
Jam istirahat kantor, seperti biasa, para karyawan akan berbondong-bondong meninggalkan pekerjaan mereka masinng-masing, ada yang langsung menunaikan ibadah sholat, ada yang mencari tempat makan guna mengisi perut mereka yang mulai keroncongan. Seperti saat ini, Anyelir, Nabila dan tim dari divisi pemasaran tengah menunggu pesanan mereka sampai, sampil menunggu pesanan tiba, mereka pun mulai mengobrol seputar pekerjaan dan lain hal.
“Nye, kamu pasti dari keluarga yang kaya,” cetus Della tiba-tiba, membuat Anyelir dan yang lainnya menatap Della bingung.
“Maksudnya kak?” tanya Anye bingung, pasalnya mereka tidak tengah membahas masalah orangtua, namun Della langsung menanyakan hal itu padanya.
“Iya, buktinya kamu bisa punya mobil semahal itu, aku kemarin lihat kok kamu pakai mobil mahal, dan hari ini kamu diantar sopir kan?” jelas Della.
“Oh iya Nye, aku juga lihat kemarin, wahh jangan-jangan Anye anak tunggal kaya raya nih,” timpal Mike bermaksud mencairkan suasana.
Dengan senyum yang dipakasakan, Anye pun akhirnya menjawab, “alhamdulillah kak, tapi aku punya kakak kok,” jawab Anye, dia tidak mau menjelaskan secara detail tentang keluarganya, karena takut mereka akan mencari tahu soal keluarga Anye dan berakhir mereka tidak akan percaya bahwa keluarga Anye bisa membeli mobil semahal itu.
“Wahh boleh dong kenalin sama kita,” timpal Daniel dengan penuh semangat, kalau urusan wanita, Daniel memang tidak mau ketinggalan.
“Jangan mau punya kakak ipar kaya dia Nye, pelit,” timpal Ayu diselingi tawa, dan meja mereka pun dipenuhi canda tawa yang menghiasi. Namun nampaknya, ada yang masih belum puas dengan jawaban Anye, dan itu tidak luput dari pandangan Nabila.
Selesai makan siang, Nabila sengaja menarik Anye, agar berjalan lebih lambat dari yang lain, beruntung karena mereka semua nampaknya tidak menyadari hal itu. Melihat situasi yang mulai aman, Nabila pun berbisik.
“Nye, loe harus lebih hati-hati sama kak Della,” bisik Nabila lirih, dan hanya bisa didengar oleh Anye.
__ADS_1
“Memangnya kenapa?” Anye yakin, Nabila punya alasan kenapa Nabilla bisa berkata demikian.
“Gue rasa, pertanyaan kak Della seputar keluarga loe, itu karena dia mau nyari tahu soal loe dan keluarga loe, gue juga yakin, kak Della nggak puas sama jawaban loe yang tadi, karena itu nggak ngejelasin secara signifikan seputar keluarga loe,” jelas Nabila lirih, Anyelir pun mengangguk dan nampak merenung. Setelah itu, mereka tidak membahas seputar Della lagi, karena mereka sudah tiba di ruang kerja.
‘Benar apa yang dikatakan oleh Nabila, kak Gita ajah bisa berbuat nekat karena rasa irinya ke aku, apa lagi kak Della, yang aku sendiri belum tahu gimana sifat dia,’ batin Anyelir, dia yakin kalau sikap Della yang sekarang ini tengah mencari tahu tentang dirinya, tidak luput karena Devan. Anyelir berpikir, mungkin Della merasa kesal, karena Devan nampak dekat dengan Anyelir.
‘Aku harus jauh lebih hati-hati, bila perlu, aku meminta kak Devan agar tidak terlalu dekat denganku di kantor, karena aku benar-benar ingin tenang selama masa magangku,’ batin Anyelir. Meskipun dirinya adalah istri Devan, namun karena status pernikahan yang masih disembunyikan, membuat Anyelir merasa sulit mendapatkan haknya dalam pengakuan masyarakat umum. Mungkin, kalau Devan mengumumkan bahwa dirinya sudah menikah, tanpa menyebutkan siapa istrinya, bisa mengurangi rasa obsesi para wanita seperti Della, karena mereka yang terobsesi kepada Devan, benar-benar berlomba memperbutkan perhatian Devan.
Anyelir mendapatkan pesan masuk, yang ternyata dari Devan, namun isi pesan itu membuat Anyelir was-was, karena Devan meminta Anyelir untuk menunggunya nanti sepulang kantor, dan Devan berkata bahwa dia ingin mengantar Anyelir pulang. Anyelir pun akhirnya mengatakan ketakutannya, dia takut kalau ada salah satu karyawan yang melihat mereka berdua pulang bersama, pasti pikiran-pikiran negatife karyawan kantor akan ertuju pada Anyelir.
[Jangan khawatir, karena Felix sudah mempersiapkan semuanya,] hanya itu jawaban Devan, nantinya dia akan memberikan Anyelir arahan setelah jam pulang kantor. Melihat jawaban Devan, Anyelir hanya bisa pasrah, dia hanya berdoa semoga saja tidak ada karyawan kantor yang melihatnya.
**
“Tahu gini mending gue liburan ke luar negeri,” ucap Laura kesal, namun dia tidak bisa pergi sekarang juga, karena dia masih memiliki waktu bersama dengan Devan selama 6 hari lagi, jadi dia masih punya kesempatan untuk mendapatkan kehangatan dari pelukan Devan.
‘Sepertinya, aku tahu bagaimana caranya, agar bisa bersama dengan Devan mala mini,’ batin Lura tersenyum smirk. Dia merencanakan sesuatu untuk nanti malam.
**
__ADS_1
Hubungan Armand an Gita terbilang lancar, bahkan Gita sudah dikenalkan kepada keluarga Arman, dan tentu mereka menilai Gita adalah wanita yang sangat cocok untuk Arman. Mereka melihat, Gita adalah sosok wanita yang baik hati dan juga lembut, namun mereka hanya melihat dari sisi luar, mereka tidak pernah tahu sifat asli Gita, yang penuh obsesi dan bisa melakukan segala cara, bahkan untuk mengahancurkan adiknya sendiri.
“Nak Gita, kalau kami ingin bertemu dengan kedua orangtua kamu, apa boleh?” tanya Desi, ibu Arman.
“Hah? Mau apa tante?” tanya Gita dengan lembut, dalam hatinya dia bersorak senang, karena lampu hijau untuk hubungannya melanjutkan ke jenjang yang lebih serius akan segera terwujud.
“Kami ingin melamar kamu Nak, untuk Arman,” jawab Dika, selaku ayah Arman. Nampaknya kedua orangtua Arman, sudah sangat yakin dengan pilihan putranya, karena berpikir bahwa Gita satu profesi dengan Arman.
“Ta-tapi apa Om dan Tante sudah memikirkan hal ini? Gita merasa, Gita sangat jauh berbeda dengan Arman, masih banyak wanita lain yang jauh lebih baik dari Gita, dan mungkin Om dan Tante akan malu kalau punya menantu seperti Gita,” Gita benar-benar ratunya acting, dia sengaja bersikap rendah hati agar bisa mengambil hati orangtua Arman dan bersimpati padanya.
“Kami jauh lebih yakin dengan kamu Nak, dibanding dengan Anyelir,” raut kekecewaan Desi terhadap Anyelir mulai terlihat, iya Desi memang mengenal Anyelir, karena dulu Arman pun pernah mengenalkan Anyelir pada keluarganya. Mereka sudah mendengar dari Arman, bahwa Anyelir sudah menikah, mereka pikir Arman dan Anyelir putus karena Anyelir selingkuh dan memilih menikah dengan lelaki lain, namun sebenarnya, putusnya Armand an Anyelir juga karena pengkhianatan oleh Armand an Gita, namun mereka tidak tahu soal itu, karena Arman tak pernah membuka hal itu dihadapan kedua orangtuanya.
“Maafin adik Gita ya Tante,” Gita menampilkan raut wajah bersalah, padahal dalam hatinya besorak senang, karena kedua orangtua Arman membenci Anyelir, jadi kemungkinan-kemungkinan Anyelir mengambil hati kedua orangtua Arman, tidak akan pernah berhasil.
“Ini bukan salah kamu Nak, tapi memang Anyelir lah wanita yang tidak bisa setia, demi harta dia bisa merelakan semuanya,” ujar Dika menimpali.
‘Bagus, benci saja terus Anyelir, karena itu akan semakin menguntungkan aku,’ batin Gita.
...Hai .. author membawa kabar baik, mulai besok author akan crazy up horeeee, jadi terus dukung karya author yaaaa terimakasih.....
__ADS_1