
"Tidurlah, kau pasti lelah setelah kejadian barusan. Badanmu juga masih terasa hangat" ucap Gevin sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Zaina
Zaina mengangguk, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu Gevin langsung menarik selimut untuk menutupi tubunya. Gevin memberikan kecupan di kening Zaina, sebelum dia ikut berbaring di samping istrinya itu.
"Mas, kok malah tidur disini? Bukannya kamu seharusnya tidur dengan Lolyta malam ini?" tanya Zaina heran, karena memang seharusnya malam ini waktunya Gevin bersama dengan Lolyta.
Gevin menghela nafas pelan, dia beringsut mendekati Zaina dan memeluknya. Mengecup pipi Zaina beberapa kali. "Sayang, sebenarnya malam ini aku ingin menemani kamu saja disini. Kan kamu sedang sakit"
Zaina meraih tangan Gevin yang melingkar di atas perutnya, menggenggam tangan suaminya dengan lembut. "Mas, kamu sudah siap dengan konsekuensinya ketika kamu memutuskan untuk menikahi dengan Lolyta juga. Kamu tetap harus bersikap adil, Mas"
Gevin menatap istrinya yang sedang menolehkan wajahnya ke arahnya, hingga tatapan mereka beradu. "Sepertinya aku telah mengambil keputusan yang salah. Aku sendiri yang tidak siap dengan pernikahan ini"
Gevin mulai merasa tidak nyaman dengan pernikahan ini. Dirinya yang ingin bersama Zaina, sementara ada Lolyta yang dia nikahi juga. Semuanya karena permintaan Zaina, dan benar apa yang di katakan oleh Ibunya, jika membantu Lolyta tidak harus dengan membawanya tinggal disini. Apalagi sampai menikahinya.
Zaina menatap Gevin dengan lekat, dia tidak mengerti dengan ucapan Gevin. "Maksudnya apa? Kamu mengambil keputusan yang salah, memangnya apa, Mas?"
Gevin menggeleng pelan, dia bangun dan menurunkan kakinya ke atas lantai. "Bukan apa-apa Sayang, kalau gitu aku ke kamar Lolyta dulu ya. Kamu istirahat dengan nyenyak"
Zaina menatap Gevin yang berlalu dari kamarnya dengan tatapan yang bingung. "Tidak siap dengan pernikahan ini? Apa mungkin Gevin menyesal karena sudah menerima pernikahan denganku?"
Sungguh Zaina yang sama sekali tidak bisa menebak apa yang Gevin inginkan. Yang Zaina ketahui hanya tentang Gevin yang tidak pernah mempunyai rasa cinta padanya. Sampai saat ini Zaina tidak pernah mendapatkan perkataan cinta dari suaminya itu.
"Sudahlah, jangan terlalu berharap jika kamu tidak mau terluka dengan keadaan yang ada"
Zaina menarik selimut dan mulai memejamkan matanya. Dia mencoba untuk menenangkan hatinya dari semua ini. Zaina hanya tidak mau jika dia yang terlalu banyak berharap, sampai akhirnya malah akan mendapatkan kekecewaan lagi.
Di dalam kamar yang berbeda, sepasang suami istri yang sedang tidur di atas tempat tidur yang sama dengan saling membelakangi. Tapi keduanya benar-benar belum terlelap, hanya sedang memikirkan apa yang sedang mereka jalani saat ini. Sebuah sandiwara pernikahan yang benar-benar rumit.
__ADS_1
"Gevin, bagaimana jika nanti orang tua kamu dan Zaina tahu tentang pernikahan kita ini?" tanya Lolyta pelan
Gevin menghela nafas pelan, dia tidak tahu harus melakukan apa jika memang benar hal itu terjadi. "Aku juga tidak tahu apa yang akan aku lakukan nanti jika hal itu benar-benar terjadi"
Lolyta berbalik, dia menatap punggung Gevin yang membelakanginya. Namun beberpa saat kemudian, Gevin juga ikut berbalik dan kini keduanya tidur dengan saling berhadapan.
"Gevin, kalau kamu mau memilih diantara aku dan Zaina. Maka aku akan menerima pilihan kamu itu" ucap Lolyta dengan tatapan matanya yang berkaca-kaca
Gevin menghela nafas pelan, dia juga sangat ingin memilih diantara keduanya. Namun sayangnya dia tetap tidak bisa memilih, rasa kasihan dan cinta yang membuat Gevin harus terjebak diantara dua wanita ini.
"Aku tidak bisa memilih siapapun diantara kalian. Untuk saat ini kita jalani saja dulu apa yang sedang kita jalani" ucap Gevin yang kembali membalikan tubuhnya membelakangi Lolyta. Dia hanya tidak mau melihat Lolyta yang semakin terlihat putus asa.
Lolyta hanya menghela nafas pelan melihat itu, jelas dia tidak akan pernah bisa mendapatkan cinta Gevin yang sudah hilang. Gevin yang sudah tidak punya perasaan apapun padanya selain kasihan.
Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin pergi menghilang dari kehidupan Gevin, pria yang aku cintai yang kini sudah tidak lagi mencintaiku.
#######
Zaina terbangun pagi ini ketika dia merasa tubuhnya sudah lebih baik. Sekarang Zaina sudah tidak lagi merasa pusing, mungkin karena efek kehujanan dan kecapean yang membuat dia kemarin harus sakit.
Zaina menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, bahkan anehnya sampai saat ini Gevin tidak menyimpan pakaian di kamar Lolyta. Setiap dia waktu tidur bersama dengan Lolyta, maka di akan bangun pagi sekali dan tetap mandi dan berganti pakaian di kamarnya bersama dengan Zaina.
"Sayang, kamu ambil cuti 'kan hari ini?" tanya Gevin
Zaina menoleh dan menatap suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Hingga bagian atas tubuhnya benar-benar terpampang jelas.
"Iya, tapi aku sudah sembuh sekarang. Apa aku pergi saja ke sekolah ya"
__ADS_1
Gevin langsung menoyor kepala istrinya itu, gemas juga dengan kelakuan Zaina. "Kamu baru sembuh, lagian untuk apa ambil cuti kalau akhirnya tetap kembali pergi ke sekolah untuk mengajar. Istirahatkan dulu sampai kamu benar-benar sembuh"
Zaina mencebikan bibirnya mendengar ucapan suaminya. "Yaudah deh, kalau gitu aku akan benar-benar ambil cuti hari ini. Tapi besok langsung pergi mengajar lagi, kangen sama anak-anak"
Gevin berjalan melewati Zaina dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya itu. "Kangen sama anak-anak atau dengan guru olahraga yang waktu itu?"
Zaina tersenyum mendengar itu, jelas dia tahu bagaimana suaminya yang selalu membahas tentang Aldo yang sebenarnya bukan siapa-siapa bagi Zaina. Berjalan ke arah suaminya dan memeluknya dari belakang. Gevin yang sedang mengancingkan kemeja yang dia pakai, langsung terdiam.
"Mas, aku tidak ada apa-apa dengan Aldo. Lagian dia juga tahu kalau aku sudah menikah"
Gevin mengelus tangan Zaina yang berada di perutnya itu. "Aku percaya padamu, tapi aku tidak yakin dengan pria itu. Pastinya dia akan menyimpan perasaan yang lebih padamu, kalau tidak mana mungkin dia sampai mau mengantarkan kamu dan membawa kamu pergi ke taman"
Zaina menyandarkan kepalanya di punggung lebar suaminya, tangannya perlahan mengelus dada Gevin dengan lembut. Tidak tahu jika apa yang dia lakukan telah membangunkan sisi lain dari tubuh Gevin.
"Aku tidak tahu soal itu, tapi yang jelas dia memang baik padaku. Tidak mungkin dong aku menolak kebaikan orang"
Gevin memegang tangan Zaina yang seolah sengaja bermain-main di dadanya. "Sayang berhenti, kau sengaja sedang mencoba memancingku ya?"
Zaina terdiam saat Gevin berbalik dan menatapnya dengan penuh gairah. Gevin menahan pinggang Zaina di saat istrinya itu mulai melangkah mundur untuk menghindarinya.
"Jangan terus menjauh kau, aku sudah terlanjur bergairah"
"Tapi Mas, bukannya kamu akan pergi bekerja"
"Tidak papa kalau hanya bermain sebentar"
Aaaaa...
__ADS_1
Bersambung