
Jangan sampai membuat dirinya menyesal untuk kesekian kalinya. Gevin benar-benar mencari keberadaan Zaina, meski belum menemukan informasi kecil apapun. Namun beberapa hari ini ada kabar cukup baik, jika ada beberapa orang yang pernah melihat atau bertemu dengan Zaina.
"Jadi menurut beberapa orang yang saya tanyai dengan menunjukan foto Nona Zaina. Ada beberapa dari mereka yang pernah melihatnya di Supermaket, ada juga yang pernah melihatnya di taman kota setiap sore hari. Mungkin jika memang Nona Zaina itu memang berada di kota ini dan sering ke tempat-tempat tersebut"
Gevin mengangguk mengerti mendengar ucapan anak buahnya itu. Bagaimana dia yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Zaina. Dan sekarang dia mulai menemukan petunjuknya.
"Nanti sore kau coba cari ke taman kota, jika memang dia ada disana cepat hubungi aku" ucap Gevin
"Baik Tuan"
Gevin menyuruh anak buahnya itu untuk pergi dengan segera. Dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, menghela nafas pelan.
"Semoga saja Zaina memang akan segera di temukan di taman kota itu"
Sore harinya, di tempat yang berbeda Zaina sudah siap untuk datang ke taman kota. Memang dia yang sangat menyukai suasana di taman kota itu, hingga dia tidak pernah bisa untuk berlama-lama tidak datang kesana. Dan setelah dua hari dia tidak datang, hari ini Zaina kembali datang hanya untuk mencari angin. Suasana sore di taman itu selalu membuatnya tenang.
Dengan menggunakan taksi online yang sudah dia pesan, Zaina pergi ke taman kota itu. Dia selalu senang karena dia bisa membeli banyak makanan di taman kota itu. Selalu banyak jajanan yang membuatnya tergiur.
Sampai disana, Zaina langsung turun dari taksi online itu dan berjalan masuk ke area taman. Duduk di bangku taman dengan sangat tenang sambil mengelus perutnya yang membuncit.
"Sayang, apa kamu senang Mama bawa kamu kesini lagi?" ucap Zaina pada anak dalam kanduangannya.
Zaina tersenyum, dia merasakan tendangan dari anaknya di dalam perutnya. Tentu saja Zaina sangat senang ketika dia bisa merasakan gerakan dari calon anaknya itu.
__ADS_1
"Kita akan selalu bahagia, meski tanpa Papa kamu" lirih Zaina, hatinya benar-benar terasa sangat sakit ketika dia mengatakan itu.
Zaina yang benar-benar harus mencoba untuk tetap bahagia meski saat ini sudah tidak ada suaminya di sampingnya ketika dia sedang mengandung seperti ini. Zaina berdiri dari duduknya ketika dia melihat ada penjual jajanan yang cukup menarik perhatiannya. Namun ketika berbalik dan dia melihat seseorang yang berdiri tegap di depannya saat ini, membuat tubuh Zaina langsung mematung seketika.
"Mas Gevin"
Tubuh Zaina mundur beberapa langkah, dia tidak menyangka jika Gevin akan datang dan menemuinya disini. Kaki Zaina tersandung pada kaki bangku taman yang tadi dia duduki, hampir saja dia jatuh terjengkang ke belakang. Sampai tangan kekar suaminya itu menahan pinggangnya hingga Zaina tidak jadi terjatuh.
Deg..
Jarak keduanya yang saat ini sangat dekat membuat dia merasa tidak percaya jika saat ini sedang menatap suaminya yang selama ini dia tinggalkan. Debaran di dadanya semakin terdengar kencang.
"Lepas Mas..." Zaina mencoba berontak untuk melepaskan diri dari suaminya. Namun Gevin benar-benar tidak mau melepaskan Zaina, dia malah semakin erat memeluknya. "...Lepas Mas, aku engap"
Tubuhnya benar-benar merasa lemas, apalagi ketika dia melihat wanitanya yang sedang duduk di bangku taman sambil mengelus perutnya yang terlihat besar. Membuat Gevin baru sadar jika istrinya itu sedang hamil. Hatinya semakin sakit menyadari hal itu. Bagaimana selama ini Zaina yang hanya seorang diri ketika dia sedang mengandung anak pertamanya itu.
"Maafkan aku, Sayang. Tolong jangan terus pergi dan menghindar lagi dariku. Aku benar-benar hancur ketika kamu pergi" lirih Gevin dengan suara yang bergetar
Zaina terdiam mendengar itu, dia masih dalam pelukan suaminya. Detak jantung Gevin jelas terdengar ketika kepalanya berada di dada pria itu. Bagaikan sebuah irama musik yang Zaina rindukan selama ini.
"Maafkan aku Za, tolong jangan terus seperti ini. Jangan meninggalkan aku lagi" ucap Gevin lagi
Zaina sedikit mendongak dan menatap suaminya dengan lekat. Dia bisa melihat bagaimana Gevin yang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Rasanya baru kali ini Zaina melihat kerapuhan Gevin.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus mencari aku, Mas? Aku hanya ingin hidup tenang dan tidak lagi merasakan luka dan kecewa yang besar" lirih Zaina sambil menatap wajah suaminya dengan lekat. Jujur hatinya sangat merindukan sosok Gevin selama ini.
"Maafkan aku Sayang untuk semua yang pernah aku lakukan padamu. Tapi sungguh, saat ini aku benar-benar menyesal atas apa yang pernah aku lakukan padamu selama ini. Tolong maafkan aku"
Zaina tidak bisa menjawab, lebih tepatnya untuk saat ini dia belum bisa menjawab. Dia masih tidak tahu harus menjawab apa atas ucapan Gevin itu.
"Lepaskan aku Mas, jangan berbicara disini. Malu banyak orang yang melihat ke arah kita" ucap Zaina yang mencoba untuk melepaskan pelukannya
Sepertinya keduanya ini baru tersadar jika saat ini mereka sedang berada di tengah taman dan menjadi pusat perhatian dari banyak orang.
"Maaf Mas, untuk saat ini tolong berikan aku waktu untuk berpikir lebih lama tentang hubungan kita yang kedepannya akan seperti apa" ucap Zaina sambil berlalu pergi dari hadapan Gevin.
Melihat itu Gevin hanya bisa diam, dia tahu jika Zaina masih terlalu shock dengan pertemuan tiba-tiba ini. Namun Gevin juga tidak mau jika harus kehilangan jejak keberadaan Zaina untuk kedua kalinya, membuat dia langsung mengejar Zaina dan ingin tahu dimana Zaina tinggal selama ini.
"Biar aku antar saja sekarang, kemana kamu pulang" ucap Gevin yang sudah bisa mensejajari langkah kaki Zaina saat ini.
Zaina hanya menghela nafas pelan, sebenarnya dia tidak ingin Gevin mengetahui dimana dirinya tinggal selama ini. Namun sepertinya saat ini Zaina tidak akan pernah bisa menghindar lagi dari suaminya ini.
"Za, apa dia milik kita berdua?" tanya Gevin sambil menatap perut Zaina yang membuncit
Zaina baru tersadar dengan ucapan Gevin itu, dia langsung memeluk perutnya sendiri karena takut jika Gevin datang menemuinya dan ingin kembali lagi bersama dengannya hanya karena sekarang ini Zaina sedang mengandung anaknya. Zaina tidak mau Gevin memintanya untuk kembali hanya karena sebuah rasa bersalah ketika mengetahui dirinya yang sedang hamil.
Bersambung
__ADS_1