Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Kenapa Masih Mencarinya?


__ADS_3

Ya, Zania mengerti tentang itu. Dia sadar jika Gevin tidak mungkin akan memberikan nafkah bathin padanya. Karena dia tahu bagaimana dirinya yang bahkan tidak bisa mendapatkan cinta dari Gevin, tentu saja suaminya itu tidak akan pernah memberikan nafkah bathin padanya jika dia memang tidak pernah mencintainya.


"Jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini, Za" Gevin berlalu dari hadapan Zaina.


Zaina terdiam melihat suaminya, seharusnya memang seperti itu saja. Zaina tidak perlu berharap dengan pernikahan ini. Tapi mau bagaimana lagi kalau hatinya sudah tidak bisa berpaling ke lain hati. Bagaimana harapan itu masih ada hingga saat ini.


Zaina membereskan bekas makan mereka, lanjut mencuci piring di wastafell. Zaina melirik Gevin yang sudah rapi dengan jaket yang di pakainya itu. Entah mau pergi kemana sampai dia tidak berpamitan pada Zaina.


"Mas..."


Zaina tidak jadi bertanya karena Gevin yang sudah keburu keluar dari Apartemen. Zaina hanyabisa menghela nafas pelan ketika melihat suaminya yang pergi begitu saja keluar dari Apartemen ini.


"Kemana dia pergi? Kenapa terlihat sangat buru-buru sekali"


Zaina hanya bisa bertanya-tanya tanpa bisa melakukan apapun. Dia melanjutkan membereskan rumah. Setelah itu hanya diam di depan televisi yang menyala. Menunggu suaminya kembali.


Hingga beberapa saat kemudian, Gevin kembali dengan wajah yang lesu. Dia menghampiri Zaina yang sedang duduk di sofa, mengelus kepala Zaina.


"Kamu darimana Mas?"


"Aku habis ketemu teman yang katanya pernah lihat Lolyta di daerah kita ini. Tapi ternyata dia hanya salah lihat, Lolyta memang belum kembali"


Zaina terdiam mendengar cerita suaminya itu, bagaimana Gevin yang masih mencari keberadaan mantan kekasihnya setelah sekian lama dia meninggalkannya.


"Kenapa masih mencarinya Mas?"


Bodoh! Kenapa bertanya seperti itu? Jelas semuanya karena cinta.


Gevin menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, menghela nafas panjang. "Karena aku hanya ingin tahu apa alasan dia meninggalkan aku. Rasanya masih aneh ketika kami yang sudah merencanakan untuk menikah, tapi tiba-tiba dia meninggalkan aku"


Kejadian mas lalu itu masih terasa janggal bagi Gevin. Dia dan Lolyta tidak mempunyai masalah apapun, dan keluarga mereka pun sudah saling mengenal dan bahkan sudah merencanakan pernikahan. Tapi entah kenapa Lolyta tiba-tiba pergi meninggalkan Gevin tanpa alasan yang jelas.


"Mungkin Lolyta hanya belum siap menikah denganmu"

__ADS_1


Gevin menggeleng cepat, tentu bukan itu alasannya. "Dia sudah siap, dan bahkan dia yang paling bersemangat tentang pernikahan kita ini"


Zaina hanya diam, tidak menjawab lagi karena dia sendiri bingung harus menjawab apa. Semuanya sudah cukup jelas bagi Zaina, jika Gevin masih menunda sebuah harapan pada kedatangan Lilyta.


"Aku masuk dulu Za, kamu masak makan malam gak sekarang?" tanya Gevin dengan wajahnya yang berbinar, dia sangat menyukai makanan buatan istrinya itu.


"Masa, kamu mau di masakin apa?"


"Masak apa aja, aku suka semua masakan kamu. Hebat kamu"


Zaina hanya tersenyum mendengar itu, tentu saja dia senang mendengarnya. Karena Gevin menyukai masakannya.


"Lolyta pergi bukan karena dia belum siap menikah dengan Gevin, lalu apa alasan dia meninggalkan Gevin. Sepertinya aku harus cari tahu tentang ini"


Zaina mengambil ponselnya dan mulai men-secrol akun media sosial milik Lolyta yang memang dia sudah berteman sejak jaman mereka kuliah. Zaina melihat postingan terakhir Lolyta adalah di sebuah cafe. Tanggal dan tahunnya dia baca.


"Ini benar tiga tahun lalu, tepat saat Lolyta meninggalkan Gevin"


Zaina mengambil buku kecil di bawah meja dan sebuah pena yang memang tergantung di buku itu. Mencatat tanggal dan tahun yang ada di postingan terakhir Lolyta itu. Karena akun media sosialnya juga sudah tidak aktif sejak kepergian dia.


Zaina menatap Gevin yang masih terlelap, dia kelelahan dan sedang tidur siang. Zaina tidak ingin mengganggunya, dia kembali keluar kamar untuk menyiapkan untuk makan malam.


Sambil memasak, Zaina juga masih memikirkan tentang Lolyta. Sampai dia mengingat seseorang yang biasa Lolyta sebutkan namanya, dia sering sebut nama itu karena katanya dia adalah sahabat terbaiknya.


"Aku harus cari tahu keberadaan Qori dan menanyakan padanya. Semoga saja dia tahu tentang kepergian Lolyta"


Zaina menyelesaikan masakannya, dia duduk di kursi meja makan itu dan mencari sosial media milik Qori. Sampai dia menemukannya dan bersyukur karena Qori masih aktif di sosial media. Zaina mencoba mengirim pesan pada Qori untuk mengajaknya bertemu.


"Semoga saja dia mengingat aku dan mau ketemu sama aku"


Zaina menunggu dengan was-was balasan dari Qori. Dia sangat berharap Qori bisa bertemu dengannya, sampai suara notifikasi dari ponselnya membuat dia langsung membuka ponselnya. Tersenyum senang karena ternyata Qori menyetujui ajakan Zaina untuk bertemu.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?"

__ADS_1


Zaina hampir saja menjatuhkan ponselnya karena dia yang begitu terkejut dengan suara Gevin yang tiba-tiba saja muncul disana. "Mas apaan si, kaget aku ihh. Aku lagi lihat cerita lucu di noveltoon"


Gevin menarik kursi dekat Zaina dan duduk disana. "Mana lihat"


Zaina lngsung mematikan layar ponselnya, dia menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celana. "Sudah selesai ceritanya, udah ah kamu mau makan pakai apa? Biar aku ambilkan"


Gevin menatap Zaina dengan kening berkerut, benar-benar merasa ada yang sedang di tutup-tutupi oleh istrinya ini.


"Kamu lagi naksir cowok ya, Za?" tanya Gevin begitu saja


Zaina yang baru saja akan mengambilkan nasi untuknya, langsung terdiam mendengar ucapan Gevin. "Emm. Kenapa memangnya? Tumben tanya begitu? Kan kamu tahu kalau aku memang punya pria idaman yang aku suka sejak dulu"


Sial, kenapa aku kesal?


Sepertinya Gevin lupa dengan cerita Zaina saat di Villa yang mengatakan jika dia memang mempunyai pria idaman yang dia cintai sejak jaman sekolah. Tapi anehnya, kenapa sekarang Gevin harus merasa kesal. Saat di Villa dia biasa-biasa saja ketika mendengar cerita Zaina itu.


"Mau pakai ayam Mas?"


Gevin tesadar dari pikirannya itu, dia menatap Zaina lalu mengangguk pelan. Menatap Zaina yang dengan tulus melayaninya sebagai seorang suami, meski dia tidak mendapatkan cinta suaminya itu. Dan kenapa sekarang hati Gevin mulai tersentuh dengan segala ketulusan yang di berikan istrinya ini.


"Kamu makan juga Za"


"Nanti saja Mas, aku belum lapar. Kamu saja duluan"


Gevin menatap Zaina yang beralih duduk di sofa ruang tengah. Zaina kembali memainkan ponselnya dan sangat fokus dengan layar ponselnya itu.


"Ck. Apasi yang dia lihat di ponselnya itu, membuat aku kesal saja"


Zaina menoleh ketika mendengar suara Gevin, namun dia tidak mendengar jelas apa yang suaminya bicarakan.


"Ada apa Mas?"


"Tidak"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2