Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Menghapus Bagian Dari Cerita Cinta!


__ADS_3

Gevin menghampiri istrinya yang saat ini sedang duduk di teras belakang. Sore hari yang cerah di akhir pekan yang mereka hanya habiskan di dalam rumah saja. Duduk di samping Zaina dengan membawa secangkir teh hangat dan kopi.


"Wah, makasih Mas" ucap Zaina yang langsung mengambil secangkir teh hangat itu.


Gevin menatap pemandangan sore hari di taman belakang rumahnya ini. Suasana yang indah dengan sinar matahari yang sudah mulai kembali ke ufuk barat.


"Sayang, aku ambilkan makanan ya. Sebentar" ucap Gevin yang sudah berdiri dari duduknya.


Zaina langsung menoleh, menatap suaminya itu. "Tidak usah Mas, biar aku saja. Masa malah kamu yang mengambilkan makanan untuk aku"


"Tidak papa, tunggu sebentar ya" ucap Gevin yang langsung berlalu masuk ke dalam rumah.


Zaina hanya tersenyum, bagaimana dirinya yang selalu di perlakukan dengan begitu baik oleh suaminya ini. Tidak menyesal karena dia sudah memilih untuk tetap kembali pada Gevin, meski pernah ada kejadian yang membuatnya merasa kacau. Namun pada akhirnya memang mungkin mereka yang sudah di takdirkan untuk bersama membuat keduanya tetap bisa bertahan sampai saat ini.


Zaina melirik ke samping dan melihat ponsel suaminya yang berada disana. Zaina jadi penasaran dan mengambil ponsel suaminya itu. Yang pertama kali dia lihat adalah pesan, takut saja melihat sebuah pesan yang tidak mengenakan. Tapi dia tidak melihat apa-apa, hanya melihat sebuah undangan pernikahan dari grup sekolah Gevin itu.


"Sayang.."


Gevin langsung duduk dan meraih ponselnya dari tangan Zaina, seolah takut ada yang dilihat istrinya karena memang dirinya merahasiakan hal itu. Zaina malah menatap heran pada suaminya itu.


"Kenapa Mas?" tanya Zaina dengan kening berkerut.

__ADS_1


Gevin menghembuskan nafas kasar, sebenarnya bukan tentang sebuah perselingkuhan atau apapun, karena memang dirinya tidak melakukan hal itu. Hanya saja Gevin takut jika Zaina melihat hal lain yang dia simpan di ponselnya.


"Kamu takut ya kalau aku lihat foto Lolyta?" tanya Zaina.


Gevin membeku mendengar itu, tentu saja dia tidak menyangka jika istrinya akan bisa menebak apa yang dia takutkan. "Sayang, kamu sudah melihatnya?"


Zaina tersenyum santai mendengar itu, menatap lurus ke arah taman. "Sudah dari lama Mas, aku sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi aku biasa saja, karena tahu jika Lolyta itu adalah bagian dari cerita cinta kamu. Meski sebenarnya hatiku sedikit tidak nyaman si"


Gevin langsung merangkul bahu istrinya, entah harus bagaimana dia berkata saat ini. Karena jelas Zaina yang begitu baik dan masih bisa memaklumi apa yang dia lakukan. Pemikiran Zaina yang luas, mungkin dia melakukan itu karena memang posisi Lolyta yang sudah meninggal dunia. Jika mantan kekasih Gevin itu masih hidup, maka dia tidak mungkin sesantai ini. Jelas karena dia juga seorang perempuan yang seringnya cemburu.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf karena sudah membuat kamu kecewa lagi. Aku akan hapus semua foto itu, aku akan melupakan semuanya tentang kebersamaan aku dan Lolyta di masa lalu" ucap Gevin.


Zaina tersenyum, dia tahu jika semua kenangan indah di masa lalu tidak mungkin bisa Gevin lupakan begitu saja. "Tidak papa jika memang Mas ingin menyimpan foto-foto itu. Aku tidak papa kok, lagian semua orang memang pasti mempunyai masa lalunya sendiri. Jadi, aku hanya mencoba untuk memaklumi saja semuanya"


"Mas, kok di hapus semua?" tanya Zaina, cukup terkejut juga karena dirinya takut jika Gevin melakukan itu karena merasa tertekan dengan dirinya yang ternyata mengetahui tentang foto yang masih tersimpan.


"Aku sudah seharusnya melupakan tentang semua masa lalu dan menghapus semua yang bisa mengingatkan aku tentang masa lalu. Sudah mempunyai istri yang begitu baik dan pengertian seperti kamu, tapi aku masih saja tidak bersyukur dan lagi-lagi membuat kamu kecewa" ucap Gevin dengan nada penyesalan yang begitu terlihat.


Zaina tersenyum mendengar itu, tentu saja dia tidak akan pernah mencoba untuk menjadi seorang istri yang posesif. Tapi dia hanya ingin membuat suaminya tidak merasa terkekang. Zaina memeluk suaminya, dia merasa bersyukur karena tekad itu datang sendiri dari diri suaminya. Bukan karena Zaina yang meminta Gevin untuk melupakan semua masa lalu dan mneghapusnya.


"Terima kasih ya Mas, aku senang sekali karena kamu sudah memberikan aku kebahagiaan ini. Terima kasih karena sudah mempercayakan hati kamu untuk aku jaga" ucap Zaina.

__ADS_1


Gevin mengecup puncak kepala istrinya itu, tentu saja dia juga merasa sangat bangga bisa memiliki wanita seperti Zaina. Yang bahkan tidak pernah mau membesar-besarkan masalah.


"Kamu adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk aku jaga selamanya. Jadi maafkan aku jika selama ini selalu saja mengecewakanmu" ucap Gevin, bagaimana dia yang sedang merasa tidak nyaman dengan apa yang telah dia lakukan. Bisa-bisanya aku masih menyimpan foto kebersamaan dengan Lolyta di saat istri yang begitu pengertian telah aku miliki. Bodoh sekali, kau Gevin!


Akal sehatnya sedang memaki dirinya sendiri atas apa yang telah dia lakukan. Gevin masih saja tidak sadar jika dirinya telah membuat Zaina kecewa. Meski istrinya itu tidak pernah menunjukkan kekecewaannya itu.


"Maaf ya Sayang"


Zaina mendongak dan menatap wajah suaminya yang memeluknya itu. Lalu dia tersenyum begitu lembut pada Gevin. "Tidak papa, aku sudah maafkan dan tidak marah juga sama kamu"


Gevin menghela nafas lega, setidaknya dia sudah mendengar istrinya itu telah memberinya maaf. Meski sebenarnya dirinya juga masih sangat merasa bersalah, karena tanpa sadar dirinya telah membuat Zaina kecewa.


"Sudah ah, cuma masalah foto saja kenapa jadi melow begini Mas. Kamu jangan terus meminta maaf juga, karena aku sudah memaafkan semuanya. Aku tidak marah juga sama kamu" ucap Zaina, dia melerai pelukannya dan menatap Gevin sambil tersenyum.


Gevin tersenyum mendengar itu, dia langsung memeluk Zaina dan mengecup keningnya dengan lembut. "Aku mencintaimu, Sayang"


Zaina hanya tersenyum, tanpa harus mengungkapkan kata-kata cinta lagi. Gevin tentu tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya sejak dulu. Bahkan Zaina yang lebih dulu jatuh cinta pada Gevin, dan bisa bertahan untuk memendam perasaannya selama ini. Bagaimana dia yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya itu di masa lalu. Hingga pernikahan ini terjadi, meski pada awalnya hanya sebuah sandiwara pernikahan, tapi saat ini sudah menjadi sebuah pernikahan yang bahagia.


"Mas, tadi aku lihat ada undangan dari teman kamu di grup kuliah kamu dulu" ucap Zaina


Gevin mengangguk, dia baru ingat dan memang sudah berniat memberi tahu istrinya tentang hal ini. "Iya Sayang, aku baru ingat. Minggu depan teman aku menikah, kita datang ya"

__ADS_1


Zaina mengangguk dan tersenyum, setidaknya sekarang dia bisa lebih lega karena masalah foto itu sudah terselesaikan.


Bersambung


__ADS_2