
Makan malam kali ini, benar-benar menjadi makan malam terindah bagi Anyelir. Bagaimana tidak? Akhirnya Anyelir sudah bisa kembali merasakan rasa sayang dari ibunya. Namun, dalam benak Rose sebagai seorang ibu, ada rasa takut jika saja Gita akan tahu semuanya.
"Tapi, apakah boleh saya meminta? Kalau hal ini disembunyikan dari Gita?" tanya Rose, seraya menatap Devan, Anyelir, dan juga Agam.
"Kenapa Bu? Ayah justru ingin secara langsung memberinya pelajaran malam ini juga." ucap Agam, nampaknya dia sudah sangat geram dengan tindakan sang putri sulungnya itu.
"Jangan yah." cegah Rose.
"Aku takut, kalau nantinya Gita akan berbuat nekat pada Anyelir, dan membahayakan keselamatan Anyelir. Biarlah, aku akan bersandiwara di hadapan Gita nantinya, aku tidak mau kalau nanti Gita merasa bahwa kita semua meninggalkan dia," ujar Rose menjelaskan semua alasannya.
"Apa yang Ibu katakan memang benar Yah, aku rasa kak Gita tidak perlu diberitahu soal ini lebih dulu. Supaya kak Gita tidak merasa kesepian," Anyelir, setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rose.
Akhirnya, mereka sudah menemukan kesepakatan, bahwa apapun yang terjadi malam ini, Gita akan dirahasiakan. Karena waktu sudah cukup malam, Rose dan Agam pun memutuskan untuk pamit.
"Kenapa kamu, harus sembunyikan ini sendirian?" tanya Agam.
"Aku hanya tidak mau, hubungan kamu dan Gita semakin memburuk. Aku sudah merasa berdosa dan bersalah, atas apa yang sudah aku lakukan kepada Gita selama ini, jadi, aku tidak mau mengecewakan dia lagi," jawab Rose.
"Dan kamu sadar bukan, bahwa kamu justru mengecewakan Anyelir?" pertanyaan Agam, dibenarkan oleh Rose.
"Apa yang aku lakukan, itu juga demi Anyelir. Apa kamu tahu Mas, bagaimana takutnya aku saat itu, saat Gita melajukan mobilnya dengan sangat kencang ke arah Anyelir? Dan bagaimana berdosa nya aku, merahasiakan hubungan Gita dengan Arman dulu?" Rose menceritakan kembali kisah pilunya.
"Maafkan aku." ucap Agam dengan penuh rasa sesal, "Maaf, karena kesalahan ku, kamu jadi dibenci oleh Gita. Harusnya, aku jelaskan kepad Gita lebih dulu, bahwa kamu bukanlah istri kedua ku, justru kamu adalah istri pertama ku," ujar Agam.
Selama ini, Agam dan Rose menyembunyikan rahasia ini, Rose meminta kepada Agam untuk tidak mengatakan apapun kepada Gita dan Anyelir, tentang pernikahan Agam dan Rose yang sebenarnya sudah terjalin lebih dulu, sebelum Agam menikah dengan mendiang Erma, ibunda dari Gita.
Flashback
Pernikahan Agam dan Rose sudah terjalin lima tahun lamanya, namun sampai detik ini mereka belum juga dikarunia seorang anak. Sampai akhirnya, Rose mengajak Agam untuk memerikasakan kesehatan mereka, dan hari ini, Rose mendengar jawaban yang sangat mengejutkan dan begitu menyayat hatinya.
"Sa-saya PCOS, Dok?" (Buat yang belum tahu, PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon yang kerap terjadi pada wanita , terutama dalam usia reproduksi aktif. Akibatnya bisa sulit hamil atau tidak subur.)
__ADS_1
"Benar, Bu." jawab Dokter membenarkan.
"Sabar sayang." Agam mencoba menguatkan Rose, dia memeluk istrinya yang tengah rapuh. Dokter memberikan berbagai saran dan obat, serta meminta Rose untuk sering datang check up.
"Mas, menikahlah lagi, cari wanita yang bisa memberikan kamu keturunan," Agam terkejut, tiba-tiba saja, setelah mereka baru saja sampai di kediaman mereka. Rose membahas soal pernikahan.
"Apa sih maksud kamu? Jangan mengada-ada," jawab Agam dengan tegas.
"Aku serius Mas, aku mau kamu memiliki keturunan," pinta Rose dengan kekeuh,
"Dokter bilang kamu masih bisa hamil, yang penting kita tetap berusaha dan terus meminta pada Yang Maha Kuasa," ucap Agam.
"Iya Mas, tapi kemungkinannya kecil, aku mohon Mas, cari lah wanita lain." sekali lagi, Rose meminta hal itu kepada Agam,.
"Aku tidak mau." tegas Agam, dia berlalu meninggalkan Rose, yang terus saja meminta hal aneh padanya. Agam sangat mencintai Rose, dan dia tidak mau mengkhianati cinta istrinya.
"Baik, kalau kamu tidak mau, lebih baik aku mati!" seru Rose. Agam menoleh dan menatap Rose dengan khawatir.
"Lebih baik, aku mati Mas, dari pada aku harus terus menerus menjadi beban kamu. Aku yakin, setelah aku mati, kamu bisa menikah lagi dengan perasaan tenang, dan kamu bisa mendapatkan anak," Rose, benar-benar sudah gelap mata, bagi Rose dirinya adalah hambatan bagi Agam untuk bisa mendapatkan keturunan.
"Rose, aku mohon, jangan lakukan ini sayang." Agam menitikkan air matanya, andai saja dia tahu akan begini jadinya, Agam tidak akan pernah mau diajak untuk check kesehatan.
"Jangan mendekat!"seru Rose, mencoba memperingatkan Agam yang semakin mendekat.
"Baiklah, aku janji akau akan lakukan apapun keinginan kamu sayang, asalkan kamu jangan seperti ini," Agam menyerah, dia tidak mau melihat wanita yang dia cintainya, menyakiti dirinya sendiri.
"Kamu bersumpah?" tanya Rose, dia tahu suaminya bukan lelaki yang muah obral janjiu. Agam adalah lelaki yang sangat menjunjung tinggi ucapannya.
"Ya, aku bersumpah," jawab Agam dengan yakin. Rose tersenyum, dia akhirnya melepaskan gunting itu, dan Agam langsung memeluk Rose menjauhkan senjata tajam tadi. Rasa takut itu, masih menghantui perasaan Agam, dia takut kehilangan Rose.
sejak kejadian itu, Rose terus mencari wanita yang kiranya bisa membeirkan keturunan bagi suaminya, sampai akhirnya Rose bertemu dengan Erma, janda muda yang ditinggal oleh suaminya. Erma baru saja digugat cerai oleh suaminya, karena sang suami kepincut dengan janda yang katanya jauh lebih segar dari Erma, jadi bisa dibilang, Erma jadi janda karena janda.
__ADS_1
Erma, yang semula serba hidup berkecukupan, namun setelah dia berpisah dari sang suami, hidupnya benar-benar jauh berbeda. Erma tidak memiliki pekerjaan, sampai akhirnya Erma bertemu dengan Rose.
"Aku bisa memberikan kamu uang yang cukup banyak, bahkan berapapun kamu mau, akan aku berikan," ucap Rose menatap Erma.
"Caranya?" tanya Erma, dia langsung tertarik dengan penawaran Rose.
"Jadi istri kedua suamiku, namun pastikan kamu bisa memberikan anak untuk suami ku," jawab Rose, dia yakin Erma akan mau, karena Rose paham wanita seperti apa Erma ini.
"Bagaimana?" tanya Rose meminta jawaban Erma.
"Baiklah, aku setuju." Erma tersenyum dan menjawa pertanyaan Rose, dia setuju. Akhirnya, Rose membawa ERma ke Dokter lebih dulu, untuk check kesuburan. Hasilnya, sangat memuaskan, menurut Dokter, Erma sangat subur.
Karena sudah pasti Erma bisa memberikan anak untuk Agam, Rose pun membawa Erma untuk bertemu dengan suaminya, dia juga akan menjelaskan bagaimana pernikahan ini akan berjalan.
"Bagaimana Mas, kamu setuju dengan pilihan ku?" tanya Rose, kini mereka semua sudah berkumpu di kediaman Agam.
"Ya, terserah kamu saja," jawab Agam dengan lesu.
"Baiklah, dan ingat Erma, pernikahan ini hanya akan berjalan setelah kamu melahirkan, jika sampai waktu tiga bulan kamu belum juga hamil, maka kamu akan ditalak oleh Mas Agam. Dan nanti, jika kamu berhasil memberikan aku dan Mas Agam anak, maka anak itu akan menjadi anak aku dan Mas Agam, kamu akan berpisah dengan Mas Agam setelah melahirkan. Tapi, kamu jangan khawatir, karena kamu akan mendapatkan uang sebsar 600 juta nantinya, sebagai ganti kamu sudah mengandung anak kami, bagaimana?" Rose sudah menjelaskan semuanya secara rinci, mendengar uang yang begitu besar nominalnya, tentu saja Erma langsung tergiur.
.
.
Nah loh, gimana ini? kan pernikahan cuma sampai Erma melahirkan ya? kira-kira ada yang bisa nebak nggak, kenapa akhirnya Erma dan Agam melanjutkan pernikahan mereka, dan justru Gita berpikir bahwa Rose adalah istri kedua ayah nya? Jangan lupa komen yaa..
Oh iya, aku mau dong follow akun sosial media kalian, entah itu facebook atau IG. Kalau mau, kalian tinggal tulis aja akun sosial media kalian di komen, nanti aku follow.
Nah, ini akun sosial media aku:
Facebook : Ajeng Larasati
__ADS_1
IG : ajenglarasati5927