
Tepatnya hari minggu, Cahaya memutuskan untuk mengajak Cantik untuk makan nasi pecel.
"Baiklah, kalian hati-hati, jangan pulang sore," ucap istri Agam Ariaja, di luar tokonya.
"Kita naik taksi saja ya, Teh?" tanya Black, pemuda delapan belas tahun itu ikut, karena di toko juga tidak membutuhkannya lagi.
"Baiklah."
.
Mereka bertiga masuk kedalam taksi itu. Taksi pun mulai meninggalkan toko istrinya Agam Ariaja. Hampir lima belas menit ada di dalam taksi.
"Berhenti di sini saja, Pak!" ucap Cahaya, meminta supir taksi itu untuk menurunkan mereka di jalan.
Setelah membayar ongkos, mereka memutuskan untuk mencari warung yang berjualan nasi pecel.
"Itu, Akak ada tulisannya warung nasi pecel," ucap gadis berwajah bulat itu, memberi tahu Cahaya. Padahal Cantik belum sekolah.
"Baiklah, kita akan makan di sana,"
Black dan Cahaya menggandeng gadis berwajah bulat itu. Setelah sampai di depan warung yang tidak bisa di bilang mewah itu, mereka masuk kedalam. Ketiganya duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu jati. Black ada di sebrang Cahaya dan Cantik.
"Pesan berapa, Mbak?" tanya pemilik warung itu.
"Tiga dimakan disini, dan tiga puluh di bungkus," ucap Cahaya.
"Baiklah, tunggu sebentar ya, Mbak!"
"Akak, kenapa beli pecelnya banyak banget?"
"Bukanya, Cantik mau berbagai dengan orang yang membutuhkan?" tanya Cahaya, yang dijawab anggukan kepala.
"Ya sudah, nanti kita bagi-bagikan, nanti juga habis. Ya kan, Cut Abang?"
"Iya, bener itu, Can, nanti kita cari orang yang benar-benar membutuhkan."
Setelah menunggu hampir lima menit akhirnya pesan yang dimakan ditempat sudah ada di depan mereka.
"Jangan lupa berdoa," ucap Cahaya, mengingatkan kakak-adik keturunan Aceh itu. Gadis berwajah bulat itu, sudah makan setelah berdoa.
"Teteh punya akun Fb?" tanya Black yang di jawab anggukan oleh Cahaya.
__ADS_1
"Apa namanya, Teteh?" tanya Black.
"Starlight!" ucap Cahaya.
"Baiklah, nanti konfirmasi ya, Teh!" ucap Black yang belum mulai makan.
"Black sudah aku konfir," ucap Cahaya, yang mengecek hpnya.
"Ayo kita foto dulu, Teh!" Mereka pun berfoto dengan Cantik yang sedang makan pecel itu.
Tahun 2005 kamera masih kamera belakang. Dan waktu itu hp keluaran 2004 adalah merek BlackBerry.
"Aku post ya Teh? udah lama aku enggak update," ucap Black.
Caption yang ditulis Black waktu itu seperti ini. Jangan tanyakan kita makan dengan apa. Tapi dengan siapa kita makan. Jika dengan orang yang kita sayang, maka itu adalah contoh kebahagiaan kecil. Bukan begitu Teh @Starlight. Pemuda delapan belas tahun itu menandai Cahaya.
"Cantik, nambah lagi, sayang!" tanya Cahaya, yang melihat piring milik Cantik sudah habis.
"Tidak, kata papi, enggak baik jika makan terlalu berlebihan," ucapnya gadis itu, makan nya sekarang tidak seperti biasanya. Jika biasanya bisa tiga kali nambah, sekarang cuman dua kali.
"Cut Abang, cepat makan, jangan main hp terus," tegur Cahaya kepada Black yang belum menyentuh makanan itu.
"Maaf, Teh karena teman-teman ku memberi komentar, di foto yang baru aku posting." Black meletakkan hpnya kemudian dia mulai makan.
"Dimana kita bisa menemukan orang yang kesusahan, Akak?" tanya Cantik.
"Biasanya dibawah jembatan banyak, Teh!"
"Baiklah, kita ke sana kalau begitu," ucap Cahaya.
Mereka bertiga jalan, sudah hampir sepuluh menit mereka berjalan, sampailah mereka di jembatan. Dan benar di sana ada banyak pemulung, anak kecil yang tertidur di bawah jembatan. Membuat siapa pun yang melihatnya pasti ingin sekali membantunya.
Mereka mulai membagikan nasi pecel itu. Sesekali orang yang dikasih mendoakan mereka. "Makasih, Kak, Dik, Bang, semoga kalian diberikan kesehatan."
"Semoga kalian juga, selalu sehat dan selalu bahagia," ucap Cantik, sesekali bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih tua darinya. Gadis itu tidak punya rasa jijik. Meski mereka memakai baju yang tidak layak dipakai. Gadis berwajah bulat itu tidak membedakan-membedakan. Kata ayahnya, kaya atau miskin, cantik atau biasa. Yang namanya manusia itu sama di mata Tuhan. Mungkin saja gadis itu mengingat ucapan ayahnya. Jadi gadis itu tidak membedakan-membedakan, karena di dunia ini semua sama.
Cahaya sangat senang bisa berbagi. Dia mengeluarkan hpnya. Dan memfoto orang yang ada di sana. Cahaya tak memperlihatkan jika dia sedang berbagi. Dia hanya memfoto anak-anak yang sedang makan.
Sepertinya Cahaya juga melakukan pembaruan status Facebook nya.
Jangan selalu melihat ke atas, sesekali lihatlah ke bawah untuk bersyukur kepada-Nya jika itu masalah harta.Tapi lihatlah ke atas untuk masalah ilmu.
__ADS_1
Mereka telah kembali dari acara berbagi kebahagiaan bersama orang yang membutuhkan.
"Assalamu'alaikum," ucap ketiganya.
"Wa'alaikumussalam, kalian sudah pulang? Bagaimana, apa yang bisa Cut Adik ambil hikmahnya, saat berbagi?" tanya istri Agam, sedang duduk di depan toko.
"Cantik, harus bersyukur karena Tuhan memberikan tempat tinggal untuk Cantik, kasian sekali mereka Mi, disaat hujan mereka kehujanan disaat dingin mereka kedinginan. Dan di saat panas mereka merasakan panas. Sedangkan aku dikasih begitu banyak kelebihan," ucap gadis itu, yang duduk di pangkuan ibunya.
"Makasih Teh, karena mu, Cut Adik banyak belajar." Istri Agam Ariaja itu sangat bersyukur jika putrinya bisa mengambil pelajaran dari apa yang ia lihat.
"Tidak perlu berterima kasih, karena memang Cantik anaknya mau belajar. "
Malam harinya di kediaman Raharja si kembar itu sedang tarik ulur beranda Facebook. Tak sengaja mereka melihat postingan si Black.
"Lihatlah caption si Hitam, tapi ini bukannya tunangan kang mas?" tanya Archer.
"Iya, sepertinya si Black, dekat banget. Coba Cher baca komentarnya."
...Ahmad andre: Siapa itu Black?"...
...Cils: Cantik juga bro!...
...Rai: Ay, siapa itu tampan banget?...
...*William: Wah lu Ay mainnya sama brondong. Fafa: Ganteng itu buat aku aja Ay....
...Le Alexa: Widih anaknya makan pecel lahap benar sudah seperti kambing. Starlight: Kata-kata nya Cut Abang bikin terharu @ Black Agam*...
...Black Agam. Bagus kan @Teh Starlight....
Kurang lebih begitu lah komennya.
"Temanya, banyak juga ya Kak!'
" Coba buka Facebook nya, Cher siapa tahu kita bisa lihat statusnya."
Archer pun melakukan apa yang kakaknya bilang.
"Di privat, Kak!"
Mereka yang ingin tahu status Cahaya , sampai uring-uringan karena diprivatisasi.
__ADS_1
Sama halnya dengan si kembar. Pemuda yang ada di kamarnya itu juga melihat posting si Black sekilas. Kemudian meletakkan hpnya di laci.