Terpaksa menjadi kedua

Terpaksa menjadi kedua
Nama panggilan baru


__ADS_3

“Anda sedang cemburu?” tanya Felix sembari senyum meledek, melihat senyuman Felix, mambuat Devan salah tingkah. Dia yakin, saat ini Felix pasti tengah menertawakan kebodohan sikapnya.


“Ti-tidak,” elak Devan, namun melihat gelagat Devan, dia tidak bisa membohongi Felix, saat ini tuan mudanya itu, tengah terbakar api cemburu.


“Perasaan cemburu itu wajar Tuan, apalagi bagi pasangan, karen itu tandanya cinta,” ucap Felix.


“Kau terlalu banyak bicara, dank au terlalu sok tahu,” kesal Devan, sebenarnya dia malu karena Feli terus menggodanya, melihat sikap Devan yang seperti ini, membuat Felix semakin bersemangat untuk megoda Devan. Namun, semua itu terpaksa Felix akhiri, karena dia mendengar suara ketukan pintu yang diyakini dia adalah Anyelir. Selagi Felix membuka pintu, Devan merapikan penampilannya, karena dia akan bertemu dengan Anyelir. Wanita yang beberapa hari ini membuatnya susah tidur dan terus memikirkannya.


“Silahkan masuk Nona,” lirih Felix, dia memanggil nona karena meja sekretaris saat ini tengah kosong.


“Terimakasih,” jawab Anyelir, dia pun melangkah masuk mengekor Felix.


“Tuan, nona muda sudah datang, kalau begitu saya permisi,” Felix pamit, karena dia ingin memberikan waktu kepada pasangan suami istri tersebut, yang sama-sama masih malu-malu kucing.


“Ada apa Tuan memanggil saya?” tanya Anyelir dengan sopan, namun mendengar panggilan yang diberikan oleh Anyelir, membuat Devan sontak kesal.


“Kenapa kau memanggilku begitu? Kita kan hanya berdua,” protes Devan. Menyadari kesalahan yang dibuatnya, Anyelir pun langsung mengulang pertanyaannya.


“Maaf kak,” ujar Anyelir menunduk, “ada apa kakak memanggilku?” tanya Anyelir lagi.


“Duduklah,” titah Devan, dan diangguki oleh Anyelir, saat ini Anyelir duduk berhadapan dengan Devan. Jarak yang hanya dipisah oleh meja kebesaran Devan, membuat detak jantung Anyelir bekerja lebih cepat, dia sampai takut kalau Devan akan mendengar suara detak jantungnya.


“Kenapa kau bisa sedekat itu dengan Mike?” akhirnya Devan menanyakan apa yang mengganggu pikirannya, yaitu seputar Mike dan Anyelir. Mendengar pertanyaan dari sang suami, Anyelir mengerutkan alisnya, dia pun teringat dengan kedatangan Devan tadi, di mana Anyelir pada saat itu tengah membahas masalah pekerjaan.


“Oh masalah itu kak, maaf kalau itu membuat kakak tidak suka, tapi aku dengan kak Mike hanya membahas maasalah pekerjaan tidak lebih,” jelas Anyelir, dia berharap penjelasannya bisa diterima oleh Devan yang saat ini tengah cemburu.


“Apa? kau memanggilnya kakak?” tanya Devan dengan raut wajah terkejut, melihat Anyelir yang menganggukan kepalanya, membuat Devan semakin kesal.


“Memang ada masalah ya kak?” tanya Anyelir, dia pikir panggilan seperti itu tidak salah kan?


“Kenapa kau memanggilnya kakak?” tanya Devan seraya bersedekap dada.

__ADS_1


“Karena usia kak Mike yang jauh di atas ku, jadi aku memanggilnya kakak. Masa, aku mau memanggil abang, seperti apa yang kak Ayu lakukan?” dengan polosnya Anyelir menjelaskan di hadapan Devan, dan Devan sendiri yang mendengar hal itu, langsung menggeleng dengan keras.


“Tidak perlu ubah panggilanmu untuknya, tapi kau harus memanggil dengan panggilan  berbeda,” titah Devan, membuat Anyelir bingung sendiri.


“Saya harus memanggil apa kak?” tanya Anyelir, dia benar-benar bingung dengan tingkah Devan.


‘Jadi ini yang dia ingin bahas dengan ku?’ batin Anyelir kesal, padahal kerjaannya tengah menumpuk sekarang, namun Devan malah memanggilnya dan membahas hal di luar pekerjaan.


“Biasanya orang yang sudah menikah, memanggil dengan sebutan apa?” tanya Devan, mungkin dia akan mencari referensi lewat ini.


“Eeem sayang, suamiku, atau panggilan seperti ayah, ibu, bunda atau yang lain,” jawab Anyelir dengan jujur. Namun dia akhirnya menyadari jawabannya sendiri.


‘Jangan suruh aku memangginya dengan sebutan salah satu jawabanku tadi,’ batin Anyelir was-was.


“Sepertinya panggilan suamiku cocok,” Devan menganggukan kepalanya, “nah, sekarang, kau harus memanggilku suamiku dan aku akan memanggilmu istri ku, bagaimana?” Devan meminta pendapat Anyelir.


‘Bolehkan aku menggeleng dan menjawab tidak?’ batinnya.


“Baiklah Kak,” akhirnya Anyelir menjawab pasrah, dia tidak bisa mempertaruhkan panggilan hanya dengan perusahaan ayahnya, jika Anyelir menolak, bisa saja Devan mengombang-ambingkan perusahaan milik Agam.


“I-iya su-suamiku,” ujar Anyelir dengan terbata, Anyelir terus memaksakan bibirnya agar tersenyum.


“Kurang, masih terdengar kaku, aku yakin karena kamu belum terbiasa. Jadi, aku mau kau mengatakannya lagi,” titah Devan lagi, membuat Anyelir menghembuskan napas kesal.


‘Sabar Anyelir, kamu tidak boleh terbawa emosi, ingat siapa lelaki di hadapan kamu ini, dia adalah orang yag berpengaruh dalam keluarga kamu,” batin Anyelir.


“Iya suamiku,” ucap Anyelir denga diiringi senyuman, mendengar Anyelir yang memanggilnya dengan sebutan tersebut, entah kenapa hati Devan benar-benar berbunga-bunga.


“Bagus, aku suka mendengarnya istriku,” ucap Devan sembari menatap Anyelir dalam-dalam.


‘Kekonyolan apa ini, jadi aku dipanggil ke sini hanya untuk membahas panggilan satu sama lain?’ batin Anyelir getir.

__ADS_1


“Baiklah siamiku, apa sekarang saya sudah boleh pergi sekarang?” tanya Anyelir, jujur dia sudah ingin cepat keluar dari ruangan Devan, dia takut kalau nantinya Devan akan meminta hal lain lagi.


“Ah belum, aku masih ingin membicarakan satu hal yang penting,” cegah Devan, dia ingin sekali menahan Anyelir lebih lama.


“Apa itu suamiku?” tanya Anyelir dengan sabar.


“Satu minggu lagi, kantor akan mengadakan acara anniversary, dan untuk tahun ini aku ingin acara dibuat dengan berbeda dari biasanya,” ucap Devan menyampaikan apa yang diinginkannya.


“Berbeda dari yang biasa?” tanya Anyelir lagi.


“Iya, aku sudah memikirkannya, dan aku ingin kali ini stand makanan diisi oleh pedagang kaki lima. Kamu ingatkan ketika kita makan berdua?” maksdu Devan adalah bakso yang dijual oleh pedagang kaki lima waktu itu.


“Oh iya, saya ingat,” Anyelir mengangguk.


“Nah, aku ingin merekalah yang mengisi stand makanan, aku ingin memperkenalkan kepada semua tamu yang hadir, tentang makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima, bahwa rasa makanan mereka tidak kalah dengan makanan yang ada di menu Caffe. Bagaimana kamu setuju sayang?” Anyelir hampir tersedak air liurnya sendiri, mendengar Devan memanggilnya sayang, namun entah kenapa ada perasaan yang berbeda dalam hati Anyelir. Dia suka dengan panggilan yang diberikan oleh Devan.


“Bagaimana? Apakah menurut kamu ini ide yang bagus sayang?” lagi-lagi Dvan memanggil Anyelir dengan panggilan sayang, membuat Anyelir rasanya ingin meleleh.


“Bagus suamiku, dengan begitu, akan banyak orang yang mulai melirik pada pedagang kaki lima, dan semoga saja nantinya dengan cara ini, bisa membuat dagangan mereka semakin dikenal dan diminati,” harap Anyelir. Setelah pembicaraan mereka selesai, Anyelir pun diperbolehkan untuk kembali ke ruangannya. Namun ada hal yang membuat Devan cukup terkejut dengan perlakuan Anyelir padanya, sebelum berpamitan, Anyelir mencium tangan Devan, dan seketika Devan hanya terpaku.


“Waktu berangkat kerja, saya tidak sempat berpamitan, jadi saya pamitan sekarang. Dan jangan lupa, makan siang suamiku, semangat juga ya kerjanya,” ucap Anyelir, dia pun melangkah keluar dari ruangan Devan dengan semburat senyum malu-malu.


Setelah Anyelir pergi, Felix pun masuk ke dalam ruang kerja Devan. Namun, Felix melihat adanya kejanggalan dari raut wajah Devan, Felix mencoba memanggil nama Devan, namun Devan hanya diam, dia terus saja melamun.


“Tuan? anda baik-baik saja?” tanya Felix dengan khawatir.


Devan menggeleng pelan, “tidak, aku tidak baik-baik saja, rasanya jantungku bermasalah,” jawab Devan, membuat Felix semakin tidak karuan.


“Tuan, ayo kita segera ke rumah sakit,” Felix panic setengah mati, namun Devan hanya tersenyum.


“Iya, kita harus ke rumah sakit, dan mencari dokter cinta,” jawaban Devan membuat kepanikan Felix langsung menghilang, kini dia tahu apa yang membuat Devan terlihat bodoh seperti sekarang ini. Devan tidak sedang sakitm, melainkan dia tengah dimabuk cinta.

__ADS_1


***Hai, author  mau promo nih, ada cerita on going dan author harap kalian juga mampir yaa ... jangan lupa kasih dukungan dengan kasih like dan komen, kasihh tips juga boleh, hheeee dan jadikan favorit ya tentunya.. ***



__ADS_2