
Baru ada waktu senggang hai ini untuk Aldo datang ke rumah Zaina dan menemuinya. Tentu saja atas keinginan Zaina yang ingin mendengar penjelasan dari Aldo. Bukan karena dia ingin terlalu ikut campur urusan Aldo. Namun Zaina hanya ingin tahu saja kenapa dan alasan apa yang membuat Aldo sampai menolak perasaan Gevin.
Duduk di bangku taman, Zaina menatap Aldo yang terlihat sedikit murung kali ini. Entah apa yang sedang terjadi dalam kehidupannya saat ini. "Al, kamu baik-baik saja 'kan? Kenapa terlihat sedih begitu?"
Aldo menoleh pada Zaina, lalu dia tersenyum tipis. "Tidak papa Za, aku baik-baik saja"
Zaina menghela nafas pelan, tentu dia tahu jika sahabatnya ini sedang berbohong padanya. Namun dia tetap tidak akan terlalu menanyakannya jika memang Aldo sendiri tidak mau menjelaskan apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini. Zaina hanya sedang ingin fokus pada tujuan utamanya. Yaitu menanyakan tentang Aldo yang tidak mau menerima Genara karena apa.
"Aldo, jadi sebenarnya kamu tidak menerima Genara apa karena memang kamu tidak mempunyai perasaan apapun padanya atau karena hal lain?" tanya Zaina
Aldo menghela nafas pelan, tentu saja dia harus menjelaskan semuanya pada Zaina. Karena memang tujuan Zaina mengajaknya bertemu memang ingin bertanya tentang hal ini.
"Aku hanya tidak merasa pantas untuk Genara. Dia terlalu baik dan sempurna untuk seorang wanita. Jadi rasanya apa yang dia rasakan padaku hanya karena kami terlalu sering bertemu saja. Hanya karena perasaan nyaman saja, pasti nantinya dia akan menemukan pria yang benar-benar dia cintai sesungguhnya" jelas Aldo dengan pemikirannya yang ada.
Zaina menoleh, dia menatap Aldo dengan kening berkerut. Karena merasa jika Aldo memang sedang berbohong padanya. Seolah memang Aldo sedang mencoba menghindar dari perasaannya yang juga dia rasakan pada Genara.
"Al, tidak perlu membohongi hatimu. Kalau memang kamu juga mencintai Genara, kenapa tidak kamu coba untuk menjalin sebuah hubungan dengannya. Lagian asal kamu tahu ya, dia jatuh cinta sama kamu sejak dulu. Saat dia mengantar aku ke sekolah untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Dia yang melihat kamu langsung bilang kalau kamu itu tampan. Aku rasa memang sejak saat itu Genara jatuh cinta sama kamu"
Aldo terdiam mendengar ucapan Zaina barusan. Tentu saja dia juga merasa bingung kenapa dirinya bisa merasa gampang sekali nyaman dengan Genara. Bahkan berbicara tentang masalah pekerjaan saja dia bisa segampang itu bercerita. Dan Aldo juga menyadari tentang perasaan cintanya pada Genara. Meski dirinya juga tidak tahu kalau sebenarnya Genara juga merasakan perasaan yang sama padanya.
Ketika kemarin dia mendengar Genara yang langsung mengungkapkan perasaan padanya, tentu Aldo cukup terkejut karena dia juga tidak menyangka jika gadis cantik itu juga mencintainya. Namun sekarang Aldo sadar jika hubungan mereka tidak mungkin terus berjalan. Sementara status sosial mereka saja sangat jauh. Jujur saja Aldo merasa tidak pantas dan tidak cocok untuk Genara.
__ADS_1
"Apa si yang sebenarnya membuat kamu sampai menolak Genara, padahal kamu juga mencintainya?" tanya Zaina lagi yang merasa tidak puas dengan jawaban Aldo itu.
"Aku hanya tidak mau saja kita berhubungan lebih jauh dari sekedar teman. Karena aku sadar kalau kita itu berada di keadaan yang sangat jauh berbeda" jelas Aldo pada akhirnya.
Zaina mengusap wajahnya, sekarang dia mengetahui apa yang membuat Aldo tidak mau menerima Genara. "Jadi karena harta dan kekayaan maksud kamu? Ya ampun Aldo, aku tidak habis pikir dengan kamu. Asal kamu tahu ya, kalau keluarga kita ini tidak pernah memandang tentang status sosial. Waktu kamu bertemu dengan keluargaku dan keluarga Gevin, apa kamu mendapatkan sikap atau perlakuan tidak enak dari mereka?"
Aldo menggeleng pelan dengan kepalanya yang menunduk. "Tapi saat itu karena aku berkunjung hanya sebagai teman kamu. Mereka tidak akan pernah berpikir kalau anaknya akan menyukaiku. Jika aku datang sebagai orang yang menginginkan Genara, maka semuanya akan berbeda"
Zaina mengusap belakang lehernya, dia faham sekarang apa yang Aldo takutkan untuk bersama dengan Genara. "Taku terhalang restu? Iya? Tentu saja tidak akan Aldo. Asal kamu tahu, bahkan Ibu saja sudah tahu kalau anak perempuannya itu memang jatuh cinta padamu. Kamu jangan bodoh Aldo sampai mengorbankan perasaan kamu hanya karena pikiran kamu yang sebenarnya tidak akan pernah kejadian"
Aldo hanya diam, tidak terlalu menanggapi ucapan Zaina. Karena dia berpikir jika Zaina hanya mencoba untuk menenangkan dirinya agar Aldo mau menerima Genara. Sementara sebuah hubungan tidak hanya pada sebuah cinta diantara keduanya saja. Tapi juga harus ada restu keluarga dan orang tua.
#########
"Lagi apa Sayang?" tanya Gevin yang langsung duduk disamping istrinya itu.
Zaina langsung menoleh dan menatap pada Gevin dengan hembusan nafas pelan. Dia sudah tidak sabar untuk menceritakan tentang Aldo pada suaminya ini agar Gevin segera mengambil sebuah tindakan agar Aldo tidak terus merasa dirinya tidak pantas bersama dengan Genara.
"Mas, ternyata Aldo tidak menerima Genara itu karena dia merasa tidak pantas harus masuk ke keluarga kita" ucap Zaina
Gevin mengerutkan keningnya dengan bingung, pulang bekerja tiba-tiba saja istrinya membahas tentang adiknya. "Memangnya kamu tahu darimana? Terus memangnya Genara sudah pernah mengungkapkan perasaannya?"
__ADS_1
Aduh, aku lupa kalau suamiku ini belum tahu tentang ini ya. Zaina tersenyum, dia langsung merangkul tangan suaminya. Menjelaskan apa yang terjadi pada Aldo dan Genara saat ini. Zaina mencoba untuk tetap membantu Aldo dan Genara dengan meminta bantuan pada suaminya ini.
"Tunggu dulu, jadi hari ini kamu bersama dengan Aldo?" tanya Gevin dengan tatapan yang berubah tajam pada Zaina.
Ish, kenapa malah hanya itu yang dia tangkap si dari pembicaraan aku yang begitu panjang lebar. Zaina benar-benar heran pada suaminya yang malah menangkap hal yang bukan topik utama pembicaraan ini.
"Hanya bicara sebentar di taman belakang" ucap Zaina apa adanya.
"Ck, bertemu dengan pria lain kenapa tidak bilang dulu sama aku. Dasar kau ini!" kesal Gevin dengan memalingkan wajahnya.
Zaina hanya tersenyum masam mendengar itu, suaminya ini memang tidak akan bisa di ajak kompromi ketika dia tahu jika istrinya baru saja bertemu dengan pria lain tanpa sepengetahuan dirinya.
"Kan aku juga hanya bicara tentang itu Mas, tidak ada hal lain yang aku bahas juga" ucap Zaina.
"Tau ah, aku kesal pokoknya" Gevin langsung berlalu ke kamarnya tanpa memperdulikan Zaina lagi.
Ah, dia memang pecemburu buta ya. Padahal aku tidak melakukan apapun. Sudah seperti melihat istrinya sedang berselingkuh saja. Aaa.. Jadi sekarang bagaimana dong? Aku tidak bisa membantu hubungan Aldo dan Genara lagi. Aku harus membujuk Mas Gevin deh sepertinya.
Zaina segera menyusul suaminya untuk membujuknya agar tidak kesal dan marah lagi padanya. Meski sebenarnya Zaina juga tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan. Karena memang dirinya tidak mengkhianati suaminya. Karena hatinya dan cintanya memang hanya untuk Gevin seorang.
Dasar Tuan pecemburu!
__ADS_1
Bersambung