Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Mitos Darimana Itu?


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, dan Genara masih belum menjalin kembali hubungan yang baik dengan Aldo. Dia yang masih bingung dengan pikiran kekasihnya itu, belum lagi dirinya yang sekarang tidak tahu harus melakukan apa. Karena Aldo sendiri yang sudah bilang kalau dirinya belum siap menikah. Sementara Genara yang sudah ingin menjalani ke lebih serius lagi. 


Mendengar cerita Genara barusan, membuat Zaina langsung menghembuskan nafas kasar. Masih terasa bingung dengan kisah asmara aidk iparnya ini yang banyak sekali permasalahan.


"Begini saja, kalau memang kamu sudah siap untuk menikah. Sementara Aldo yang masih belum siap dengan alasan dia yang belum mempunyai pekerjaan yang mapan. Kita juga tidak bisa memaksa dia untuk siap dan mau menikahimu sekarang. Bagaimana kalau kamu minta bantuan Kakak kamu aja" ucap Zaina.


Genara hanya menghela nafas pelan, dia kira Zaina akan memberikan solusi yang baik untuk masalahnya ini. Tetap saja Zaina selalu melibatkan Kakaknya, karena memang dia yang tidak tahu harus melakukan apa. Zaina yang benar-benar tidak punya solusi yang baik untuk hal ini.


"Gak usah Kak, aku akan coba selesaikan sendiri dulu" ucap Genara, dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Masih terlalu pusing setelah masalah yang di hadapinya ini.


Zaina mengangguk saja, memang dirinya yang masih tidak tahu harus melakukan apa. Tapi dia biarkan saja adik iparnya ini jika memang dia masih mau menyelesaikan semuanya. Zaina akan membiarkan Genara mencoba yang terbaik untuk hal itu, membiarkan Genara mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri untuk kali ini. Semoga saja dia bisa.


"Yaudah aku pulang dulu ya Kak, jangan  bilang dulu sama Kak Gevin. Kalau memang nantinya aku sudah tidak bisa menyelesaikan masalahnya, aku sendiri yang akan bicara sama Kakak" ucap Genara.


Zaina mengangguk saja, dia membiarkan adik iparnya itu mencoba belajar menyelesaikan permasalahannya sendiri. "Baiklah, kamu hati-hati ya"


Setelah Genara pergi dari rumahnya, Zaina hanya berdiam diri di ruang tengah itu. Merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan mata yang terpejam. Rasanya cukup melelahkan untuk memikirkan banyaknya masalah yang sedang di hadapi saat ini. Bukan hanya tentang dirinya yang masih saja memikirkan untuk segera hamil, sementara sekarang malah ada masalah baru diantara adik iparnya dan temannya sendiri.


"Lagian Aldo ini kenapa harus kayak gini si. Apa dia tidak pernah berpikir untuk menikahi Genara. Padahal hubungan mereka juga sudah berjalan beberapa bulan ini. Kenapa juga masa status sosial yang lagi-lagi jadi penghalang"


Ah, Zaina benar-benar bingung dengan semua ini. Masih tidak tahu harus melakukan apa, tapi memang dia tidak bisa membantu Genara untuk saat ini. Karena jika seseorang yang belum siap menikah, lalu di paksa untuk tetap menikah.


Maka pernikahan itu belum tentu akan tenang dan bahagia. Seperti yang pernah di alami oleh Zaina dan Gevin. Ketika saat itu, Gevin hanya terpaksa untuk menikahinya karena permintaan Ibunya. Beruntung karena mereka masih bersama dan memperbaiki semuanya.

__ADS_1


"Aldo ini memang benar-benar ya"


Zaina yang kesal sendiri dengan sikap Aldo yang selalu merasa tidak percaya diri hingga tidak siap menikah hanya karena penghasilannya yang belum memadai.


"Apa kamu ini? Sedang memikirkan Aldo?"


Deg, Zaina langsung terbangun dan duduk tegak di atas sofa itu saat dia mendengar suara suaminya. Zaina menoleh pada Gevin dan tersenyum. "Mas sudah pulang ya, ngagetin aja deh"


Gevin beralih duduk disamping Zaina, menatap istrinya itu dengan tajam. Masih merasa kesal karena ketika dia pulang malah mendengar istrinya menyebut nama pria lain. Apalagi jika bukan karena dia yang sedang memikirkan pria itu.


Aduh, kenapa menatapku seperti itu si? Padahal aku tidak sedang selingkuh 'kan.


Zaina tersenyum sambil meraih tangan suaminya dengan perlahan. "Mas, mau mandi sekarang? Biar aku siapkan dulu airnya ya"


Gevin langsung menepis tangan istrinya itu, masih terlalu kesal karena Zaina yang malah memikirkan pria lain di saat dirinya baru saja pulang bekerja. "Apa maksud kamu pake menyebut nama Aldo, apa kamu sedang memikirkan dia, iya?! Ingat ya Zaina, kamu itu sudah menikah, kenapa masih memikirkan pria lain"


Aku masih mencoba menutupnya 'kan? Aku tidak membongkar semuanya 'kan, Genara yang melarang aku untuk cerita semuanya pada Gevin.


"Kenapa juga kamu harus ikut memikirkan, itu hanya masalah mereka, nantinya juga mereka akan memikirkannya sendiri untuk menyelesaikannya. Sekarang kamu yang kenapa harus memikirkan pria lain. Aku tidak suka ya, Zaina!" tekan Gevin.


Zaina hanya tersenyum mendengar itu, dia beringsut mendekati suaminya dan langsung memeluknya. Menyandarkan kepalanya di bahu Zaina saat ini.


"Iya, aku minta maaf karena sudah memikirkan orang lain selain suamiku sendiri"

__ADS_1


Puaskah? Ini 'kan yang kamu inginkan, aku yang harus selalu memikirkanmu. Rasanya Zaina ingin berteriak seperti itu pada suaminya yang sedang kesal karena hal kecil seperti ini. Mungkin memang karena Gevin yang terlanjur mencintainya.


"Sekarang ayo temani aku mandi" ucap Gevin. 


Zaina menatap suaminya yang berdiri dan sudah menggenggam tangannya, agar Zaina ikut berdiri dan mandi bersama dengannya. Namun Zaina masih belum bergerak, dia masih diam di tempat duduknya itu.


"Mas, aku sudah mandi loh tadi. Masa harus mandi lagi sekarang" ucap Zaina dengan nada merengek agar suaminya tidak memaksa dia untuk ikut mandi.


Gevin tersenyum gemas dengan wajah istrinya itu, dia menangkup wajah istrinya dan menatapnya dengan lekat. "Katanya ingin segera hamil, aku sedang berusaha untuk membuat kamu cepat hamil ini. Kata orang-orang melakukan di kamar mandi akan semakin bagus untuk segera mempunyai anak"


Apaan? Mitos darimana itu?


Tentu saja Zaina tidak percaya dengan ucapan suaminya, terlihat jelas jika ucapan Gevin barusan hanya mengda-ngada saja. Tapi dirinya juga tidak bisa menolak, tentu saja karena suaminya ini sudah sangat menginginkannya. Padahal hari juga masih sore. Membuat Zaina tidak bisa lagi menolak dan langsung menyerah begitu saja pada suaminya ini.


Dan selama satu jam entah apa yang mereka lakukan di kamar mandi.


"Aku lelah" Zaina langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan terngkurap. Rambutnya masih setengah basah dan belum tersisir rapi, dia biarkan begitu saja. 


Gevin terkekeh melihat istrinya yang sudah tumbang di atas tempat tidur. Membuat dia langsung menghampirinya, duduk di pinggir tempat tidur dengan mengelus kepala istrinya itu.


"Tidur saja kalau memang kamu lelah, nanti aku bangunkan pas waktu makan malam" ucap Gevin.


Zaina tidak menjawab, dia sudah terlalu lelah hingga mulai memejamkan matanya dan akhirnya terlelap juga. Melihat istrinya yang sudah terlelap, Gevin langsung membenarkan posisi tidur Zaina dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Kasihan sekali sampai kelelahan seperti ini. Tidur saja dulu Sayang, nanti aku bangunkan pada waktu makan malam" ucap Gevin sambil mengelus kepala istrinya dan memberikan kecupan di keningnya. Setelah itu dia langsung pergi keluar kamar.


Bersambung


__ADS_2