
Jarum jam baru saja melewati angka dua belas tengah malam. Suara rintik hujan yang berjatuhan memecah keheningan malam. Udara dingin menyusup masuk dari lubang ventilasi kamar yang pemilik kamarnya belum terlelap. Ada sesuatu yang mengganjal dan membuatnya susah untuk terlelap.
Berulang kali pria tampan itu membolak-balikkan badannya untuk mencari posisi yang nyaman agar bisa segera terlelap tapi tetap saja masih terjaga. Ia memandang wanita cantik yang sedang tidur memeluk putranya, membuat senyum kecil terulas di sana. Menyibakkan anak rambut yang berjatuhan di pipi yang cubby putih merona itu.
Sentuhan jemarinya membuat dua bola mata dibalik pelupuk matanya bergerak, sesaat kemudian matanya terbuka. Wanita itu memicing, menatap suaminya di dalam remang cahaya kamar.
"Mas belum tidur?" tanyanya seraya menatap jam di dinding.
Pria itu menggeleng dengan wajah yang mengiba, membuat istrinya terkekeh kecil. "Susah, Ruby ...," keluhnya.
Ruby mengangguk, ia memahami kondisi suaminya. Ia menarik bangun perlahan agar tidak sampai mengusik tidur putranya kemudian memakai hijab instan yang dia letakkan di atas nakas.
"Mau ke mana, By?" tanya Hiko, ia ikut bangun dan duduk.
Ruby juga mengambil perlengkapan sholat miliknya dan Hiko sebelum kemudian menghampiri pria yang menatapnya penasaran itu. "Ikut aku, Mas," ajaknya lirik seraya menarik tangan Hiko dan mengajaknya keluar.
Ruby mengajak Hiko untuk berwudhu dan sholat sunah dua rakaat terlebih dahulu di musholah kecil lantai dua. Usai mereka melaksanakan sholat, Ruby mengajak suaminya ke kamar Almeer.
"Di sini, By?" tanya Hiko, matanya berbinar senang. Terlebih lagi ketika melihat Ruby mengangguk dengan malu-malu.
Tempat tidur Almeer tak sebesar di kamar utama, tapi setidaknya tetap nyaman untuk mereka melakukannya.
Hiko pergi mengunci pintu, mematikan lampu kamar terlebih dahulu kemudian menghampiri Ruby yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, istriku."
Ruby tersipu malu mendengar salam suaminya. "Wa'alaikumsalam, Mas Hiko."
Keduanya duduk berhadapan, saling menengadahkan tangan dan melafazkan doa.
"Aamiin," ucap keduanya.
Hiko tersenyum memandang istrinya kemudian mendaratkan kecupan di kening wanita tersebut. Ia buka hijab yang menutup kepala Ruby, digerainya rambut panjang yang terikat itu. "Kamu benar-benar bukti nyata keindahan yang diberikan Allah, Ruby," bisiknya.
Cara Hiko memandang dan berbisik menunjukkan sebesar apa cinta pria itu pada istrinya. Ia menangkup pipi dan kembali mengecup kening, kedua mata istrinya, kedua pipi dan berakhir di bibir tipis yang menggugah syahwatnya.
"Aku mencintaimu, Ruby," ucapnya seraya menatap lembut wanita yang sedang tersipu di depannya itu.
Hanya sentuhan jemari Ruby di pipi mampu membuat aliran darah Hiko mengalir lebih cepat dan membuat tubuhnya menjadi panas dingin. Ia membuka kaus yang dikenakannya, mempertontonkan dada bidang dan perutnya yang rata meskipun tak berotot. Ia merebahkan Ruby di atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
Hiko berada di sisi kanan Ruby, siku kirinya menahan tubuh, sedangkan tangan kanannya sudah berada di kancing baju paling atas milik Ruby.
"Kita akan melakukannya, By."
Ruby mengangguk, dengan bibirnya yang terkatup rapat bersiap menerima sentuhan suaminya.
Hiko menarik tangan Ruby dan melingkarkan di lehernya kemudian menghujani bibir istrinya dengan ciuman yang menggairahkan.
__ADS_1
Hujan yang semakin deras membuat keduanya semakin terbuai dengan gairah yang menggetarkan tubuh. Hiko tak berhenti sejenak pun untuk menyentuh tubuh istrinya, memberikan sebuah kenikmatan yang tidak akan pernah ia jabarkan.
"Kamu siap, By?" tanya Hiko.
Ruby mengangguk sambil mengatur napasnya. Ia memejamkan mata, menyiapkan diri menerima sesuatu yang akan membuatnya sulit melangkah esok hari.
...🌸Bersambung🌸...
...Jangan lupa apa, gaiz?...
...👍 Tekan LIKE dulu....
...✍️ Tulis KOMENTAR juga....
...🏅 Kalo ada poin lebih bisa kasih VOTE karyaku....
...Terima kasih....
Info!
Gais, percayalah. Ini adalah part paling berat yang aku tulis.Mending suruh nulis yang sedih-sedih daripada suruh nulis adegan asoey geboy gini.
Tareeek sist!
__ADS_1
Bakpaooo!