Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Menemanimu Sembuh?


__ADS_3

"Aku mulai ngajar sekarang Mas, sudah ada sekolah yang menerima aku. Ada dua sekolah, jadi aku pulangnya akan ada sore"


Gevin mengelus kepala istrinya yang berjalan di sampingnya. Pagi ini mereka sudah siap untuk pergi ke tempat kerja masing-masing.


"Kenapa tidak ambil satu pekerjaan saja?"


Zaina menatap Gevin sekilas, mereka masuk ke dalam lift. "Gak bisa si, gajinya dikit. Jadi ambil dua sekolah saja"


"Zaina, aku bisa menafkahi kamu dan memenuhi semua kebutuhan kamu"


Zaina tersenyum, dia menyandarkan kepalanya di lengan Gevin. Dia tahu jika suaminya sudah pasti bisa memenuhi semua kebutuhannya. Namun dia tidak mungkin bergantung selamanya pada Gevin, sementara pernikahan ini hanya sebuah sandiwara. Jika Gevin suatu saat nanti bertemu dan mengetahui alasan Lolyta pergi begitu saja, maka dia akan meninggalkan dirinya. Dan pada saat itu, Zaina benar-benar harus siap.


"Aku hanya ingin mandiri dan tidak mau sampai harus terus bergantung padamu"


Gevin mengelus kepala Zaina yang bersandar d lengannya. "Kenapa memangnya kalau kamu bergantung padaku? Aku suamimu"


Ya, tapi hanya suami dalam sandiwara pernikahan.


Zaina hanya tersenyum, tidak menjawab apapun lagi sampai pintu lift terbuka. "Aku bisa naik taksi kok kalau kamu mau ke Kantor pergi saja, nanti malah telat lagi"


"Apa gunanya aku sebagai suami kamu kalau mengantar kamu bekerja saja tidak bisa"


Zaina tersenyum mendengar itu, terkadang dengan perlakuan Gevin beberapa hari ini membuat Zaina merasa jika pernikahan ini nyata dan bukan hanya sebuah sandiwara. Tapi lagi-lagi Zaina mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri, jika dia tidak mungkin mendapatkan cinta Gevin yang ternyata memang hanya untuk Lolyta. Gevin hanya menganggapnya saudara, seperti apa yang pernah dia ucapkan.


Sampai di tempat kerja Zaina, Gevin turun dan membukakan pintu untuk istrinya. Tentu saja hal itu membuat Zaina merasa bingung. "Padahal aku juga bisa buka sendiri Mas, kamu tidak perlu repot-repot"


"Tidak papa, hanya memperlakukan istriku ini dengan baik" ucap Gevin yang mengecup kening Zaina. "...Semangat ngajarnya ya, yang sabar kalau anak-anak nakal. Nantinya kamu juga bakal pusing sama anak-anak kamu"


Zaina mengangguk dan tersenyum, dia mencium telapak dan punggung tangan suaminya. Lalu dia masuk ke dalam sekolah dasar itu. Rasanya dia sangat merindukan dengan suasana mengajar seperti ini. Anak-anak yang berlarian kesana kemari dengan teman-temannya. Ada anak perempuan yang hanya duduk di pinggir lapangan sebelum bell masuk terdengar, ada juga yang nongkrong di depan kelas mereka.

__ADS_1


Zaina masuk ke dalam ruang kepala sekolah, megonfirmasi jika dirinya adalah guru honor baru di sekolah ini. Setelah kepala sekolah mengenalkan Zaina pada guru-guru yang lain, maka dia mulai mengajar di kelas yang sudah di beri tahukan oleh kepala sekolah jadwal pelajarannya setiap kelas yang di ajar olehnya.


########


Hari pertama bekerja lagi, cukup menyenangkan bagi Zaina. Dia kembali lagi pada suasana anak-anak di sekolah. Selepas mengajar di dua tempat sekaligus, Zaina langsung pergi menggunakan taksi online ke sebuah rumah sakit.


Berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang perawatan yang di tujunya. Sampai di depan ruangan itu, dia melihat pintu yang setengah terbuka. Sebenarnya Zaina sedikit ragu untuk masuk ke dalam sana.


"Masuk gak ya, tapi kalau gak masuk mana bisa aku mengetahui tentang Lolyta"


Zaina melankah lebih dekat pada pintu ruangan, sudah siap membukanya. Namun tubuhnya mematung seketika, terlihat dari kaca transparan yang ada di bagian atas pintu, punggung lebar dan tegap itu terlihat sangat familiar bagi Zaina. Jas yang di pakai oleh pria itu juga jelas mengingatkan Zaina pada suaminya.


Gevin?


Zaina berdiam di depan pintu dengan tangan yang memegang handel pintu. Siap membukanya, namun dia tidak jadi masuk ketika melihat suaminya. Zaina memilih pergi dari tempat itu. Berjalan gontai dan dengan tatapan yang kosong.


Ternyata Gevin sudah tahu tentang keberadaan Lolyta. Tapi sejak kapan? Kenapa juga dia tidak bilang.


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?


Di ruang rawat, Gevin masih tidak percaya bisa bertemu lagi dengan Lolyta setelah 3 tahun menghilang. Namun lebih tidak percaya lagi saat dia bertemu dengan Lolyta dengan keadaan dia yang seperti ini sekarang. Lolyta yang terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan beberapa alat medis yang tertempel di bagian tubuhnya.


"Ge-gevin" lirihnya pelan sambil tersenyum


Gevin tersenyum, dia mengelus kepala Lolyta dengan lembut. "Iya Ly, ini aku. Bagaimana keadaan kamu ini?"


"Ya, seperti yang kamu lihat sekarang. Aku begini sekarang Gevin" lirih Lolyta dengan matanya yang berkaca-kaca, dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Gevin lagi.


Cairan bening sudah menggenang di pelupuk matanya. Gevin benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Lolyta dalam keadaan yang seperti ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang Ly, kalau kamu mengidap penyakit kanker. Aku akan selalu berada untuk kamu dan mendampingi kamu kalau kamu bilang sama aku"


Tangan Lolyta terangkat, dia ingin menyentuh wajah pria yang selalu membuatnya bahagia. Wajah pria yang selalu Lolyta rindukan selama ini. Gevin langsung meraih tangan Lolyta dan menyentuhkannya di pipinya.


"Gevin, aku hanya tidak ingin menyusahkanmu dan membuat kamu khawatir. Tapi karena sekarang kamu sudah tahu keadaan aku, maka aku tidak bisa melakukan apapun"


"Aku akan menemani kamu untuk sembuh Ly"


Lolyta tersenyum mendengar itu, tentu saja dia memang sangat senang bisa bertemu dengan Gevin lagi. Rasa rindunya selama ini sedikit terobati.


"Aku tidak yakin aku bisa sembuh"


"Kamu pasti bisa sembuh"


Entah memang perasaannya yang masih tersisa untuk Lolyta, atau hanya batas rasa kasihan dan simpati saja yang membuat Gevin ingin menemani Lolyta untuk melewati semua ini. Karena selama 3 tahun ini dia tidak tahu apa-apa tentang Lolyta.


"Jangan takut Ly, ada aku yang akan menemani kamu untuk segera sembuh"


Lolyta tersenyum, ada sebuah senyuman penuh semangat ketika dia telah menemukan kembali sumber kebahagiaan dalam hidupnya.


"Terima kasih Gevin"


Sepertinya akan ada sebuah dilema yang besar bagi Gevin saat ini. Ketika hatinya yang mulai menerima kehadiran Zaina sebagai istrinya, dan sekarang mantan kekasihnya yang sangat dia cintai kembali hadir dalam keadaan yang tidak mungkin Gevin meninggalkannya.


Aku akan jelaskan pada Zaina dengan perlahan. Aku yakin dia akan mengerti dengan semua ini.


Gevin menemani Lolyta saat ini, menyuapi Lolyta dengan lembut dan menemani Lolyta untuk melakukan pengobatan.


"Kamu pasti sembuh Ly, aku yakin"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2