Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Salah Faham Lagi


__ADS_3

Baiklah, tidak bisa terus menghindar juga karena Genara yang tidak mungkin terus menghindari Aldo hanya karena ditolak cinta. Tidak semua hal karena patah hati dan hubungan pun harus berakhir. Hubungan baik diantara mereka tidak boleh sampai berakhir.


Genara  turun dari mobilnya dan berjalan ke arah taman. Masuk ke dalam taman dan melihat Aldo yang ternyata sudah menunggunya disana. Tentu saja ketika Genara berjalan mendekatinya, hatinya mulai bergetar tidak karuan. Genara juga bingung sekarang harus bagaimana dirinya bersikap saat ini. Setelah pengungkapan cintanya yang malah di tolak oleh Aldo.


"Hai Kak" sapa Genara dengan begitu canggung. Dia duduk di samping Aldo.


Aldo langsung tersenyum ketika melihat Genara yang datang, Bersyukur karena ternyata Genara mau datang dan menemuinya. "Hai Gen, maaf banget ya ajak ketemu dadakan begini. Tapi ada hal serius yang mau aku bicarakan sama kamu"


Genara mengangguk pelan, meski hatinya sangat penasaran hal serius apa yang akan dibicarakan Aldo padanya. Genara hanya menunggu Aldo berbicara saja,


"Gen, aku minta maaf atas kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu. Tapi aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakitimu. Karena memang aku hanya merasa tidak pantas saja untuk bersama denganmu" ucap Aldo.


Genara langsung menoleh dan menatap Aldo dengan bingung. Merasa dirinya juga tidak mengerti dengan apa yang Aldo bicarakan saat ini. Bahkan Genara sudah tidak mau mnegungkit tentang permasalahan ini karena dia sangat malu.


"Kak, sebaiknya jangan bahas lagi. Aku sudah tidak mau memikirkan tentang hal itu lagi. Sebaiknya Kakak tidak perlu membahas soal ini. Lagian Kak Aldo juga tidak salah apapun dan tidak perlu meminta maaf padaku. Aku sadar diri kok, kalau aku hanya seorang wanita yang lancang begitu saja untuk mengungkapkan perasaan pada Kak Aldo"


Genara yang tidak mau jika dirinya di anggap lemah dan dikasihani oleh Aldo, karena pernyataan cintanya itu. Karena mau bagaimana pun memang Genara tidak pernah bisa untuk menahan perasaannya sendiri. Membuat dia tidak akan pernah bisa untuk melupakan Aldo, meski saat ini cintanya sudah ditolak.


"Bukan seperti itu maksudku Gen, aku hanya ingin bilang jika sebenarnya aku juga sangat mencintai kamu. Aku juga menyukaimu. Hanya saja aku merasa malu dan tidak pantas untuk bersanding dengan kamu" ucap Aldo pada akhirnya bisa mengungkapkan cinta.


Mendengar hal itu, Genara langsung membeku. Dia menoleh dan menatap Aldo dengan wajah yang sangat terkejut. Masih tidak percaya jika Aldo berucap kata cinta padanya barusan.

__ADS_1


"Kak, jangan mengucapkan kata cinta itu hanya karena Kakak merasa kasihan padaku"


Aldo tertegun mendengar ucapan Genara itu, apalagi ketika gadis itu langsung berdiri dan menatap ke arahnya seolah marah. "Gen, dengarkan aku dulu. Bukan seperti itu maksudku"


"Cukup Kak! Aku tahu jika Kak Aldo berkata seperti itu hanya karena Kakak merasa kasihan padaku. Merasa jika hidupku ini sangat menyedihkan karena harus mengungkapkan cinta, tapi malah mendapatkan penolakan. Ingat Kak, aku tidak semenyedihkan itu!"


Genara langsung pergi dari hadapan Aldo. Dia benar-benar marah karena merasa sangat dipermainkan oleh Aldo. Pria itu sudah jelas menolaknya, tapi kenapa tiba-tiba sekarang malah berkata seperti itu. Jelas dia sedang mengasihani Genara sekarang ini, dan Genara paling tidak suka untuk dikasihani.


Aldo masih sangat terkejut dengan respon Genara padanya. Yang awalnya dia menyangka Genara akan senang, tapi sekarang dia malah melihat Genara yang marah besar padanya dan menganggap Aldo melakukan ini karena rasa kasihan saja.


Aldo menghembuskan nafas pelan. "Sepertinya memang kebodohan aku sendiri yang menolak perasaannya waktu itu. Sekarang dia malah percaya jika aku memang tidak pernah menyukainya. Salah aku juga yang tidak pernah menunjukan perhatian padanya"


#######


Zaina begitu terkeju saat mendapati adik iparnya yang tiba-tiba datang dengan wajah yang menangis. "Kenapa Gen? Ayo masuk dulu"


Zaina menuntun Genara untuk masuk dan duduk di atas sofa. Dia menatap adik iparnya itu yang terus menangis setiap saat. Dia memberi Genara minum sebelum bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Minum dulu, terus cerita sama aku apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kamu bisa menangis seperti ini?" ucap Zaina.


Genara meminum air putih yang diberikan oleh Zaina barusan. Lalu dia menatap Zaina dengan helaan nafas pelan. "Kak, barusan Kak Aldo mengajak aku bertemu. Dan tiba-tiba dia mengatakan jika dia itu juga mencintaiku dan menyukaiku. Aku bingung apa maksudnya dia. Sementara jelas dia sendiri yang menolak aku waktu itu. Apa mungkin Kak Aldo hanya kasihan padaku?"

__ADS_1


Zaina menggeleng pelan, dia menyangkal pemikiran Genara barusan. Dia mengelus bahu adik iparnya ini dengan lembut. "Waktu itu Kakak sudah pernah telepon Aldo dan berbicara banyak padanya. Sebenarnya dia memang mencintai kamu. Aldo mengakui jika perasaannya tumbuh begitu saja ketika kamu yang selalu memberikan perhatian padanya. Namun, Aldo merasa canggung dan merasa jika dirinya tidak pantas untuk bersama kamu. Intinya Aldo tidak percaya diri dengan status sosial keluarga kita dan keluarganya"


Penjelasan Zaina itu bukannya membuat Genara berhenti menangis, tapi malah membuat tangisannya semakin kencang. Zaina jadi bingung sendiri dengan adiknya ini. Dia memeluk Genara dengan terus berusaha meredakan tangisannya.


"Sudah Gen, kenapa kamu malah semakin menangis seperti ini.  Apa aku salah beribicara?" ucap Zaina sambil mengelus punggung Genara.


Genara menggeleng dalam pelukan Kakak iparnya itu. Namun tangisannya belum juga mereda. "Kak, kenapa tidak bilang sejak awal tentang hal ini. Aku sekarang sangat sedih dan malu karena tadi aku malah marah pada Kak Aldo dan tidak percaya pada ucapannya"


Zaina menghembuskan nafas kasar, dia tahu bagaimana sifat adik iparnya dan suaminya yang mempunyai kemiripan ini. Selalu saja gampang terpancing emosi sesaat hingga akhirnya menyesalinya sendiri.


"Makanya kalau ada apa-apa itu jangan langsung marah begitu saja. Kamu ini sama banget seperti Kakak kamu. Lain kali kalau orang bicara, kamu bisa minta penjelasan dan untuk dia cerita lebih detail lagi. Bukannya langsung marah-marah" ucap Zaina.


Tangisan Genara yang semakin kencang mendengar ucapan Zaina barusan. Tentu saja karena dia yang merasa sangat bodoh karena sudah terlanjur marah-marah pada Aldo yang sebenarnya memang benar sedang ingin mengungkapkan cinta pada Genara.


"Sudah, sudah jangan menangis lagi. Nanti biar Kakak bantu berbicara sama Aldo biar gak salah faham lagi. Tapi kamu jangan ulangi lagi seperti ini. Kalau memang kamu merasa mengganjal dan belum jelas dengan apa yang dikatakan oleh orang itu. Maka jangan langsung marah-marah begitu saja" ucap Zaina sambil mengelus punggung Genara.


Genara melerai pelukannya, lalu dia mengangguk. "Aku akan berubah Kak"


Zaina tersenyum lucu dengan adik iparnya ini. Dia menghapus sisa air mata di pipi Genara. "Sudah, jangan menangis lagi"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2