Sandiwara Pernikahan

Sandiwara Pernikahan
Menjadi Penghalang Diantara Mereka?!


__ADS_3

Zaina berlalu begitu saja setelah dia melihat Lolyta yang berada disana. Tidak ada yang bisa membuat Zaina merasa percaya dengan ucapan Gevin. Semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin Zaina mengusir Lolyta yang sudah berada di Apartemen.


Lolyta hanya menghela nafas pelan melihat Zaina yang langsung pergi begitu saja. Dia memutar roda korsi rodanya dan menghampiri Gevin disana.


"Gevin, apa benar kamu sudah menikah?"


Gevin mengusap wajahnya dengan kasar, dia menatap Lolyta dengan helaan nafas pelan. "Iya Ly, aku sudah menikah dengan Zaina beberapa bulan lalu. Sebelum aku menemui keberadaan kamu. Kalau pun aku lebih dulu bertemu denganmu, mungkin aku tidak akan menikahinya. Aku tidak akan terjebak dengan dua wanita seperti ini. Maaf Ly, aku tidak mungkin bisa kembali lagi bersama denganmu"


Lolyta menghela nafas pelan, air matanya mengalir begitu saja di pipinya. Merasa sangat tidak percaya jika pria yang dia cintai telah menikah dengan wanita lain.


"Kenapa Vin? Kenapa kamu tega melakukan ini. Padahal aku pergi juga bukan karena tidak setia denganmu. Aku sangat mencintai kamu"


Gevin berlutut di atas lantai, tangannya memegang pegangan kursi roda yang di duduki oleh Lolyta. "Maaf Ly, tapi aku benar-benar tidak bisa kembali bersama denganmu. Maaf Ly"


"Aku tidak mau terus tinggal disini, istri kamu juga pasti tidak nyaman dengan keberadaan aku disini"


Gevin menatap Lolyta yang terus mengusap air matanya yang berjatuhan. Gevin tahu bagaimana Lolyta yang merasa sakit dan terluka dengan kenyataan ini. Gevin ingat bagaimana janji mereka yang pernah terucap sebelum hal ini terjadi. Mereka pernah berencana untuk menikah di tahun selanjutnya dimana Lolyta yang tiba-tiba hilang.


"Maafkan aku Ly, tapi aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Karena aku sudah menikah dengan Zaina"


Di dalam kamar, Zaina berdiri menyandar di pintu yang tertutup. Bagaimana dia yang jelas mendengar ucapan suaminya barusan. Entah harus bagaimana Zaina bersikap saat ini. Jelas suaminya mengungkapkan penyesalan dalam hidupnya karena telah menikahi Zaina, sebelum dia bertemu kembali dengan Lolyta. Itu artinya sama saja dengan Zaina yang seolah menjadi penghalang dalam hubungan mereka berdua.


Zaina terduduk di atas lantai dengan tangisan yang pecah. Dia sangat terluka dengan ucapan Gevin barusan, dimana dia yang seolah sedang menyesali keadaan karena sudah menikah dengannya.


"Aku yang telah menjadi penghalang mereka disini. Aku yang menjadi penghalang diantara mereka untuk bisa bersatu. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan saat ini?"


#######

__ADS_1


Setelah Gevin menidurkan Lolyta dan membuat dia tenang, Gevin langsung pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan Zaina. Bahkan istrinya itu tidak sampai menyelesaikan masakannya.


"Za, kita bicara yuk" ucap Gevin pada Zaina yang sedang duduk di sofa dekat jendela di kamarnya itu.


"Aku ikhlas Mas, kalau memang kamu mau kembali dengan Lolyta"


Gevin langsung menghampiri istrinya, dia tidak mau jika harus kehilangan Zaina. Cukup sekali saja Gevin merasa kehilangan wanita yang dia cintai. Jangan sampai lagi dia mengalami hal yang sama.


"Enggak Za, aku tidak mau berpisah denganmu"


Zaina berdiri dan berbalik menatap suaminya, dia tidak tahu apa yang ada di pikiran Gevin saat ini. "Kalau kamu tidak mau menceraikan aku, apa yang akan kamu lakukan, Mas? Apa kamu ingin menduakan aku?"


Gevin memegang bahu Zaina, menatap mata wanita itu yang terlihat sembab. "Zaina, aku memang membantu Lolyta. Tapi bukan berarti aku harus menikahinya dan menduakanmu"


Zaina mengusap air matanya yang menetes begitu saja. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Gevin saat ini. "Membantunya dengan membawa dia tinggal satu atap denganku, apa pantas? Jika memang kamu masih mengharapkan dia, maka nikahilah dia. Aku ikhlas"


Zaina menghela nafas pelan, dia mendongakan wajahnya untuk menahan air mata yang terus ingin mengalir di wajahnya itu. "Aku ikhlas jika kamu menduakan aku. Karena aku sadar jika hati kamu masih menjadi milik Lolyta, dan aku juga tidak mau terjadi fitnah di antara suamiku dan mantan kekasihnya. Kalau memang kamu ingin membantu Lolyta dengan dia tinggal disini, maka nikahilah dia"


Deg...


Gevin mematung mendengar itu, tidak menyangka jika Zaina akan memberikannya izin untuk menikah lagi. Padahal semua wanita di dunia ini tidak pernah mau membagi cintanya.


"Za, kamu serius?"


Zaina mengangguk dengan air mata yang dia usap dengan kasar di pipinya itu. Tidak ada lagi pilihan lain untuk Zaina bisa menerima semua ini. Karena dia juga tidak mau menjadi sosok penghalang bagi dua insan yang saling mencintai. Zaina tidak mungkin mempunyai hati sejahat itu, hingga dia harus bahagia di atas penderitaan orang lain yang cintanya tidak bisa bersatu.


"Aku ikhlaskan kamu menikahinya Mas"

__ADS_1


Gevin mengusap wajah kasar, dia bingung harus melakukan apa saat ini. Jelas dia tidak mungkin menikah lagi, karena orang tuanya pun tidak akan menyetujui tentang hal ini.


"Menikahlah tanpa harus memberi tahu orang tua kita. Seperti ucapanmu waktu itu, kita lakukan saja sandiwara pernikahan. Aku dan kamu tetap menjadi sepasang suami istri yang bahagia di depan mereka, tanpa harus mereka tahu tentang pernikahan kamu dan Lolyta"


Gevin benar-benar tidak menyangka dengan sikap Zaina yang bisa selapang dada ini menerima kenyataan dan mengizinkan Gevin untuk menikah lagi. Gevin langsung memeluk Zaina, mengecup keningnya dengan lembut.


"Aku akan menjadikan kamu bidadari dalam surgaku. Maaf Zaina, karena aku harus terpaksa melakukan ini. Karena dulu aku pernah berjanji untuk menikahinya dan hanya menikahi Lolyta. Tapi karena takdir yang membuat kamu harus terseret ke dalam kisah rumit ini"


Zaina hanya mengangguk dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Rasa sesak di dadanya tidak bisa dia luapkan saat ini. Sejujurnya tidak ada wanita yang benar-benar ikhlas suaminya mendua. Namun saat ini Zaina benar-benar di paksa untuk ikhlas melakukan itu"


#######


"Gevin, kamu yakin?"


Lolyta saja sampai tidak percaya mendengar ucapan Gevin yang akan menikahinya. Karena Zaina yang menyuruhnya dan Zaina yang juga mengizinkan dia untuk menikah lagi. Sebenarnya, Gevin melakukan ini juga karena dia ingat dengan janjinya di masa lalu untuk menikah dengan Lolyta, dan dia yang juga mengingat perkataan Dokter tentang kesehatan Lolyta yang semakin menurun dan juga tentang berapa lama lagi Lolyta bisa bertahan dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya ini.


"Aku yakin, karena ini juga permintaan dari Zaina"


Mata Lolyta langsung berkaca-kaca mendengar itu. Betapa dia tidak menyangka jika Zaina akan melakukan ini hanya demi dirinya dan Gevin bisa bersatu.


"Ya Tuhan, baik sekali hati Zaina sampai dia rela harus di madu oleh suaminya"


Gevin mengangguk menyetujui, Zaina memang sangat baik hingga Gevin saja merasa tidak pantas untuk menjadi suaminya. Tapi Gevin juga tidak bisa melepaskan Zaina. Ya, dia memang egois dan dia juga akui tentang itu.


"Besok aku akan berbicara dengan Zaina" ucap Lolyta


Gevin hanya mengangguk menyetujui.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2