
Melihat keadaan sekarang, membuat Anyelir merasa tidak enak, karena makan malam yang seharusnya berlangsung dengan bahagia karena pembahasan hubungan Armand an Gita, malah berujung masalah. Andai saja dia tidak datang, mungkin semua ini tidak akan terjadi, Devan tidak akan marah karena mendengar hinaan yang diberikan oleh orangtua Arman, dan juga ibu kandungnya sendiri, apalagi Gita. Anyelir tahu, alasan kenapa Devan akhirnya membongkar semua kebohongan Gita dan Arman, tidak lain karena Devan kesal dengan pasangan dua sejoli itu yang telah merangkai kebohongan dengan sangat baik.
Arman juga lelaki yang pecundang, dia menyalahkan Anyelir atas kandasnya hubungan mereka berdua, padahal jelas-jelas Anyelir mengakhiri hubungan mereka, karena melihat Arman yang tengah bermesraan dengan Gita. Tidak hanya sampai disitu, Arman justru terang-terangan memperlihatkan kemesraan mereka berdua di kampus, seolah tidak merasa menyesal sama sekali dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap Anyelir.
“Baiklah, saya rasa pembahasan ini sudah bukan ranah saya dan istri saya, kalau begitu kami pamit,” Devan mengajak Anyelir untuk pergi, karena dia merasa acar makan malam tidak akan bisa dilanjutkan, melihat kondisi yang sudah tidak lagi kondusif.
Perdebatan antara kedua orangtua kembali terjadi, Rose tetap pada pendiriannya bahwa pernikahan antara Gita dan Arman harus diselenggarakan secara meriah, namun berbeda dengan Desi yang justru ingin pernikahan ini dilangsungkan secara sederhana, karena Desi tidak mau kalau pernikahan mereka berdua sampai terendus masyarakat umum. Pastinya masyarakat akan berpikir negatif kalau tahu Arma tiba-tiba menikah. Namun, Agam juga setuju dengan pemikiran Desi, pernikahan ini dilakukan supaya mereka berdua tidak lagi melakukan dosa, soal pesta pernikahan bisa dilakukan suatu hari nanti. Bagaimanapun nama keluarga juga yang akhirnya akan buruk, jika sampai masyarakat berpikir negatif soal Armand an Gita.
**
Gita langsung masuk ke dalam kamar, amarahnya begitu memuncak kepada Anyelir dan Devan, Gita berpendapat kalau saja Anyelir tidak datang pasti ini semua tidak akan terjadi, pastinya Gita tidak perlu dipaksa untuk menikah secepatnya, dan dia masih bisa menikmati kehidupannya sebagai wanita singgle. Namun, kedua keluarga sudah memutuskan kapan mereka berdua akan dinikahkan, lalau bagaimana cara Arman menafkahi Gita? Itu semua juga sudah diputuskan, Arman akan mulai mengelola bisnis rumah sakit milik keluarga, dengan begitu Arman bisa mendapatkan penghasilan dan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan Gita. Tapi tetap saja, Gita masih tidak terima dengan semua pengakuan yang Devan berikan.
‘Awas loe Renata,’ batin Gita marah.
__ADS_1
“Kenapa kamu harus bilang gitu sih?” tanya Anyelir sedikit kesal.
“Kenapa? kamu nggak ikhlas mantan pacar kamu akan menikah dengan Gita? Yang notabennya kalian berdua akan menjadi ipar?” bukannya menenangkan, Devan malah kesal dengan ucapan Anyelir, lebih tepatnya dia cemburu karena mengira Anyelir masih mencintai Arman.
“Bukan begitu, aku nggak masalah kalau akhirnya mereka berdua akan menikah, karena aku udah nggak perduli lagi sama mereka. Tapi, seandainya kakak nggak bongkar semuanya, pasti ini semua nggak akan terjadi kak, kaka Gita nggak akan dituntut untuk menikah secepatnya, apalagi pernikahan mereka akan digelar secara diam-diam,” ujar Anyelir, dia sangat yakin, kalau Gita semakin membencinya atas semua yang terjadi dan pastinya Gita akan menyalahkan Anyelir, seperti biasanya.
“Itu semua akibat atas tindakan yang mereka lakukan terhadap kamu sayang, kamu harus ingat sayang, kamu adalah istri Devan Willson, jangan mau menundukkan pandangan kamu hanya karena mereka. Kamu harus mulai berani menghadapi mereka, atau kalau tidak kamu akan terus diinjak-injak oleh mereka semua,” ujar Devan menasehati istrinya, Devan jelas tahu, dia tidak selalu bisa datang untuk menolong Anyelir dan hanya diri Anyelir lah yang bisa melindungi diri sendiri. Anyelir harus berani mengambil keputusan, Anyelir harus berani melawan siapa saja orang-orang yang ingin menjatuhkannya dan Devan ingin, Anyelir berubah menjadi wanita yang jauh lebih mandiri.
“Jangan berpikir tidak enak sayang, mulailah memikirkan perasaan kamu juga, kalau kamu terus memikirkan mereka, lalu bagaimana dengan kamu? bukankah sudah saatnya kamu bahagia? Maka berbahagialah dengan ku, kita melangkah bersama menciptakan moment yang indah untuk bisa kita ceritakan kepada anak dan cucu kita kelak,” ucap Devan seraya menangkup kedua pipi Anyelir, bisa Devan lihat, kecemasan dari wajah Anyelir mulai berkurang. Nampaknya, Devan berhasil mengembalikan kepercayaan diri Anyelir, Devan pun bisa bernapas lega sekarang.
“Iya sayang,” jawab Anyelir seraya mengangguk. Malam ini, Devan hanya bisa mengantarkan Anyelir sampai di rumahnya , karena mala mini Devan masih harus bersama Laura.
**
__ADS_1
Dika dan Desi begitu murka kepada Arman, mereka merasa Arman sudah benar-benar jauh membohongi mereka, dan yang lebih memalukan, Desi sudah banyak berbicara buruk soal Anyelir, namun ternyata hubungan Armand an Anyelir selesai bukan karena Anyelir yang berkhianat, melainkan Arman yang sudah berselingkuh dengan Gita, yang tidak lain kakak tiri Anyelir sendiri.
“Papah nggak habis pikir sama kamu Arman, bisa-bisanya kamu membohongi kamu! dan yang lebih memalukan, kamu sudah berkhianat dari Anyelir dan berselingkuh dengan Gita! Apa kamu tidak punya otak? Sampai kakak beradik kamu embat juga,” sentak Dika murka.
“Maaf Pah,” Arman hanya bisa menunduk dalam.
“Maaf kamu bilang?!” seru Desi yang sedari tadi sudah mencoba menahan amarahnya terhadap Arman, “kamu sadar nggak sih? Gara-gara kamu Mamah hampir jadi malu tahu! Mamah sudah menuduh Anyelir dengan mengatakan perkataan yang cukup kasar, ditambah lagi suami Anyelir mendengarnya, dan yang lebih parah, suami Anyelir adalah tuan Devan Willson!” bentak Desi, dia memegang kepalanya yang terasa pening dengan permasalahan yang ada sekarang.
“Keputusan sudah dibuat, kamu akan menikah dengan Gita lusa, dan kamu harus bisa mencari uang sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kamu, karena setelah menikah nanti Mamah dan Papah tidak mau lagi mencampuri urusan kalian,” putus Dika, membuat Arman semakin menunduk lesu.
“Ayo Mah.” Dika mengajak istrinya untuk beristirahat di kamar mereka, karena Dika tahu pasti Desi merasa terpukul mendengar semua kejadian yang sebenarnya. Jujur saja, Dika dan Desi sebenarnya sudah sangat setuju jika Arman menjalalin hubungan dengan Anyelir, bahkan mereka sudah bermimpi akan memiliki menantu Anyelir, karena bagi mereka Anyelir memiliki banyak point plus, termasuk dari segi makanan yang Anyelir buat. Ya betul, Anyelir mamang pandai memasak bahkan kedua orangtua Arman sudah sangat cocok dengan makanan yang dibuat oleh Anyelir sendiri, sedangkan Gita? Desi belum tahu, pasalnya mereka Gita belum pernah menunjukkan skill memasaknya di hadapan Desi dan Arman. Namun Desi tidak mau berpikiran terlalu jauh, karena bisa saja Gita masih malu-malu.
__ADS_1