Tak Ada Kata Sayang

Tak Ada Kata Sayang
Terjawab Sudah


__ADS_3

Siang itu tepatnya di kantin kampus, lima bersahabat itu sedang ngumpul sambil menunggu pesanan datang. Pak kiyai juga ada di sana.


"Ay, cincin lu bagus sekali, seperti cincin zaman dulu," celetuk Alexa.


Ketiga sahabatnya itu, melihat kearah jari-jemari milik Cahaya. Pak Kiyai juga, melihat cincin yang ada di jari manis Cahaya.


"Jangan-jangan cincin tunangan, ya?" tebak Rai.


"Enggak tadi beli di toko, cari aja, ada banyak kok," ucap Cahaya.


"Eh ...gimana, Le, sudah bertemu dengan orang yang waktu itu kamu ceritakan pada kita," ucap Cahaya, mengalihkan pembicaraan.


"Iya, sehari yang lalu," ucapnya dengan nada pelan.


"Lalu?" tanya Fafa.


"Sepertinya Tuhan mengirimkan dia untukku."


"Apa kesan pertamamu, saat bertemu dengannya, Le?" tanya Williams.


"Hatiku belum sepenuhnya menerimanya, tapi akan aku coba."


"Kalau anaknya, apa setuju dengan pernikahan kalian nantinya?" tanya Fafa.


"Anaknya yang kecil, dia sangat suka saat pertama melihatku, mungkin dia belum tahu artinya apa. Berbeda dengan yang pertama dia belum bisa menerimaku. Katanya sosok bunda tidak akan bisa tergantikan dan dia juga enggak akan mau memanggilku bunda!" ujarnya Alexa.


"Le, kau jangan bersedih, jika yang pertama belum bisa menerimamu. Dan untuk yang sosok bunda ...tidak ada yang bisa menggantikan, itu benar juga. Karena waktu ayah memutuskan untuk menikah lagi, aku juga tidak bisa menerima ibu tiri ku. Tapi, kita sebagai anak juga enggak boleh egois. Dan jujur saja, waktu itu aku juga enggak bisa memanggilnya ibu tapi karena ayah memaksaku jadi ya, bagaimana lagi," ujar Cahaya.

__ADS_1


"Tapi, Le kan masih ada panggilan lain. Kakak, atau Teteh. Kan lebih enak, aku harap kau tak keberatan dengan panggilan seperti itu, Le!" ujar Cahaya, Alexa terdiam.


"Benar tuh, Le, kata Cahaya. Kau tahu? Om gua menikah lagi karena perceraian. Dan mereka mempunyai dua anak. Mereka cerainya baik-baik, hubungannya sekarang juga baik, dengan mantan istrinya. Saat mantan istrinya menikah. Dia dan mantannya setuju. Jika anak-anaknya tidak memanggil ayah dan ibu kepada pasangan mereka. Mereka memutuskan agar anaknya memanggil dengan sebutan om, untuk ayah tirinya, sedangkan untuk ibu tirinya mereka memanggil kakak. Karena peran ibu dan ayah tidak akan bisa digantikan. Jadi lu jangan berkecil hatilah, jika tidak dipanggil ibu, bunda atau yang lain," ujar Williams, Alexa mulai mengerti bahwa dia tidak bisa memaksakan kehendaknya.


"Mungkin ini saatnya aku bercerita tentang kisah cinta ku," ujar Rai, dengan wajah lesu. Rai berharap dengan ia bercerita dia bisa, seperti Alexa yang mendapat sedikit kelegaan hati.


"Seperti yang sudah aku bilang waktu itu, kisah cintaku, kebalik kan nya dengan kisah cinta Ale!" Keempat sahabat itu masih setia dengan kelanjutan yang akan Rai ucapkan lagi. Pak Kiyai pun sama."Jika Ale, direstui maka aku tak dapat restu dari orang tua. Entah apa yang membuat mereka tak menyukai kekasihku itu. Aku sangat bingung bisakah Pak Kiyai memberi saran?"


Pak Kiyai berpikir sejenak, sepertinya kisah cinta Rai itu lebih sulit dari kisah cinta Alexa. Rai menatap pak kiyai, apa pak kiyai tidak punya jawaban dengan pertanyaan yang ditayangkan itu.


Pak Kiyai mengambil napas, kemudian membuangnya perlahan, sebelum berucap. "Nak Rai, sepertinya kisah cintamu itu sangat sulit ..."


" Tapi di setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Cobalah bertanya kepada orang tuamu dengan baik-baik Nak. Kenapa mereka tak menyukai kekasihmu itu. Pasti semua ada alasannya. Dan yang aku tahu orang tua ingin anaknya mendapatkan yang terbaik." Rai terdiam, menurut dia kekasihnya adalah orang yang tepat.


"Aku berpikir jika pilihanku itu yang terbaik bagiku, Pak Kiyai!" ucap Rai, pak kiyai yang mendengar hal itu tersenyum kearah Rai.


"Nak Rai, apa aku boleh berpendapat?" tanya pak kiyai, yang dijawab anggukan oleh Rai. .


"Maka ini saatnya kamu meyakinkan dirimu, apa kekasihmu itu benar-benar baik bagimu. Jika kamu mantap, maka tahap selanjutnya kamu harus berjuang dan menyakinkan orang tuamu. Aku do'akan yang terbaik untukmu Nak!" ucap pak kiyai.


...***...


Sepertinya kisah cinta ini tidak akan berakhir hanya dengan Rai.


"Pak Kiyai bagaimana pendapat Pak Kiyai dengan cinta beda agama? Apa itu salah?" tanya Williams, yang membuat semua menatapnya.


"Apa ini kisah cintamu, Nak?" tanya pak kiyai, yang di tanya hanya diam.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya tentang itu kepadaku, Nak. Apa kau yakin, aku bisa menjawabnya?"


"Jika Alexa dan Rai saja bisa menjawabnya dengan sudut pandang Pak Kiyai, kenapa dari ku tidak?"


"Jawabannya tidak salah," ucap pak kiyai, yang membuat Williams berpikir. Kenapa jawabnya singkat sekali .


"Kau bertanya apa pendapat ku tentang cinta beda agama bukan?" tanya pak kiyai, yang dijawab anggukan kepala.


"Lalu, aku menjawab tidak salah, jadi mengapa kau seperti orang kebingungan, Nak?" tanya pak kiyai, benar juga pikir Williams.


"Pak Kiyai tolong jawab,"


Pak Kiyai mulai berpikir sejenak butuh waktu lama beliau berpikir. Pesanannya sudah datang sejak Rai bercerita siang itu. Tapi kelima sahabat itu tidak memperdulikan makanannya. Mereka lebih memperdulikan masa depannya, sepertinya begitu.


"Yang namanya cinta itu tak pernah salah, karena hati yang memilih. Jika mencintai orang yang keyakinan berbeda dengan kita itu juga tak salah. Pertanyaan mu cuma cinta beda agama kan Nak, tidak yang lain. Jadi itu lah jawabanku."


"Apa pendapat Pak Kiyai tentang orang yang rela pindah agama karena cinta?" tanya Williams lagi.


"Menurutku jika ingin pindah agama itu ...harusnya dari kemantapan hati yang paling terdalam. Jika seseorang ingin pindah agama, pindah lah atas dasar ingin belajar, jangan pindah karena orang yang kamu cintai agamanya A, kamu harus ikut A. Padahal yang namanya hubungan itu akan ada fase dimana kalian tidak baik-baik saja, bisa saja ada kesalahan pahaman. Apalagi sampai bercerai, jika seseorang itu rela pindah agama karena orang yang ia cintai. Namun ditengah-tengah kisruh rumah tangganya itu, mereka memutuskan untuk bercerai. Pasti yang pindah agama akan menyalahkan agama yang dia peluk saat itu. Jadi ...jika ingin pindah Keyakinan jangan karena orang lain, tapi karena hati dan meniatkan untuk belajar tentang agama itu."


"Sepertinya aku juga harus bercerita dan ingin mendengar pendapat dari Pak Kiyai dan menceritakan tentang kisah cintaku," ucap Fafa, yang dari tadi diam dan baru angkat bicara. Mereka berempat menunggu Fafa mulai bercerita, pak kiyai juga mendengarkan.


"Aku mencintai seseorang tapi orang itu mencintai orang lain. Aku tahu cintaku itu tak terbalaskan," ucapnya, ke empat sahabat itu tak percaya jika Fafa yang kalau bicara seperti radio rusak. Ternyata dia mempunyai sisi yang seperti itu.


"Pak Kiyai, jawablah pertanyaan ku?" ucap Fafa, karena Pak Kiyai tak kunjung angkat bicara.


sebenarnya kisah cinta ini pernah ia alami Cahaya sebelumnya.

__ADS_1


"Kata orang cinta itu tidak harus memiliki, Nak" ucap pak kiyai, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh keempatnya.


Pak Kiyai mulai berucap lagi. " Tapi kalau jodoh pasti bisa memiliki Nak, jika dia jodohmu, pasti Tuhan akan mempersatukan kalian dengan cara apapun itu. Banyak cara Tuhan, mempersatukan dan mempertemukan umat-Nya dengan pasangannya, dengan cara yang Tuhan, inginkan. Mungkin saja Tuhan, juga mempersiapkan jodoh untukmu. Entah itu orang baru, atau orang yang telah mengisi hatimu saat ini. Jika kamu yakin kau bisa bersamanya, mintalah kepada Tuhan agar memberikan petunjuk untukmu Nak! Jika dia benar-benar jodohmu pasti akan bersama."


__ADS_2