Tak Ada Kata Sayang

Tak Ada Kata Sayang
Nongkrong


__ADS_3

Masih di hari yang sama. Jam menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Semua karyawan kantor sedang istirahat. Lelaki yang sudah jadi bapak itu, masuk lift menekankan tombol tiga dan satu.


Tingg... lift terbuka. Lelaki itu berjalan kearah ruangan direktur keuangan. Membuka pintu tanpa ijin dahulu.


"Hah... " Lelaki itu menutup pintu itu dengan kasar.


Pemuda yang sedang fokus pada laporan keuangan itu, mengangkat kepala. Siapa yang datang ke ruangannya, tidak punya sopan santun.


"Gila enggak ada kakak ipar, aku yang kena sasaran." Lelaki itu adalah Hazel yang main duduk di kursi depan kakak iparnya.


Langit menatap sekilas, kemudian fokus pada angka yang tertera di berkas-berkas yang ada di tangannya, tangan satunya ia gunakan memegang muse.


"Enggak tahan rasanya kalau eyang, ngejudge terus." Hazel menjambak rambutnya frustasi.


"Kapan balik rumah?" tanya Hazel lagi.


"Mungkin nanti malam." Langit menjawab, sambil menutup berkas warna kuning itu, dan dilanjutkan menutup laptop.


Di lantai satu pria itu sedang berjalan kearah lift. Semua yang ada di sana, matanya tertuju ke pria itu.


Dengan santainya pria itu, makan cilok sambil berjalan. Tangan kanannya memegang tusukan cilok. Sedangkan tangan kiri memegang plastik cilok.


"Siang Jo!" sapa perempuan yang berpapasan dengan Jo.


Tapi Jo tidak menjawab, pria itu lebih asik makan cilok. Jo masuk lift entah mau kemana.


Tingg... lift terbuka dan pria itu, berjalan kearah pintu kemudian mengetuk pintu.


"Masuk," sahut dari dalam.


"Waduh kebetulan sekali ada Pak Hazel!" Jo menutup pintu kemudian berdiri di samping Hazel.


"Lu mau ngasih apa, pakai kebetulan segala." Hazel melirik kearah Jo.


"Nih." Jo menyodorkan cilok kearah Hazel.


"Kebetulan sekali, lagi lapar!" Hazel menerima kantung plastik yang berisi dua bungkus cilok. Hazel meletakkan cilok yang satunya di meja kerja Langit.


"Layak, masih jomblo, orang traktirannya cuma cilok," cibir Hazel.


Langit yang melihat hal itu, langsung mengambil cilok yang ada di atas mejanya kemudian memakannya.


"Nyari yang bisa nerima apa adanya itu susah Pak!" Jo makan sambil berucap.


"Si Jo, mau cari yang kayak Sayyidah Fatimah! Zel!" celetuk Langit yang menikmati cilok itu.


"Kalau mau cari yang kayak Sayyidah Fatimah dia harus kayak Imam Ali!" ujar Hazel tertawa.


"Saya nyari yang bisa diajak susah Pak! Romantis loh Pak!" Cilok masuk lagi ke mulut Jo.


Langit yang mendengar hal itu, hanya diam, enggan menanggapi. Biarlah Hazel yang menanggapi.


"Mana ada susah roman-tis Jo."


"Kalau kita susah bisa makan sepiring bareng, minum di bekas bibir istri. Bukan main Pak! Kalau kaya kan jarang-jarang bisa ngelakuin seperti itu. Paling istrinya soto suaminya sate banyak pilihan" Jo menggeleng-geleng kan kepala.


"Iya, enak kalau udah punya istri. Nah situ kan... " Hazel menunjuk Jo dengan sudut matanya.


Jo tersenyum kaku, sedangkan Langit hanya menggelengkan kepala.


"Tanya saja ke Pak dirkeu, kalau tidak percaya." Hazel berucap lagi.


"Manis Jo!" Langit tidak sadar dengan ucapnya.


"Apa yang manis Pak?" Jo ingin tahu yang manis itu apa.


"Cilok nya." Langit menjawab bohong.


Sebenarnya pemuda itu, sedang memikirkan saat kontak bibir dengan istrinya.


"Mana ade Lang, ini cilok pedes kok ...bilang manis."


"Mungkin punya Pak Langit, dikasih gula sama Akang pedagang." Jo bicara ngawur.

__ADS_1


"Udah sana pada keluar, kerja lu Zel ...jangan karena anaknya pak Komisaris jadi enak-enakan."


Kita bergeser ke rumah Agam Ariaja. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya mereka akan melaksanakan kajian. Ketiga wanita itu, sudah siap untuk berangkat ke masjid.


"Kita jalan saja ya, soalnya cuma lima belas menit, sekalian olahraga siang." Istri Agam Ariaja memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Okey... " Gadis berwajah bulat yang menjawab.


Mereka berjalan bersama, hingga sampai di masjid. Ketiganya masuk mencari tempat duduk paling depan, biar bisa mendengar ceramah lebih jelas. Sepertinya ustadzah sudah datang dan kajian siang itu akan segera dimulai.


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh." Ustadzah itu mengucap salam.


"Wa'alaikumussalam warohmatulohi wabarakatuh." Semua yang ada di dalam masjid menjawab salam itu.


"Hadirin wal. Hadirot yang dirahmati Allah SWT. Di siang yang cerah ini kita Alhamdulillah masih bisa dipertemukan kembali, setelah satu bulan lamanya tak berjumpa. Okey pembahasan siang ini kita ambil tema yang simpel saja ya Bu?Tema kita hari ini adalah ...Langkah menjadi istri yang sholehah menurut pandangan islam. Apa tema kita siang ini Bu?" Ustadzah itu bertanya kepada ibu-ibu yang ikut taklim.


"LANGKAH MENJADI ISTRI YANG SHOLEHAH MENURUT PANDANGAN ISLAM." Semua yang ikut taklim siang itu sangat semangat.


"Masya Allah, pada semangat bener Ibu-ibu. Pasti sebelum kesini suaminya ngasih uang bulanan ya Bu? " Ustadzah itu membuat semua tertawa.


"Ma, ni uang bulan, Papa kasih lebihan karena Mama hari ini ikut taklim ...benar apa benar Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT." Ustazah itu mencoba untuk berinteraksi kepada ibu-ibu.


"Hahaha, bener Bu Ustadzah!" Semua yang ikut taklim siang itu menjawab dengan tertawa.


"Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT ...jika suami kita sudah ...melakukan tugasnya maka kita sebagai istri harus melakukan yang terbaik untuk suami. Siapa yang disini enggak mau masuk neraka? Saya yakin Ibu-ibu disini lebih milih surga daripada neraka. Naudzubillah ya Ibu-ibu?" Ustazah itu ceramah dengan berdiri agar semua yang ikut taklim bisa melihat.


"Baik, kita kembali ke tema siang ini. Yang pertama cara menjadi istri yang sholehah adalah. Terbuka dengan suami ...saya mau tanya kepada Ibu-ibu yang ada di sini. Kira-kira Ibu-ibu sudah terbuka enggak dengan suami Ibu?" Ustazah itu tersenyum.


"Sudah.... belum... " Satu majelis tapi jawabannya beda. Cahaya tersenyum karena bu ustazah yang ada di depannya itu sangat enak ceramahnya.


"Bagi yang belum nanti setelah pulang dari sini... cobalah ngobrol bersama suaminya saling terbuka ...itu sangat penting Bu ...bisa membuat hubungan tetap baik. Okey Bu ...setuju apa setuju?"


"Setuju... " Semua taklim menjawab dengan tawa.


"Okey kita kembali ke Lep!"


"TOP!" serentak menjawab.


"HAHAHAHA!" tawa mereka memenuhi masjid itu.


"Baiklah. Terbuka dengan suami ...komunikasi yang baik berdasarkan kepercayaan satu sama lain ...komunikasi dan saling mempercayai satu sama lain. Ini adalah kunci utamanya, Ibu-ibu ...jadi dalam hubungan suami-istri harus saling terbuka jangan ada yang di tutup-tutupi."


"Ibu-ibu bisa ceritakan tentang ...pemikiran terdalam Ibu-ibu seperti halnya. Ide-ide bahkan, rasa tidak aman, cemas ataupun rasa bahagia kepada suaminya. Mulailah dari yang mudah baru kita naik level yang atas, sampai sini ada pertanyaan?"


Semua menggeleng kan kepala.


"Baiklah yang kedua Ibu-ibu disini pasti sudah melakukannya saya sangat yakin ...yang kedua adalah melakukan yang terbaik dalam urusan rumah tangga. Dalam islam biasanya pekerjaan rumah adalah menjadi tugas istri, karena tugas suami akan pergi mencari uang.enapa saat saya bilang uang Ibu-ibu tersenyum?" Ustazah itu tersenyum kearah Ibu-ibu.


"HAHAHAHA!! Bu Ustazah, uang adalah kesuksesan kita," sahut mereka yang membuat ustazah itu tertawa. Cahaya dan istri Agam Ariaja juga tertawa, karena ucapan Ibu-ibu yang ada di belakang.


"Namun, Ibu-ibu asal kalian tahu, bahwa pekerjaan rumah tidak harus dikerjakan istri ...ada kalanya seorang istri itu meminta bantuan sang suami tercinta ...biar bagaimana pun, kerja sama menjadi salah satu poin penting. Dan harus diterapkan dalam keluarga." Ustazah itu memberi jeda sejenak, sebelum memulai bicara lagi.


"Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam "


"Allahumma Sholli Alla." Sangat kompak.


"Nabi pun juga banyak membantu istrinya, dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga. Maka Buuu ...jangan sungkan minta tolong suami misal ...membantu si kecil dalam pekerjaan sekolah ...atau bermain."


"Satu lagi kalau ada yang masih singel untuk adik-adik yang ada di sini ...khususnya yang mau cari suami ...rekomended dari saya ...carilah suami yang bisa dimarahin, tapi tetap diam, nurut, gitu kan enak. Kalau bisa jangan cari yang suka marah ...gimana para Jofisa setuju enggak ...maksudnya jomblo fisabilillah, jomblo tapi tetap dijalan Allah! " Ceramahnya sangat slow.


"HAHAHAHA.... " semua tertawa, Cahaya hanya menggelengkan kepala karena lucu.


"Biar enggak ngantuk saya harus jadi comedian. Baiklah ketiga ini adalah...


Bersenang-senang dengan suami, saya itu sering ngeluangin waktu untuk berdua dengan suami saya... Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT."


"Jangan jadikan ...anak sebagai penghalang quality time. Ibu-ibu dengan suami ...kita bisa gunakan satu bulan sekali untuk kencan bersama suami kita ...anak-anak titipkan tetangga saja..."


"HAHAHAHA." Semua tertawa karena Ustazah sangat lucu.


"Jeng, boleh enggak saya nitip anak saya sebentar. Saya sudah satu bulan nih ...belum kencan sama suami saya ... tetangga jawab ...boleh Jeng, tapi besok gantian saya yang titip anak saya ke kamu ya Jeng ...saya udah sebulan setengah enggak kencan sama suami saya ...sudah kelewat tanggal Jeng ...mungkin setelah dari sini bisa di praktekin."


Semua yang ikut taklim tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


"Mbak hijab lemon kok kayaknya seneng banget kalau saya ngelawak. Kalau boleh tahu siapa namanya Mbak?" Ustadzah itu tersenyum simpul.


"Cahaya." Cahaya menjawab dengan pelan.


"Oh... namanya bagus, wajahnya ayu. Saya bisa menilai pasti Mbak Cahaya ini baru nikah. Lalau lihat aura-auranya ...kita do'akan semoga keluarga Mbak Cahaya langgeng. Amin Allah humma..."


"AMIN!!!! " Semuanya bilang amin. Istri Agam Ariaja yang ada di samping Cahaya tersenyum mengelus bahu Cahaya.


"Mbak Cahaya habis pulang dari sini suaminya di ajak kencan. Ibu-ibu juga jangan mau kalah sama Mbak Cahaya. Ajak kencan. Bi! cekileh panggilannya Abi ...Bi kencan yuk? Setelah pulang dari sini praktekin. Waktu berkualitas dengan suami sangat penting. Untuk menjaga agar api cinta tetap menyala. Sama menyenangkan dan penting saat melakukan. Kegiatan bersama anak-anak."


Cahaya yang di roasting jadi tersenyum malu. Sedangkan istri Agam Ariaja tertawa terpingkal-pingkal.


"Sudah-sudah, kita bahas yang selanjutnya ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT. Berbicaralah dengan halus, kepada suami kita. Normal bagi suami-istri berdebat, beradu argumen. Biar bagaimanapun isi kepala Ibu-ibu dan suami Ibu, tidak selalu sama. Tapi hal yang penting diingat adalah ...pastikan nada bicaranya dengan lembut ...harus bisa memilah dan memilih kalimat lebih tepat, agar tidak menyinggung perasaan suami dan intonasinya harus halus. Biar bagaimanapun, surga istri adalah suami, tidak perduli seberapa panas perdebatan itu. Pastikan bicara dengan suami dengan lembut, jangan menyerang dan menyudutkan nya."


"Nabi Muhammad berkata kepada istrinya Sayyidah Aisha. 'Perlihatkan ke lemah lembut an, karena jika ke lemah lembut an di temukan oleh sesuatu, itu mempercantik dan ketika dikeluarkan dari apa pun itu merusaknya."


"Ada pertanyaan? Jika tidak ada saya lanjutkan ke bab selanjutnya. Waktunya mau habis soalnya." Ustazah itu bertanya, namun semua menggeleng.


"Baik tidak ada jadi kita next. Okey Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT Kita masuk pembahasan. TKSPS tahu enggak?" Ustazah itu main tebak-tebakan.


Semua menggeleng kan kepalanya, tapi tidak dengan istri Agam Ariaja.


"Sepertinya Bu Walsall tahu, boleh kasih microphone nya untuk Bu Walsall!" Ustazah itu menyuruh seorang wanita.


Microphone itu sudah ada ditangan istri Agam Ariaja.


"Ayo Bu, jangan takut salah." Ustazah itu berucap.


"Tunjukkan kasih sayang pada suami!"Istri Agam Ariaja malu takut jawabannya salah.


"Wah ...ini sangat benar, terima kasih Bu Walsall. Karena sudah memberitahu rekan kita yang ada di sini. " Istri Agam Ariaja mengangguk Cahaya tersenyum kearah istri Agam Ariaja.


"Baiklah kita bahas sedikit tentang ini. TKSPS ini juga salah satu cara menjadi istri yang baik dalam islam. Intuk para istri jangan malu untuk memulainya terlebih dahulu dan melakukan perilaku asertif dengan jujur. Tanpa menyinggung satu sama lain.isalnya dengan kalimat. 'Aku sayang kamu' yang kebanyakan wanita itu malu untuk mengawalinya iya enggak?"


"ENGGAK!!!"


"Maksudnya enggak salah Ibu-ibu... hehehehe. " Ustazah itu tertawa.


"Okey Ibu-ibu, saya cuma punya waktu tiga puluh menit saja, maka kita lanjut ya. PPKS perlihatkan perhatian kepada suami— Suami bekerja setiap hari, menghasilkan uang, untuk menemui kebutuhan pasti sangat melelahkan. Para suami jarang sekali memperlihatkan rasa lelahnya. Karena dia sangat mengerti jika istrinya juga sangat lelah. Meskipun begitu memberikan apresiasi. Tentu saja sangat penting. Hargai dengan mengucapkan 'Terima Kasih suamiku' atau memberi pijatan ringan dipundak... siapin air hangat saat suami mau mandi. Jal kecil seperti itu, bisa membuat ...suami bahagia."


"Yang terakhir, sebenarnya masih banyak tapi waktu mepet bentar lagi ashar jadi saya singkat. Mungkin lain waktu, baiklah yang terakhir ini, nikmati keintiman bersama. Tak bisa di pungkiri, **** merupakan kebutuhan saat menikah ...dalam ikatan perkawinan, **** di anggap sebagai perbuatan baik dalam islam."


"Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan berkah penuh ...saat melakukannya, perlu di ingat bahwa ...aktivis seksual tidak semata-mata untuk kebahagiaan dan kenikmatan ...ini juga merupakan tindakan ibadah membawa banyak pahala dari Allah SWT!"


"Apa ada pertanyaan, mumpung masih ada waktu. " Ustazah itu bertanya.


"Ustazah saya mau bertanya." Salah satu yang ikut taklim bertanya.


"Baik."


"Apa dosa seorang istri menolak hubungan intim dengan suaminya?" tanya orang itu.


"Baiklah, saya pikir lima puluh persen Ibu-ibu yang ada di sini hampir tahu ...maka untuk yang belum tahu kita bisa belajar. Fan untuk yang tahu bisa tambah lagi pengetahuannya. Bismillah! Rasulullah bersabda. 'Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya (untuk digauli) lalu sang istri tidak memenuhi ajakannya, lantas sang suami tidur dalam kondisi marah terhadap istrinya maka malaikat melaknat sang istri hingga subuh' (HR Al-Bukhari no 3237 dan Muslim no 1436) Hayo di sini kalau masih ada yang melakukan hal itu, jangan lakukan lagi. " Ustazah itu menjawab pertanyaan.


Cahaya yang mendengar hal itu tubuhnya bergetar. Karena dia belum bisa menjadi istri yang baik. Wajahnya yang semula riang jadi sendu.


"Ada hadist lagi Ibu-ibu. 'Jika seorang wanita tidur meninggalkan tempat tidur suaminya (yaitu tidak menemani suaminya) maka malaikat melaknatnya hingga pagi hari' (HR Muslim no 1436). Dalam riwayat lain 'malaikat melaknatnya hingga ia kembali (kepada suaminya)' Tapi ibu-ibu pertama maksud dari hadist ini adalah wanita terlaknat jika ia menolak tanpa udzur syarí, bukan semata-mata menolak langsung dilaknat oleh malaikat. Diantara udzur syarí."


"Ada pertanyaan lagi? jika tidak ada, maka saya akan menutupnya, karena tiga menit lagi masuk sholat ashar." Ustazah itu melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Baik tidak ada? Satu lagi yang saya ingin sampaikan, hadits Rasulullah yang berpesan kepada putrinya Siti Fatimah, bahwa seorang istri yang berinisiatif untuk berhubungan intim dengan suaminya maka akan diberikan pahala yang besar oleh Allah SWT."


"Hadits Rasulullah, salah satunya dalam kitab Adabun Nisa juz 1 halaman 292, yaitu: 'Ketika seorang istri mencium suaminya dengan ikhlas maka dia seperti khatam 12 kali. Tidak hanya itu, maka Allah mencatat setiap ayatnya sebagai 50 kebaikan. Dan setiap ciuman istri akan dijadikan sebuah kerajaan di surga'"


"Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 'Yaa Rasulullah (wahai Rasulullah), orang-orang yang kaya pahalanya tentu akan melebihi kita, dia puasa, haji, dan juga haji dan mereka memiliki keistimewaan untuk bersedekah. Lalu kami yang miskin ini bagaimana?' Rasulullah pun menjawab pertanyaan para sahabat.


'Bukankah Allah, telah menjadikan sesuatu yang kamu lakukan mendapatkan pahala. Setiap tasbih itu nilainya sedekah dan di dalam ******** kamu itu juga sedekah' Baik kita akhiri kajian ini dengan mengucap Alhamdulillah."


"Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Segala bentuk perhatian para hadirin sekalian dalam mendengar sambutan saya merupakan sebuah penghargaan dan saya ucapkan terimakasih, mungkin saya rasa cukup, apa yang saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf Billahi Taufik Walhidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb."


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Semua yang di sana menjawab.


Sumber: https://id.theasianparent.com/istri-sholehah?utm\_source\=article-top&utm\_medium\=native-share&utm\_campaign\=article-share.

__ADS_1


__ADS_2