
GIta mulai perlahan melhat isi surat itu, entahlah tapi dia merasa dia harus mempersiapkan hatinya.
[Untuk mas Agam & Rose
Gita terkejut dan dia menutup mulutnya, sulit untuk percaya dnegan pengakuan sang bunda. Bahwa ternyata dia bukanlah anak kandung Agam, Gita adalah anak dari selingkuhan bundanya.
[Rose, aku mohon, jaga putriku dan sayangi dia selayaknya putri kamu. Aku tahu kamu adalah wanita yang baik, maaf karena aku sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Tapi, bisakah aku meminta supaya rahasia ini, jangan sampai Gita tahu? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya jika dia tahu dia hidup sebatang kara. Ayah biologis Gita sudah meninggal karena kecelakaan.]
Gita terisak, selama ini dia salah sangka, ternyata bukan Rose yang menjadi istri kedua, bukan Rose juga yang merebut ayahnya, tapi sebaliknya. Bundanyalah yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ayah dan juga ibu sambungnya, dan yang membuat Gita semakin terkejut, selama ini ayah dan ibu sambungnya sudah tahu bahwa Gita bukan anak kandung Agam. Tapi selama ini, mereka masih memperlakukan Gita dengan sangat baik, bahkan Rose selalu menuruti apapun yang Gita inginkan, sampai rela menjauhi anak kandung sendiri.
"Bu, maafin Gita," Gita langsung terisak di hadapan Rose, bahkan dia sampai berlutut di hadapan Rose dan Agam.
"Gita, Ibu sudah memaafkan kamu, Nak," Rose memeluk Gita, dia bersyukur karena Gita akhirnya tahu dan sepertinya dia akan bisa berubah.
"Ayah, Ibu, selama ini Gita sudah berlaku sangat buruk pada Ayah dan Ibu. Selama ini, Gita sudah sangat keterlaluan," isak Gita menjadi, dia merasa bersalah dan kembali teringat betapa jahatnya Gita, karena terus menerus ingin mencelekai Anyelir.
"Nak, kami senang karena kamu akhirnya sadar, apapun yang terjadi, kamu adalah putri kami," ucap Agam membuat Gita semakin terisak sejadinya, karena setelah apa yang dia lakukan, Agam dan Rose masih menerima Gita dengan baik.
"Gita mau ketemu Anyelir, Bu," pinta Gita seraya terisak.
"Jangan sekarang, ya? Ibu khawatir kondisi kamu belum memungkinkan, nanti kita coba buat janji temu dulu dengan Anyelir, ya?" ujar Rose. Agam dan Rose masih mempertimbangkan Gita untuk bertemu dengan Anyelir, sebab Gita masih harus banyak istirahat, jadi mereka akan coba mempertemukan Gita dengan Anyelir nanti, saat mereka merasa keadaan Gita sudah jauh lebih baik dan benar-benar vit.
"Makasih ya, Bu, atas semua yang sudah Ibu dan Ayah lakuin buat aku, aku juga minta maaf karena terus menerus membuat kalian susah," ujar Gita. AKhirnya mereka kembali saling memeluk. Rose dan Agam bersyukur, karena Gita sepertinya sudah menyadari kesalahan dan mau berubah, harapan mereka semoga ke depannya hubungan mereka menjadi lebih baik. Semoga setelah ini keluarga mereka menjadi semakin harmonis, tidak ada lagi kesalah pahaman yang terjadi.
-//-
Anyelir saat ini tengah meraa cemas, tadi pagi kedua orang tuanya memberikan kabar, bahwa mereka akan menjenguk Gita, sekaligus untuk melihat keadaan Gita, apakah Gita sudah benar-benar sembuh atau belum. Tapi sampai hampir menjelang siang, belum ada kabar sama sekali dari kedua orang tuanya, Anyelir hanya takut kalau Gita syok dan melakukan tindakan yang membahayakan.
"Kamu kenapa, Nak?" tanya Mayang, sebab dia melihat menantunya nampak tengah gusar.
"Bu, Anyelir risau karena ayah dan ibu belum memberikan kabar," jawab Anyelir.
"Sudah, jangan berpikir yang bukan-bukan, kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja," saran Mayang.
"Ammiin, Bu," Anyelir mencoba untuk terus berpikir positif, dia yakin kedua orang tuanya lebih tahu apa yang harus mereka lakukan. Saat Anyelir dan Mayang tengah berbincang, mereka mendengar suara deru mesin mobil, yang diyakini adalah milik Devan.
"Sepertinya, mas Devan pulang, Bu." Anyelir beranjak dari tempat duduknya, dia ingin menyambut kedatangan sang suami, dan benar saja saat Anyelir membuka pintu, Devan datang dengan membawa dua buket bunga.
"Selamat hari ibu," ucap Devan, membuat Anyelir dan Mayang saling bersitatap.
"Devan?" Mayang tidak menyangka, Devan memberikan kejutan untuknya.
"Selamat hari ibu, buat Ibu dan juga buat istriku, kalian adalah sosok wanita tangguh yang aku kenal, dan kalian adalah dua wanita yang sangat aku sayangi," ucap Devan sembari memberikan dua buket bunga itu. Ternyata bukan hanya itu kejutannya, dalam buket bunga ada kotak perhiasan panjang, yang ketika dibuka terdapat kalung di dalamnya, hal itu juga didapatkan oleh Mayang.
"Mas," Anyelir terharu dengan pemberian Devan, kalung limited edition, yang di design khusus hanya untuk Anyelir dan Mayang.
"Makasih ya, Nak," sudut mata Mayang sudah basah, air mata mulai mengalir di kedua pipinya.
"Ibu kenapa menangis? Semua hadiah ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah Ibu lakukan selama ini untuk aku. Dan istriku, kamu adalah wanita terbaik yang dikirim oleh Yang Maha Kuasa untuk aku. Aku berharap kamu akan selalu sehat dan semoga kehamilan kamu lancar, kita bisa hidup bahagia selamanya," harap Devan dan diamini oleh Anyelir juga Mayang.
__ADS_1
"Ya sudah, yuk kita makan siang." Mayang, mengajak Devan dan Anyelir untuk masuk ke dalam rumah, karena sudah waktunya jam makan siang.
-//-
Nabila tengah dalam perjalanan pulang, tapi sialnya tiba-tiba, di tengah perjalanan mobil Nabila mogok, dia pun masih mencoba melihat kira-kira apa yang salah dengan mobilnya. Tapi, Nabila sama sekali tidak tahu menahu dengan mesin mobil jadi dia hanya bisa mondar-mandir kebingungan.
"Kenapa sih, disaat begini malah ponsel gue mati,'" ucap Nabila kesal. Di tengah kebingungannya, Nabila melihat ada mobil yang menepi, Nabila berharap itu adalah orang baik yang mau membantunya.
"Pak Felix?" lirih Nabila setelah melihat siapa pemilik mobil yang itu.
"Mobil kamu kenapa, Bil?" tanya Felix seraya melangkah mendekat ke arah Nabila.
"Nggak tahu, Pak, tiba-tiba aja mesin mobil langsung mati," jawab Nabila menjelaskan.
"Saya cek ya?" izin Felix, dan dia perbolehkan oleh Nabila. Felix mencoba mengecek keadaan mobil Nabila, dan tidak berapa lama, Felix pun berbicara dengan Nabila.
"Sepertinya, mobil kamu harus dibawa ke bengkel, karena cukup parah dan harus ditangani sama ahlinya," jelas Felix. Akhirnya Felix menawarkan diri, untuk menghubungi bengkel yang memang menjadi langganannya.
"Kita tunggu montir datang ya?" Felix pun menemani montir bengkel datang membawa mobilnya, Felix menyarankan kepada Nabila untuk mengambil beberapa barang-barang yang memang penting, tidak lama nampak dua montir datang dengan menggunakan motor, Nabila pun memberikan kunci mobilnya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Felix.
"Mau pulang," jawab Nabila.
"Yuk saya antar." Felix menawarkan diri untuk mengantarkan Nabila pulang, karena dia tahu jjam makan siang sangat sibuk dan pasti sulit mencari taksi. Nabila berpikir sejenak, dan akhirnya dia pun menerima tawaran Felix.
GIta mulai perlahan melhat isi surat itu, entahlah tapi dia merasa dia harus mempersiapkan hatinya.
[Untuk mas Agam & Rose
Gita terkejut dan dia menutup mulutnya, sulit untuk percaya dnegan pengakuan sang bunda. Bahwa ternyata dia bukanlah anak kandung Agam, Gita adalah anak dari selingkuhan bundanya.
[Rose, aku mohon, jaga putriku dan sayangi dia selayaknya putri kamu. Aku tahu kamu adalah wanita yang baik, maaf karena aku sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Tapi, bisakah aku meminta supaya rahasia ini, jangan sampai Gita tahu? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya jika dia tahu dia hidup sebatang kara. Ayah biologis Gita sudah meninggal karena kecelakaan.]
Gita terisak, selama ini dia salah sangka, ternyata bukan Rose yang menjadi istri kedua, bukan Rose juga yang merebut ayahnya, tapi sebaliknya. Bundanyalah yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ayah dan juga ibu sambungnya, dan yang membuat Gita semakin terkejut, selama ini ayah dan ibu sambungnya sudah tahu bahwa Gita bukan anak kandung Agam. Tapi selama ini, mereka masih memperlakukan Gita dengan sangat baik, bahkan Rose selalu menuruti apapun yang Gita inginkan, sampai rela menjauhi anak kandung sendiri.
"Bu, maafin Gita," Gita langsung terisak di hadapan Rose, bahkan dia sampai berlutut di hadapan Rose dan Agam.
"Gita, Ibu sudah memaafkan kamu, Nak," Rose memeluk Gita, dia bersyukur karena Gita akhirnya tahu dan sepertinya dia akan bisa berubah.
"Ayah, Ibu, selama ini Gita sudah berlaku sangat buruk pada Ayah dan Ibu. Selama ini, Gita sudah sangat keterlaluan," isak Gita menjadi, dia merasa bersalah dan kembali teringat betapa jahatnya Gita, karena terus menerus ingin mencelekai Anyelir.
"Nak, kami senang karena kamu akhirnya sadar, apapun yang terjadi, kamu adalah putri kami," ucap Agam membuat Gita semakin terisak sejadinya, karena setelah apa yang dia lakukan, Agam dan Rose masih menerima Gita dengan baik.
"Gita mau ketemu Anyelir, Bu," pinta Gita seraya terisak.
"Jangan sekarang, ya? Ibu khawatir kondisi kamu belum memungkinkan, nanti kita coba buat janji temu dulu dengan Anyelir, ya?" ujar Rose. Agam dan Rose masih mempertimbangkan Gita untuk bertemu dengan Anyelir, sebab Gita masih harus banyak istirahat, jadi mereka akan coba mempertemukan Gita dengan Anyelir nanti, saat mereka merasa keadaan Gita sudah jauh lebih baik dan benar-benar vit.
"Makasih ya, Bu, atas semua yang sudah Ibu dan Ayah lakuin buat aku, aku juga minta maaf karena terus menerus membuat kalian susah," ujar Gita. AKhirnya mereka kembali saling memeluk. Rose dan Agam bersyukur, karena Gita sepertinya sudah menyadari kesalahan dan mau berubah, harapan mereka semoga ke depannya hubungan mereka menjadi lebih baik. Semoga setelah ini keluarga mereka menjadi semakin harmonis, tidak ada lagi kesalah pahaman yang terjadi.
__ADS_1
-//-
Anyelir saat ini tengah meraa cemas, tadi pagi kedua orang tuanya memberikan kabar, bahwa mereka akan menjenguk Gita, sekaligus untuk melihat keadaan Gita, apakah Gita sudah benar-benar sembuh atau belum. Tapi sampai hampir menjelang siang, belum ada kabar sama sekali dari kedua orang tuanya, Anyelir hanya takut kalau Gita syok dan melakukan tindakan yang membahayakan.
"Kamu kenapa, Nak?" tanya Mayang, sebab dia melihat menantunya nampak tengah gusar.
"Bu, Anyelir risau karena ayah dan ibu belum memberikan kabar," jawab Anyelir.
"Sudah, jangan berpikir yang bukan-bukan, kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja," saran Mayang.
"Ammiin, Bu," Anyelir mencoba untuk terus berpikir positif, dia yakin kedua orang tuanya lebih tahu apa yang harus mereka lakukan. Saat Anyelir dan Mayang tengah berbincang, mereka mendengar suara deru mesin mobil, yang diyakini adalah milik Devan.
"Sepertinya, mas Devan pulang, Bu." Anyelir beranjak dari tempat duduknya, dia ingin menyambut kedatangan sang suami, dan benar saja saat Anyelir membuka pintu, Devan datang dengan membawa dua buket bunga.
"Selamat hari ibu," ucap Devan, membuat Anyelir dan Mayang saling bersitatap.
"Devan?" Mayang tidak menyangka, Devan memberikan kejutan untuknya.
"Selamat hari ibu, buat Ibu dan juga buat istriku, kalian adalah sosok wanita tangguh yang aku kenal, dan kalian adalah dua wanita yang sangat aku sayangi," ucap Devan sembari memberikan dua buket bunga itu. Ternyata bukan hanya itu kejutannya, dalam buket bunga ada kotak perhiasan panjang, yang ketika dibuka terdapat kalung di dalamnya, hal itu juga didapatkan oleh Mayang.
"Mas," Anyelir terharu dengan pemberian Devan, kalung limited edition, yang di design khusus hanya untuk Anyelir dan Mayang.
"Makasih ya, Nak," sudut mata Mayang sudah basah, air mata mulai mengalir di kedua pipinya.
"Ibu kenapa menangis? Semua hadiah ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah Ibu lakukan selama ini untuk aku. Dan istriku, kamu adalah wanita terbaik yang dikirim oleh Yang Maha Kuasa untuk aku. Aku berharap kamu akan selalu sehat dan semoga kehamilan kamu lancar, kita bisa hidup bahagia selamanya," harap Devan dan diamini oleh Anyelir juga Mayang.
"Ya sudah, yuk kita makan siang." Mayang, mengajak Devan dan Anyelir untuk masuk ke dalam rumah, karena sudah waktunya jam makan siang.
-//-
Nabila tengah dalam perjalanan pulang, tapi sialnya tiba-tiba, di tengah perjalanan mobil Nabila mogok, dia pun masih mencoba melihat kira-kira apa yang salah dengan mobilnya. Tapi, Nabila sama sekali tidak tahu menahu dengan mesin mobil jadi dia hanya bisa mondar-mandir kebingungan.
"Kenapa sih, disaat begini malah ponsel gue mati,'" ucap Nabila kesal. Di tengah kebingungannya, Nabila melihat ada mobil yang menepi, Nabila berharap itu adalah orang baik yang mau membantunya.
"Pak Felix?" lirih Nabila setelah melihat siapa pemilik mobil yang itu.
"Mobil kamu kenapa, Bil?" tanya Felix seraya melangkah mendekat ke arah Nabila.
"Nggak tahu, Pak, tiba-tiba aja mesin mobil langsung mati," jawab Nabila menjelaskan.
"Saya cek ya?" izin Felix, dan dia perbolehkan oleh Nabila. Felix mencoba mengecek keadaan mobil Nabila, dan tidak berapa lama, Felix pun berbicara dengan Nabila.
"Sepertinya, mobil kamu harus dibawa ke bengkel, karena cukup parah dan harus ditangani sama ahlinya," jelas Felix. Akhirnya Felix menawarkan diri, untuk menghubungi bengkel yang memang menjadi langganannya.
"Kita tunggu montir datang ya?" Felix pun menemani montir bengkel datang membawa mobilnya, Felix menyarankan kepada Nabila untuk mengambil beberapa barang-barang yang memang penting, tidak lama nampak dua montir datang dengan menggunakan motor, Nabila pun memberikan kunci mobilnya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Felix.
"Mau pulang," jawab Nabila.
__ADS_1
"Yuk saya antar." Felix menawarkan diri untuk mengantarkan Nabila pulang, karena dia tahu jjam makan siang sangat sibuk dan pasti sulit mencari taksi. Nabila berpikir sejenak, dan akhirnya dia pun menerima tawaran Felix.