Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Genara Yang Terluka


__ADS_3

Genara menghentikan mobilnya di depan sebuah gang yang memang tidak bisa untuk jalan masuk mobil. Segera turun dari mobilnya dan berjalan ke arah dalam gang itu. Masih tidak bisa mengerti kenapa sekarang Aldo malah menyuruhnya untuk datang kesini. Padahal ini bukan alamat rumahnya. Genara menghubungi Aldo untuk lebih gampang menemukannya.


"Aku disini Gen"


Genara menoleh dan melihat Aldo yang muncul dari sebuah rumah sederhana disana. Genara segera menghampirinya. Menatap bingung pada kekasihnya ini kenapa bisa berada di rumah seperti ini, yang sepertinya rumah ini memang sudah kosong cukup lama.


"Kak, kenapa kamu ada disini? Ini rumah siapa?" tanya Genara dengan bingung.


"Udah, nanti aku jelasin. Tapi sekarang lebih baik kamu masuk dulu" ucap Aldo yang langsung membawa Genara untuk masuk ke dalam rumah kosong itu.


Genara duduk di sebuah kursi lapuk yang ada di ruang tengah, menatap sekelilingnya yang benar-benar tidak terawat. Genara tidak tahu harus melakukan apa, karena sekarang dirinya juga masih merasa misteri dengan kehidupan Aldo yang sebenarnya.


"Gen, aku benar-benar minta maaf sama kamu"


Genara terkejut ketika dia melihat Aldo yang tiba-tiba saja berlutut di depannya dengan memegang tangannya. "Memangnya kamu melakukan kesalahan apa? Kenapa tiba-tiba meminta maaf seperti ini?" tanya Genara bingung.


Alo hanya menundukan kepalanya dengan air mata yang tiba-tiba menetes mengenai tangan Genara yang sedang dia genggam. Sungguh saat ini Alado tidak akan pernah mau melakukan kesalahan yang sama. Sekarang dia baru tersadar jika selama ini dirinya hanya memperjuangkan cinta yang semu. Yang sebenarnya tidak mempunyai harapan apa-apa untuk cinta itu sendiri meski dia terus berjuang.


"Aku salah Gen, aku sudah melakukan kesalahan yang besar saat ini. Maafkan aku" lirih Aldo dengan wajah yang masih menunduk bingung.


Genara semakin bingung saja dengan semua ini. Dia juga tidak tahu harus melakukan apa, karena sekarang dia yang benar-benar tidak mengerti kenapa Aldo yang tiba-tiba meminta maaf padanya seperti ini. Sungguh membuat dia tidak mengerti. Namun perasaannya sudah mulai tidak enak sekarang. Merasa jika Aldo memang telah melakukan kesalahan yang besar saat ini.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kamu jelaskan sama aku, apa yang sudah kamu perbuat sampai kamu harus meminta maaf dengan cara seperti ini padaku" ucap Genara.


Aldo menghela nafas pelan, dia mendongak dan mengusap air mata yang menetes begitu saja di pipinya sejak tadi. Dia mengingat semua ketulusan yang diberikan Genara padanya. Tapi entah kenapa dirinya malah membuat hancur semuanya. Bagaimana dia yang tidak bisa membalas perasaan Genara saat ini.


"Maafkan aku karena sebenarnya aku yang sudah menyebabkan kecelakaan Kakak kamu" lirih Aldo.


Tubuh Genara langasung membeku seketika, dia menarik perlahan tangannya dari genggaman tangan Aldo. Sekarang bahkan dirinya tidak tahu harus melakukan apa, masih belum bisa mencerna dan berpikir tentang semuanya. Masih belum percaya dengan ucapan kekasihnya barusan.


"Mak-maksud kamu?" tanya Genara dengan suara bergetar.


Aldo menunduk pelan, dia juga tidak tahu harus melakukan apa. Tapi memang seharusnya dia berbicara pada Genara dan meminta batuannya. Tidak tahu diri memang, tapi mau bagaimana lagi karena Aldo juga sudah tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa saat ini.


"Maafkan aku Gen, aku tahu kalau aku sangat salah karena sudah membuat Kakak kamu celaka. Tapi memang aku juga tidak bisa menahan diri saat itu, ketika aku..."


"Karena apa? Kamu mencintai Kak Zaina? Iya?" Genara yang langsung berdiri dari duduknya, dia menatap Aldo dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.


"Bu-bukan seperti itu, Gen. Aku..."


"Apalagi memangnya? Tentunya karena memang kamu yang mencintai Kak Zaina 'kan. Sekarang ini untuk apa kamu melakukan hal itu pada Kak Gevin kalau bukan karena unsur ini. Kamu dan keluargamu bukan orang yang mempunyai urusan dengan kita. Jadi sekarang tidak mungkin ada alasan lain jika bukan karena kamu tidak suka dengan kebersamaan Kak Gevin dan Kak Zaina" ucap Genara dengan tangisan tertahan.


Sekarang dirinya ini malah semakin tidak berdaya. Sudah tidak mungkin lagi Aldo mengelak sekarang, karena apa yang diucapkan Genara barusan memang benar adanya. Dia hanya bisa menunduk diam dengan penyesalan yang baru saja dia sadari.

__ADS_1


"Maafkan aku Gen, aku benar-benar menyesali semuanya" lirih Aldo dengan isak tangis yang terdengar.


Genara mengusap air matanya dengan kasar, tentu saja dirinya tidak akan bisa melakukan apapun saat ini. Karena memang sudah ada yang lebih bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh Aldo.


"Maaf Aldo, aku sudah menyerah sekarang. Pantas saja kamu tidak pernah mau saat aku mengajak menikah. Ternyata karena memang yang kamu cintai bukan aku, tapi Kak Zaina. Sekarang aku mengerti, kamu yang tiba-tiba menerima cintaku ini. Karena memang kamu mempunyai tujuan tersendiri saat menjadi kekasihku."


Genara terisak, dia mengusap kasar air mata nakal yang terus mengalir di pipinya. "Kebodohan aku hanya satu, karena aku mencintai kamu dengan tulus. Karena yang aku punya hanya sebuah ketulusan"


Genara langsung pergi darisana, berlari menyusuri jalanan di gang itu dengan tangisan yang pecah. Hancur hatinya saat dia mengetahui semuanya saat ini. Benar-benar tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini.


Genara masuk ke dalam mobilnya, menangis sejadi-jadinya dengan perasaan sesak yang begitu mendalam. Saat ini Genara yang benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Hatinya hancur dan perasaannya kacau.


Genara mengambil ponselnya dan segera menghubungi Kakaknya, dia harus memberi tahu tentang keberadaan Aldo. Setelah itu, dia segera pergi darisana karena takut jika Aldo akan melakukan hal yang berbahaya padanya.


Genara pergi ke rumah Kakaknya, saat dia datang langsung menghambur ke pelukan Kakak Iparnya. Zaina hanya menghela nafas pelan, karena memang dirinya juga tidak bisa melakukan apapun untuk apa yang sudah terjadi saat ini. Semuanya masih terlalu begitu menyakitkan.


"Maafkan Kakak Gen, Kakak juga tidak tahu tentang perasaan Aldo itu. Sama sekali tidak tahu apa-apa. Karena memang selama ini dia selalu bersikap biasa saja dan tidak pernah menunjukan jika dirinya memang mempunyai perasaan yang lebih" ucap Zaina.


Genara tidak menjawab, dia hanya terus memeluk erat Kakak iparnya ini. Karena memang yang dia butuhkan saat ini adalah sebuah dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya, disaat hatinya sudah benar-benar hancur sekarang.


Zaina terus mengelus punggung Genara, dia bisa merasakan apa yang Genara rasakan saat ini. Sudah pasti akan sangat menyakitkan ketika tahu orang yang dia cintai ternyata malah mencintai orang lain yang ternyata adalah Kakak Iparnya sendiri.

__ADS_1


"Sudahlah, semuanya akan baik-baik saja, kamu harus bersyukur karena kelakuan Aldo terlihat dari sekarang. Sebelum kamu benar-benar menjadi miliknya"


Bersambung


__ADS_2