejak tadi terlihat sangat tegang melihat gifs di tangan Gevin yang dibuka. Membuat Gevin gemas saja dengan wajah istrinya itu.


Akhirnya setelah Dokter memberikan obat dan beberapa arahan pada Gevin, kini mereka sudah keluar dari ruangan Dokter itu dan segera menuju ruangan Dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Zaina.


Gevin sudah sangat berdebar senang mengingat saat ini dirinya akan melihat bagaimana perkembangan anaknya dalam kandungan istrinya itu.Jadi Gevin sangat antusias untuk melihat perkembangan anaknya.


Tatapan mata Gevin yang terus tertuju pada layar monitor, meski dia tidak bisa mengerti apapun. Tapi yang jelas, yang sekarang di tunjukan oleh layar monitor itu adalah calon anaknya yang masih berada didalam kandungan istrinya.


"Keadaan bayi sehat, pekembangannya pun bagus. Di jaga saja pola makannya dan vitaminnya harus di minum setiap hari ya. Bisa juga dibantu dengan susu ibu hamil, kalau memang masih sulit untuk makan" jelas Dokter.


Zaina mengangguk mengerti, karena memang sejak hamil. Selera makannya langsung berkurang. Kadang hanya mencium bau bumbu saja dari makanan itu, malah membuatnya merasa mual dan akhirnya tidak jadi makan. Hal yang sama persis dia alami saat kehamilan pertamanya dulu.


"Baik Dok, terima kasih banyak" ucap Zaina.


Gevin langsung membantu istrinya untuk bangun dan turun dari ranjang pemeriksaan itu. Dia sangat bahagia karena saat ini bisa menemani istrinya untuk melakukan pemeriksaan.


Senang rasanya sekarang bisa melihat lagi pancaran kebahagiaan di wajah Zaina. Karena meski tidak pernah berkata apapun, tapi hatinya sangat ingin segera hamil lagi dan mempunyai anak. Hal ini yang membuat Gevin jarang sekali membahas soal anak di depan istrinya. Karena takut malah membuatnya kepikiran.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2